"Hari demi hari telah berlalu dengan cepat, namun kegiatan yang selalu ada tidak akan pernah berubah. Pada prinsipnya semua kesibukkan itu ada karena sudah menjadi kebiasaan. Prioritas akan suatu hal sangatlah dibutuhkan adanya. Karena semua kesibukkan itu menjadi bukti bahwa apa yang sedang dikerjakan adalah hal yang sangat penting. Sehingga hasil yang dibutuhkan pun haruslah sesuai dengan apa yang diinginkan. Semakin sibuk dirinya maka akan semakin menekan hasil yang luar biasa."
Waktu malam yang nyaman dan damai telah Hadad lalui. Tak ada gangguan internal maupun eksternal. Semuanya berjalan sesuai rencana. Bahkan dirinya pun tak menyangka, keinginan kecilnya itu dapat terkabul. Perasaannya pun kembali riang dan gembira. Dirinya kali ini tidak akan menyia-nyiakan waktu berharga ini. Hadad pun mulai membereskan tempat tidurnya setelah membuka matanya. Cuaca yang cerah menerangi kamar tempat ia singgah. Sinarnya memperindah hari yang akan ia lewati ini. Sora yang berada tepat disebelahnya masih belum terbangun dari tidurnya. Balutan selimut masih menempel padanya. Ia tertidur dalam posisi menghadap kekanan membelakangi tempat tidur Hadad. Sejenak Hadad merasa seperti dirinya tidak asing saat melihat pemandangan tersebut. Pasalnya sekilas jikalau Sora dilihat dari arah tersebut, ia terlihat mirip dengan Sirlia. Belum lagi Hadad masih merindukan sosok junior yang dapat membuat hidupnya kembali bersemangat itu. Ia merasa sangat berhutang budi padanya, karena dengan bertemu dengan sosok gadis tersebut Hadad dapat melewati kehidupan suramnya dahulu. Tak ingin berlarut dalam kesedihan akhirnya Hadad pun segera berpaling dari Sora dan mulai bergegas untuk membersihkan dirinya. Ia khawatir dirinya akan kembali dihantui oleh perasaan kehilangan. Sehingga ia pun mencoba untuk tidak mengingat hal itu terlebih dahulu.
Setelah dirinya selesai membersihkan badannya, Hadad langsung bergegas ke dapur untuk memasak sesuatu. Ia membutuhkan beberapa bahan yang dapat membuat masakannya sempurna. Hanya saja bahan-bahan tersebut sangatlah langka bahkan jarang ada disini. Belum lagi bahan-bahan masakan disini berbentuk persis seperti didunia asalnya. Bedanya warna bahan-bahan tersebut yang membuatnya kebingungan. Walaupun sebelumnya ia memasak omelet untuk disantap, dirinya masih saja kesulitan menentukan kebutuhan memasaknya hari ini. Maka dari itu Hadad pun kembali kekamarnya dengan tujuan untuk membangunkan Sora. Hal ini ia lakukan agar dirinya dapat mengetahui bahan masakan yang akan ia gunakan.
"Sora.…bangunlah, ini sudah hampir pukul sembilan siang." Ucap Hadad.
"Ayolah bangun.… aku butuh bantuanmu segera…."
"I.…yaaa….. Tunggu sebentar lagi…." Ujar Sora dengan nada yang masih mengantuk.
"Memangnya kenapa sih….. Hari ini kan jadwalnya untuk beristirahat."
"Tapi ini sangat penting Sora dan aku sangat membutuhkan bantuanmu."
"Iyaudah deh iya…. Aku bakal segera bangun kok."
Sora pun segera beranjak dari kamarnya dan melakukan persiapan sebelum membantu Hadad.
Hadad seperti anak yang sedang kebingungan menunggu ibunya. Ia terus bolak-balik dari kamarnya hingga dapurnya demi menunggu Sora. Hampir setengah jam lamanya Hadad menunggu sampai perutnya keroncongan dan mulai mengeluarkan suara. Untungnya Sora telah selesai mengurusi kegiatan di pagi harinya itu dan mulai mengganti pakaiannya. Melihat Sora yang baru keluar dari kamar mandi membuat Hadad berinisiatif untuk keluar dari tempat tidurnya terlebih dahulu agar tidak terjadi kesalahpahaman diantara keduanya. Setelah selesai Sora pun langsung memanggil Hadad untuk menemuinya.
"Hadad masuklah.… aku sudah selesai kok." Panggil Sora.
"Bbbaiklah.…, kalau begitu permisi." Ucap Hadad sembari memasuki ruangan tersebut.
"Jadi.… apa yang kamu butuhkan dariku hari ini?"
"Aaaku.…. Sebenarnya……"
"Hmmmm.… apa sih kurang terdengar nih suara kamu….."
"AAAKUUU.…ingin memasak tapi tidak tahu bahan yang akan aku masak ini."
"Huuuuh.… Aku kira ada apa…. " Ujar Sora sambil menghembuskan nafasnya.
"Jadi.… Kamu mau memasak apa…?"
"Aku mau memasak nasi dengan tambahan rempah-rempah."
"Apa.…? Aku bahkan belum pernah mendengar masakan seperti itu…."
"Iiiyaaa.…Itu karena masakan ini hanya ada diperkampunganku dulu."
"Baiklah.… jadi kamu butuh bahan seperti apa?"
"Ya.. Sejenis rempah unik yang memiliki aroma khas didalamnya. Juga beberapa bumbu yang lumayan banyak jenisnya. Hanya saja aku tidak tahu, apakah bahan tersebut ada disini?"
"Iya juga sih, soalnya aku juga belum tahu persis masakan tersebut. Tapi aku rasa ada bahan subtitusi untuk memasaknya disini."
"Benarkah.…? Kalau begitu kita harus segera bergegas mencarinya ya."
"Okok ayo kita cari bahannya bersama."
Keduanya pun segera mencari bahan masakan yang akan mereka gunakan. Dan tujuan mereka ialah pasar dikota terdekat.
Keadaan pasar pada pagi hari ini terlihat cukup ramai. Ini dikarenakan kota ini sudah mulai melakukan kegiatan seperti biasanya. Komoditas pasar berjalan dengan lancar. Setiap pedagang maupun pembeli saling tawar menawar harga dan saling jual beli barang-barang yang ada. Dari ratusan orang yang ada, semuanya membuat harmoni keindahan pasar semakin terasa. Karena di dunia sebelumnya Hadad belum pernah pergi ketempat seperti ini. Sehingga dirinya sangat terkejut dapat melihat dan merasakan langsung tempat yang sedang ia datangi tersebut. Hadad dan Sora pun langsung mencari bahan-bahan yang akan mereka gunakan untuk masakannya. Dari setiap sudut pasar yang ramai, keduanya memutuskan untuk membagi tugas agar pekerjaan mereka cepat selesai. Hadad bertugas mencari rempah-rempah sedangkan Sora bertugas mencari bahan utama yakni nasi dan daging. Awalnya Hadad kesulitan untuk mencari bumbu yang akan ia gunakan. Karena dirinya masih belum bisa beradaptasi secara langsung dengan lingkungan baru disekitarnya. Dan disaat dirinya kebingungan, tiba-tiba saja ia berpas-pasan dengan seorang gadis resepsionis dipenginapannya.
"Kak Hadad, apa yang sedang kamu lakukan disini?" Tanya gadis tersebut.
"Mbak.…Libya " Jawab Hadad sambil terkejut.
"Aaaku.…sedang berbelanja untuk bahan masakan nanti."
"Oh begitu toh… memang kakak mau buat masakan seperti apa?"
"Masakan dari kampung halamanku, tetapi aku tidak dapat menemukan bahan-bahan yang sudah Sora tuliskan untukku."
"Coba aku lihat, sepertinya aku bisa membantu deh."
"Benarkah.…? Wah kau sangat baik ya. Kalau begitu mohon bantuannya."
"Ok, serahkan saja hal ini kepadaku."
Lalu Hadad pun memberikan secarik kertas di sakunya dan mulai mencari bahan yang ia perlukan dengan bantuan Libya. Ia merasa sangat senang karena dirinya dapat didampingi oleh seseorang yang lebih paham dengan hal yang belum ia ketahui. Maka keduanya langsung mendatangi beberapa pedagang yang menjual bumbu masakan sesuai dengan tulisan disecarik kertas yang Hadad bawa. Tak disangka ternyata dengan bantuan Libya Hadad bisa langsung mendapatkan semua bahan yang ada. Semuanya didapatkan dengan cepat dan sangat efisien. Setiap langkah yang ia lihat hanyalah Libya yang sedang tawar menawar harga dengan para pedagang seraya mengobrol dengan mereka. Akan tetapi bahan tersebut mendadak sudah ada di genggamannya. Ia merasa seperti telah melihat sulap didepan matanya. Setelah membeli semuanya Hadad pun berterima kasih kepada Libya atas bantuan yang telah ia berikan. Libya pun menjawab perkataan Hadad dengan wajah yang gembira dan pergi meninggalkan Hadad untuk membeli bahan yang ia butuhkan. Melihat kejadian tersebut Hadad merasa dirinya sangat bersalah karena telah membuat Libya membantunya sebelum dirinya sendiri membeli kebutuhannya. Ia harus membalas hutang budi yang telah ia terima darinya. Entah kapan dan dimana, tapi dirinya akan senantiasa membantu temannya tersebut. Lalu Hadad kembali ketempat semula untuk mengumpulkan semua bahan yang sudah ia beli dengan Sora. Setelah mereka saling bertemu disudut pasar, mereka pun langsung bergegas kembali ke tempat penginapan. Keduanya sangat tidak sabar untuk membuat resep masakan yang akan mereka hidangkan hari ini. Belum lagi hidangan tersebut pasti akan menjadi sarapan yang spesial bagi keduanya. Karena mereka telah melewati kurun waktu yang cukup lama untuk membeli semua bahannya. Ekspetasi yang tinggi akan masakan itupun mulai terpikirkan dibenak keduanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments