"Kesibukkan orang dewasa itu beragam. Mulai dari kegiatan maupun pekerjaannya sehari-hari. Terkadang pekerjaan tersebut seringkali berubah-ubah seiring berjalannya waktu. Ini semua terjadi karena kebutuhan primer mereka. Tanpa pekerjaan maka dapat menghapus beberapa tabel kebutuhannya. Maka dari itu mereka (orang dewasa) harus menjalankan setiap hal yang baru baik dalam keadaan suka maupun duka. Karena dengan proritas tersebut mereka dapat menjalani kehidupan sehari-harinya."
Sekembalinya mereka dari pasar, Hadad dan Sora mulai menyiapkan beberapa bahan dan alat untuk mulai memasak. Satu persatu persiapan sudah mereka lakukan. Kegiatan yang mereka lakukan dibagi menjadi dua. Mulai dari memotong, mengiris, meunumbuk, menggoreng, dan merebus bahan-bahan yang ada. Satu persatu langkah mereka lakukan dengan seksama. Keduanya saling bahu membahu membantu satu sama lain. Sora dapat melakukan tugasnya dengan baik. Ia dapat menyiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan dengan cepat. Seakan dirinya sudah pernah membuat masakan tersebut.
"Wahhh.… sepertinya aku gak perlu mengajarimu ya kalau seperti ini." Kata Hadad dengan kagumnya.
"Sebab dirimu lebih mahir dariku..."
"Benarkah? Kalau begitu biar aku saja yang membuatnya biar cepet." Gumam Sora
"Lahh.…kok gitu sih? Kan aku juga ingin membantu."
"Bercanda kok hehehe… Jangan dimasukkan kehati ya"
"Iya deh iya…."
"Oh iya, kalau sudah dipanaskan nanti disimpan dimana ya?"
"Diatas piring besar yang ada dimeja saja, soalnya porsi yang kita buat pasti terlalu banyak untuk dimakan berdua."
"Lalu sisanya mau dikemanakan dong?"
"Aku rasa kita harus memberikannya kepada Mbak Libya, karena dia sudah membantu kita selama ini."
"Nah boleh juga tuh, Ayo kita segera selesaikan sisanya."
"Okok."
Keduanya pun kembali mengerjakan sisanya dengan penuh semangat. Satu per satu bahan telah selesai dan akhirnya tinggal penyajiannya saja. Hadad yang sudah membawa wajan berisi masakan tersebut langsung menuangkannya keatas piring yang akan digunakan. Perlahan tapi pasti ia menyusun setiap inci dari masakannya. Menurutnya kerapihan pada piring tersebut dapat menambah kelezatan dan keinginan untuk menyantapnya. Bak koki bintang lima Hadad bahkan menirukan gerakan menabur garam pada masakan tersebut seperti salah satu koki terkenal di dunia sebelumnya. Teknik tersebut sangatlah simpel yakni dengan menekukkan tangan bagian sikut depan lalu menempelkan semua jari membentuk mulut. Setelah itu ia mengambil beberapa butir garam dan mulai menaburkannya dengan perlahan. Sora yang melihat kelakuan dari Hadad hanya bisa menahan rasa tawanya. Ia menganggap gerakan tersebut sangatlah unik. Seketika dirinya tidak mau kalah dan melakukan gerakan yang sama persis dengan Hadad. Hanya saja garam yang mereka taburkan terlalu banyak sehingga mereka ragu dengan rasanya. Tapi ajaibnya rasa yang dikeluarkan dari masakan tersebut cukup pas dan dapat dinikmati. Keduanya pun langsung mencicipi masakan itu dengan porsi yang agak besar, karena mereka sudah merasakan lapar yang tidak tertahankan. Dengan cepat keduanya pun menghabiskan masakan itu dengan lahapnya.
Setelah selesai Keduanya pun mulai membersihkan tempat bekas mereka makan. Hadad bertugas mencuci piring, sedangkan Sora bertugas merapihkan meja makan. Mereka membereskan tugasnya dengan cepat dan efisien. Piring yang dicuci sangatlah bersih, begitu pula dengan meja makan yang sudah tertata rapih. Sejenak keduanya pun beristirahat di ruang tamu sembari meneguk minuman khas kota tersebut.
"Apakah persediaan kita disini cukup untuk satu minggu?" Tanya Hadad sembari menghela nafas.
"Aku rasa kita hanya dapat bertahan hingga lima hari saja." Jawab Sora
"Jikalau kita terlalu banyak menggunakan uang kita untuk makan saja itu dapat menimbulkan masalah finansial bagi kita."
"Waduh.… bagaimana kita dapat bertahan hidup jika terus seperti ini.?"
"Sebenarnya kita bisa saja membagi uang yang kita simpan untuk makan dan kebutuhan sehari-hari. Hanya saja jumlahnya masih belum cukup."
"Apakah ada solusi lain agar kita dapat keluar dari situasi itu?"
"Yah.… paling tidak kita harus mencari pekerjaan terlebih dahulu. Karena dengan bekerja kita dapat lebih menambah pendapatan kita dan mengurangi sifat konsumtif."
"Bekerja ya.…. Pekerjaan apa ya yang cocok bagi kita? Soalnya aku belum pernah bekerja didunia ini."
"Mmmmmmm.…. Kalau dilihat-lihat sih sepertinya kita harus mencari informasi terlebih dahulu perihal pekerjaan yang akan kita lakukan. Karena apabila kita melakukan suatu hal tanpa ada persiapan yang matang, dapat menyebabkan masalah yang fatal kedepannya."
"Nah iya juga tuh…. Karena aku tidak mau melakukan pekerjaan yang malah membuat diriku frustasi nantinya."
"Yasudah mari kita melihat-lihat lowongan pekerjaan yang ada di kota."
"Siap.…berangkat…."
Hadad dan Sora pun segera pergi ketempat yang terdapat lowongan pekerjaan didalamnya. Hadad berharap pekerjaan yang akan ia lakukan tidak seburuk yang ia bayangkan.
Sesampainya dipusat kota Hadad dan Sora mencari disetiap sudut kota yang terdapat poster lowongan pekerjaan. Namun tidak ada satupun poster atau toko yang sedang membuatnya. Seketika Sora melihat beberapa kelompok yang pergi kearah selatan. Mereka berpakaian dengan pakaian yang unik dan agak nyentrik. Mereka terdiri dari dua orang perempuan dan tiga orang laki-laki. Sora merasa ia tidak asing dengan jumlah kelompok yang sedang ia lihat. Lantas disaat Sora melihat kejadian itu, dirinya langsung memberitahukannya kepada Hadad. Mereka pun mencoba membuntuti kelompok tersebut. Cukup aneh bagi Sora karena ia memberitahu Hadad untuk mengikuti langkah kaki kelompok itu saja. Namun Hadad malah menanggapinya dengan cara sembunyi-sembunyi. Hadad berjalan layaknya detektif di film-film. Gerakannya sangat lambat dan tenang. Hanya saja perbuatannya itu malah terlihat mencurigakan dan terlihat seperti seorang pencuri.
"Emmm.…. Hadad kayaknya kamu gak perlu membuntuti mereka seperti itu deh." Ujar Sora
"Lah.… kenapa? Bukankah kita harus mengikuti mereka dengan sangat hati-hati kan." Ucap Hadad dengan nada yang seperti sedang berbisik.
"Iiiyaa.…aku juga merasa seperti itu. Hanya saja gerakanmu itu malah membuat orang lain curiga loh…."
"Eeehhhh.… kok iso? Padahal kan aku enggak bakalan berbuat jahat sama mereka."
"Niat kamu sih memang enggak bakal kayak gitu, tapi langkahmu malah memperlihatkan seperti itu."
"Aduh.…aku harus gimana nih? Aku enggak mau disebut pencuri sebelum aku mendapatkan pekerjaan."
"Kalau kamu enggak mau terlihat seperti itu, maka kamu harus berjalan seperti biasanya saja."
"Bbbaiklah.… Aku rasa kamu benar. Semoga orang lain tidak mencurigaiku lagi."
Sesaat Sora pun mengangkat salah satu tangannya kearah kepalanya, ia merasa bingung dengan kelakuan partnernya itu. Entah apa yang akan terjadi padanya jika ia pergi sendirian. Untungnya ia bisa memantaunya secara langsung. Sehingga keduanya tidak terlihat mencurigakan. Setelah berjalan hampir belasan menit lamanya, kelompok yang sedang keduanya ikuti sudah memasuki suatu tempat besar diarah selatan pusat kota. Tempat tersebut bernama Al Mughomaroh. Nama yang kurang familiar bagi Hadad dan Sora. Karena keduanya belum pernah mendengar nama itu selama perjalanan mereka saat ini. Tanpa pikir panjang Hadad pun menoleh kearah Sora sambil menganggukkan kepalanya. Sora pun membalas anggkukan tersebut dan langsung bergegas masuk kedalam tempat itu. Pintu depan pun mulai Hadad buka dan ternyata didalam tempat tersebut terdapat beberapa spesies yang sedang berkumpul. Disaat Hadad menelusuri tempat itu, ia tidak sengaja mendengar dari salah satu orang ditempat itu yang menyebutkan bahwa dirinya sedang mencari misi untuk petualangan selanjutnya. Sora pun mendengarkan hal yang sama. Lalu keduanya baru sadar bahwasanya tempat yang sedang mereka datangi itu adalah guild petualang.
