Cemburu?

Kini sudah tepat 3 minggu Lia dan anggota baru lainnya berada di asrama, mereka kini tengah berlatih untuk persiapan minggu depan.

"Gue gak mau ikut Li," ujar Viola.

"Kenapa?" heran Lia.

"Nanti kalau gue mati gimana? lagi pula kita baru sebulan kurang disini," cicit Viola.

Lia menghela nafasnya, dia mengajak Viola untuk istirahat di tempat duduk dekat lapangan latihan.

"Viola, lu udah mutusin buat masuk militer itu tandanya lu harus siap dengan segala konsekuensinya. Lagi pula kan jendral besar bilang kalau anggota baru hanya akan membantu bukan turun ke area tempur." terang Lia sembari menggenggam tangan Viola.

"Tapi Li ...," panik Viola.

"Gak papa, abang lu aja selama ini gak papa kan?" bujuk Lia.

Viola akhirnya mengangguk, Lia tersenyum dan melepaskan genggaman itu. Netranya tak sengaja menatap Lio yang tengah berlatih tembak.

Tak lama netra Lia beralih menatap Ezra yang sedang mengobrol dengan jendral lainnya. Lia mengakui bahwa Ezra sangat tampan, bahkan dirinya kini terpesona dengan ketampanan Ezra.

"Ekhem! cieee, suka yah sama abang gue," ledek Viola.

Lia terlihat salah tingkah, sementara Viola tampak tersenyum gemas.

"Pepet terus Lia, gue doain semoga lu jadi kakak ipar gue," seru Viola.

"Apaan sih!" gugup Lia.

Sama seperti Ezra yang saat ini tengah memperhatikan Lia, apalagi kini wanita itu tengah tertawa.

"Zanna, kau kah itu? kenapa kau selalu hadir di dalam mimpiku? padahal sebelumnya aku tidak pernah bertemu denganmu," ujar Ezra dalam hati.

Tak lama Ezra mengerutkan keningnya ketika melihat seorang pria yang menghampiri Lia.

"Buat apa Jendral Rangga menghampiri Lia?" gumam Ezra.

Sementara Lia dan Viola terkejut ketika Jendral Rangga yang berpangkat sama dengan Ezra duduk tepat di samping Lia.

"Maaf, boleh kita berkenalan?" tanya Jendral Rangga sambil menyodorkan tangannya.

Lia menatap tangan itu lalu beralih menatap rangga dengan senyuman bukan senyuman tulus melainkan senyuman paksa.

"Aku tau jendral tidak bodoh untuk mengetahui namaku," singkat Lia. Dia mengetahui bahwa pria di depannya ini adalah jendral karena pangkat yang berada di bajunya.

Tampaknya jendral Rangga merasa malu, dia menarik tangannya kembali dan menggaruk kepala belakangnya.

"Ya kan, kamu belum tau nama saya," ujarnya.

Lia tertawa, dia menunjuk nama yang memang berada di atas saku jendral Rangga. Begitu pula dengan Viola yang tampak terkekeh.

Berbeda dengan Ezra yang kini mengepalkan tangannya, mata elangnya menajam tepat menusuk tempat Lia dan Viola.

"Dral! muka lu ngapa dah?" heran Reno yang baru saja datang dan menatap wajah Ezra yang merah.

Para jendral lain pun mengalihkan pandangannya pada apa yang menjadi pusat perhatian Ezra.

"Lu takut adek lu di dekati sama Jendral Rangga? tenang dral, gue yang bakal dekatin adik lu. Terus Jendral Rangga yang deketin neng manis, serasi tuh mereka," celetuk Reno tanpa tau bagaimana keadaan hati Ezra saat ini.

BRAK!

Semuanya terkejut ketika melihat Ezra yang membanting botol air. Bahkan Reno membulatkan mulutnya dan menatap Rangga tidak percaya.

"Tadi ada nyamuk di botolnya, saya balik ke asrama duluan." ujar Ezra sambil mengambil botol itu dan berlalu dari sana.

