"Setiap insan pasti memiliki sosok yang khusus bagi mereka. Bahkan tidak jarang sosok tersebut menjadi sosok yang sangat dikagumi. Baik dari sifatnya,perlakuannya, maupun setiap kelebihan yang sosok tersebut miliki. Karena sosok tersebut bisa menjadi orang yang istimewa. Bahkan setiap manusia menjadi sangat antusias dan senang setiap kali melihat sosok yang mereka kagumi itu. Sehingga kehilangan sosok seperti mereka sangatlah menyedihkan."
Semenjak kepergian dari kehidupan sebelumnya, Hadad tidak pernah memikirkan secara mendalam akan kehidupan di dunia asalnya. Bahkan dia merasa tidak ada untungnya untuk mengurusi kehidupan tersebut. Karena setiap luka di ingatannya tetap membekas hingga saat ini. Belum lagi luka tersebut banyak ditimbulkan oleh trauma dimasa lalu.
Dikala waktu berjalan dengan cepat Hadad pun mulai melupakan setiap kejadian kelam tersebut. Ia tahu betul bahwa jika dirinya terus berlarut dalam kesedihan maka kehidupannya saat ini akan menjadi mimpi buruk baginya. Maka dari itu Hadad pun mulai memperbaiki kehidupannya sedikit demi sedikit. Tujuannya agar bisa menjadi manusia yang lebih baik daripada hari kemarin. Jikalau hari esok adalah misteri, hari kemarin adalah memori, maka hari ini adalah hal yang patut disyukuri.
Hadad kembali membereskan barang yang ia bawa. Lalu ia pun segera merapihkan barang-barang yang ada di tenda. Bekas-bekas dari makanan dan sampah ia kumpulkan dalam satu plastik besar. Hal ini ia lakukan agar kelestarian hutan tetap terjaga. Sisa abu api unggun juga ia bereskan dengan cepat. Dengan begini ia sudah menyelesaikan kewajibannya sebagai petualang yang baik.
Namun ia merasakan adanya kejanggalan disekitarnya. Sejenak ia memikirkan hal janggal tersebut, dan ternyata hal yang ia lupakan adalah keberadaan Sora. Semenjak dirinya bangun dari tidurnya tadi ia belum menemui Sora sama sekali. Bahkan ia sempat tidak menyadari hal tersebut. Akhirnya dirinya mencari keberadaan Sora. Padahal siang hari ini sangatlah cerah, namun Hadad belum bisa menemukan keberadaan Sora sama sekali.
"Soraaaa.… kau dimana…..?"
Ucap Hadad dengan suara yang lantang.
"Jika kau mendengar ku maka jawablah………"
Namun tidak ada satu pun suara yang terdengar kecuali suara Hadad. Hutan tersebut sangatlah sepi dan seperti tidak ada penghuni sama sekali. Yang ia dengar hanyalah suara binatang kecil saja. Belum lagi sinar matahari semakin cerah cahayanya. Membuat semua objek disekitar Hadad menjadi semakin terlihat. Hingga akhirnya dirinya dapat menemukan sosok yang ia cari selama ini.
Dari semua keadaan yang terjadi Hadad hanya bisa memikirkan hal yang penting baginya.
"Bukankah ini cahaya pencipta yang selama ini aku dambakan?" Gumam Hadad.
"Setiap sudut ruangan yang disinari semakin menjabarkan betapa indahnya ilusi yang hanya dapat diambil dalam momentum tertentu. Setiap insan pun tahu bahwa cahaya mentari sangatlah cocok dipantulkan terhadap keelokannya. Tetapi hanya sang pecinta lah yang dapat memahami betul keunikan dari yang dicinta."
Setiap misteri seakan terkuak dengan sendirinya, Hadad pun merasa bahwa rasa penasarannya sudah menuntun langkahnya menuju apa yang ia inginkan. Hanya saja semua itu butuh perjuangan keras dan tidak sebentar. Karena rahasia dunia ini belumlah terekspos semua.
Wanita yang selama ini menghantuinya pun mulai diketahui identitasnya. Wanita tersebut tidaklah lain adalah Sirlia Ajram. Sosok junior yang sangatlah ia kagumi. Ia tidak menyangka dirinya dapat kembali bertemu dengannya ditempat seperti ini. Hadad pun mencoba untuk berinteraksi dengannya dengan sapaan yang biasa ia lakukan.
"Sirlia senang bertemu denganmu. Apakah kau mengingatku? Senior yang selalu kau bantu saat itu." Ucap Hadad.
"Maaf Hadad sepertinya kamu salah orang" Ujarnya.
"Aku ini Sora loh…. Masa kamu lupa denganku?"
"Sora.…? Oh iya maaf aku melupakanmu."
"Apakah dirimu mengingat seseorang?"
"Ttttidak.…sepertinya aku salah lihat."
"Baiklah, maafkan diriku yang terlalu lama pergi. Nampaknya dirimu sangat mengkhawatirkan ku ya?"
"Yyyyaaa.…begitulah, kalau begitu ayo kita lanjutkan perjalanan kita."
