"Semua usaha yang dilakukan pasti ada jalannya. Karena usaha tersebut pasti tidak akan menghianati hasilnya. Semakin giat kita berusaha maka semakin baik pula hasilnya begitupun sebaliknya. Hanya saja setiap menggapai suatu tujuan pastilah terdapat jalan yang mulus dan terjal. Oleh karena itu setiap insan harus bisa menghadapi kemungkinan tersebut. Dengan tekad yang kuat dan semangat pantang menyerah demi hasil yang membanggakan."
Setelah berjalan hampir beberapa hari lamanya. Hadad dan Sora akhirnya telah sampai ditempat pertama yang mereka tuju sesuai dengan peta yang ada. Kota tersebut berada tepat didalam hutan mangrove yang luas. Mulai dari gapura depan kota yang dihiasi dengan beragam tumbuhan berwarna hijau. Desain setiap sudut kota diminimalisirkan dengan warna yang sama. Belum lagi para penduduknya pun hampir memakai pakaian yang hampir sama. Mereka dibalut dengan kain halus berwarna kuning keemasan. Bentuk pakaian itu hampir mirip dengan gaun elegan didunia Hadad sebelumnya. Semua dibuat dengan desain yang nyentrik dan mampu membuat pesona tersendiri. Ikon kota pun diletakkan tepat ditengah pusat jantung kota. Patung setinggi hampir 10 meter berada tepat setelah para pengunjung tiba dikota dan melihat kearah depan gapura. Bentuk patungnya terbuat dari marmer berwarna abu yang mengkilat. Hanya saja desain patung tersebut cukup aneh bagi Hadad. Pasalnya patung itu digambarkan dengan kepala burung unta namun berwajah manusia. Lalu tubuhnya dari burung unta pula dengan sayap elang dan ekor mirip sirip ikan. Kakinya pun berselaput seperti bebek. Sungguh hewan aneh yang belum pernah ia lihat selama hidupnya. Entah seperti apa sosoknya jikalau Hadad bertemu langsung dengan makhluk tersebut. Untungnya itu hanya sejenis patung saja. Kepadatan penduduk kota tersebut tidaklah padat. Mungkin sekitar ratusan orang yang bermukim ditempat ini beserta para turis dari kota lainnya. Angka tersebut cukup menunjukkan bahwa kota ini sedang dalam tahap pengembangan yang lebih lanjut. Karena Hadad merasa mungkin kota ini belumlah terekspos keseluruh penjuru dan hanya baru diketahui oleh segelintir orang saja. Ia bersyukur dirinya dapat tiba dikota yang bersahabat dan damai. Tanpa ancaman dan kericuhan. Hanya gelak tawa dan canda gurau saja yang terlihat dimasyarakat.
Tak lama kemudian Hadad memberitahu Sora untuk beristirahat dikota terlebih dahulu. Maka keduanya pun mencari tempat penginapan yang murah dan nyaman. Dan ternyata semua tempat dikota tersebut tidaklah mahal. Mereka menyewakan tempat tinggal seharga 200 Crest (Mata uang yang digunakan didunia ini). Perbekalan Hadad yang sebelumnya masih tersisa 700 Crest ditambah hadiah dari raja dan pangeran sebesar 500 Crest.
"Kita cari tempat yang seperti apa ya?" Tanya Hadad.
"Aku rasa sebaiknya kita mencari tempat yang tidak terlalu jauh dari tempat informasi." Jawab Sora.
"Ini harus kita lakukan agar kita tak tertinggal beberapa update tentang tempat yang sedang kita kunjungi ini."
"Ya kau benar. Aku juga masih penasaran dengan tempat yang indah ini."
"Tapi ingat ya kita harus lebih berhati-hati, karena kita tidak tahu hal buruk apa yang bakal terjadi."
"Okok."
Keduanya pun segera mencari penginapan terdekat. Hingga akhirnya mereka memasuki salah satu penginapan yang bernama 'Waraqat Khadrau'. Penginapan ini cukup bagus dan sederhana. Tidak terlalu mencolok dan terlihat seperti penginapan pada umumnya. Tetapi hebatnya penginapan ini terlihat sederhana diluar namun mewah didalam. Hadad terkejut dan heran. Ternyata ada juga orang yang menerapkan desain seperti ini. Diluar penginapan hanya tampak warna hijau dan coklat yang menghiasi dinding penginapan. Dan saat berada didalam warnanya berubah menjadi warna biru yang lebih mencolok. Setiap sudut dihiasi dengan ornamen-ornamen yang unik. Ada yang berbentuk hewan dan ada pula yang berbentuk tumbuhan. Belum lagi tempat penginapan ini ditempati oleh para turis yang sedang berkunjung. Ini menunjukkan bahwa penginapan ini memang dirancang khusus untuk para pendatang. Disaat Hadad diam terpesona dengan sekelilingnya, tiba-tiba datang perempuan paruh baya dengan pakaian khusus kota tersebut. Gadis itu tidaklah lain adalah seorang resepsionis penginapan.
"Apakah ada yang bisa saya bantu tuan…?" Tanya gadis tersebut.