"Ternyata kita masuk tempat yang tidak asing ya…" Ucap Sora.
"Iiiyaa.…aku juga sudah menduga sebelumnya." Ujar Hadad.
"Benarkah..? Kenapa kamu enggak bilang dari tadi sih…"
"Iya.…biar jadi kejutan gitu hehehe….."
"Kejutannya agak terpaksa ya ……"
"Enggak kok, aku serius mau bikin surprise tadinya."
"Iya deh iya….. Waw….. Aku terkejut."
"Telat oy telat…." (Ternyata Sora kalau tekejut agak imut juga ya).
"Ya habisnya enggak terlalu bikin kaget sih… Coba kalau kita tersesat pasti lebih mengejutkan."
"Mana ada terkejutnya… yang ada malah panik dong."
"Tuhkan.…baru juga dibilang langsung terkejut hehehe…."
"Iiisssshhh.…aku beneran kaget tau."
"Maaf deh maaf… Nanti sebagai gantinya aku buatkan masakan yang enak malam ini"
"Nah.…gitu dong kan jadi semangat."
"Bagaimana kalau kita tanya terlebih dahulu ke meja resepsionis perihal pekerjaan yang bisa kita dapatkan?"
"Okok aku setuju dengan mu"
Keduanya lantas mendatangi meja resepsionis untuk menanyakan pekerjaan yang bisa didapatkan. Tak lama keduanya pun mengisi formulir pendaftaran yang telah diberikan oleh resepsionis. Satu persatu kolom pertanyaan telah diisi dan diakhir mereka harus melalui uji coba kekuatan sihir. Keduanya pun dibimbing menuju ruangan khusus yang mana di ruangan tersebut terdapat satu kotak rubik ditengahnya dengan satu kursi dan meja. Hadad diberitahukan untuk mendekatkan tangannya sambil mengalirkan beberapa sihir kedalam rubik itu. Dan hasilnya sihir yang ia alirkan biasa saja. Tidak ada kesalahan didalamnya. Begitu pula Sora yang menguji sihirnya setelah Hadad. Namun anehnya mereka terdaftar sebagai petualang kelas B yang notabenenya kelas terkuat ketiga di guild ini.Merasa heran dan kebingungan dengan situasi tersebut, Hadad hanya bisa diam dan mengikuti prosedur yang ada.
"Selamat ya.…kalian secara resmi terdaftar sebagai petualang baru di guild ini, semoga pencapaian kalian dapat membantu kemajuan disini." Ucap resepsionis.
"Iya terima kasih juga." Ujar Hadad.
"Oh iya, untuk misi yang akan kita lakukan nanti seperti apa ya?" Tanya Sora.
"Misi kalian akan dipajangkan dipapan pengumuman disebelah sini." Jawab resepsionis seraya menunjukkan papan pengumuman disebelah kirinya.
"Oh begitu toh… Terima kasih banyak."
"Ya sama-sama, semoga beruntung ya."
Setelah selesai Hadad dan Sora pun langsung mencari misi pertama mereka dipapan pengumuman. Khususnya Hadad yang sangat tidak sabar untuk segera melaksanakannya. Entah seperti apa misi yang akan keduanya hadapi. Tapi satu hal yang pasti mereka telah berhasil untuk mendapatkan pekerjaan yang mereka inginkan. Segala macam pekerjaan pun sudah siap untuk dilaksanakan semata-mata untuk membantu kota dan menambah penghasilan mereka. Namun bahaya yang tiba-tiba mengancam keduanya nampak semakin mendekat.
"Kok bisa mereka mendapat kelas B dengan cepat ketua?" Tanya salah satu resepsionis.
"Itu karena alat sihir yang kita gunakan sebenarnya tidak mampu menampung semua sihir yang mereka punya." Jawab ketua resepsionis.
"Belum lagi sihir lelaki tadi sangatlah besar bahkan bisa menimbulkan bencana alam jika salah untuk digunakan. Maka dari itu saya berharap dengan pendaftaran tadi, keduanya dapat menjadi rekan kita daripada musuh kita....."
"Akhirnya setelah menunggu hampir satu bulan lebih lamanya novel TanTu sudah mencapai chapter ke 20, semoga kedepannya author bisa lebih giat untuk mengupdate chapter-chapter selanjutnya. Oleh karena itu mohon like, komen, share, dan vote novel ini agar author lebih bersemangat untuk menggarap cerita selanjutnya. Terima kasih juga kepada para pembaca setia novel TanTu yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca novel fantasi ini."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments