"Setiap perjalanan pasti memiliki cerita tersendiri. Baik perjalanan dekat maupun jauh. Kenangan demi kenangan terus terukir didalamnya. Satu persatu kejadian sangatlah bermakna. Walaupun hal tersebut terlihat sepele, namun banyak sekali manfaat dari kegiatan tersebut. Bahkan dengan berjalan setiap insan dapat merasakan proses untuk sampai kepada tujuannya."
Pagi hari yang cerah menjadi awal dari petualangannya yang baru. Mentari bersinar dengan cahayanya yang kian menyinari setiap makhluk dimuka bumi. Suara burung yang berkicau mengiringi pagi hari yang tenang ini. Aktifitas pagi menjadi hal yang wajib untuk dilakukan demi memulai kegiatan positif lainnya. Karena menurut pepatah mengatakan awal yang baik akan menghasilkan akhir yang baik pula.
Hadad yang terbangun dari tidurnya merasakan kehangatan pagi yang indah ini. Ia menguap sebentar tanda tidurnya nyenyak tadi malam. Perlahan ia merentangkan tangannya kesamping. Merefleksikan otot dan sendinya yang kaku. Hanya saja satu hal yang ia bingungkan. Tenda yang ia tempati hanya sebesar satu per tiga dari tempat tidur di dunia asalnya. Belum lagi setiap pojok tenda diisi oleh perlengkapan yang begitu banyak. Karena persediaan yang cukup dapat membuat perjalanan menjadi tenang.
Diantara barang yang dilihatnya, ia menyadari bahwa barang-barang tersebut cukup berbeda dari yang ia pikirkan. Malahan ada beberapa benda yang belum ia ketahui fungsi aslinya. Dengan demikian ia pun segera membereskan tempat tidurnya yang terbuat dari kumpulan kapas yang empuk. Walau mirip dengan kasur pada umumnya, kasur kapas tersebut ternyata lebih nyaman daripada kasur dirumahnya. Sensasi tersebut tetap ia rasakan kenikmatannya. Hingga akhirnya ia pun bergegas keluar dari tenda untuk mencuci mukanya dan membersihkan badannya.
Setelah ia sampai di sungai dekat kediaman tendanya. Hadad mencoba untuk mencipratkan air kearah tangannya dengan volume yang sedikit dengan tujuan agar air tersebut tidaklah berbahaya baginya. Dan untungnya air tersebut sama seperti air pada umumnya. Temperaturnya yang tidak terlalu dingin dan kesegaran air yang pas untuk dipakai sehari-hari. Hadad pun mulai melepas pakaiannya agar dirinya dapat membersihkan seluruh tubuhnya.
"Splasssshh.….…. Splassssshh……."
Suara cipratan air yang keluar setelah ia melompat kedalam sungai. Aliran sungai yang tenang dan diameter sungai yang luas membuat sungai tersebut sangatlah direkomendasikan untuk digunakan olehnya. Kejernihan dan kebersihannya pun sangatlah terjaga, walau tidak dihuni oleh manusia. Sungguh berbeda daripada sungai dekat rumahnya yang terbilang kotor dan kumuh. Bahkan untuk memakainya pun ia enggan. Karena air tersebut tidaklah aman untuk digunakan.
Inilah yang menjadi hal yang wajib ada dalam suatu pemukiman. Karena sanitasi yang baik dapat meningkatkan kesehatan suatu daerah tanpa sarang-sarang penyakit yang berbahaya. Belum lagi air itu bermakna sumber kehidupan. Karena jikalau tidak ada air maka kehidupan setiap makhluk dapat terganggu bahkan menjadi kondisi yang bahaya untuk ekosistem kehidupan sekitarnya.
Lalu Hadad pun mulai membasuh tubuhnya dengan air mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki. Ia tidak ingin melewatkan setiap basuhan segar dari air tersebut. Walaupun tidak ada alat mandi seperti sabun,sampo, dan sebagainya. Air sungai tersebut sangatlah layak untuk digunakan.
Setelah membasuh setiap sudut pada tubuhnya, Hadad pun mulai beranjak dari sungai tersebut. Ia membuat sebuah handuk dari kain yang ia dapatkan di tenda. Mengelap setiap inci dari badannya agar cepat kering. Usai mengeringkan badannya, Hadad segera memakai pakaian baru yang ia bawa dari tasnya. Pakaian tersebut cukup sederhana dengan kaos biasa berwarna biru, celana berwarna hitam, dan sepatu kasual berwarna biru pula.
Pakaian tersebut ia dapatkan dari tasnya yang konon tas itu terbawa saat dirinya berpindah ke dunia ini. Mungkin setelan berpakaiannya bisa dibilang biasa saja, namun terlihat langka di dunia fantasi ini. Karena dari banyaknya orang disini, mereka lebih memilih untuk memakai pakaian khas abad pertengahan. Berbeda dengan pakaian yang ia gunakan pada abad milenium yang baru.
Disaat ia merapihkan penampilannya, Hadad tidak sengaja menjatuhkan secarik kertas pada pakaian yang baru ia gunakan. Spontan ia pun mengambilnya dan mulai membaca isi dari kertas tersebut. Dan tidak disangka isi surat tersebut adalah….
"Untuk Seniorku yang pendiam,
Hai kak bagaimana kabarmu?
Semoga dirimu baik-baik saja dan sehat wal 'afiyat.
Ini hanyalah setetes tinta yang aku tulis agar perasaanku tersampaikan padamu.
Sebenarnya diriku ini merasa canggung disaat mengobrol denganmu saat itu.
Entah mengapa setiap diriku dekat denganmu, rasanya seperti ada rasa malu yang hadir.
Bahkan wajahku seringkali memerah dan tidak karuan apabila mengalihkan pandangan.
Aku mencoba untuk tetap tenang menghadapi situasi tersebut dan berbicara secara normal.
Namun apa daya, perkataanku malah berbanding terbalik dengan perasaanku.
Walaupun diriku ini berbicara dengan lantang dan bersikap secara dewasa.
Akan tetapi perasaanku malah membuatku terlihat seperti orang yang baru kasmaran.
Detak jantung yang kerap kali berdetak dengan kencang dan tidak karuan.
Semakin lama aku tahan perasaan tersebut malah membuat tubuhku tidak berhenti gemetaran.
Anehnya gejala tersebut hanya datang disaat diriku ini berbicara beberapa hal denganmu.
Apakah perasaan ini spesial bagiku? Apakah dirimu merasakan hal yang sama?
Mungkinkah bagiku untuk menahan perasaan yang belum meyakinkan ini?
Aku Pun tidak tahu harus bagaimana menanggapi hal tersebut.
Dan satu hal yang pasti diriku ini sedang berada dalam tahap dimabuk asmara.
Aku harap suatu hari nanti kita dapat bertemu kembali.
Karena masih banyak hal yang ingin aku sampaikan kepadamu secara langsung.
Dari junior yang mengagumimu sepenuhnya.
Tertanda Sirlia Ajram."
Mendadak Hadad pun merasa malu akan dirinya sendiri. Wajahnya memerah seketika dan sikapnya berubah dengan drastis. Dirinya yang tadinya tenang dan pendiam, mendadak menjadi seseorang yang baru merasakan kasmaran. Ia bertanya-tanya mengapa dirinya tidak menyadari keadaan disekitarnya. Bahkan ia sangat menyayangkan keadaan dimana perasaanya yang mulai tumbuh malah terbuang dengan begitu saja. Semakin dirinya memikirkan isi pesan tersebut, maka semakin menyesal pula dirinya.
Pengakuan yang tersirat sangatlah jelas dan dapat ia pahami dari secarik kertas tadi. Sontak dirinya menyentuh kepalanya dengan kedua tangannya tanda bahwa ia sangat menyesali perbuatannya. Kini momen keromantisan tersebut tidak dapat ia rasakan kembali. Dunianya yang berubah menyebabkan perasaannya harus dipendam selamanya. Ia berpikir bahwa bertemu kembali dengan cinta pertamanya hanyalah fantasi semata. Karena ia tahu, sosok spesial di kehidupan sebelumnya tidak akan muncul dalam kehidupan barunya ini.
Lantas dirinya pun merasa sakit hati yang luar biasa. Ia pun merenungi kesalahan fatal yang telah ia lakukan dengan duduk sendirian ditepi sungai didekatnya. Sungguh rahasia ilahi yang dapat membolak-balikkan perasaan manusia dengan mudahnya.
Waktu berjalan dengan cepat. Mentari yang tadinya terbit untuk bersinar kini kian menjauh keatas langit biru diatas awan. Sejuknya pagi hari sudah usai dan berubah menjadi siang hari yang cerah. Temperatur dingin perlahan berubah menjadi temperatur hangat menuju panas. Cuaca ini sangatlah cocok untuk para pekerja yang mulai memasuki tahap pertengahan hari. Karena waktu tersebut menandakan pekerjaan mereka sudah berjalan lima puluh persen.
Hadad yang telah meratapi kesedihannya perlahan mulai bangkit dan menerima kenyataan. Kejadian singkat ini akan terukir dengan abadi didalam hati maupun pikirannya. Ia mencoba untuk tetap menjadi orang yang positif dalam menghadapi berbagai situasi yang sulit. Badai rintangan sudah menunggu didepan langkahnya. Maka dirinya harus berubah kearah yang lebih baik daripada keadaannya hari ini. Setiap harapan tidaklah sia-sia baginya. Setiap usaha pun tidak akan mengkhianatinya. Dan setiap mimpi akan terwujud sesuai keinginannya.
Hadad pun kembali melangkahkan kakinya menuju arah angin membawanya. Dengan rasa percaya diri yang besar demi mensukseskan ekspetasi dari angan-angannya menjadi realita di kehidupan selanjutnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments