"Bingung dan tak tahu apa yang harus dilakukan. Itulah perasaan yang datang secara spontan. Keinginan untuk melawan atau menerima menjadi awal konflik terjadinya hal tersebut. Dilema dan gundah gulana. Semakin dipikirkan maka semakin sulit pula kadar kesuksesannya. Beban yang senantiasa ditanggung namun diterima oleh setiap manusia."
Sudah hampir 3 hari berlalu, Sosok misterius bersama Sora masih menelusuri setiap arah dan tempat pada peta. Mereka menemukan suatu fakta tentang dunia fantasi ini. Yang mana setiap makhluk disini sebenarnya tidak bersifat mengancam. Karena mereka hanya dibedakan oleh spesies. Toleransi dan kerukunan antar spesies saja sangat terasa sekali kehangatannya. Di Setiap hari yang mereka lewati selalu dibumbui dengan canda dan tawa.
Hanya saja masih ada satu misteri yang belum terpecahkan. Yakni kebencian mendalam mereka terhadap manusia. Entah darimana asal-usulnya. Sungguh suatu norma tak tertulis yang hanya berlaku untuk masyarakat di dunia ini. Belum lagi sejarah yang mencatat peraturan dan kebiasaan masihlah kurang logis. Masyarakat bahkan hanya berkaca pada sejarah yang aneh tanpa mengambil hikmah yang terdapat didalamnya. Tak etis dan tak bisa diganggu gugat. Suatu hal yang memaksa dan tetap memaksa hingga saat ini.
Dalam kurun waktu yang singkat sosok misterius sudah banyak mendengar isu-isu aneh yang bertebaran dimana-mana. Namun ia tidak terlalu memikirkan hal tersebut, karena perjalanannya masih panjang.
Sosok misterius dan Sora dibekali dengan persiapan yang bisa dibilang sangat cukup. Dalam tempo 3 hari saja, persediaan barang dan makanan mereka terlihat masih utuh. Bahkan yang mereka perlukan setiap harinya hanya tenda dan api unggun. Cuman ini bukan menjadi alasan sosok misterius tidak bersungguh-sungguh. Karena mereka belum menemukan tempat yang layak untuk ditinggali.
Dimalam hari itu mereka berdua beristirahat di daerah hutan belantara. Hutan yang tidak mengerikan seperti hutan yang pernah ia lewati sebelumnya. Hanya berbentuk hutan pada umumnya. Suasana yang hening, dingin, dan hampa. Suara makhluk nokturnal yang menjadi nada yang selaras dengan keadaannya. Serta makhluk hidup yang saling berdampingan. Sosok misterius dan Sora pun mulai merakit tenda yang kerap kali mereka gunakan saat berkelana.
"Sora tolong carikan beberapa kayu untuk dibakar agar penerangan kita pada malam ini cukup." Ucap sosok misterius.
"Baiklah akan aku carikan yang banyak...." Jawab Sora seraya menembus kegelapan malam yang pekat disekitarnya.
Sosok misterius membuat satu persatu bagian tenda yang akan ia gunakan. Baginya merakit sebuah tenda memiliki rasa kepuasan tersendiri. Walau sudah sering ia merakitnya, Ia tetap merasakan hawa ketenangan. Hal-hal yang selalu ia pikirkan pun seperti mendadak hilang entah kemana. Dirinya bagaikan makhluk yang kembali menemukan tempat kediamannya. Setelah selesai, ia pun segera menyiapkan makanan yang akan disantap sebelum berbaring didalam tenda.
Satu persatu bahan masakan ia keluarkan dari tas multifungsinya. Namun disaat ia sudah mempersiapkan semuanya, tiba-tiba ia mendengar suara jeritan yang meminta tolong di arah selatan. Suaranya yang samar-samar membuat sosok misterius belum bisa memastikan asal suara tersebut. Dengan cekatan ia pun segera mencari sumber suara. Perlengkapan kemah yang ia rakit ditinggalkan begitu saja. Ini disebabkan rasa penasaran dan ingin menolong yang tinggi melonjak dihatinya.
Saat dirinya menelusuri hutan, suara tersebut semakin jelas dan semakin dekat keberadaannya. Kegelapan malam yang pekat dan dingin membuat langkah kakinya kurang baik. Dan benar saja ternyata dibalik suara yang keras itu, terdapat satu makhluk kecil berwarna coklat kehitaman. Sosok tersebut tak terlihat berbahaya dan hanya bergerak seperti kelinci.
Perawakannya yang mempunyai dua telinga memanjang kesamping, mata berwarna hijau, dan gigi seri yang agak ke depan. Sosok misterius pun mencoba mendekati makhluk tersebut karena ia penasaran. Perlahan tapi pasti ia pun sudah hampir mendekatinya. Namun semua berjalan diluar rencananya.
