"Ya ampun bermesraan di depan umum." Mike sahabat Larry gelengkan kepalanya saat melihat Rumi dan Larry. Larry monyongkan bibirnya saja, sementara Rumi cengar-cengir tanpa beban.
"Sudah lihat Nanta? kenapa disini?" tanya Mike pada sahabatnya.
"Habis daftar medical check up untuk besok." jawab Larry.
"Jadi ya?" Mike langsung cengar-cengir.
"Kalau cinta bilang cinta." langsung nyanyi dengan nada tidak karuan. Larry terbahak disindir Mike begitu.
"Ayo ke kamar Nanta." ajak Mike sambil menggandeng mesra Seiqa istrinya.
"Yuk." ajak Larry ikuti Mike.
"Gandeng dong Rumi." kata Mike membuat Larry menoyor kepala sahabatnya.
"Mana Doni?" tanya Larry.
"Dona masih rewel, sebentar tunggu Dona tenang baru Doni kesini." jawab Mike. Istri Doni sedang hamil jadi sedikit rewel.
"Jangan dipaksakan kalau begitu, kasihan Dona." kata Larry ikuti langkah sahabatnya itu.
"Nanti antar gue ke Warung Elite, ambil mobil ya." pinta Larry pada Mike.
"Oke Bos." jawab Mike membuat Larry kembali tertawa.
"Abi, duh ganteng betul kamu Nak." Seiqa langsung saja gendongi Abimana yang sangat menggemaskan. Padahal usianya baru beberapa jam.
"Anat Baen tuh." kata Balen membuat semua terbahak.
"Abi goeng." kata Richie adik bungsu Nanta, kembali semuanya tertawa.
"Itu Ubi goreng, Ichie." protes Nanta sambil tertawa.
"Sayan Abi." Balen langsung dekati Seiqa, berhubung tidak bisa peluk Abi dia peluki Seiqa saja, membuat Seiqa jadi cengengesan serasa punya dua anak.
"Baen peluk Kakak Rumi juga dong." pinta Rumi yang iri melihat Seiqa dipeluk Balen.
"Dantian ya." kata Balen mulai sok artis.
"Hahaha iya cantik." jawab Rumi terbahak.
"Duh Abi, Kak Yumi ajak pulang saja deh" kata Rumi gemas melihat Abi.
"Janan don, nanti Ante Baen ndak ada temenna." kata Balen menolak halus.
"Ante bantu Tania jaga Abi ya." kata Nanta pada adiknya.
"Ya don, ante jadain anat ante." katanya membuat semua terbahak.
"Nanta kamu jadi pindah rumah?" tanya Oma Nina pada cucunya.
"Jangan dulu Ma." tolak Kenan Papa Nanta, tidak mau Nanta pindah dari rumahnya.
"Nanti kita kalau menikah tinggal dimana?" bisik Rumi pada Larry. Ia jadi kepikiran kan, apa harus tinggal di rumah Mertua seperti Dania nantinya.
"Dirumahku." jawab Larry terkekeh. Memandang Rumi gemas.
"Asik." Rumi langsung senang saja, Larry tawarkan tinggal dirumahnya. Eh berarti sama mertua dong, kalau mereka tidak lagi di rumah dinas.
"Sudah tidak sabar." kata Rumi pada Larry, kembali ingin memeluk Larry. Memang Larry ini pelukable.
"Sabar dong, nanti malam jangan begadang." Larry ingatkan Rumi.
"Kalau aku sakit bagaimana ya?" Rumi tampak khawatir.
"Sakit kan bisa diobati. Pikirkan sehat saja." Larry ingatkan Rumi.
"Oke Leyi." Rumi tersenyum manis pandangi Larry, Rumi sangat bahagia Larry mau serius dengannya.
"Leyi, kamu belum makan loh." Rumi ingatkan Larry tadi tidak jadi makan karena antarkan Nanta ke rumah sakit.
"Oh iya, lupa." Larry terkekeh pegangi perutnya.
"Ayo makan dulu." ajak Rumi ikut pegangi perut Larry.
"Nanti saja di warung Elite." jawab Larry.
"Sibuk bermesraan berdua dari tadi." bisik Mike pada Nanta.
"Biar saja, elu kan juga begitu." Nanta terkekeh.
"Gue kan sudah halal." jawab Mike sombong.
"Jangan sombong." gerutu Larry yang tahu lagi dibahas sahabatnya. Semua jadi tertawakan Larry.
"Baen, Aban Leyi pilih Kakak Rumi loh." kata Mike pada Balen.
"Ndak jadi Tatak Pemi ya?" tanya Balen polos. Nanta dan Mike jadi terbahak dibuatnya.
"Kalau sama Kakak Femi, Aban Leyi tidak bisa ngobrol sama Balen lagi." jawab Larry menatap gadis kecil pelipur laranya.
"Ih sombon." Balen protes, Larry jadi terbahak memeluk gadi kecilnya.
"Siapa yang sombong singkong." kata Larry gemas menggendong Balen.
"Aban, ndak mo ngobol ama Baen." protes Balen.
