Darah dan Sihir

"Tetesan darah berwarna merah pekat. Bercak-bercaknya selalu terciprat kemana-mana. Suatu hal dengan ciri khas tersendiri. Setiap makhluk pun memilikinya. Namun tetesan ini bukanlah perkara yang baik. Melainkan awal dari rasa perih dan sakit."

Jalan demi jalan sudah mereka lewati. Setiap sudut kota yang padat akan penduduk. Pasar tradisional menjadi salah satu tempat yang digunakan untuk bertransaksi. Setiap barang dan makanan tersedia disini. Dari sekian banyaknya orang yang berjalan, Semuanya terlihat bahagia. Hanya saja disaat sosok misterius berjalan bersama pangeran. Keadaan berubah menjadi hening bak pasir di gurun. Tidak ada insan yang berani untuk berinteraksi sama sekali. Semua mata tertuju pada sosok misterius. Menyadari situasi yang tidak bersahabat, pangeran lantas mencoba mengobrol ringan dengan sosok misterius.

"Oh iya, maaf atas kelancangan saya yang belum memperkenalkan diri ini. Nama saya Suna Arashi. Saya disini berperan sebagai seorang pangeran negeri ini.." Ujarnya dengan wajah yang sangat berkarisma.

Namun sosok misterius masih tetap terdiam. Ia tidak melakukan tindakan apapun. Hanya bergerak sesuai dengan kehendaknya.

"Nampaknya dirimu ini sangatlah awam disini. Saya memohon maaf apabila bawahan saya memperlakukan anda dengan kurang baik. Saya berharap agar diwaktu yang dekat ini kita bisa bekerja sama. Karena saya dengar anda ini adalah seorang pengembara yang ulung."

"................"

"Saya tidak memaksa anda untuk berbicara langsung. Saya hanya memberi tahu bahwa apabila anda butuh bantuan, anda dapat menghubungi saya. Anggap saja sebagai urusan bisnis."

"................"

Percakapan mereka seperti tidak menemui titik terang. Hanya ocehan saja yang terdengar. Namun Sang pangeran sangatlah rendah hati. Ia tetap mengobrol walaupun sosok misterius mengabaikannya. Karena sosok misterius masih mewaspadai suatu aura yang sedang menguntit dibelakangnya.

Singkat cerita, Mereka berdua telah sampai didepan pintu istana. Pangeran menyuruh para pelayannya untuk mempersiapkan tempat beristirahat baginya dan sosok misterius. Mereka pun mulai memasuki ruangan masing-masing. Pangeran kembali ke tahta dan sosok misterius diantar ke kamar disebelah kanan lorong istana. Setiap furnitur kerajaan terpampang di setiap dinding istana. Ia melihat ornamen-ornamen, lukisan, dan karya yang sangat berharga nilainya. Semua benda itu terpampang jelas di setiap sudut ruangan. Dan disaat sedang melihat kamar istirahatnya, sosok misterius kembali merasakan aura yang terus mengikutinya. Namun ia tetap menunggu momentum untuk menyergapnya.

Pelayanan yang mengantarkannya telah kembali pergi kehadapan pangeran. Dirinya yang sendirian sudah berada di ruangan yang lumayan nyaman. Disini terdapat satu kasur, karpet, lemari, dan barang-barang yang selalu ada ditempat tidur. Sudut demi sudut ia perhatikan dengan seksama.

Tiba-tiba terdengar suara bisikan dari ujung kamarnya. Suara tersebut nampak seperti sedang membicarakannya. Tanpa ragu, ia pun mulai menyelidiki ujung kamarnya itu. Dan benar saja ternyata ada sesosok makhluk yang muncul dihadapannya. Makhluk itu mendadak melancarkan serangannya kepada sosok misterius dengan sihir yang agak asing. Pergerakannya lumayan cepat sehingga sosok misterius mulai serius untuk melawan makhluk itu.

Anehnya beberapa serangan makhluk itu tidaklah berdampak pada barang-barang disekitarnya. Dan hanya berpengaruh pada satu target saja, yakni sosok misterius. Satu demi satu tembakan telah ia hindari. Tapi tetap saja sihir makhluk itu belum ada habisnya. Tetap menyerangnya secara membabi buta. Hingga akhirnya sosok misterius mengeluarkan elemen sihir hampa nya.

"Clakkkk..... clak..... clak....."

Suara tetesan darah yang keluar dari jari sosok misterius. Dengan gigitan yang lumayan kuat kepada jarinya, ia dapat mengeluarkan tetesan darah itu demi menciptakan suatu sihir hampa.

"Dākumajikku: Boido" Ucap sosok misterius.

Serentak waktu pada tempat tersebut menjadi membeku. Setiap makhluk hidup tidak ada yang bergerak kecuali dirinya.

Sontak ia pun segera mencari asal serangan sihir makhluk itu. Dan diluar dugaan, ternyata makhluk tersebut adalah sesosok wanita yang lumayan tinggi, berkulit putih, berambut pirang, dan memakai jubah berwarna putih keemasan. Wanita ini berada tepat dibelakang sosok misterius seraya mengarahkan tangan kepadanya. Seperti sedang melancarkan sihir lain. Maka sosok misterius segera melumpuhkannya dengan teknik sihir. Beberapa tubuhnya pun ia tandai dengan sihir tersebut. Karena ia khawatir wanita ini akan kembali menyerangnya ketika ia sudah sadar.

Setelah itu sosok misterius pun bersiap-siap dengan kuda-kudanya untuk menangkis serangan sihir darinya. Dan benar saja, disaat ia mematahkan mantra sihir hampa nya itu wanita ini kembali menyerangnya. Hanya saja pergerakannya tidak secepat beberapa waktu yang lalu. Sehingga sosok misterius pun dapat mengakhiri pertarungan tersebut. Wanita tersebut terjungkal kearah tembok dekat jendela setelah menerima serangan darinya. Hebatnya ia masih tetap bertahan dan pantang menyerah. Meskipun luka ditubuhnya sudah banyak.

"Nampaknya kau keras kepala ya........ Tapi aku memujimu karena kau bisa menahan daya tembak sihir hampa ku ini." Ucap sosok misterius.

"Clakkk..... Clak.... clak....." Suara tetesan darah yang jatuh dari tubuh wanita itu.

"Dasar kau monster, aku akan membunuhmu disini......" Ujar wanita sambil mencoba untuk kembali berdiri. Hanya saja tubuhnya tidak sekuat tekadnya. Sehingga ia pun harus tumbang.

"Katakan padaku, siapa kau sebenarnya....? Apa tujuanmu menguntit ku hingga kesini....?" tanya sosok misterius.

"Namaku.... Sir......Lia..... Ajram.... Aku disini...... mengawasi pergerakanmu saat memasuki kerajaan. Karena.... aku tahu kau mempunyai hawa kegelapan...... yang sangat pekat. Aku takut dirimu akan mencelakai..... pangeran....." Tuturnya seraya menahan rasa pedih dari luka ditubuhnya.

"Sirlia...? Aku seperti tidak asing mendengar nama tersebut.... Entah darimana. Yang jelas keberadaan mu disini akan membuat pangeran curiga."

"Aku akan menyegel mu terlebih dahulu didalam sihir hampa ku ini, agar nanti aku bisa menjadikanmu tawanan."

"Apa........ Beraninya kau ..... akan kubun....."

Sekejap sosok misterius pun mengeluarkan mantra sihir hampa nya kembali dan segera menyegel sosok wanita tadi. Ia pun membersihkan sisa-sisa puing disekitarnya agar tidak dicurigai pangeran.

Pada malam harinya pangeran memanggil sosok misterius ketempat makan kerajaan. Disana ia sudah disambut dengan beragam masakan kerajaan yang sangat berkualitas dan ber kuantitas. Kuliner kerajaan yang sangat unik dan baru baginya. Karena setiap masakan itu baru saja ia lihat selama hidupnya. Dimeja makan kerajaan sudah ada 6 kursi yang diisi oleh para anggota kerajaan. Satu kursi besar menghadap ke depan dengan enam kursi lainnya yang ada disampingnya.

Disana sudah ada Raja, Ratu, Pangeran, adiknya pangeran, dan penasehat kerajaan. Mereka belum memulai perjamuan mereka sebelum sosok misterius datang. Suasana yang sangat bahagia tercipta ditempat itu. Setiap anggota kerajaan saling mengobrol satu sama lain. Mereka sangatlah akrab satu sama lain. Mereka bahkan menyambut kedatangan sosok misterius dengan sangat bahagia. Ia dipersilahkan duduk diujung sebelah kanan tempat duduk raja.

"Makanlah yang banyak...... Kami disini sengaja mengadakan perjamuan ini untukmu...." Ucap Raja.

"Janganlah sungkan untuk menambah, karena makanan kami disini sangatlah banyak."

"..........."

"Ayahanda ia bilang terima kasih banyak atas jamuan makannya, ia sangat tersanjung dengan sikap ayahanda kepadanya." Tutur pangeran menggantikan sosok misterius yang tidak berkata sama sekali.

"Iya iya silahkan, kau pasti sudah lelah mengembara ke setiap tempat. Kami disini akan senantiasa menerima mu dengan bahagia."

"........"

"Ia bilang terima kasih banyak Ayahanda, maaf apabila ia belum bisa membalas kebaikan mu ."

"Tidak apa-apa, yang penting tamu kita senang. Ayo kita habiskan semuanya..... Demi kemakmuran negeri ini...." Ucap Raja sambil kembali mengepalkan tangannya keatas.

"Demi kemakmuran negeri ini....." Sahut para anggota kerajaan.

Mereka pun menyantap makanan yang telah disajikan dengan sangat lahap. Apalagi sosok misterius juga mulai menyantap makanan yang ada dihadapannya. Canda dan tawa pun menjadi suasana yang menggambarkan keadaan tempat tersebut.

Nb: "Hai para pembaca setia novel TanTu, tidak terasa novel ini telah mencapai 10 chapter. Saya disini sebagai author mengucapkan terima kasih banyak atas partisipasi kalian yang telah membaca novel ini. Mohon maaf apabila masih ada beberapa kesalahan pengejaan dan lainnya, mohon dimaklumi. Karena saya juga masih baru disini. Oleh karena itu mohon dukungannya untuk senantiasa memberi like, komentar, dan vote novel ini agar author lebih semangat mengerjakan projek nya...... Mohon bantuannya terima kasih."

Terpopuler

Comments

anggita

anggita

kasih bunga🌹 buat thor.

2023-07-12

1

lihat semua
Episodes
1 Awal yang membingungkan
2 Gelap Gulita
3 Misteri Pertama
4 Ketenangan Sementara
5 Hubungan Mendadak
6 Hal yang tak terduga
7 Misteri Kehancuran
8 Pelarian yang berbuah malapetaka
9 Momen Deja Vu
10 Darah dan Sihir
11 Rahasia Kerajaan
12 Petualang yang kebingungan
13 Perjalanan yang bermakna
14 Sosok yang dikagumi
15 Menggapai Kebangkitan
16 Saling Bahu-membahu
17 Diantara jalan yang mulus dan terjal
18 Beristirahat Sejenak
19 Kembali Sibuk
20 Pekerjaan Baru
21 Tamu Bencana
22 Kepribadian yang merepotkan
23 Jalannya Konflik Baru
24 Menyesal dan Bersalah
25 Di Balik Layar
26 Tragedi Baru
27 Meneruskan Misi Terdahulu
28 Reinkarnasi Kedua
29 Mencari Kebenaran
30 Mengadaptasikan Diri
31 Hal yang tak disangka
32 Segel Kegelapan
33 Sebuah Fakta
34 Duel yang sengit
35 Surga Duniawi
36 Pelarian Besar
37 Tersesat
38 Monster Mengerikan
39 Bertahan Hidup
40 Sang Penyihir Waktu
41 Artefak Kuno
42 Reuni Keluarga
43 Terpukul oleh Realita
44 Merenovasi Ulang
45 Gadis Dimasa Lalu
46 Sebuah Malapetaka
47 Perasaan Bimbang
48 Penyihir Bayangan
49 Momen Dejavu
50 Mitos Jadul
51 Penguasa Lautan
52 Kerajaan Air
53 Di Luar Ekspektasi
54 Seorang Pembelot
55 Terungkapnya Sebuah Rahasia
56 Jalan Pintas
57 Sosok yang Berharga
58 Menyusun Rencana
59 Konflik Batin
60 Tekad yang kuat
61 Membuat Kesepakatan
62 Berita Buruk
63 Kembali Terdampar
64 Jejak Ekspedisi
65 Tombol Petunjuk
66 Rute Berbahaya
67 Pelayan Anomali
68 Menentang Takdir
69 Misi Penyamaran
70 Pembajak Sistem
71 Sang Penghancur
72 Rekan Sementara
73 Pertarungan yang Sengit
74 Kepribadian Ganda
75 Pemeran Utama
76 Kilas Balik
77 Menjadi Pengkhianat
78 Perusak Perdamaian
79 Kejam dan Licik
80 Kembali Berkelana
81 Misi Berbahaya
82 Kampung Halaman
83 Ingatan yang Hilang
84 Bencana Buatan
85 Beradu Sihir
86 Laga Lanjutan
87 Bala Bantuan
88 Sang Dalang
89 Seorang Leluhur
90 Sebuah Kebinasaan
91 Momen Kebangkitan
92 Satu Kepercayaan
93 Serangan Final
94 Akhir yang Bahagia
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Awal yang membingungkan
2
Gelap Gulita
3
Misteri Pertama
4
Ketenangan Sementara
5
Hubungan Mendadak
6
Hal yang tak terduga
7
Misteri Kehancuran
8
Pelarian yang berbuah malapetaka
9
Momen Deja Vu
10
Darah dan Sihir
11
Rahasia Kerajaan
12
Petualang yang kebingungan
13
Perjalanan yang bermakna
14
Sosok yang dikagumi
15
Menggapai Kebangkitan
16
Saling Bahu-membahu
17
Diantara jalan yang mulus dan terjal
18
Beristirahat Sejenak
19
Kembali Sibuk
20
Pekerjaan Baru
21
Tamu Bencana
22
Kepribadian yang merepotkan
23
Jalannya Konflik Baru
24
Menyesal dan Bersalah
25
Di Balik Layar
26
Tragedi Baru
27
Meneruskan Misi Terdahulu
28
Reinkarnasi Kedua
29
Mencari Kebenaran
30
Mengadaptasikan Diri
31
Hal yang tak disangka
32
Segel Kegelapan
33
Sebuah Fakta
34
Duel yang sengit
35
Surga Duniawi
36
Pelarian Besar
37
Tersesat
38
Monster Mengerikan
39
Bertahan Hidup
40
Sang Penyihir Waktu
41
Artefak Kuno
42
Reuni Keluarga
43
Terpukul oleh Realita
44
Merenovasi Ulang
45
Gadis Dimasa Lalu
46
Sebuah Malapetaka
47
Perasaan Bimbang
48
Penyihir Bayangan
49
Momen Dejavu
50
Mitos Jadul
51
Penguasa Lautan
52
Kerajaan Air
53
Di Luar Ekspektasi
54
Seorang Pembelot
55
Terungkapnya Sebuah Rahasia
56
Jalan Pintas
57
Sosok yang Berharga
58
Menyusun Rencana
59
Konflik Batin
60
Tekad yang kuat
61
Membuat Kesepakatan
62
Berita Buruk
63
Kembali Terdampar
64
Jejak Ekspedisi
65
Tombol Petunjuk
66
Rute Berbahaya
67
Pelayan Anomali
68
Menentang Takdir
69
Misi Penyamaran
70
Pembajak Sistem
71
Sang Penghancur
72
Rekan Sementara
73
Pertarungan yang Sengit
74
Kepribadian Ganda
75
Pemeran Utama
76
Kilas Balik
77
Menjadi Pengkhianat
78
Perusak Perdamaian
79
Kejam dan Licik
80
Kembali Berkelana
81
Misi Berbahaya
82
Kampung Halaman
83
Ingatan yang Hilang
84
Bencana Buatan
85
Beradu Sihir
86
Laga Lanjutan
87
Bala Bantuan
88
Sang Dalang
89
Seorang Leluhur
90
Sebuah Kebinasaan
91
Momen Kebangkitan
92
Satu Kepercayaan
93
Serangan Final
94
Akhir yang Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!