Reno yang masih terlihat bingung akhirnya berjalan mendekati Lia dan Viola, sepertinya jendral Rangga sudah pergi entah kemana.

"Eh Viola, abang lu marah tuh ngeliat lu sama Jendral Rangga," adu Reno.

Lia dan Viola saling menatap, kemudian mereka menoleh kepada Reno yang duduk di rumput sambil mendongak menatap mereka.

"Abang gue marah karena gue dekat dengan Jendral Rangga? halu lu! gue dekat sama preman aja dia gak marah kok!" ujar Viola tak terima.

"Lah, terus abang lu cemburu ke siapa?" heran Reno.

Tatapan Reno dan Viola beralih menatap Lia yang dari tadi memperhatikan Reno. Sementara Lia yang merasa di tatap pun akhirnya mengerutkan keningnya.

"Kenapa sih?" heran Lia.

"Lu punya hubungan apa sama abang gue?" tanya Viola.

"Hubungan apaan? gak! gue gak ada hubungan apa-apa sama abang lu," bantah Lia.

Viola menoleh ke belakang dan tak mendapati siapapun kecuali mereka. Tentu saja abangnya tadi melihat kesini itu artinya antara dia dan Lia. Namun, tak mungkin abangnya marah hanya karena dirinya dekat dengan Jendral Rangga.

"Cuma kita doang disini Lia, apa lu yang ngada-ngada bagong!" ujar Lia sambil menoleh pada Reno yang terkejut.

"Eh nyi roro ngatain gue sekate-kate, tanya noh! sama yang lain! orang sampai banting botol, terus alasannya beg0 banget lagi!" tak terima Reno.

"Masa?! abang gue sampe kayak gitu?" histeris Viola.

Sedangkan Lia mencari di mana Ezra, tetapi nihil dia tak menemukan dimana pria itu.

"Lia, lu deket sama abang gue?" tanya Viola.

"Gak Vi, gue ketemu ama dia aja baru beberapa kali. Gak mungkin juga kan langsung deket." ujar Lia sambil menatap Viola.

"Aaa gak pernah denger istilah dari mata turun ke hati sih lu .... gak papa! gue dukung! gue dukung lu sama abang gue!" seru Viola.

Lia meringis pelan, dirinya tak merasa apapun pada Ezra. Dia belum memahami situasi yang ada, dan dia belum tau jika Ezra adalah Leonnya.

"Lah, terus Dokter Clara gimana? kan jendral sukanya sama Dokter Clara." tanya Reno sambil menatap bingung Viola.

Plak!

"Lu nyebar hoaks kan! apaan dia yang jadi kakak ipar gue! sampai kapan pun gue gak bakal terima cewek sok polos itu jadi kakak gue!" kesal Viola yang baru saja menepuk punggung Reno dengan keras.

"Apaan sih! kemarin jendral senyum-senyum kok ke Dokter Clara, ya gue kira jendral suka," terang Reno.

Viola tampak mengerutkan keningnya, dia menatap Lia yang juga tengah menatapnya.

"Lu inget gak di depan dokter Lia ada siapa? kali aja kan ada anggota lain yang di senyumin abang gue, eh malah yang terpesona si Clara?" tanya Viola.

"Kalau gak salah kalian deh, iya gue inget kalian duduk di samping tiang karena gue mau nyamper kalian eh keburu kalian pergi," terang Reno yang mana membuat Viola berdiri dan teriak histeris

"Aaaaa babang sulung gueee ... akhirnya balik normal jugaa! gue harus kabarin papah kalo bang Ezra sudah menemukan tambatan hati baru!" histeris Viola.

Berbeda dengan Lia yang entah mengapa seperti ada sesuatu yang mana membuat jantungnya berdebar.

"Jadi ... jendral liat ke gue? bukan ke dokter Clara? kok gue jadi baper gini sih!" ucap Lia dalam hati.

"Sejak kapan jendral gak normal? bukannya dia masih menunggu wanita di mimpinya itu yah?" heran Reno yang mana membuat Viola membulatkan matanya.

"Lu mah! jangan ngomong tentang masa lalu abang gue di depan calon kakak ipar gue dong!" kesal Viola.

Lia tampak bingung, dia menarik lengan Viola untuk duduk karena dia lelah mendongak.

"Masa lalu?" tanya Lia.

"Cieee kepo! suka juga kan ama abang gue lu? halah, ini mah ... ku pendam cinta demi kepekaannya," ledek Viola.

Lia berdecak sebal, begitu pula dengan Reno.

"Jangan dengerin ocehannya, dia mah emang gitu. Lagian juga kita belum tau si Zanna emang masa lalu jendral atau bukan!" kesal Reno.

"Zanna?!" kaget Lia.

JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE, DAN HADIAHNYA YAH❤❤❤.

Terpopuler

Comments

Vera Wilda

Vera Wilda

Hayooo Lia cari tau jenderal Ezra , dia masa depan mu 😁

2025-01-28

0

Ririn

Ririn

duhh geumeshh

2024-12-04

0

Ririn

Ririn

pake nanya lg

2024-12-03

0

lihat semua
Episodes
1 Dua kehidupan
2 Pertemuan yang asing
3 Pertemuan Viola dan Lia
4 Ingin jadi kurir
5 Kecekatan Lia
6 Tamu bulanan
7 Siapa kamu sebenarnya?
8 keributan 2 bocah
9 Pelatihan tempur
10 Hijau ternyata dia
11 Gue bisa buat dia tenang
12 Zidan?
13 Senyuman Lia dan Ezra
14 Cemburu?
15 Ulah Ravin
16 Perdebatan Clara dan Viola
17 Perkelahian Clara dan Lia
18 Kejadian yang mengejutkan
19 Akhirnya Alden mengetahuinya
20 Terlambat
21 Tolong bantu aku mengingatmu kembali
22 Nasehat Alden
23 Bantuan Elbert
24 Will you marry me
25 Salah mengerti
26 Gracia
27 Menolong Cia
28 Kesedihan Ezra
29 Ada apa dengan Mesya?
30 Bertemu camer
31 Lamaran
32 Keputusan Alden
33 Menjelang akad 1
34 Mas kawin yang tak biasa
35 Aku disini
36 Masalah Mesya dan Clara
37 Drama kepergian Lia 1
38 Drama kepergian Lia 2
39 Alysa Reva Miller
40 Aku ingin mengingat tentang mu
41 Kakak ipar?
42 Permen kapas
43 Aqila hamil?
44 Permintaan maaf ayah Mesya
45 Kejadian yang menimpa Aqila
46 Kangen istri
47 Ada apa dengan Ezra?
48 Perdebatan Frans dan Geo
49 keributan Kino
50 Siapa Heri bagi Mesya?
51 kunci kenangan
52 Memory Card
53 Mamah?
54 Kisah Clara
55 Mesya
56 Keributan Ica
57 Kejadian sebenarnya
58 Salahna Lavin dimana?
59 Sadarnya Mesya
60 Ravin dan Cia
61 Siapa wanita itu?
62 Tentang Ane
63 Malam Ezra dan Lia
64 Keanehan Lia
65 Ulah Ravin
66 Kedatangan Geo di apartemen Aqila.
67 Keluar dari akademi
68 Audrey Robertson
69 kamera
70 Perkara main
71 Dimana memory card itu?
72 Alasan Frans
73 Rahasia Kirana
74 Gak bisa tidur
75 Keributan Ravin
76 Flashback masa lalu Ane 1
77 Flashback 2
78 Dinner ala Ezra
79 Pertemuan Lia dengan Frans
80 Diana atau Ane?
81 Pregnant
82 Duit cepuluh libu?
83 Kesabaran Ezra
84 Kekecewaan Raisa
85 Terungkap?
86 Kembali ke mansion Wesley
87 Terkuak 1
88 Terkuak 2
89 Rumah sakit
90 Melepas marga
91 Segera putuskan!