Tiba-tiba makhluk itu ganas dan mulai menunjukkan mukanya yang beringas. Kedua kaki tangannya mendadak ditumbuhi cakar yang cukup tajam. Makhluk itu menjadikan cakar tersebut sebagai senjata untuk melindunginya. Sosok misterius pun mencoba menenangkannya dengan gerakan yang tidak terburu-buru. Karena ia paham betul bahwa makhluk tersebut pasti menjadi buas jika ada sesuatu yang mengancam hidupnya.
"Srekkkk..... Srang..... Krekek......."
Suara yang keluar dari cakarnya yang pada akhirnya membuat makhluk tersebut melompat kearah sosok misterius dengan menodongkan cakarnya. Beruntung ia masih bisa menghindarinya. Gerakan makhluk itu sangatlah cepat dibandingkan makhluk yang pernah sosok misterius hadapi. Dan semakin lama semakin cepat. Melihat situasi yang kurang menguntungkan, akhirnya sosok misterius mengeluarkan sihir hampa nya.
"Maho no Ugoki: Dākuraitoningu"
"Jeder....... jeder..... bam......" Suara yang keluar dari sihirnya.
Ledakan kilat menyambar ke arah makhluk kecil tadi. Cahaya kilatannya cukup terang dan membuat cerah sekitarnya. Untungnya suara ledakan tersebut tidak terlalu besar. Setelah menyelesaikan sihir hampa nya sosok misterius segera melihat makhluk tadi. Tidak diduga makhluk itu masih hidup dan sekarang kondisinya sedang sekarat.
"Kitttttt.......... Kittttt........"
Tiba-tiba makhluk tersebut mengeluarkan suara ultrasonik berfrekuensi tinggi sehingga menyebabkan sosok misterius tidak dapat mendengar apapun.
Suara tersebut mampu membuatnya kehilangan kesadarannya. Lalu sosok misterius pun terbaring ditempatnya.
Dibawah alam sadarnya sosok misterius tertidur pulas meninggalkan jasad tubuh yang sedang terbaring. Hadad yang muncul pada khayalannya kembali mengambil alih tubuhnya.
"..........."
"Tenang saja kawan, aku akan melanjutkan petualangan mu itu." Ucap Hadad.
".......Te......Tttttapp .... Was.....Pa ......dddda......" Ucapnya dengan kondisi yang sangat lemah. Namun ia belum mengetahui apakah Hadad mendengar suaranya atau tidak. Ia hanya bisa percaya kepada takdirnya.
Sudah hampir beberapa jam lamanya ia tidak sadarkan diri. Dan disaat ia terbangun Hadad begitu terkejut melihat sekitar tempatnya yang berbeda dengan lokasi sebelumnya. Ia berada didalam tenda yang hangat disebuah hutan. Dan terdapat seseorang yang sedang menjaganya. Hanya saja ia bingung untuk menyapanya, karena ia tidak tahu siapa sosok tersebut. Ia pun mempersiapkan diri untuk berbicara. Merapihkan pakaiannya. Dan keluar dari tenda sembari memasang muka yang masih kebingungan.
"Sreeettttt........" Suara resleting tenda yang ia buka.
"Kau sudah bangun tuan....? Apakah kau sudah baikan...?" Tanya sosok tersebut.
"Iiyaaa.... Aku sudah agak mendingan, tapi kalau boleh tahu siapa dirimu...?" Ujar Hadad yang berbalik bertanya.
"Namaku Sora, aku disini diciptakan olehmu. Apakah kau melupakanku?"
"Oh begitu ya.... Maaf aku tadi terbentur sesuatu, jadi ingatanku agak samar-samar."
"Wah nampaknya itu cukup merepotkan, apakah engkau perlu sesuatu agar ingatanmu kembali?"
"Tittttidak apa-apa, Aku baik-baik saja kok. Mungkin perlu beberapa waktu untuk memulihkannya."
"Baiklah kalau begitu, apakah anda lapar? saya sudah mempersiapkan makanan untuk kita santap malam ini."
"Bbaaiikkk... terima kasih banyak, aku akan menerimanya dengan senang hati."
Sora pun beranjak dari tempat duduknya untuk mengambil peralatan makan dan menuangkan sup yang sedang ia buat pada panci yang dipanaskan diatas api unggun. Sedikit demi sedikit ia masukkan sup tersebut kedalam mangkuk lalu memberikannya kepada Hadad. Setelah itu ia pun kembali mengambil mangkuk yang akan diisi sup untuk dirinya. Mereka pun menikmati makan malam itu dengan penuh kehangatan dan kedamaian.
Suasana hutan yang tenang semakin menambah ketenangan. Hanya saja Hadad masih bingung dengan keadaannya saat ini. Akankah dirinya berhasil keluar dari situasi yang sedang ia alami ini? Ataukah ia malah semakin tersesat didalamnya?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
anggita
yo wis thor. smpai sni dlu. klo mau promo novel, bisa ke tempat kami.
2023-07-12
1