Akhirnya Hadad dan Sora pun kembali ketempat semula untuk merapihkan tenda mereka. Setelah selesai Keduanya pun segera melanjutkan perjalanannya. Hadad merasa canggung setelah mengucapkan hal yang ia tidak ketahui. Ia merasa bahwa dirinya melihat ilusi yang tidak dapat ia bedakan kebenarannya. Perasaannya campur aduk dan tidak karuan.
Hadad pun mencoba menyimpan perasaannya walaupun rasa penasaran tetap menghantuinya. Ia berharap dirinya dapat bertemu dengan sosok yang ia dambakan. Entah kapan dan dimana namun dirinya tetap menantikan pertemuan tersebut. Karena ia tahu setiap kemungkinan yang ada dapat terjadi kapan saja dan tidak dapat dikira datangnya. Maka Hadad pun mempersiapkan dirinya untuk momen tersebut.
Disisi lain fenomena kehancuran desa Lailatu Haadiat telah mencapai fase akhir. Setiap sudut desa telah hancur tak bersisa. Baik perumahan, perkebunan, peternakan, dan hal-hal lainnya telah hancur semua. Sisa puing-puing reruntuhan bangunan pasca kehancuran masihlah berserakan dimana-mana. Desa damai yang indah nan sejuk ini telah berubah menjadi desa yang tidak terbentuk lagi tempatnya.
Setiap warga desa panik dan tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka melarikan diri kearah yang jauh dari tempat mereka berada. Korban jiwa dan kerugian dalam fenomena kehancuran ini sangatlah banyak dan tidak akan bisa diperbaiki lagi seperti semula. Entah darimana asal-usulnya monster penghancur desa tersebut yang tiba-tiba datang meluluhlantahkan seluruh desa. Monster tersebut banyak merenggut nyawa yang tak berdosa dan membuat kekacauan dimana-mana.
Sudah hampir tiga jam lamanya semenjak fenomena kehancuran desa ini, semua warga yang selamat telah mengungsi ketempat yang lebih aman. Sementara itu di pinggir pemukiman desa terdapat puing sedang yang menimpa Arkhan. Ia baru saja terbangun dari pingsannya. Ia bangun dalam keadaan panik dan kesakitan. Luka ditubuhnya diakibatkan oleh reruntuhan bangunan yang menimpanya saat itu.
Belum lagi luka-luka tersebut cukup dalam sehingga membuat tubuhnya sulit untuk bergerak secara normal. Dan sayangnya kaki sebelah kanannya tertimpa puing-puing bangunan sehingga ia tidak dapat berjalan dengan benar. Ia mencoba mengangkat setiap reruntuhan disekitarnya agar dirinya dapat keluar dari keadaan buruk ini.
Namun apa daya, tubuhnya yang lesu dan lemah menjadikan dirinya rentan cedera setiap kali dirinya melangkah. Sesaat sebelum ia sempat memindahkan reruntuhan bangunan yang menimpanya, ia melihat sepupunya Layyin yang sedang terkapar lumayan jauh dari tempatnya.
"Layyin....... bangunlah...... kau tidak apa-apa kan...?" Ucap Arkhan yang tidak bisa menjangkaunya.
"Ka......kak......"
"Bangunlah Layyin sebelum reruntuhan lain menimpamu....."
Lantas Layyin pun bangun dari tempatnya. Walaupun ia sulit untuk menggerakkan tubuhnya karena ia juga mendapatkan luka yang cukup serius. Namun ia tetap teguh dan percaya bahwa dirinya dapat membantu Arkhan. Setelah bangkit dari tempatnya Layyin langsung berjalan dengan perlahan mendekati Arkhan. Dirinya tidak mendapat luka dikakinya seperti Arkhan, namun luka di kepalanya membuat dirinya sulit untuk menyeimbangkan badannya.
Darah yang mengalir dari kepalanya secara terus-menerus membuat dirinya semakin sulit untuk melakukan apapun. Untungnya jarak dari tempatnya ke tempat Arkhan cukup dekat. Sehingga dirinya dapat tepat waktu untuk membantu sepupunya itu. Ia menggotong tubuh Arkhan disebelah kanan pundaknya. Mereka melewati puing-puing reruntuhan bangunan disekitar desa dan mulai mencari tempat untuk berlindung.
"Syukurlah kita tidak mendapatkan luka yang cukup parah." Ujar Arkhan.
"Iya kak, aku juga bersyukur karena kita dapat selamat dari fenomena kehancuran tersebut." Jawab Layyin.
"Oh iya bagaimana dengan Hadad...? apakah kamu melihatnya...?"
"Tidak aku belum melihatnya kak..."
"Kemana ya anak itu? apakah dia baik-baik saja?"
"Iya kak, aku khawatir akan dirinya. Semoga dia baik-baik saja."
"Iya kau benar, kita harus segera memulihkan kondisi kita agar kita dapat menemukan informasi tentangnya."
"Baik kak."
Mereka pun kembali melanjutkan langkah kaki mereka, untungnya mereka dapat menemukan tenda pengungsian yang diisi oleh para warga desa. Mereka pun segera memasuki tenda dan langsung meminta pertolongan kepada tim medis yang bergerak ditempat tersebut. Lalu mencari informasi tentang jumlah korban dalam fenomena tersebut. keduanya berharap sahabatnya Hadad dapat ditemukan dalam kondisi yang baik-baik saja.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments