"Keterpurukan sering terjadi disaat manusia merasakan dampak negatif dari suatu peristiwa. Hal buruk yang terjadi secara bertahap maupun mendadak dapat menyebabkan keterpurukan itu terjadi. Semua ini dapat diatasi dengan kebangkitan moralitas kehidupan. Setiap komponen dalam masyarakat layak mendapatkan hal tersebut. Karena dengan adanya kebangkitan maka moralitas kehidupan masyarakat akan lebih baik dibandingkan sebelumnya. Butuh perjuangan untuk mencapai hal yang baik setelah hal yang buruk. Namun dengan tekad yang kuat dari berbagai lapisan maka hal tersebut bukan tidak mungkin akan didapatkan kembali oleh mereka."
Beberapa jam setelah fenomena kehancuran yang mengerikan ini, terjadi dampak yang sangat buruk terhadap skala komponen masyarakat. Angka mortalitas yang tinggi menyebabkan daerah yang terdampak fenomena ini kehilangan beberapa orang-orang yang sangat penting. Butuh waktu beberapa bulan untuk mengembalikan keadaan ini.
Belum lagi perekonomian yang hancur dan tempat yang sudah tidak layak dihuni oleh para warga. Semua ini terjadi dalam kurun waktu yang singkat. Ironisnya pihak kerajaan sekitar desa tidak memperhatikan musibah tersebut sebagai ancaman kedamaian publik. Pihak kerajaan bahkan tidak mengirimkan bantuan sama sekali terhadap korban bencana dan hanya mementingkan urusan internal kerajaan. Hal ini semakin dipersulit dengan ketiadaan para tokoh masyarakat yang hampir satu pertiganya terenggut nyawanya dalam peristiwa ini.
Warga desa hanya bisa mengandalkan efektivitas dan gotong royong kelompok mereka, agar kondisi ini dapat ditanggulangi dengan segera. Memang hal tersebut sangatlah lambat untuk didapatkan hasilnya, namun dengan kegigihan dari semua penduduk, maka bukan tidak mungkin desa ini dapat kembali bangkit dari keterpurukan.
Arkhan dan Layyin akhirnya mendapatkan perawatan medis dari tenda pengungsian yang mereka temukan. Semua perawatan ini dilakukan dengan keinginan masyarakat desa sendiri. Karena masalah ini terlalu mendadak dan bantuan dari pusat pun tidak bisa diandalkan kedatangannya. Untungnya perawatan sementara ini bisa dilakukan dengan lancar. Kerja Keras mereka terbayarkan dengan hasil yang cukup memuaskan.
Para korban bencana terus berdatangan dan langsung ditangani oleh para relawan bencana. Melihat keadaan desa yang hancur seperti ini membuat hati Arkhan sesak dan sakit. Karena dirinya belum bisa membantu para warga desanya.
"Sial.…. Kenapa aku harus berakhir seperti ini….!" Ucapnya dengan nada yang kesal.
"Tenanglah nak.…. " Ujar salah satu korban yang terbaring disisinya.
"Kau sungguh beruntung….. Dirimu masih dapat bertahan dari musibah yang sangat mengerikan itu…."
"Tapi kan diriku ini tidak melakukan apa-apa? Harusnya aku membalas kebaikan para relawan disini."
"Iya pendapatmu benar juga nak… Hanya saja kita tidak bisa memprediksi musibah ini."
"Lalu aku harus apa….? Berbaring disini tidak menguntungkan bagiku…."
"Kau tidak boleh egois seperti itu. Coba kau bayangkan berapa banyak orang yang menderita….." Tuturnya dengan nada yang sedikit keras. Ia mengingatkan kepada Arkhan agar dirinya tenang.
"Banyak sekali anak-anak yang malang kehilangan orang tua mereka. Berapa banyak anak-anak yang menjadi yatim piatu…. Berapa banyak suami istri yang kehilangan belahan jiwanya…. Dan berapa banyak orang yang gugur dalam peristiwa tersebut….. Kau seharusnya berpikir lebih dalam. Karena setiap orang juga ada yang lebih menderita daripada kamu. Maka dari itu kau harus lebih bersyukur dengan keadaanmu saat ini yang masih bisa menghirup udara dengan bebas walaupun fisikmu terluka. Karena disana masih banyak orang yang lebih terluka baik lahir maupun batinnya."
Seketika Arkhan terdiam seribu bahasa mendengar perkataan paman disebelahnya. Ia tidak menyadari keadaan sekitarnya sebelum paman tersebut menegaskan kepadanya. Ia menangis karena dirinya dibutakan oleh keegoisannya. Paman tersebut benar-benar membantu meredakan keadaan Arkhan yang sedang tidak baik-baik saja.
"Kita harus lebih bersabar dan tenang dalam situasi seperti ini nak." Ujar paman tersebut.
"Karena suatu saat kita juga dapat membantu para relawan membenahi situasi ini. Maka dari itu kita harus bisa pulih secepatnya. Khususnya dirimu yang masih muda ini."
Sungguh aura kebaikan yang sangat luar biasa terpancar dari paman tersebut. Nasihat dan saran yang luar biasa itu membuat Arkhan tersadar untuk terus melangkah maju dan pantang menyerah. Dirinya merasa bahwa kecepatan pemulihan tubuhnya harus segera ia dapatkan kembali agar dirinya dapat membantu warga di desanya.
Setelah seminggu lamanya pasca fenomena kehancuran. Semua pengungsi sudah hampir berhasil mengungsi semuanya. Ini semua berkat kegigihan para relawan dan penduduk desa. Para korban yang kehilangan kerabat dan mengalami luka berat akhirnya dapat dibantu dengan maksimal. Semua data nama yang belum ditemukan dan sudah ditemukan telah dibuat pada pamflet informasi. Para warga desa pun segera berbondong-bondong mencari nama dari para keluarga dan kerabat mereka.
Ada yang menangis sedih karena anggota keluarganya masih belum ditemukan. Ada pula yang menangis bahagia karena dapat kembali dipertemukan dengan orang yang dicintai. Arkhan dan Layyin pun tidak ingin kelewatan informasi tersebut. Mereka yang sudah dirawat dengan baik di tenda pengungsian segera mendatangi pamflet informasi demi mendapat kabar terbaru perihal sahabat mereka. Beruntungnya perawatan tanggap dari para relawan medis khususnya membuat mereka sembuh dengan cepat dan tinggal menunggu masa pemulihan saja.
Rasa penasaran semakin tinggi disaat keduanya sudah sampai ditempat yang mereka tuju. Suasana yang ramai sedang terjadi disekitar keduanya. Maklum karena para penduduk desa juga tidak ingin kelewatan informasi berharga itu. Maka mereka pun sulit untuk menerobos keramaian demi melihat nama yang terpampang disana.
"Layyin apakah kamu bisa melihatnya dari jarak itu….?" Tanya Arkhan.
"Tidak kak.…disini terlalu banyak orang yang mengantri sehingga data informasinya tidak bisa aku lihat dengan seksama." Ujar Layyin.
Mereka mencari solusi agar dapat mendekati pamflet tersebut. Dan pada akhirnya mereka bekerja sama dengan memanfaatkan celah diantara kerumunan disana. Sedikit demi sedikit keduanya mulai memasuki kerumunan hingga berada tepat ditengahnya. Tiba-tiba ada sosok perempuan yang menarik tangan Arkhan kearah pamflet didepannya. Sosok tersebut berada tepat didepan Arkhan sehingga dirinya dapat memajukan Arkhan ke dekat pamflet tersebut.
Namun naas dirinya kurang beruntung. Karena diantara nama yang terpampang Arkhan tidak menemukan sama sekali nama Hadad. Baik dalam kolom orang yang belum ditemukan, maupun di kolom sudah ditemukan. Harapannya pupus begitu saja dan membuat dirinya kecewa seketika. Setelah melihat hasil tersebut Arkhan kembali menemui Layyin dibelakang kerumunan dan menjelaskan apa yang terjadi.
Mendengar penjelasan Arkhan, Layyin hanya bisa menahan rasa sedihnya karena keduanya belum mendapatkan informasi tentang sahabatnya. Rasa duka pun kembali menghampiri keduanya. Bimbang dan tidak kuasa menahan rasa sedih menyebabkan keduanya berlinang air mata.
"Sudahlah Layyin jangan terlalu bersedih." Tutur Arkhan.
"Mungkin saja Hadad selamat dan sedang berada ditempat lain yang lebih aman dari kita."
"Iiyaaaaa kak.…." Jawab Layyin sembari mengusap air mata diwajahnya.
"Oh.…jadi kalian temannya Hadad ya?" Tanya sosok perempuan di sebelah Layyin.
"Iiyaa.…memang benar. Memangnya kau siapa?" Tanya Arkhan dengan spontan karena ia tidak menyadari kehadiran sosok perempuan tersebut.
"Tidak perlu takut, aku bukanlah orang yang jahat kok." Jawabnya.
"Sebenarnya aku juga sedang mencarinya saat ini."
"Apakah kau kenalannya?"
"Iya lebih tepatnya istri sahnya hehe…."
"Apa.….…. " Keduanya kaget secara spontan setelah mendengar perkataan sosok perempuan tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
anggita
👌👌👍👍..
2023-07-12
1