Hadad terkejut mendengar suara halus darinya dan membuat Hadad terpesona.
"Iiiiyaa.… an….anu…. Sebenar….nya…." Ujar Hadad dengan agak malu-malu.
"Jadi sebenarnya kami disini ingin menanyakan kamar yang kosong untuk dua orang." Tambah Sora dengan menyela perkataan Hadad.
"Nah.… itu maksudku…."
"Baiklah akan saya cari terlebih dahulu, mohon tunggu sebentar ya…"
"Iya silahkan.…"
Sejenak gadis tersebut masuk kembali kedalam ruangan didepan ruang resepsionis. Hadad masih tidak bisa berpaling dari sosok gadis tersebut. Dari perawakannya Hadad mengira bahwa gadis tersebut bukanlah dari kalangan spesies yang jahat. Ini semua bisa ia terka dari telinganya yang panjang dan warna kulitnya yang putih terang. Karena didunia Hadad yang sebelumnya ia pernah membaca beberapa cerita mitologi dunia. Dan salah satu diantaranya adalah ras Elf. Ras ini dapat bertahan lama dikarenakan rerata usia mereka yang bisa sampai ratusan bahkan ribuan tahun. Belum lagi ras ini mempunyai paras wajah yang awet muda. Walaupun termakan usia tubuh dan wajah mereka tetaplah tidak menua. Ras elf juga sangat dekat dengan ras sejenisnya seperti dwarf. Hanya saja dikehidupan sebelumnya Hadad hanya membaca sejarahnya secara umum. Dan hari ini dirinya dikejutkan dengan sosok tersebut dan berhadapan langsung dengannya. Sungguh pengalaman yang tidak bisa ia ucapkan dengan kata-kata. Momen langka ini akan terus terukir dalam memori indah dihati dan pikirannya.
Sesaat setelah Hadad mengkhayal, gadis elf tadi telah mempersiapkan kembali catatan penginapan diruang resepsionis. Lalu Sora dan Hadad pun kembali mendengar penjelasan darinya.
"Tuan sebenarnya dipenginapan ini ada beberapa kamar yang masih kosong untuk ditempati." Ucapnya
"Wah baguslah kalau begitu, berarti kita bisa mulai menginap malam ini." Ujar Hadad dengan senangnya.
"Iya betul, syukurlah masih ada tempat yang kosong." Tambah Sora.
"Tetapi ada satu hal yang perlu saya sampaikan kepada kalian….."
"Hal seperti apa ya….? Apakah kamar tersebut angker…? Atau kamar tersebut sudah tak terpakai….? Atau bagaimana….?" Tanya Hadad dengan nada agak gelisah.
"Tidak tuan, bukan hal seperti itu kok."
"Oh ternyata bukan ya…. Heheheh….. Hampir saja aku kaget mendengarnya."
"Lalu hal seperti apa sih sebenarnya?" Tanya Sora.
"Maksud saya adalah hal tersebut berkenaan dengan kamar yang akan kalian isi ini. Jadi sebenarnya kamar kosong tersebut layak untuk dihuni, hanya saja tempat tidur didalamnya berjumlah satu bukan dua. Jadi mau tidak mau kalian harus berbagi dikamar tersebut. Bagaimana apakah kalian akan tetap menyewanya?"
"Apa.….… hanya satu kasur saja………! (Bbberarti aku harus tidur bersama Sora malam ini…….. Duh bagaimana ini……)"
"Apakah tidak ada kamar yang mempunyai dua kasur lainnya disini?"
"Tidak nyonya, karena beberapa kamar tersebut sudah diisi oleh petualang dan turis sebelumnya."
"Baiklah kalau begitu aku rasa kami lebih baik menempati tempat tersebut." Ujar Sora dengan tegasnya.
Hadad pun semakin gelisah dengan pernyataan Sora yang tiba-tiba menerima tawaran dari gadis resepsionis tadi. Ia tidak menyangka bahwa dirinya dapat menerima begitu saja tanpa perhitungan terlebih dahulu. Disaat Hadad ingin menolaknya, Sora pun menarik tangan Hadad dan memberitahunya bahwa ia akan menjelaskan semuanya malam ini. Akhirnya Hadad pun mengiyakan keputusan Sora dengan lemasnya. Dan keduanya pun segera melengkapi data diri mereka pada bagian administrasi. Tak lama kemudian keduanya pun diberikan kunci kamar oleh gadis resepsionis untuk menuju kamar mereka. Dengan sigap Sora pun segera mengambilnya dan langsung bergegas kearah kamar yang telah ia sewa. Hadad yang masih lemas karena gelisah mulai mengikuti Sora dibelakangnya. Ia masih kepikiran dengan peristiwa yang baru saja terjadi dihadapannya. Kegelisahannya membuat dirinya tak bisa berkata apa-apa dan hanya bisa mengikuti alur dari rencana. Sejenak Hadad pun segera mengemas barang-barangnya dan mulai beranjak menuju kamarnya. Ia berharap agar malam hari ini dirinya dapat beristirahat dengan tenang dan tanpa gangguan sama sekali. Karena dirinya sudah lelah dengan perjalanannya selama ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments