"Deja vu adalah suatu peristiwa yang pernah terjadi di masa lalu dan kembali terjadi dimasa kini. Hal ini seringkali terjadi disaat seseorang tak sengaja melakukan hal yang hampir serupa dengan kejadian sebelumnya. Kejadian berulang ini kadang berakhir dengan baik maupun buruk. Hanya saja setiap orang yang merasakannya seakan menjadi kebingungan selama beberapa detik untuk mencari ingatan kejadian sebelumnya."
"Zrasssshhhh.... Krassssshhhh..... Srouk......." Suara cabikan dari cakar monster yang terus menerus menghujam tubuh Hadad.
Semakin lama semakin memperdalam luka yang telah ia dapatkan. Sudah setengah badannya robek dan terus hancur. Kesadarannya sudah memudar beberapa menit yang lalu. Tidak ada tanda-tanda kehidupan dalam jasadnya. Suara cabikan nya sangatlah jelas. Tidak berhenti dan tetap merusak beberapa bagian tubuhnya. Darah Hadad surah bercucuran kemana-mana. Darah dengan warna merah tebal semakin memudar dan menghilang menjadi warna putih. Entah seberapa parahnya luka tersebut.
Disisi lain kesadaran Hadad sudah memasuki alam yang lain. Hampa, gelap, suram, mencekam, dan tidak ada siapapun kecuali dirinya. Dibawah alam sadarnya itu Hadad merenungkan setiap kejadian yang menimpanya. Ia bertanya-tanya apakah dirinya akan kembali berakhir dengan tragedi yang sama. Apakah ia akan kembali di reinkarnasi kembali sebagai sosok lainnya. Apakah orang-orang yang telah mengenalnya di dunia sebelumnya akan bersedih atas kepergiannya. Pertanyaan demi pertanyaan terus berputar dalam pikirannya. Ia tidak bisa berpikir positif akan hal disekelilingnya. Karena rasa pasrah yang sudah menempel dihatinya.
"Bro..... Masa mau sampai disini saja hidupmu?" Tutur suara yang tiba-tiba terdengar didekatnya.
Hadad seketika merinding dan ketakutan. Ia merasa bahwa suara tersebut berasal dari sang pencabut nyawa. Hadad pun mencoba untuk menelusuri suara tersebut sambil gemetaran. Rasa bingungnya seketika berubah menjadi rasa takut yang besar. Jantungnya berdetak sangat kencang. Keringat dingin mulai bercucuran dari lehernya. Matanya berkunang-kunang. Hingga panik tak karuan. Lalu suara tersebut kembali berbisik di telinganya.
"Kalau kamu selemah ini, bagaimana mungkin kamu dapat menyelamatkan orang-orang yang berharga bagimu?" Ucap suara misterius.
"Coba kau renungkan kehidupanmu yang lalu. Begitu suram dan tak terarah jalannya. Apakah kau ingin gambaran kehidupanmu itu kembali terjadi?"
"Apakah kamu puas hidup tersiksa demi kebahagiaan orang yang ingin kau lindungi? Namun orang tersebut malah melupakanmu disaat kau tiada."
"Sadar Bro.... Ini bukanlah hidup yang kau inginkan. Karena aku pun merasa demikian." Ujarnya.
"Siapakah dirimu? Aku tidak mengenalmu? Mengapa kau tahu siapa diriku ini?" Tanya Hadad yang semakin penasaran dengan sosok misterius itu walau agak gemetar.
"Aku adalah kamu dan kamu adalah diriku juga. Bisa dibilang aku adalah sisi lain atau kepribadian lain darimu. Hanya saja kita berada pada satu wadah yang sama." Ucapnya.
"Tetapi kenapa engkau tidak menampakkan dirimu? Bagaimana aku akan percaya dengan perkataanmu itu?" Tanya Hadad kembali.
"Ini bukanlah waktu yang tepat untuk menunjukkan sosokku padamu bro... Mungkin suatu saat nanti kau pun dapat menyadarinya sendiri." Jawabnya
"Yang penting aku ingin memberimu bantuan agar tubuh ini tidak menghilang selamanya. Bagaimana apakah kau bersedia membantu?"
"Aku setuju saja denganmu, hanya saja bagaimana caranya agar kita dapat kembali kesana? Sedangkan tubuh ini sudah hampir hancur tak bersisa."
"Itu perkara yang mudah bro... Aku dapat mengatasi hal tersebut. Hanya saja aku ingin kau lebih mempercayai bahwa kamu masih punya kesempatan kedua untuk hidup kembali." Tuturnya
"Baiklah aku akan percaya padamu dan diriku sendiri bahwasanya aku akan kembali menjalankan hidupku dengan sungguh-sungguh." Ucap Hadad dengan sangat percaya diri.
"Nah itulah yang aku harapkan darimu, sekarang istirahatlah dan percayakan tubuh ini padaku."
"Baik aku akan percaya padamu, semoga beruntung kawan."
Hadad pun mulai kehilangan kesadaran sepenuhnya.
Adegan pencabikan pun telah berakhir. Tubuh Hadad sudah sepenuhnya hancur dan tak dapat kembali keadaan seperti semula. Monster tersebut sudah berhasil mengalahkan mangsanya. Ia mencoba untuk mengidentifikasi tubuh tersebut. Ia masih tidak tahu dengan spesies dan asal dari tubuh Hadad. Setelah ia mengeceknya ia tidak mendapatkan satu petunjuk sama sekali. Yang ia dapatkan hanya sisa-sisa tubuh bekas cabikan nya.
Monster tersebut pun segera meninggalkan tempat tersebut tanpa membawa apapun. Namun disaat ia baru berjalan beberapa langkah, tiba-tiba ia mencium bau yang aneh entah darimana datangnya. Bau tersebut sangatlah menyengat sehingga menyebabkan hidungnya kesakitan. Ia mengerang keras karena aroma dari bau tersebut yang semakin membuatnya kesakitan.
Tak lama kemudian datanglah sesosok makhluk yang menghampirinya. Sosok tersebut sangatlah asing dimatanya. Ia belum pernah melihat sosok tersebut dimanapun. Postur tubuhnya tidaklah besar, namun aura yang keluar darinya sangatlah mencekam keberadaannya. Sosok tersebut mulai mendekati sang monster dari arah depannya.
"Menjauh lah kau sialan.... Apa yang kau lakukan pada hidungku?" Tanya sang monster.
"Aku hanya membuat sapaan khusus untukmu. Salam kenal." Ucapnya
"Brengsek..... Kau kira kau dapat melarikan diri setelah mencederai ku seperti ini. Kau tidak akan pulang untuk selamanya hari ini." Tuturnya sambil mempersiapkan kembali cakar tajamnya untuk menerkam sosok tersebut.
Naas ternyata sosok tersebut sangatlah kuat dibandingkan dengannya. Ia menahan terkaman sang monster hanya dengan bermodalkan satu jari telunjuknya.
"Dasar lemah ..... Aku rasa hari ini kamu harus dikebumikan segera....." Ucapnya.
"Apa..... Bagaimana mungkin kau bisa sekuat ini....? Mengapa cakaran ini tak bisa mengenai mu.....?"
"Itu disebabkan kau terlalu lemah untuk menjadi musuhku. Kau hanyalah makhluk rendahan...."
"Apa beraninya kau menghinaku ... Rwroooooooar......"
Sang monster kembali mengeluarkan jurus Auman pamungkas yang dapat menjadikan musuhnya membeku. Sosok tersebut pun terdiam sejenak setelah jurus itu. Tak menunggu lama sang monster pun kembali melancarkan serangannya dari arah yang berbeda.
"Rasakan ini.... Qotho'ul Mauwti..."
Disaat cakarannya hampir mencabik tubuh sosok tersebut. Tiba-tiba terdengarlah ucapan sihir yang berbunyi,
"Maho no ugoki : Yoru no kyomu."
Seketika gua yang mereka tempati berubah suasananya menjadi gelap gulita. Sang monster tidak bisa melihat apapun. Jarak pandang yang dapat ia lihat hanya beberapa meter saja. Sehingga ia pun hanya melancarkan serangan pamungkasnya secara sia-sia. Melihat hal tersebut sosok misterius tadi segera menebas leher sang monster dengan kecepatan tinggi.
"Sreeet.......... Zrasssshhhh......"
Suara sayatan dan darah yang mulai bercucuran kemana-mana. Suasana yang gelap tadi berubah menjadi normal kembali. Normal dalam artian keadaan tempat sekitarnya, bukan keadaan pertarungan mereka berdua.
Setelah sayatan terakhir itu, sosok tersebut berjalan dengan santainya meninggalkan gua. Jasad sang monster tidak hancur, namun lehernya yang terpenggal berada tepat disisi tubuhnya yang berdiri tegap. Layaknya patung tak bernyawa. Ia berhasil mengalahkan predator yang telah memangsa Hadad.
Perlahan demi perlahan sosok misterius ini menjauh dari gua. Entah kemana ia pergi. Langkah kakinya tetap menuntunnya hingga tujuannya yang tak terarah. Tanpa tujuan dan tanpa persiapan. Hanya keinginannya yang ingin menjadi sosok yang lebih kuat dan dapat menyelamatkan orang disekitarnya. Hanya saja sosok ini terlalu angkuh dan arogan. Sehingga aura hitam semakin terasa keluar dari tubuhnya. Sosok ini berjalan tanpa beristirahat.
Ia menapakkan kakinya hingga tiba di suatu tempat baru. Tempat tersebut sangatlah besar dan luas. Dan terbukti tempat tersebut adalah kerajaan. Nama kerajaan ini terpampang didepan gerbang pintu masuk. Tulisannya yang khas dan mencolok. Memberikan kerajaan ini dengan nama 'Yorokobi no bun ya'. Kerajaan tersebut terletak tidak jauh dari gua sebelumnya. Kerajaan yang sangat makmur ini berada ditengah Padang pasir yang cukup lebat. Namun hebatnya kerajaan ini seperti merdeka dalam hal finansial serta masyarakatnya. Disaat sosok misterius mulai memasuki gerbang, tiba-tiba ia dihadang oleh salah satu prajurit kerajaan.
"Siapa kau.....? Mau apa kau datang kesini.....? Apa kau ingin menjadi mayat disini.....?" Ucapnya dengan kasar.
Sosok misterius tidak menjawab pertanyaan tersebut, karena ia bersikeras untuk menyembunyikan identitasnya. Pihak prajurit kerajaan semakin curiga dengannya yang tampak tidak bergerak sama sekali. Hingga akhirnya datanglah seorang pria dengan pakaian anggota kerajaan.
"Jenderal serahkan saja orang ini kepadaku." Ujarnya
"Tapi yang mulia, dia bisa saja membahayakan dirimu?"
"Ucapanmu itu tidaklah sopan jenderal. Kita harus menjamu para tamu agar mereka nyaman disini."
"Baiklah yang mulia, maafkan hamba."
"Iya tidak apa-apa, hey kamu... Ikutlah denganku sekarang. Aku ada sedikit urusan yang ingin diselesaikan denganmu." Ucapnya.
Sosok misterius terkejut mendengar percakapan keduanya, karena ia tidak menyangka bahwa dirinya dapat bertemu dengan orang yang sangat berpengaruh di kerajaan. Belum lagi ia malah disambut dengan baik olehnya. Ia pun segera mengikuti pria tadi tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Namun ia tetap waspada, karena ia merasa seperti ada yang sedang mengikutinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments