Misteri Pertama

"Setiap hal yang baru

kita dapatkan, bukanlah milik kita sendiri. Terkadang, hal tersebut lebih

kompleks daripada yang kita kira. Karena hal baru hanyalah awal dari dua jalan

yakni, kebaikan dan keburukan. Keduanya akan terus membayangi kita tanpa kita

sadari. Namun kita juga dituntut untuk lebih cerdas menanggapi. Agar tidak

terjebak pada hal yang tidak diinginkan."

"Zrassssshhhh…… Zrasssshhhhh….."

suara darah yang keluar dari tubuh siluman.

"AAAAAAA.….… AAAAAAA…… SIALAN KAU MANUSIA…!!!!"

"Itulah akibatnya jika kau melakukan pekerjaan yang tidak

seharusnya!" Tutur Hadad

"Adakah pesan terakhir yang ingin kau sampaikan?"

"KAU AKAN BINASA !!! RAS KU AKAN SEGERA MENG………"

"Ya ya ya, cukup sampai situ saja pesannya……"

Siluman tersebut kalang kabut, hingga akhirnya ia terbelah menjadi beberapa

bagian. Tubuh Hadad pun sekilas berubah kembali seperti semula dan tanpa luka

sama sekali. Bahkan jasad siluman pun meledak dan hancur berkeping-keping.

Hampir setengah bagian rumah yang didekatnya tercecer darah berwarna hitam

pekat. Hadad pun segera melakukan perjalanannya kembali dengan kepribadian yang

barunya itu.

"Nampaknya aku masih belum mengetahui informasi lebih lanjut tentang dunia ini." Gumam Hadad

"Lebih baik aku segera bergegas pergi, sebelum ada yang mencurigai ku."

Beberapa ratus meter kemudian, Hadad

menemukan sebuah gua tua yang berada didekat bukit tinggi yang menjulang

keatas. Bukit tersebut hampir dua kali lipat lebih besar dibandingkan hutan

yang berada disekitarnya. Hanya saja satu hal yang membuat Hadad kebingungan,

yakni tidak ada satupun makhluk yang menempatinya. Penelusuran mulai ia

lakukan. Dengan berbekal penglihatan dan penciumannya yang tajam, Hadad mencoba untuk menelusuri setiap objek didalam gua. Tanpa ia sadari ada suatu kehadiran yang tidak jelas keberadaannya. Hawa tersebut terasa seperti sedang menguntit dan membuntuti Hadad beberapa menit yang lalu. Tapi sosok tersebut nampaknya belum menunjukkan eksistensinya dihadapan Hadad. Entah mengapa Hadad malah menghiraukannya dan tetap berjalan ke depan. Dan di satu lorong ia melihat secercah pantulan cahaya didepannya.

......................

Setelah melewati ujung lorong, Hadad menemukan beberapa batu mirip emerald dan zabarjud. Setiap satuan yang menerangi tempat tersebut sangatlah indah. Warna yang menawan, dengan pantulan cahaya yang menenangkan mata dan membuat setiap orang terpesona. Hanya saja ada suatu kejanggalan yang terjadi. Setelah Hadad melihat sekitarnya, ia menemukan sesosok makhluk yang sedang tertidur diujung tempat tersebut. Walaupun tempat tersebut lumayan terang, namun keberadaaan makhluk tersebut seakan membuat tempat ini menyeramkan. Hadad mencoba untuk tidak membangunkan makhluk tersebut. Naas seribu naas. Disaat akan Hadad mengambil salah satu bebatuan itu, ia merasakan sesuatu yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Salah satu batu tersebut seakan menyerap aura bagi siapapun yang menyentuhnya. Semakin lama seseorang menyentuhnya maka semakin besar pula energi yang akan diserapnya. Suatu hal yang belum Hadad ketahui ini sangatlah fatal. Sesaat setelah menyentuh batu tersebut, Hadad pun kehilangan kesadarannya.

Beberapa saat setelah ia kembali dari

tidurnya, Ia tersadar bahwa ia telah kembali kepada keadaan sebelumnya.

Perlahan dan pasti Hadad mencoba bangun dan menelaah setiap hal yang ada

disekitarnya. Namun kepanikan dan kegelisahan kembali menghantuinya. Sesaat setelah memikirkan beragam kejadian aneh yang akan terjadi padanya, perlahan Hadad mulai menyadari bahwa ia sedang berada di tempat yang tidak ia kenali sama sekali.

