"Tak kusangka, setiap hal yang aku lakukan ternyata masih jauh dari kata sempurna. Bahkan dari kata cukup saja masih kurang. Tapi apa daya, semua manfaat dari setiap hal yang aku lakukan sudah dirasakan oleh setiap orang. Hanya saja diriku masih merasakan ketidakberdayaan dan sia-sia nya waktu yang telah ku habiskan selama ini."
Gelap, sesak, tak berdaya, lemas, bingung, dan hening. Menggambarkan suasana yang sedang terjadi pada Hadad setelah kejadian aneh pada malam itu. Ia merasa dirinya masih tidak yakin akan keberadaan sosok yang membuatnya mencekam hingga dapat menjadikan dirinya trauma. Belum lagi ketika terbangun yang ia lihat hanyalah kehampaan ruang yang tak berpenghuni. Setiap sudut ruangan pun tidak ada yang ia ketahui sama sekali. Disaat Hadad mencoba untuk bangkit, setiap badannya terasa sangat berat. Bahkan untuk berjalan saja ia seperti seorang yang sudah tua. Tapi entah kenapa ia masih menduga bahwa setiap inci dari ruangan tersebut seperti semakin membuatnya gelisah.
Sudah hampir satu jam lamanya Hadad berkeliling tempat tersebut, namun ia masih belum mendapatkan petunjuk yang pasti. Yang ia temukan hanyalah ornamen-ornamen tua bergaya asia timur yang pernah ia lihat sebelumnya. Tulisan yang tercatat pada setiap ornamen tersebut semakin menguatkan pendapat Hadad akan asal tempat tersebut. Anehnya bukan hanya ornamen saja yang berbahasa seperti itu, bahkan lukisan-lukisan didinding dan langit-langit ruangan pun tergambar layaknya kaligrafi. Nuansa yang sangat menggambarkan suasana di timur tengah.
"Tap.... Tap..... Tap..... "
suara langkah kaki yang terdengar didepan lorong ruangan tempat Hadad berada. Suara tersebut terdengar hampir berkali-kali dan semakin jelas arah kedatangannya. Dengan sigap Hadad bergegas mengintip dari celah pintu yang terbuka mencari sumber suara tersebut. Namun keadaan yang gelap gulita membuat Hadad masih tidak bisa melihat sekitarnya dan hanya dapat melihat dengan jarak satu meter saja. Dan tiba-tiba ia mendengar suara perempuan yang sedang mengoceh dengan sendirinya.
"Mengapa diriku ditempatkan ditempat yang serendah ini sih !!!!" Gumam makhluk itu.
"Aku kan berharap diberi tempat yang agak baik, minimal yang ada Maneki Nekonya gitu biar kelihatan beruntung."
"Disini malah gak ada harapan untuk menarik perhatianku, bahkan menyentuhnya saja aku ogah."
Hadad hanya bisa terdiam tanpa bersuara setelah mendengar perkataan perempuan misterius itu. Beruntung baginya karena sosok tersebut tidaklah mengincar dirinya. Hanya saja ketika Hadad mencoba menangkap situasi yang sedang terjadi ia tersadar bahwa setiap ucapan yang telah dilontarkan perempuan misterius sangatlah kental dengan budaya Jepang. Akhirnya Hadad pun kembali mencoba mengintip celah dari pintu lagi. Sosok tersebut sudah hilang entah kemana. Dan yang membuat Hadad gelisah ialah tak ada suara langkah kaki yang terdengar setelah ucapan perempuan misterius tersebut.
"Kemana suara itu pergi ya....." Tanya Hadad kebingungan.
"Apa mungkin sosok tersebut sudah hilang? Atau mungkin ia bersembunyi dan sedang mencari sesuatu?"
Perasaan Hadad pun masih bercampur aduk setelah kejadian tersebut. Ia mencoba mengumpulkan keberaniannya untuk keluar dari tempat tersebut dengan perlahan. Ruangan yang masih gelap membuat Hadad tidak bisa melihat arah jalan secara jelas. Belum lagi tidak ada suara sedikitpun pada lorong tersebut kecuali langkah kaki yang Hadad hasilkan. Kewaspadaan pun menjadi sikap yang sedang Hadad alami saat ini. Berbekal pengetahuan bela diri yang ia dapatkan saat masih kecil dikala ia menonton serial Tokusatsu. Hadad mencoba mengingat kembali gerakan yang hampir diulang beberapa kali disaat kecilnya itu. Memang hal tersebut masih belum cukup untuk mengalahkan rasa kewaspadaan Hadad terhadap reaksi sekitar. Tapi setidaknya ia bisa lebih agak tenang untuk bisa melangkah lebih maju.
Benar saja ruangan yang Hadad lewati sebelumnya telah berubah sepenuhnya. Bukan hanya rute jalan, akan tetapi setiap hal pada lorong pun berubah secara drastis. Ketika hendak membuka pintu mendadak punggungnya seperti ada yang memeluknya dengan erat. Entah siapa dan entah apa yang mendekapnya begitu kuat hingga pernapasannya menjadi tidak teratur. Dikala Hadad mencoba berbalik badannya seakan membeku dan mati rasa. Memalingkan wajah pun tidak bisa, hingga akhirnya pintu didepan matanya terbuka dengan sendirinya. Didepannya muncul sesosok siluman kejam bertubuh besar, berambut panjang,dengan wajah menyeringai, namun bersuara layaknya wanita.
"Tak kusangka ternyata disini masih terdapat manusia malang yang tersesat." ucapnya
"Sepertinya aku bisa melelang buruanku ini demi menunjang kehidupanku selanjutnya."
"Belum lagi dia adalah spesies yang langka, nampaknya dia berharga sangat mahal."
Hadad semakin gelisah dan ketakutan dengan siluman yang berada didepan matanya. Ia mencoba melawan dengan sekuat tenaga namun sosok dibelakangnya masih memeluk erat dirinya dengan kuat.
"Tidak mungkin, kenapa diriku kembali dihadapkan dengan kejadian seperti ini....." gumamnya
"Aku harus bisa melawan rasa takutku sebelum semuanya terlambat."
"aaaaaaaa............aaaaaaaa......aaaaaaaa..........."
Suara teriakannya yang keras mencoba melawan kekuatan dua makhluk tersebut. Keduanya tersentak diam seketika setelah mendengar kerasnya suara yang Hadad hasilkan. Tak berselang waktu yang lama, Hadad pun pingsan seketika. Seluruh badannya berevolusi, mulai dari rambutnya yang memutih beserta matanya yang memerah, pakaiannya yang berubah menjadi tuxedo berwarna hitam lengkap,dan sikapnya yang menjadi lebih tenang dan arrogan.
"Ternyata diriku ini masih terlalu lemah ya....." gumamnya
"Aku rasa inilah saatnya beraksi menunjukkan kehadiranku...."
"Siapa kau....??? Mengapa auramu mendadak berbeda....???" Tanya siluman tersebut.
"Aku..... bukanlah manusia ataupun siluman dan sebagainya...."
"Aku adalah........pemicu ketakutan dan kegelisahan......."
"Apa....? Tidak mungkin manusia ini ternyata lebih hebat daripada yang aku bayangkan."
"Jadi ini ya kebiasaan burukmu sebagai siluman..... Melelang manusia hanya demi keuntunganmu semata...."
"Apa kau kira aku akan membiarkanmu begitu saja....."
"Jangan sombong dulu kamu manusia aku akan memberimu pelajaran agar kau mengerti betapa jauhnya perbedaan kita" Bentak siluman tersebut.
Pertarungan pun tak terelakkan. Siluman tersebut mengeluarkan kekuatan magisnya dengan memperbesar keberadaan sosok makhluk yang sedang menahan Hadad. Namun dengan cepatnya Hadad menangkis magis tersebut dengan kekuatan spiritual yang baru saja ia dapatkan. Sosok makhluk yang mencengkram Hadad pun perlahan menghilang keberadaannya. Setelah itu Hadad berlari menuju siluman yang sedang ia hadapi didepan matanya dengan sangat bengis. Siluman tersebut mencoba menghindari setiap gerakan yang Hadad lakukan dengan sempurna. Bahkan serangan Hadad pun seakan-akan tidak berefek terhadap siluman tersebut. Hal itu dimanfaatkan langsung olehnya sebagai momentum serangan balik. Siluman tersebut berhasil menangkap Hadad dan mencabik-cabik tubuh Hadad dengan kekuatan magis besarnya. Hadad hanya terdiam ketika serangan tersebut berhasil melukai seluruh tubuhnya.
"Ternyata kau hanya menggertak saja manusia......... Dimana kekuatanmu yang tadi hah.....!!!"
Tubuh Hadad hanya diam tak bergerak menerima setiap cabikan yang ia dapatkan. Hingga akhirnya tubuhnya pun terpisah menjadi dua.
"Cih.... padahal aku sudah mendapatkan tubuh yang bagus untuk aku lelang, tetapi aku malah menghancurkannya." gumamnya sambil meninggalkan jasad tubuh Hadad yang tersisa.
"Kukira beringas ternyata ampas....." suara yang tiba-tiba berbisik ditelinga siluman.
"Siapa itu? tunjukkan dirimu dasar sialan....."
"Bagaimana aku akan menampakkan diriku jikalau kamu terperangkap hanya merusak tubuh palsuku itu....."
"Apa maksudmu? Tunjukan dirimu dasar sialan..."
"Maho no ugoki : Kurai Yoru....."
"Aaaaaaaa........!!!"
Sebuah sihir yang besar keluar dari kedua tangan Hadad yang sedang dikendalikan oleh sosok misterius. Sihir tersebut langsung mengenai seluruh tubuh dari makhluk astral didepannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments