Pertemuan yang asing

Lia dan Lio kini tengah bersiap untuk berangkat menuju asrama militer yang berada di kota Magelang.

"LIO! MANA PONSELKU!" teriak Lia.

Lio yang juga tengah membereskan barangnya berdecak kesal. Dia menghentikan kegiatannya dan keluar dati kamarnya menuju kamar Lia.

"Carilah yang benar! dasar ceroboh! Memangnya kau pikir aku ini cenayang hah?! Jika saja rambutmu itu lepas pasang, aku pastikan rambutmu juga akan hilang karena kecerobohanmu!" kesal Lio dan setelah itu kembali ke kamarnya.

Lia membulatkan mulutnya, tangannya terulur untuk menyentuh rambut panjangnya.

"Benar juga, untung saja manusia di ciptakan dengan rambut menempel tidak lepas pasang," gumam Lia.

Lia menoleh mendapati ponselnya yang ternyata ada di karpet bawah tempat tidurnya. Doa langsung menjongkokkan dirinya dan mengambil ponselnya. Namun, dirinya di buat terkejut oleh sebuah kotak yang sepertinya tidak asing baginya.

"Kotak apa ini?" gumam Lia.

Lia mengambil kotak itu, setelah itu dia mencari tempat membuka kotak tersebut.

"Yah ... Kok di gembok sih!" gerutu Lia.

"LIAAA CEPATLAH! PAK ABEN SUDAH MENUNGGU KITA!" teriak Lio yang mana membuat Lia segera mengambik kotak tersebut dan memasukkan ke dalam kopernya.

"IYA!" balas Lia.

Lia menutup kopernya, setelah itu dia membungkukkan tubuhnya untuk mengambil ponselnya yang masih tergeletak di bawah.

Netra Lia tak sengaja bertubrukan dengan Elbert yang masuk dengan adik perempuan mereka.

"Kau sudah siap?" tanya Elbert.

"Iya bang," jawab Lia.

Elbert mengangguk, dia memeluk adiknya itu dengan sayang. Baginya, Lia adalah wanita yang paling dia jaga setelah sang mommy dan sebelum Aurora.

"Ingat pesan abang. Jangan tunjukkan mata hijaumu pada seorang pun. Jika nanti kau ada kegiatan malam, pastikan kau sudah memakai soflen mu. Ingat Lia, matamu sangat berharga. Untuk itu jaga baik-baik dan jangan biarkan orang lain mengetahui tentang hal ini,"

"Satu lagi, abang minta sembunyikan kemampuanmu. Abang tidak mau kamu menjadi bahan bullyan orang-orang karena keunikanmu," ujar Elbert kembali.

"Tapi bang, pendengaran tajam ku hanya berfungsi di malam hari. Jika di siang hari, pendengaranku akan normal dan itu tidak akan membahayakan. Abang tenang saja," ujar Lia.

Lia mempunyai kelebihan, pendengarannya sangat tajam hingga suara yang terdengar jauh pun dia dapat dengar. Keluarga Wesley dan juga Miller tidak tau jika Lia akan mempunyai kelebihan ini.

"Walaupun begitu, kau tak boleh membuat orang lain curiga dengan kemampuanmu itu.

"Iya abang," pasrah Lia.

Elbert tersenyum, dia melepaskan pelukan mereka dan menyuruh Aurora untuk memeluk kakaknya. tapi adik perempuannya itu malah menangis dan tak mau di sentuh sedikitpun oleh Lia.

"Rora kenapa?" tanya Lia dengan lembut.

"Hiks ... Hiks ... Hiks .... Kakak kembar pada pergi hiks ... Terus Rora sepi disini," isak Aurora.

Lia memeluk adiknya walaupun Aurora memberontak tetapi Lia tak peduli. Dia tahu bahwa Aurora sangat tidak bisa ditinggal karena adik perempuannya itu hanya dekat dengannya dibanding saudaranya yang lain.

"Hust ... Rora gak sendiri, disini kan ada abang Elbert ada juga abang Laskar yang bakal temani Rora," bujuk Lia.

Aurora akhirnya luluh, dia menghentikan tangisnya dan melepas pelukannya pada sang kakak.

"Kakak pulangnya jangan lama, nanti Rora kangen," lirih anak itu.

Lia mengangguk, dia mengalihkan pandangannya kepada Laskar yang tengah menatapnya.

"Las ...,"

"Aku tidak suka kakak yang selalu memanggilku Laskar pelangi. Tapi aku pasti akan rindu dengan panggilan itu," ujar Laskar.

Lia tersenyum, dia mendekati adiknya itu dan memeluknya erat seakan-akan mereka akan terpisah.

***

"Abang! cepet ih! lelet banget!" kesal Viola sambil menghentakkan kakinya.

Ezra menoleh sebentar, lalu dia kembali berfokus kepada adik mungilnya yang masih menangis.

"Abang cuma sebentar kok perginya, bulan depan abang pasti pulang," bujuk Ezra pada Kino.

Bocah itu masih menangis, bahkan kini dia sesenggukan akibat menangis terlalu lama.

"Hiks ... Hiks ... Lama! Cebulan ada tiga puluh hali hiks ... Lama abang!" rengek Kino.

Ezra menghela nafasnya pelan, inilah yang ia khawatirkan jika dia pulang. Kino selalu menangis jika dia tinggal.

"Ok gini, kino hitung selama tiga puluh hari. Jika abang gak pulang juga, kino boleh minta apapun sama abang," bujuk Ezra.

"Benel? janji?" tanya Kino yang langsung di angguki oleh Ezra.

Kino menghapus air matanya menggunakan punggung telapak tangannya. Setelahnya dia mengecup pipi sang abang dan turun dari pangkuan sang abang ke papahnya.

"Kamu jaga Viola, walaupun kalian saudara tiri tapi kalian sepersusuan." ujar Zidan sambil menatap anaknya.

Ezra mengangguk, dia memakai jaket lorengnya dan tak sengaja dia menyadari kalung yang ia pakai.

Ezra hanya menatap kalung yang dengan bandulan kunci kecil di dadanya, setelah itu tangannya terulur dan memasukkan kalung tersebut pada kaos lorengnya.

Ezra berpamitan pada orang tuanya, setelah itu dia keluar dari mansion dan mendekati adiknya yang kini sidah mencak-mencak kesal.

"Abang lama banget sih! ubanan aku lama-lama disini!" gerutu Viola dan memasuki mobil.

Ezra masih terdiam, dia seperti menunggu sesuatu sambil memasukkan tas besarnya dalam bagasi mobil.

"Abang! nunggu apa lagi sih! Ayo masuk!" kesal Viola.

Ezra tak menjawab, dia masih menunggu sesuatu. Tak lama setelah itu, Ezra melihat beberapa motor yang memasuki gerbang mansionnya.

Brumm!

Ckkiiiit.

"Halo dral! Sorry nih kita telat, biasalah tebar pesona dulu kite," ujar seorang pria yang terdepan setelah membuka helm full face nya.

Viola yang menyadari ada yang aneh segera keluar, dia menatap tak percaya pada beberapa pria yang memakai baju sama dengan abangnya.

"Ngapain si rusuh kesini bang?" heran Viola sambil menunjuk pria yang tadi mengajak abangnya mengobrol.

"Mancing kuda," jawab Ezra singkat dan langsung memasuki mobil meninggalkan mereka yang melongo.

Viola menatap tajam pria itu, dia menoleh menatap satu persatu pria yang berada disana.

"Iiihh kesel gue! Apa lagi sama Reno!"

Plak!

Viola menurunkan kaca full face Pria yang tadi mengajak Ezra mengobrol bernama Reno Renhard anak dari pengusaha batu bara yang kini berpangkat Letnan.

Reno memang mengajak anak buahnya untuk mengawal Ezra yang akan langsung ke akademi militer atau biasa di sebut asrama militer.

"Eh! Upil badak! Kenapa kacanya lu sentuh dodol! Gue ikhlas dah kalau muka gue yang lu tabok! Tapi jangan kacanya!" kesal Reno.

Viola tak menggubrisnya, dia masuk mobil dengan membanting pintu tersebut yang mana membuat Ezra dan supir terkejut.

"Cantik-cantik gini di katain upil badak! Terus dia yang jeleknya melebih lumut apa? Upil dugong!" gerutu Viola yang mana membuat kedua pria di dalam mobil menggeleng akibat perkataan Viola.

Mobil mereka akhirnya melaju meninggalkan pekarangan mansion dengan di kawal oleh para bawahan Ezra.

Ezra menyandarkan tubuhnya dan memejamkan matanya. Berbeda dengan Viola yang kini Live instagramnya yang berkata jika dirinya akan pergi ke asrama militer.

"Holaaa gaeees! para pengikutku yang paling aku sayangi dan cintai ... Ketemu kembali bersama Viola si imut cantik, seksoy ini ...," celoteh Viola di Live instagramnya.

Sedangkan Ezra hanya menghela nafas berat ketika suara cempreng itu memasuki gendang telinganya.

CKIIITT!

Brugh!

"ADUH! JIDAT ADUHAI GUEE!" histeris Viola

Ezra membuka matanya, dia mengerutkan kening melihat sebuah mobil yang hampir saja menabraknya.

Tak lama, Netra Ezra melihat seorang wanita yang memakai topi mendekati mobilnya dan mengetuk kaca supir.

Tok!

Tok!

Tok!

"Bukan aja pak!" pinta Ezra.

Akhirnya sang supir membuka jendela mobil, dan menatap wanita yang tengah menumpu tangannya pada pintu mobil mereka.

"Bisa bawa mobil gak? untung aja nyawa kita selamat, coba kalo gak?!" ujar wanita itu.

"Ma-maaf mbak, saya kurang hati-hati tadi ...,"

Secara mengejutkan Ezra keluar dari mobil, dia menarik lengan wanita itu untuk menjauh dari mobilnya.

"Menjauh dari mobilku kerdil!" sengit Ezra.

"What! kerdil? apa matamu bermasalah? waw, Lia seorang anak bapak Alden sang pemilik penguasa bisnis di katakan kerdil? are you kidding me?" ujar wanita itu yang tak lain dan tak bukan adalah Lia.

Secara mengejutkan mobil mereka berpapasan dan bahkan hampir bertabrakan. Pengawalan mobil Ezra juga hanya bisa terdiam melihat perdebatan Ezra dengan Lia.

"Lia! jangan buat masalah, ayo masuk!" ujar Lio yang berbicara lewat jendela mobil.

Lia menatap Lio sekilas, setelahnya dia kembali menatap tajam Ezra. Jarinya berbentuk V dan mengarahkan ke matanya dan mata Ezra.

"Gue tandain muka lu! ingat ya! muka lu ada di list hitam gue!" ujar Lia sembari mengarahkan 2 jarinya pada Ezra yang hanya di tatap datar oleh Ezra.

Lia melangkah mendekati mobilnya, dia memasuki mobilnya tanpa peduli tatapan Ezra. Sedangkan Ezra hanya terdiam melihat mobil Lia dan Lio berjalan menjauhi mereka.

"Gadis yang unik," gumam Ezra.

Berbeda dengan Viola yang hanya menatap cengo pada perdebatan mereka. Tangannya langsung bergerak mencari ponselnya dan mengetik sesuatu.

JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE, DAN HADIAHNYA YAH❤❤❤.

Terpopuler

Comments

Yaser Levi

Yaser Levi

penasaran..apakah lia (zanna)ada hub dgn ezra(leon)di masa lalu..eh ingat kalung ezra berbentuk kunci..sedangkan lia menemukan kotak kcil tp terkunci..hmm

2024-12-11

0

Ririn

Ririn

woelaahhh jodoh lo tuh neng lia

2024-12-03

0

Suyudana Arta

Suyudana Arta

kunci untuk gemboknya lia??

