"Lama sekali ngobrol diluar." sambut Papi Mario saat Rumi masuk ke dalam rumah.
"Loh, Rumi kira Papi dan Mami sudah di kamar, Larry tadi mau masuk tapi lihat sudah gelap." jawab Rumi langsung nyalakan lampu karena Mami dan Papi sedang gelap-gelapan di ruang keluarga.
"Enak kan gelap jadi bisa nontonin kamu sayang-sayangan." jawab Mami menggoda Rumi.
"Apanya yang sayang-sayangan, Rumi di toyor terus sama Larry." adu Rumi membuat Mario terbahak.
"Besok Rumi dan Larry medical check up." lapor Rumi lagi.
"Papi sudah daftarkan kamu di S'pore." kata Mario pada Rumi.
"Rumi tidak sabar menunggu minggu depan, besok Rumi ijin datang siang ke kantor." pinta Rumi pada Mario.
"Besok Papi antar." kata Mario akhirnya.
"Larry mau jemput Rumi, besok." jawab Rumi tersenyum.
"Kalian pacaran?" tanya Regina.
"Tidak." Rumi terkekeh.
"Berteman?"
"Lebih dari itu." jawab Rumi dengan wajah berbinar.
"Rumi sudah bilang I love you, Larry tidak mau jawab." Rumi mencibir jadi kesal sendiri. Mario kembali terbahak dibuatnya.
"Kamu malah tertawa honey." Regina mencubit perut suaminya.
"Anak kita agresif sekali." Mario kembali tertawa gelengkan kepalanya.
"Harusnya Larry duluan yang bilang I love you, bagaimana sih." Regina akhirnya menegur Rumi.
"Rumi tidak sabaran, Larry ternyata kaku juga." jawab Rumi membuat Regina gelengkan kepalanya sambil tertawa.
"Doakan Rumi sehat ya Mami dan Papi. Kalau sehat hubungan Rumi sama Larry akan disetujui Papanya Larry." Rumi beritahukan Mario.
"Papi yakin kamu sehat sayang." kata Mario pada Rumi.
"Aamiin. Makasih Papi. Rumi istirahat dulu karena besok pagi sudah ambil darah." kata Rumi lagi.
"Bagaimana Nanta tadi?" tanya Mario.
"Anaknya lucu, namanya Abimana, Papi panggil Bima ya."
"Bahagianya Kenan sudah punya cucu." Regina tersenyum ingat cucunya di S'pore.
"Rumi mau punya anak juga jadinya." kata Rumi membuat Regina dan Mario tertawa.
"Menikah dulu dong." kata Mario disela tawanya.
"Mau menikah sama Larry, doakan ya." langsung senyum-senyum sendiri.
"Larry memang mau menikah sama kamu?" tanya Mario mencebik.
"Ya, kalau Rumi sehat, mau katanya." jawab Rumi tersenyum, sedikit khawatir hasil medical check up nya besok bagaimana.
"Mulai sekarang pola makan harus dirubah sayang, kamu harus ikuti pola makan sehat." kata Regina pada Rumi.
"Iya Mami. Mulai besok Rumi detox buah saja deh tiga hari." jawab Rumi.
"Oke, besok Mami siapkan, mau berapa jenis buah yang kamu butuhkan?" tanya Regina.
"Satu jenis saja Mami. Sehari satu jenis buah, besok Rumi pakai buah semangka saja seharian." kata Rumi.
"Dikulkas hanya ada buah Naga loh. Belum beli semangka, bagaimana?"
"Ya sudah kalau begitu buah Naga saja, pulang kantor Rumi beli buah semangka untuk lusa." jawab Rumi tersenyum bahagia, Mami dan Papi sangat perhatian sama Rumi. Andai saja dari dulu Papi Mario ambil alih Rumi, pasti Rumi tidak terjebak dengan minuman keras. Rumi sedikit menyesal, tapi sudah jalannya begini, mau bagaimana lagi.
Aku sudah di rumah, Met bobo.
pesan dari Larry, Rumi baca saat ia sudah dikamar, duh rasanya seperti apa saja. Tadi ditanya ritual lapor tidak ada tanggapan, malah suruh Rumi tidur kalau mengantuk.
Met bobo Leyi, I miss u.
sudah ya cuma dibaca saja pesan dari Rumi, tidak dibalas lagi sama Larry, bikin Rumi tertawa sendiri. Boleh tidak ya bilang Larry kanebo kering, kenapa bisa jadi playboy sih dia dulu. Ternyata orangnya sekaku ini.
Setelah bersihkan diri, nyalakan alarm, Rumi pun tertidur dengan pulasnya. Hari ini hari bahagia untuk Rumi, jadi ia bisa tidur sambil tersenyum. Bagaimana tidak cintanya mendapat sambutan dari Larry.
"Katanya sekarang terlihat mesra sama Rumi?" tanya Doni via telepon pada Larry, ia dapat laporan langsung dari Mike.
"Natural saja." jawab Larry terkekeh.
"Sudah fixed pilih Rumi ya?" tanya Doni lagi.
"Hmm..." Larry hanya bergumam.
"Apa akan bernasib dua minggu seperti yang lain?" tanya Doni konyol, keduanya terbahak ingat Kisah cinta Larry yang sudah-sudah.
"Kami sudah daftar medical check up untuk besok." jawab Larry tersenyum.
"Elu juga cek?" tanya Doni.
"Iya dong, mau istri gue sehat, gue juga harus sehat." Larry terkekeh.
"Istri hei?" Doni terbahak.
"Kalau begitu tidak bernasib dua minggu kan?" tanya Larry konyol.
"Tergantung elu lah." jawab Larry.
"Jangan dong. Gue mau Rumi jadi istri gue. Dia type gue kan." Larry terkekeh.
"Cuma karena type?" tanya Doni.
"Dari awal kenal sebenarnya sudah menyita perhatian." jawab Larry.
"Kenapa beralih ke Femi?" tanya Doni lagi.
"Pikir gue mau cari yang bikin Papa bangga deh. Ternyata tidak berjalan sesuai harapan." Larry menghela nafas.
"Tadi elu jadi ke Nanta?" tanya Larry.
"Jadi, hanya sebentar tidak bisa lama." jawab Doni terkekeh.
"Ih si Bima bikin gigi gue gemeretak." kata Doni lagi.
"Lucu ya, ganteng." jawab Larry terkekeh, ingat Rumi yang juga sukai Bima anak Nanta.
"Leyi, bokap sudah pasti setuju elu sama Rumi?" tanya Doni lagi.
"Kata bokap sih pastikan kesehatannya dulu, makanya gue ajak Rumi medical check up." jawab Larry.
"Oke, semoga lancar." Doni tersenyum, ikut senang, Larry sudah tentukan pilihan walaupun masih dalam proses.
"Satu lagi Don, Rumi tidak bisa mengaji. Gue butuh guru ngaji untuk Rumi." Larry cari info lewat sahabatnya.
"Seiqa saja." jawab Doni.
"Seiqa bisa?"
"Bisa. Nanti gue bilang Seiqa deh." kata Doni pada sahabatnya.
"Iya, nanti gue bilang Mike juga." jawab Larry menarik nafas lega, sudah ada kandidat guru mengaji Rumi, ternyata tidak jauh-jauh, istri sahabatnya sendiri. Tinggal minta kesediaan Seiqa dan ijin dengan Mike suaminya.
"Besok medical check up jam berapa?" tanya Doni lagi.
"Jam delapan sampai di Rumah Sakit. Doain ya." Larry terkekeh.
"Eh bagus juga sih mau menikah periksa kesehatan." Doni terkekeh.
"Iya ya, demi cintaku padanya." jawab Larry terbahak.
"Cinta?" Doni ikut terbahak.
"Habis apa? kalau tidak cinta masa mau repot begini." jawab Larry yang yakin ia cintai Rumi.
"Rumi tahu?" tanya Doni.
"Tahu apa?"
"Leyi secinta ini sama Yumi?" Doni menggoda sahabatnya.
"Tidak tahu." jawab Larry tertawakan dirinya yang sering abaikan Rumi.
"Jual mahal ya?"
"Bukan, takut kasih harapan karena semua masih belum jelas." jawab Larry menghela nafas.
"Selamat berjuang, nyong." kata Doni pada Larry.
"Hahaha iya."
"Kalau Femi tahu, ternyata dia benar dijadikan pelarian ya." Doni berdecak.
"Enak saja, tidak ada maksud jadikan Femi pelarian, gue mau seriusi Femi kok kemarin. Tapi Allah kasih jalan dan buka mata gue." jawab Larry membela diri.
"Apa kabar Femi sekarang?" tanya Doni.
"Tidak tahu, dari awal juga jarang telepon kan." jawab Larry lagi.
"Tidak cinta makanya jarang telepon." Doni tertawakan sahabatnya.
"Ish Doni, jangan bilang begitu, memang tidak jodoh." kata Larry lagi.
"Iya."
"Gue tidak manfaatkan Femi loh." kata Larry lagi.
"Iya." Doni iya saja.
"Jangan pikiran negative dong sama teman." kembali yakinkan Doni.
"Hahaha iya Leyi." Doni kembali terbahak. Lucu sekali Larry kalau lagi jatuh cinta begini.
"Sebentar lagi bucin hei." kata Doni lagi.
"No bucin bucin." jawab Larry mantap.
"Kita lihat nanti ya, gue jadi penonton dulu ah." kata Doni membuat Larry terbahak.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 368 Episodes
Comments
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi ya ditunggu thor aku suka banget seru aban leyi bucin sama yumi nanti upa ama baen nih skrg baen ada ubi goreng ya ante baen 🤣😂😂🤩😘😘😍👍😍💪💪
2022-02-02
1
ecy
Leyi - Yumi = sehat + Aamiin
2022-02-02
1