Pelatihan tempur

"Mereka ... Lio, Agam, Ryan, Hendra dan Riski. Kau pasti taukan kemampuan mereka dan tak perlu aku sebutkan. Untuk putri ... mereka Ica, Mesya, Gina, dan Viola." ujar Jendral besar menyebutkan nama mereka sambil melihat daftar yang ada di berkas.

"Anda bilang anggota putri ada 5 kenapa jadi empat?" heran Ezra.

Jendral besar tampak menyipitkan matanya, dia menatap sebuah kertas yang di pegangnya dengan teliti.

"Oh maaf, satu lagi adalah Lia." ujar Jendral besar sambil menatap Ezra yang tampak terkejut.

"Maaf jendral, kalau boleh tahu kenapa anda memilih mereka? bukankah mereka baru dan tak memiliki kemampuan khusus setahu saya?" heran Ezra.

Sang atasan tertawa, dia menatap Ezra yang bingung karena tanggapannya mengenai pertanyaan Ezra.

"Memang saya jarang berada disini, tapi saya tahu asal usul mereka. Viola adalah adikmu, tentu dia memiliki kemampuan yang sudah kamu ajarkan. Benar bukan?" tanya sang jendral yang di balas anggukan oleh Ezra.

"Ica adalah putri dari seorang letnan yang berhasil melumpuhkan para pemberontak. Mesya terkenal sebagai wanita cerdik karena pandai mengenal situasi. Sementara Gina, dia merupakan seorang putri mafia yang saat ini mafia itu bekerja sama dengan para polisi. Dan untuk Lia, dia memiliki tingkat kewaspadaan yang begitu tinggi. Tentu saja saya mengetahui dari para kapten yang menyeleksi mereka," terang jendral besar.

Ezra mengangguk mengerti, tetapi dirinya menyimpan rasa khawatir entah untuk siapa. Apakah untuk adiknya atau Lia perempuan yang selama ini dia perhatikan.

"Kalau begitu saya permisi," ujar Ezra.

"Tunggu!" titah jendral besar.

Ezra mengurungkan niatnya untuk bangkit dan menatap atasannya dengan heran. Dia merasa dirinya telah selesai dengan urusannya.

"Tunggu sebentar, saya ingin berbicara serius denganmu mengenai putri saya." ujarnya sambil menatap Ezra.

"Putri anda? itu bukan urusan saya," ucap Ezra.

"Ya saya tahu. Tapi, bisakah kau jangan menolak untuk pertunangan kau dengan putri saya Clara?" kata jendral besar

Ezra mengerutkan keningnya, dia merasa dirinya sudah membatalkan pertunangan itu. Dia tak ingin lagi menjadi boneka kakeknya yang selalu mengekangnya.

"Aku kan sudah berkata jika aku menolak pertunangan itu," ucap Ezra mencoba tenang.

"Ya saya tahu, tapi ... maaf Ezra, saya belum menceritakannya pada Clara. Saya takut dia kecewa mendengar ini," ujar jendral besar.

Ezra tampak menahan kekesalannya, bahkan dia.kini mengepalkan kedua tangannya dan menatap atasannya dengan tajam.

"Saya memang bawahan anda, tapi anda jangan lupa jika saya punya hak untuk menolak. perjanjian itu dengan kakek saya bukan dengan saya, bahkan kini saya sudah putus kontak dengannya karena pertunangan itu!"

"Memang tugas sebagai ayah adalah membahagiakan putri mereka, tapi bukan berarti merusak kebahagiaan orang lain! lebih baik anda berkata sejujurnya pada putri anda lebih pada aku sendiri yang akan mengatakan padanya," lanjut Ezra.

Ezra memberi hormat, setelah itu keluar tanpa sepatah kata pun untuk berpamitan meninggalkan jendral besar yang kini terdiam dengan pikirannya.

"Seharusnya kau tidak membuat putriku jatuh cinta sedalam ini padamu, bahkan setiap aku bertemu dengannya namamu tak pernah absen barang sedikitpun dari percakapan kami." gumam jendral besar sambil menatap kepergian Ezra.

***

"Bener-bener gak ada akhlak tuh ketua! kita masih anggota baru udah disuruh tempur begini! malah lawannya anggota laki-laki lagi! kalau ketemu kembaran gue gak tega dong guee!" gerutu Lia sembari membenarkan helmnya.

"Diam deh Lia! kita ini lagi sembunyi bukan lagi gosip! bisa diem dulu gak!" kesal Ica.

Mereka kini lagi bersembunyi dari anggota laki-laki yang saat ini menjadi musuh mereka. Senjata mereka pun kini terpegang apik di kedua tangan mereka. Senjata yang hanya mengeluarkan cairan berwarna hijau terang bukan senjata asli karena hanya untuk berlatih.

"Kalau kena mati gitu?" tanya Mesya.

"Ya iyalah mesya ku sayang! kan peraturannya begitu!" kesal Viola.

"Kan kalau perang beneran belum tentu tembak sekali mati," heran Mesya.

Mereka semua menatap Mesya dengan pandangan geram sekaligus gemas dengan keluguan anak itu. Sementara Gina, anggota yang baru mereka kenali hanya menatap datar pada Mesya.

"Lu mah mainnya berbie sih! coba mainnya ekstriman dikit pasti pikira lu gak bakal kayak gini!" sentak Viola.

Ctak!

Mereka terkejut karena salah satu dari mereka terkena tembakan, mereka saling tatapan kemudian menatap baju mereka.

"Yah ... gue kena," ujar Viola.

Lia menoleh menatap siapa yang menembak temannya, netranya membulat sempurna ketika menyadari orang yang tengah membidik mereka.

"Kok abang lu ikutan sih! gak ver banget i i!" ujar Lia sembari membidik balik.

Secara mengejutkan Ezra menghampiri mereka yang sedang berlatih, lengkap dengan accessories nya.

Viola menatap abang nya dengan tajam, dengan terpaksa dia harus keluar dari area itu karena sudah kalah.

Sementara Mesya, Gina dan Ica sudah kabur, begitu pula dengan Lia yang kini bingung ingin kemana.

"Aduh! ke kanan apa ke kiri yah?" ujar Lia sembari berjalan maju mundur karena bingung.

Lia mendengar bunyi sepatu orang melangkah mendekatinya, dia mengangkat tangannya dan berbalik sambil memejamkan matanya.

"Kalah deh ini, kalah udah!" gumam Lia.

Tetapi secara mengejutkan, orang yang menghampirinya yang tak lain adalah Ezra membekap mulutnya dan membawanya bersembunyi di balik pohon besar.

"Syuutt," lirih Ezra.

Lia melototkan matanya ketika mendengar jantung Ezra yang berdegup kencang begitu pula dengan jantungnya yang kini berdetak tak karuan.

"Tadi perasaan ada suara orang disini kemana yah? kok gak ada?" ujar seseorang di balik pohon yang menjadi tempat persembunyian mereka.

"Ya udah kabur kali, mereka sadar kita kesini. Udah lebih baik kita pergi ke tempat lain," ujar yang lain.

Tak lama, Ezra mengintip dan melihat jika kedua orang itu telah pergi. Dia melepaskan bekapannya pada mulut Lia dan menyingkirkan Lia dengan tidak elitnya membuat wanita itu terjatuh.

"AW! LU BISA LEMBUT DIKIT GAK SIH HAH?!" teriak Lia.

"Ck, teriak aja. Nanti ada yang datang jadi kalah deh," ancam Ezra.

Lia mengerucutkan bibirnya yang mana membuat Ezra memalingkan wajahnya, bahkan tanpa Lia sadari kini wajah Ezra memerah entah karena apa.

Lia memutuskan untuk beranjak dari sana, dia ingin mencari temani temannya sementara Ezra mengikuti Lia tanpa Lia sadari.

Lia sudah berjalan jauh, tetapi temannya tak juga dia temukan satupun. Dirinya lelah, bahkan kini sudah senja.

"Hah ... capek, haus lagi!" gerutu Lia.

Tak lama Lia mendengar suara genangan air, bibirnya terangkat membuat senyuman. Kakinya segera melangkah mendekati asal suara.

Sementara Ezra yang masih mengikuti Lia tampak bingung ketika wanita itu berlari. Padahal setahunya sedari tadi Lia sidah tampak lelah. Apakah wanita itu masih sanggup berlari?

"Mau kemana dia?" gumam Ezra.

Ezra mengikuti kemana Lia pergi, dia menyingkirkan rumput yang lumayan lebat itu dari hadapannya agar memudahkannya berjalan.

Setelah lama berjalan, Ezra melihat Lia yang tengah asik meminum air sungai. Ternyata wanita itu mendengar suara air padahal Ezra tidak mendengarnya.

"Loh! jendral!" kaget Lia.

Saat dirinya asik minum, dirinya merasakan ada seseorang di belakangnya yang mana membuat dirinya terpaksa menoleh.

"Jendral ngapain ikutin saya hah?!" sentak Lia.

"Kamu nyasar makanya saya ikuti," bela Ezra.

Lia membulatkan matanya, dia menatap sekeliling yang ternyata benar kata Ezra dirinya nyasar hingga ke tengah hutan.

"Hiks ... gue hargai kebaikan lu hiks ... tapi lu juga beg0! kenapa ngikutin gue yang jelas, jelas nyasar!" kesal Lia yang hanya di balas tatapan oleh Ezra.

JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE, DAN HADIAHNYA YAH❤❤❤.

Terpopuler

Comments

Ririn

Ririn

msh kesel sm jacob titik

2024-12-03

0

flowers city

flowers city

😃😃😃😃😃😃😃😃😃inget lavin

2024-12-03

0

flowers city

flowers city

😄😄😄😄😄😄😄metong donk

2024-12-03

0

lihat semua
Episodes
1 Dua kehidupan
2 Pertemuan yang asing
3 Pertemuan Viola dan Lia
4 Ingin jadi kurir
5 Kecekatan Lia
6 Tamu bulanan
7 Siapa kamu sebenarnya?
8 keributan 2 bocah
9 Pelatihan tempur
10 Hijau ternyata dia
11 Gue bisa buat dia tenang
12 Zidan?
13 Senyuman Lia dan Ezra
14 Cemburu?
15 Ulah Ravin
16 Perdebatan Clara dan Viola
17 Perkelahian Clara dan Lia
18 Kejadian yang mengejutkan
19 Akhirnya Alden mengetahuinya
20 Terlambat
21 Tolong bantu aku mengingatmu kembali
22 Nasehat Alden
23 Bantuan Elbert
24 Will you marry me
25 Salah mengerti
26 Gracia
27 Menolong Cia
28 Kesedihan Ezra
29 Ada apa dengan Mesya?
30 Bertemu camer
31 Lamaran
32 Keputusan Alden
33 Menjelang akad 1
34 Mas kawin yang tak biasa
35 Aku disini
36 Masalah Mesya dan Clara
37 Drama kepergian Lia 1
38 Drama kepergian Lia 2
39 Alysa Reva Miller
40 Aku ingin mengingat tentang mu
41 Kakak ipar?
42 Permen kapas
43 Aqila hamil?
44 Permintaan maaf ayah Mesya
45 Kejadian yang menimpa Aqila
46 Kangen istri
47 Ada apa dengan Ezra?
48 Perdebatan Frans dan Geo
49 keributan Kino
50 Siapa Heri bagi Mesya?
51 kunci kenangan
52 Memory Card
53 Mamah?
54 Kisah Clara
55 Mesya
56 Keributan Ica
57 Kejadian sebenarnya
58 Salahna Lavin dimana?
59 Sadarnya Mesya
60 Ravin dan Cia
61 Siapa wanita itu?
62 Tentang Ane
63 Malam Ezra dan Lia
64 Keanehan Lia
65 Ulah Ravin
66 Kedatangan Geo di apartemen Aqila.
67 Keluar dari akademi
68 Audrey Robertson
69 kamera
70 Perkara main
71 Dimana memory card itu?
72 Alasan Frans
73 Rahasia Kirana
74 Gak bisa tidur
75 Keributan Ravin
76 Flashback masa lalu Ane 1
77 Flashback 2
78 Dinner ala Ezra
79 Pertemuan Lia dengan Frans
80 Diana atau Ane?
81 Pregnant
82 Duit cepuluh libu?
83 Kesabaran Ezra
84 Kekecewaan Raisa
85 Terungkap?
86 Kembali ke mansion Wesley
87 Terkuak 1
88 Terkuak 2
89 Rumah sakit
90 Melepas marga
91 Segera putuskan!
92 kekesalan Lio
93 Kedatangan Frans
94 Kemarahan Gio
95 Jawaban Qila
96 Pengen peluk kamu
97 Kepulangan Elbert
98 Milih Gaun
99 Pernikahan
100 malam pernikahan
101 Ikut ke kantor
102 Dia istri saya
103 Keanehan Lia
104 Ekspor nutrisi
105 Kecoa
106 Dark memory
107 End
108 CINTA YANG BELUM USAI
109 KARYA BARUUU 'FIND ME DADDY!'
110 KEMBAR GENIUS MILIK CEO GALAK
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Dua kehidupan
2
Pertemuan yang asing
3
Pertemuan Viola dan Lia
4
Ingin jadi kurir
5
Kecekatan Lia
6
Tamu bulanan
7
Siapa kamu sebenarnya?
8
keributan 2 bocah
9
Pelatihan tempur
10
Hijau ternyata dia
11
Gue bisa buat dia tenang
12
Zidan?
13
Senyuman Lia dan Ezra
14
Cemburu?
15
Ulah Ravin
16
Perdebatan Clara dan Viola
17
Perkelahian Clara dan Lia
18
Kejadian yang mengejutkan
19
Akhirnya Alden mengetahuinya
20
Terlambat
21
Tolong bantu aku mengingatmu kembali
22
Nasehat Alden
23
Bantuan Elbert
24
Will you marry me
25
Salah mengerti
26
Gracia
27
Menolong Cia
28
Kesedihan Ezra
29
Ada apa dengan Mesya?
30
Bertemu camer
31
Lamaran
32
Keputusan Alden
33
Menjelang akad 1
34
Mas kawin yang tak biasa
35
Aku disini
36
Masalah Mesya dan Clara
37
Drama kepergian Lia 1
38
Drama kepergian Lia 2
39
Alysa Reva Miller
40
Aku ingin mengingat tentang mu
41
Kakak ipar?
42
Permen kapas
43
Aqila hamil?
44
Permintaan maaf ayah Mesya
45
Kejadian yang menimpa Aqila
46
Kangen istri
47
Ada apa dengan Ezra?
48
Perdebatan Frans dan Geo
49
keributan Kino
50
Siapa Heri bagi Mesya?
51
kunci kenangan
52
Memory Card
53
Mamah?
54
Kisah Clara
55
Mesya
56
Keributan Ica
57
Kejadian sebenarnya
58
Salahna Lavin dimana?
59
Sadarnya Mesya
60
Ravin dan Cia
61
Siapa wanita itu?
62
Tentang Ane
63
Malam Ezra dan Lia
64
Keanehan Lia
65
Ulah Ravin
66
Kedatangan Geo di apartemen Aqila.
67
Keluar dari akademi
68
Audrey Robertson
69
kamera
70
Perkara main
71
Dimana memory card itu?
72
Alasan Frans
73
Rahasia Kirana
74
Gak bisa tidur
75
Keributan Ravin
76
Flashback masa lalu Ane 1
77
Flashback 2
78
Dinner ala Ezra
79
Pertemuan Lia dengan Frans
80
Diana atau Ane?
81
Pregnant
82
Duit cepuluh libu?
83
Kesabaran Ezra
84
Kekecewaan Raisa
85
Terungkap?
86
Kembali ke mansion Wesley
87
Terkuak 1
88
Terkuak 2
89
Rumah sakit
90
Melepas marga
91
Segera putuskan!
92
kekesalan Lio
93
Kedatangan Frans
94
Kemarahan Gio
95
Jawaban Qila
96
Pengen peluk kamu
97
Kepulangan Elbert
98
Milih Gaun
99
Pernikahan
100
malam pernikahan
101
Ikut ke kantor
102
Dia istri saya
103
Keanehan Lia
104
Ekspor nutrisi
105
Kecoa
106
Dark memory
107
End
108
CINTA YANG BELUM USAI
109
KARYA BARUUU 'FIND ME DADDY!'
110
KEMBAR GENIUS MILIK CEO GALAK

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!