2024-11-25

0

lihat semua
Episodes
1 Dua kehidupan
2 Pertemuan yang asing
3 Pertemuan Viola dan Lia
4 Ingin jadi kurir
5 Kecekatan Lia
6 Tamu bulanan
7 Siapa kamu sebenarnya?
8 keributan 2 bocah
9 Pelatihan tempur
10 Hijau ternyata dia
11 Gue bisa buat dia tenang
12 Zidan?
13 Senyuman Lia dan Ezra
14 Cemburu?
15 Ulah Ravin
16 Perdebatan Clara dan Viola
17 Perkelahian Clara dan Lia
18 Kejadian yang mengejutkan
19 Akhirnya Alden mengetahuinya
20 Terlambat
21 Tolong bantu aku mengingatmu kembali
22 Nasehat Alden
23 Bantuan Elbert
24 Will you marry me
25 Salah mengerti
26 Gracia
27 Menolong Cia
28 Kesedihan Ezra
29 Ada apa dengan Mesya?
30 Bertemu camer
31 Lamaran
32 Keputusan Alden
33 Menjelang akad 1
34 Mas kawin yang tak biasa
35 Aku disini
36 Masalah Mesya dan Clara
37 Drama kepergian Lia 1
38 Drama kepergian Lia 2
39 Alysa Reva Miller
40 Aku ingin mengingat tentang mu
41 Kakak ipar?
42 Permen kapas
43 Aqila hamil?
44 Permintaan maaf ayah Mesya
45 Kejadian yang menimpa Aqila
46 Kangen istri
47 Ada apa dengan Ezra?
48 Perdebatan Frans dan Geo
49 keributan Kino
50 Siapa Heri bagi Mesya?
51 kunci kenangan
52 Memory Card
53 Mamah?
54 Kisah Clara
55 Mesya
56 Keributan Ica
57 Kejadian sebenarnya
58 Salahna Lavin dimana?
59 Sadarnya Mesya
60 Ravin dan Cia
61 Siapa wanita itu?
62 Tentang Ane
63 Malam Ezra dan Lia
64 Keanehan Lia
65 Ulah Ravin
66 Kedatangan Geo di apartemen Aqila.
67 Keluar dari akademi
68 Audrey Robertson
69 kamera
70 Perkara main
71 Dimana memory card itu?
72 Alasan Frans
73 Rahasia Kirana
74 Gak bisa tidur
75 Keributan Ravin
76 Flashback masa lalu Ane 1
77 Flashback 2
78 Dinner ala Ezra
79 Pertemuan Lia dengan Frans
80 Diana atau Ane?
81 Pregnant
82 Duit cepuluh libu?
83 Kesabaran Ezra
84 Kekecewaan Raisa
85 Terungkap?
86 Kembali ke mansion Wesley
87 Terkuak 1
88 Terkuak 2
89 Rumah sakit
90 Melepas marga
91 Segera putuskan!
92 kekesalan Lio
93 Kedatangan Frans
94 Kemarahan Gio
95 Jawaban Qila
96 Pengen peluk kamu
97 Kepulangan Elbert
98 Milih Gaun
99 Pernikahan
100 malam pernikahan
101 Ikut ke kantor
102 Dia istri saya
103 Keanehan Lia
104 Ekspor nutrisi
105 Kecoa
106 Dark memory
107 End
108 CINTA YANG BELUM USAI
109 KARYA BARUUU 'FIND ME DADDY!'
110 KEMBAR GENIUS MILIK CEO GALAK
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Dua kehidupan
2
Pertemuan yang asing
3
Pertemuan Viola dan Lia
4
Ingin jadi kurir
5
Kecekatan Lia
6
Tamu bulanan
7
Siapa kamu sebenarnya?
8
keributan 2 bocah
9
Pelatihan tempur
10
Hijau ternyata dia
11
Gue bisa buat dia tenang
12
Zidan?
13
Senyuman Lia dan Ezra
14
Cemburu?
15
Ulah Ravin
16
Perdebatan Clara dan Viola
17
Perkelahian Clara dan Lia
18
Kejadian yang mengejutkan
19
Akhirnya Alden mengetahuinya
20
Terlambat
21
Tolong bantu aku mengingatmu kembali
22
Nasehat Alden
23
Bantuan Elbert
24
Will you marry me
25
Salah mengerti
26
Gracia
27
Menolong Cia
28
Kesedihan Ezra
29
Ada apa dengan Mesya?
30
Bertemu camer
31
Lamaran
32
Keputusan Alden
33
Menjelang akad 1
34
Mas kawin yang tak biasa
35
Aku disini
36
Masalah Mesya dan Clara
37
Drama kepergian Lia 1
38
Drama kepergian Lia 2
39
Alysa Reva Miller
40
Aku ingin mengingat tentang mu
41
Kakak ipar?
42
Permen kapas
43
Aqila hamil?
44
Permintaan maaf ayah Mesya
45
Kejadian yang menimpa Aqila
46
Kangen istri
47
Ada apa dengan Ezra?
48
Perdebatan Frans dan Geo
49
keributan Kino
50
Siapa Heri bagi Mesya?
51
kunci kenangan
52
Memory Card
53
Mamah?
54
Kisah Clara
55
Mesya
56
Keributan Ica
57
Kejadian sebenarnya
58
Salahna Lavin dimana?
59
Sadarnya Mesya
60
Ravin dan Cia
61
Siapa wanita itu?
62
Tentang Ane
63
Malam Ezra dan Lia
64
Keanehan Lia
65
Ulah Ravin
66
Kedatangan Geo di apartemen Aqila.
67
Keluar dari akademi
68
Audrey Robertson
69
kamera
70
Perkara main
71
Dimana memory card itu?
72
Alasan Frans
73
Rahasia Kirana
74
Gak bisa tidur
75
Keributan Ravin
76
Flashback masa lalu Ane 1
77
Flashback 2
78
Dinner ala Ezra
79
Pertemuan Lia dengan Frans
80
Diana atau Ane?
81
Pregnant
82
Duit cepuluh libu?
83
Kesabaran Ezra
84
Kekecewaan Raisa
85
Terungkap?
86
Kembali ke mansion Wesley
87
Terkuak 1
88
Terkuak 2
89
Rumah sakit
90
Melepas marga
91
Segera putuskan!
92
kekesalan Lio
93
Kedatangan Frans
94
Kemarahan Gio
95
Jawaban Qila
96
Pengen peluk kamu
97
Kepulangan Elbert
98
Milih Gaun
99
Pernikahan
100
malam pernikahan
101
Ikut ke kantor
102
Dia istri saya
103
Keanehan Lia
104
Ekspor nutrisi
105
Kecoa
106
Dark memory
107
End
108
CINTA YANG BELUM USAI
109
KARYA BARUUU 'FIND ME DADDY!'
110
KEMBAR GENIUS MILIK CEO GALAK

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!