92 kekesalan Lio
93 Kedatangan Frans
94 Kemarahan Gio
95 Jawaban Qila
96 Pengen peluk kamu
97 Kepulangan Elbert
98 Milih Gaun
99 Pernikahan
100 malam pernikahan
101 Ikut ke kantor
102 Dia istri saya
103 Keanehan Lia
104 Ekspor nutrisi
105 Kecoa
106 Dark memory
107 End
108 CINTA YANG BELUM USAI
109 KARYA BARUUU 'FIND ME DADDY!'
110 KEMBAR GENIUS MILIK CEO GALAK
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Dua kehidupan
2
Pertemuan yang asing
3
Pertemuan Viola dan Lia
4
Ingin jadi kurir
5
Kecekatan Lia
6
Tamu bulanan
7
Siapa kamu sebenarnya?
8
keributan 2 bocah
9
Pelatihan tempur
10
Hijau ternyata dia
11
Gue bisa buat dia tenang
12
Zidan?
13
Senyuman Lia dan Ezra
14
Cemburu?
15
Ulah Ravin
16
Perdebatan Clara dan Viola
17
Perkelahian Clara dan Lia
18
Kejadian yang mengejutkan
19
Akhirnya Alden mengetahuinya
20
Terlambat
21
Tolong bantu aku mengingatmu kembali
22
Nasehat Alden
23
Bantuan Elbert
24
Will you marry me
25
Salah mengerti
26
Gracia
27
Menolong Cia
28
Kesedihan Ezra
29
Ada apa dengan Mesya?
30
Bertemu camer
31
Lamaran
32
Keputusan Alden
33
Menjelang akad 1
34
Mas kawin yang tak biasa
35
Aku disini
36
Masalah Mesya dan Clara
37
Drama kepergian Lia 1
38
Drama kepergian Lia 2
39
Alysa Reva Miller
40
Aku ingin mengingat tentang mu
41
Kakak ipar?
42
Permen kapas
43
Aqila hamil?
44
Permintaan maaf ayah Mesya
45
Kejadian yang menimpa Aqila
46
Kangen istri
47
Ada apa dengan Ezra?
48
Perdebatan Frans dan Geo
49
keributan Kino
50
Siapa Heri bagi Mesya?
51
kunci kenangan
52
Memory Card
53
Mamah?
54
Kisah Clara
55
Mesya
56
Keributan Ica
57
Kejadian sebenarnya
58
Salahna Lavin dimana?
59
Sadarnya Mesya
60
Ravin dan Cia
61
Siapa wanita itu?
62
Tentang Ane
63
Malam Ezra dan Lia
64
Keanehan Lia
65
Ulah Ravin
66
Kedatangan Geo di apartemen Aqila.
67
Keluar dari akademi
68
Audrey Robertson
69
kamera
70
Perkara main
71
Dimana memory card itu?
72
Alasan Frans
73
Rahasia Kirana
74
Gak bisa tidur
75
Keributan Ravin
76
Flashback masa lalu Ane 1
77
Flashback 2
78
Dinner ala Ezra
79
Pertemuan Lia dengan Frans
80
Diana atau Ane?
81
Pregnant
82
Duit cepuluh libu?
83
Kesabaran Ezra
84
Kekecewaan Raisa
85
Terungkap?
86
Kembali ke mansion Wesley
87
Terkuak 1
88
Terkuak 2
89
Rumah sakit
90
Melepas marga
91
Segera putuskan!
92
kekesalan Lio
93
Kedatangan Frans
94
Kemarahan Gio
95
Jawaban Qila
96
Pengen peluk kamu
97
Kepulangan Elbert
98
Milih Gaun
99
Pernikahan
100
malam pernikahan
101
Ikut ke kantor
102
Dia istri saya
103
Keanehan Lia
104
Ekspor nutrisi
105
Kecoa
106
Dark memory
107
End
108
CINTA YANG BELUM USAI
109
KARYA BARUUU 'FIND ME DADDY!'
110
KEMBAR GENIUS MILIK CEO GALAK

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!