"Itu kalau sama Kakak Femi. Makanya Abang pilih Kakak Rumi saja ya." bisik Larry pada Balen.
"Yah." Balen menganggukkan kepalanya senang.
"Minggu jadi ke Mal tidak?" tanya Larry ingatkan janjinya pada Balen.
"Minggu Balen syuting." Rumi ingatkan Balen.
"Wah ke Mal habis syuting atau bagaimana?" tanya Larry pada Balen.
"Aban itut ya temenin Baen teja." pinta Balen pada Larry.
"Oke." Larry langsung oke saja diminta Balen temani dirinya syuting.
"Jemput aku dulu terus jemput Balen ya." pinta Rumi pada Larry.
"Iya." jawab Larry tersenyum.
"Mamon tidak ikut temani kamu ya Baen, Mamon mau urus cucu." kata Nona pada Balen.
"Iya Balen sama aku saja Mamon." kata Larry siapkan diri.
"Titip ya Leyi." Nona bisa santai ada Rumi dan Larry yang temani Balen.
"Iya Mamon." jawab Larry.
"Balen, kamu ditemani Aban Leyi saja cukup?" tanya Kenan, khawatir Balen menangis di lokasi.
"Cutup." jawab si unyil membuat Kenan dan Micko terkekeh.
"Yuk balik, kasihan Nanta dan Dania mau istirahat." bisik Mike pada Larry.
"Yuk." Larry langsung setuju, ia sudah lapar juga belum makan.
"Nan, Dan, gue balik ya. Abi, Om Mike pulang dulu." Mike bicara pada ponakannya.
"Panggilnya Om?" tanya Nanta.
"Gue tadinya mau dipanggil Abi sama Umi, eh anak lu sudah duluan. Masa Abi manggil Abi." jawab Mike konyol semua langsung terbahak.
"Papa, anakku namanya ganti saja deh." kata Nanta karena nama anaknya dari tadi jadi bahan bercandaan Richie dan Mike.
"Tidak usah, itu nama yang bagus, panggil Bima saja jangan Abi." jawab Kenan, Micko pun ikut menolak permintaan Nanta. Semua kembali terbahak.
"Opanya keras kepala." kata Nona membuat semuanya terbahak.
"Bima, nanti bantu Opa urus perusahaan ya." kata Micko membuat Nanta gelengkan kepalanya. Usia anaknya baru berapa jam sudah diminta bantu urus perusahaan.
"Oma Opa, kami pamit." ijin Mike pada Oma dan Opa Nanta.
"Terima kasih ya kalian sudah datang." Oma langsung salami Mike, Seiqa, Larry dan Rumi.
"Sama-sama Oma." Larry anggukan kepalanya.
"Leyi jangan lupa minggu jemput Balen.' pesan Mamon pada Larry.
"Siap Mamon." Larry tertawa.
"Aban Leyi janan bei es tim ya." kata Balen pada Larry.
"Kenapa memangnya?" tanya Larry.
"Nanti muut Baen cemotan." jawab Balen membuat semuanya tertawa.
"Nanti Abang saja yang makan es krimnya." kata Nanta pada Balen.
"Enak aja." malah Richie yang protes, semua kembali tertawa.
"Leyi, thank you." kata Nanta pada sahabatnya. Larry acungkan jempolnya.
"Tuh kunci mobil lu ya." tunjuk Larry pada kunci Mobil Nanta.
"Iya." jawab Nanta anggukan kepalanya.
"Kenapa Mobil ada di Warung Elite?" tanya Mike pada Larry dalam perjalanan menuju Warung Elite.
"Tadi rencana mau makan, lihat Nanta terburu-buru." jawab Larry apa adanya.
"Makan dulu yuk, gue belum makan." ajak Larry pada Mike dan Seiqa.
"Oke." Mike langsung oke karena ia juga sudah lapar.
Setibanya di Warung Elite mereka langsung ambil posisi dan buku menu, lalu pesan makanan sesuai keinginan.
"Tinggal dimana kalian sekarang?" tanya Larry pada Mike dan Seiqa. Maklum pengantin baru, Larry belum tahu sahabatnya tinggal dimana.
"Apartment gue." jawab Mike.
"Tidak tinggal sama nyokap? sepi kan di rumah." tanya Larry lagi.
"Apartment sajalah biar bebas." Mike terkekeh, kalau di rumah bisa repot karena Mike selalu membuat Seiqa berteriak setiap saat.
"Apartment sudah ada kedap suara." jawab Mike lagi membuat Seiqa mencubit pinggangnya sementara Mike dan Larry terbahak.
"Kamar di rumah kamu pasang kedap suara dari sekarang dong Leyi." pinta Rumi membuat Larry tertawa dan siap menjentikkan jarinya ke dahi Rumi lagi, kesana terus sih pikirannya.
"Otak lu Rum." kata Mike terbahak sementara Rumi sibuk lindungi dahinya dari sentuhan Larry.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 368 Episodes
Comments
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi ya ditunggu thor yumi udah dak sabar ya 😂😂😂😂😂
2022-02-02
0
Nyoyo
jidat kena mulu ya rum🤣🤣
2022-02-01
2