"Dimana ini.….? Mengapa aku disini…..? Bukannya diriku telah dikalahkan oleh siluman depan rumah……..?" Gumamnya sembari melihat segala hal yang ada didekatnya.

"Batu apa ini….? Mengapa aku membawanya…..? Ini bukan batu kutukan atau semacamnya kan…..?"

"Rrrrrrrrrrr.….….….. Rrrrrrrr…….." Suara yang sangat menyeramkan terdengar dari sudut kanan tempat Hadad berada.

Suara tersebut semakin lama semakin keras. Bahkan mendengar suara tersebut saja sudah membuat Hadad merinding. Hadad mencoba menelusuri suara tersebut. Ternyata suara dari ujung lorong tersebut, dihasilkan dari sesosok makhluk

besar yang sedang tertidur. Badannya penuh dengan bulu berwarna putih seperti

beruang, tangannya berbentuk tangan simpanse beserta kakinya, dan wajahnya

menyeramkan seperti kelelawar. Dengkurannya yang keras membuat Hadad tidak bisa berkata-kata. Satu hal yang pasti dalam pikirannya ialah Ia harus pergi jauh dari tempat tersebut. Hanya saja suara langkah kaki Hadad yang kurang tenang membuat makhluk itu perlahan terbangun. Hadad yang menyadari hal tersebut segera bergegas mencari tempat untuk bersembunyi. Satu bebatuan yang besar dijadikan tempat bersembunyi. Batu tersebut hanya memantulkan cahaya dari atas langit batuan, belakangnya cukup gelap untuk dilihat. Dan benar saja, makhluk tadi sudah bangun dari tidurnya. Dengan tinggi hampir 2 setengah meter, makhluk itu seperti sedang mencari sesuatu didekatnya. Saat menyadari ada yang hilang ditempatnya makhluk itupun mengeluarkan auman kemarahannya,

"Rrrrrrooooooooaaaaaaawrrrrrr.….….… Rrrrrrrooooooooaaaaaaawrrrrr……"

Suaranya yang lebih besar daripada suara saat tertidur. Semakin lama semakin

menyeramkan, itulah hal terbenak dalam pikiran Hadad. Karena makhluk tersebut

seakan siap untuk menerkam mangsanya. Mencari ke setiap sudut ruangan dengan

tangannya yang cukup besar, menghancurkan setiap hal dilewatinya. Hadad masih mencari jalan keluar dari tempat tersebut. Sialnya, ternyata makhluk tersebut tidak hanya mengandalkan kekuatannya tetapi ia memanfaatkan penciumannya. Satu

persatu tempat mulai ditelusuri olehnya. Tinggal beberapa meter saja dari jarak

tempat Hadad bersembunyi. Hadad pun akhirnya berlari dari tempat tersebut

sebelum makhluk itu menemukannya. Namun itu bukanlah hal yang benar. Karena makhluk itu pun seperti dapat mendengar dengan sangat baik akan hal

disekitarnya. Sehingga makhluk tersebut tahu bahwasanya salah satu subjek telah

menjauh darinya. Tak lama kemudian, makhluk tadi mengejar asal suara yang Hadad hasilkan. Hadad semakin mempercepat pergerakan kakinya. Seakan ia sedang dikejar oleh kematian. Akan tetapi makhluk itu sudah berada dibelakang Hadad kurang dari beberapa meter saja. Dikarenakan panik Hadad pun  lupa akan keseimbangannya yang kurang

terjaga. Sehingga membuat Hadad terjatuh kedalam lubang dihadapannya.

Lebar dari jubang tersebut hanyalah sebesar lebar manusia dewasa, namun dalamnya hampir sekitar berpuluh-puluh meter. Didasar lubang tersebut terdapat bebatuan yang tajam menjulang keatas. Seakan menjadi tempat jebakan paling berbahaya. Hadad pun mencoba memperlambat kecepatannya dengan berpegangan ke setiap celah yang ada. Namun apa daya lubang tersebut semakin dalam semakin curam sehingga tidak ada cara lain selain terjatuh ke dasarnya. Hadad pun hanya bisa pasrah menghadapi keadaan tersulit

dalam hidupnya itu. Namun disaat jaraknya sudah hampir dekat, Tiba-tiba ada sebuah tangan yang menahan gerakan tangan Hadad. Hal tersebut membuat Hadad terkejut, karena tangan tersebut mencoba menolong Hadad untuk naik ke suatu lubang disekitar lubang bebatuan ini. Akhirnya Hadad pun selamat dari kematiannya. Hanya saja pandangan Hadad terlalu gelap untuk melihat sekitar.

Dan hanya telinganya saja yang dapat mendengar sesuatu.

"Jangan khawatir kawan kau aman." Suara misterius yang terdengar olehnya.

"Siapa kau.…? Aku tidak bisa melihatmu…?" Tanya Hadad

"Maafkan atas kelancanganku, perkenalkan namaku Arkhan Mor. Kau bisa memanggilku Mor. Aku adalah putra dari bangsawan Werewolf di selatan kota

Lailatu Haadiat"

"Apa Werewolf.…???"

Dia pasti salah satu dari siluman itu, aku harus

menyembunyikan identitasku terlebih dahulu. Semoga aku bisa mendapatkan

informasi seputar dunia aneh ini darinya.

"Perkenalkan aku Hadad Romli, panggil saja Hadad. Aku hanyalah seorang

pengembara yang tersesat." Ujarku dengan nada yang kurang meyakinkan.

"Ooh.…Pengembara kah,Tetapi mengapa anda bisa berada dilubang curam

ini?" tanyanya.

"Aku pun kurang ingat. Tapi satu hal yang pasti tadi aku dikejar oleh sesosok makhluk besar dengan bulu yang lebat berwarna putih. Lalu terjatuh kedalam lubang sedalam jurang ini."

"Makhluk besar? Mungkin maksud anda spesies Gigantopithecus. Mereka

memanglah hidup di setiap gua yang berada disini. Mereka juga memiliki kebiasaan tidur panjang yang lama, hanya saja penglihatan mereka kurang baik dalam kegelapan dan sedikit agak buta."

"Pantas saja mereka mengejar ku, mungkin mereka kira aku adalah ancaman

ya…?"

"Yap bisa jadi seperti itu… atau mungkin Hadad sendiri yang membangunkannya…."

"Iya juga sih…… Bolehkah kamu menunjukkan tempat disekitar sini? Aku merasa lapar dan haus saat ini…."

"Baiklah, aku akan menunjukkan tempat ini padamu." Jawabnya sambil

menuntun Hadad menelusuri tempat yang sempit itu.

Hadad merasa bahwa ia harus

lebih berhati-hati untuk tidak membongkar identitasnya. Karena hal tersebut dapat berbuah malapetaka kepadanya. Belum lagi dunia yang ia tempati saat ini sangatlah berbahaya untuk manusia sepertinya. Maka dari itu Hadad pun bersikeras untuk menjauhi setiap perkara yang dapat membongkar keberadaannya. Bahkan kenalannya saat ini pun masih terasa mencurigakan baginya.

Terpopuler

Comments

jingga

jingga

bingung dengan alur ceritanya 👎👎👎👎👎👎👎👎

2023-09-03

0

anggita

anggita

Hadad.. 💥

2023-07-12

0

lihat semua
Episodes
1 Awal yang membingungkan
2 Gelap Gulita
3 Misteri Pertama
4 Ketenangan Sementara
5 Hubungan Mendadak
6 Hal yang tak terduga
7 Misteri Kehancuran
8 Pelarian yang berbuah malapetaka
9 Momen Deja Vu
10 Darah dan Sihir
11 Rahasia Kerajaan
12 Petualang yang kebingungan
13 Perjalanan yang bermakna
14 Sosok yang dikagumi
15 Menggapai Kebangkitan
16 Saling Bahu-membahu
17 Diantara jalan yang mulus dan terjal
18 Beristirahat Sejenak
19 Kembali Sibuk
20 Pekerjaan Baru
21 Tamu Bencana
22 Kepribadian yang merepotkan
23 Jalannya Konflik Baru
24 Menyesal dan Bersalah
25 Di Balik Layar
26 Tragedi Baru
27 Meneruskan Misi Terdahulu
28 Reinkarnasi Kedua
29 Mencari Kebenaran
30 Mengadaptasikan Diri
31 Hal yang tak disangka
32 Segel Kegelapan
33 Sebuah Fakta
34 Duel yang sengit
35 Surga Duniawi
36 Pelarian Besar
37 Tersesat
38 Monster Mengerikan
39 Bertahan Hidup
40 Sang Penyihir Waktu
41 Artefak Kuno
42 Reuni Keluarga
43 Terpukul oleh Realita
44 Merenovasi Ulang
45 Gadis Dimasa Lalu
46 Sebuah Malapetaka
47 Perasaan Bimbang
48 Penyihir Bayangan
49 Momen Dejavu
50 Mitos Jadul
51 Penguasa Lautan
52 Kerajaan Air
53 Di Luar Ekspektasi
54 Seorang Pembelot
55 Terungkapnya Sebuah Rahasia
56 Jalan Pintas
57 Sosok yang Berharga
58 Menyusun Rencana
59 Konflik Batin
60 Tekad yang kuat
61 Membuat Kesepakatan
62 Berita Buruk
63 Kembali Terdampar
64 Jejak Ekspedisi
65 Tombol Petunjuk
66 Rute Berbahaya
67 Pelayan Anomali
68 Menentang Takdir
69 Misi Penyamaran
70 Pembajak Sistem
71 Sang Penghancur
72 Rekan Sementara
73 Pertarungan yang Sengit
74 Kepribadian Ganda
75 Pemeran Utama
76 Kilas Balik
77 Menjadi Pengkhianat
78 Perusak Perdamaian
79 Kejam dan Licik
80 Kembali Berkelana
81 Misi Berbahaya
82 Kampung Halaman
83 Ingatan yang Hilang
84 Bencana Buatan
85 Beradu Sihir
86 Laga Lanjutan
87 Bala Bantuan
88 Sang Dalang
89 Seorang Leluhur
90 Sebuah Kebinasaan
91 Momen Kebangkitan
92 Satu Kepercayaan
93 Serangan Final
94 Akhir yang Bahagia
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Awal yang membingungkan
2
Gelap Gulita
3
Misteri Pertama
4
Ketenangan Sementara
5
Hubungan Mendadak
6
Hal yang tak terduga
7
Misteri Kehancuran
8
Pelarian yang berbuah malapetaka
9
Momen Deja Vu
10
Darah dan Sihir
11
Rahasia Kerajaan
12
Petualang yang kebingungan
13
Perjalanan yang bermakna
14
Sosok yang dikagumi
15
Menggapai Kebangkitan
16
Saling Bahu-membahu
17
Diantara jalan yang mulus dan terjal
18
Beristirahat Sejenak
19
Kembali Sibuk
20
Pekerjaan Baru
21
Tamu Bencana
22
Kepribadian yang merepotkan
23
Jalannya Konflik Baru
24
Menyesal dan Bersalah
25
Di Balik Layar
26
Tragedi Baru
27
Meneruskan Misi Terdahulu
28
Reinkarnasi Kedua
29
Mencari Kebenaran
30
Mengadaptasikan Diri
31
Hal yang tak disangka
32
Segel Kegelapan
33
Sebuah Fakta
34
Duel yang sengit
35
Surga Duniawi
36
Pelarian Besar
37
Tersesat
38
Monster Mengerikan
39
Bertahan Hidup
40
Sang Penyihir Waktu
41
Artefak Kuno
42
Reuni Keluarga
43
Terpukul oleh Realita
44
Merenovasi Ulang
45
Gadis Dimasa Lalu
46
Sebuah Malapetaka
47
Perasaan Bimbang
48
Penyihir Bayangan
49
Momen Dejavu
50
Mitos Jadul
51
Penguasa Lautan
52
Kerajaan Air
53
Di Luar Ekspektasi
54
Seorang Pembelot
55
Terungkapnya Sebuah Rahasia
56
Jalan Pintas
57
Sosok yang Berharga
58
Menyusun Rencana
59
Konflik Batin
60
Tekad yang kuat
61
Membuat Kesepakatan
62
Berita Buruk
63
Kembali Terdampar
64
Jejak Ekspedisi
65
Tombol Petunjuk
66
Rute Berbahaya
67
Pelayan Anomali
68
Menentang Takdir
69
Misi Penyamaran
70
Pembajak Sistem
71
Sang Penghancur
72
Rekan Sementara
73
Pertarungan yang Sengit
74
Kepribadian Ganda
75
Pemeran Utama
76
Kilas Balik
77
Menjadi Pengkhianat
78
Perusak Perdamaian
79
Kejam dan Licik
80
Kembali Berkelana
81
Misi Berbahaya
82
Kampung Halaman
83
Ingatan yang Hilang
84
Bencana Buatan
85
Beradu Sihir
86
Laga Lanjutan
87
Bala Bantuan
88
Sang Dalang
89
Seorang Leluhur
90
Sebuah Kebinasaan
91
Momen Kebangkitan
92
Satu Kepercayaan
93
Serangan Final
94
Akhir yang Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!