Beristirahat Sejenak

"Pada dasarnya manusia itu adalah makhluk yang sibuk. Baik dalam urusan pribadi maupun urusan lainnya. Apalagi jika mereka telah menganggapnya sebagai hal yang berharga. Bahkan ada beberapa insan yang terlalu fanatik dan melakukan segalanya demi mendapatkan hal tersebut. Hanya saja mereka seringkali melupakan hal terpenting. Yakni meluangkan waktu untuk beristirahat. Karena dengan beristirahat semua aktivitas padat dapat dijeda terlebih dahulu. Dan meningkatkan energi tubuh dihari selanjutnya. Maka sangatlah penting untuk meluangkan waktu sejenak untuk beristirahat."

Setelah melewati hari yang panjang Hadad dan Sora pun akhirnya dapat beristirahat dengan tenang. Kamar yang mereka pesan berada dilantai kedua penginapan. Jumlah kamar ditempat itu ada dua belas. Dengan rincian empat kamar dibawah dan delapan kamar diatas. Setiap kamar pun berbeda-beda. Tak hanya dari desain didalamnya bahkan setiap ornamen dan barang-barang yang ada didalamnya pun berbeda. Harga yang ditawarkan juga beragam. Untungnya perbedaan harganya hanya sebatas sepuluh sampai lima belas crest saja. Sehingga Hadad dapat meminimalisir pengeluarannya. Kamarnya sendiri cukup sederhana dan nyaman untuk ditempati. Didalamnya terdapat satu set kasur, lemari, kamar mandi, dapur, dan barang-barang penginapan lainnya. Semua itu sudahlah cukup untuk kegiatannya sehari-hari. Jendela kamarnya pun mengarah langsung kearah pemandangan pusat kota. Sungguh tempat yang cocok baginya untuk beristirahat.

Namun diantara rasa penatnya itu masih terdapat rasa gelisah yang belum hilang. Ini semua karena perkataan Sora sebelumnya yang bersedia membagi kamar penginapan untuk mereka berdua. Hadad merasa hal tersebut sangatlah tidak boleh ia lakukan. Hanya saja ia tidak punya pilihan lain. Karena gadis resepsionis juga tak dapat menemukan kamar kosong lainnya. Sehingga mereka terpaksa menempatinya bersama. Sangat sulit baginya untuk membiasakan diri dengan seseorang perempuan khususnya. Belum lagi dia harus berada ditempat yang sama. Berbagi semua yang ada sudahlah cukup baginya. Namun untuk dapat bersosialisasi dengan lancar butuh waktu yang sangat panjang baginya. Disaat keduanya sudah merapihkan dan meletakkan barang-barang yang mereka bawa, Sora langsung mengambil start untuk mencoba kamar mandi. Keringat sudah terus menetes setelah mereka berjalan hari ini. Ia harap dengan mandi terlebih dahulu dapat meredakan rasa penatnya.

"Hadad aku duluan ya…." Ucap Sora.

"Ii.…iyaaa silahkan…. Aku masih ingin beristirahat dulu." Ucap Hadad.

Maka dengan tidak menunggu waktu yang lama, Sora segera menyalakan air didalam kamar mandi dan membawa handuk serta peralatan mandinya. Suhu air yang ada dapat ditentukan sendiri menggunakan sihir yang terdapat pada kamar mandi tersebut. Disisi lain Hadad masih belum merasa tenang dan tetap saja memikirkan hal yang membuatnya gelisah. Ia berpikir bahwa ini semua pasti disebabkan oleh rasa penatnya. Maka dirinya mencoba untuk tetap tenang menghadapi situasi tersebut. Dia pun dapat sedikit mengalihkan pandanganya dengan melihat teknologi sihir yang dipasangkan didalam kamarnya. Ia baru menyadari bahwa setiap peralatan disini ditenagai oleh sihir. Baik kamar mandi, peralatan memasak, dan kipas angin juga. Semua ditata dan berfungsi dengan baik. Hadad pun segera mencoba dapur disebelah kamar mandi. Ia berpikir untuk memasak sesuatu sampai Sora keluar dari kamar mandi. Bahan-bahan yang ia dapatkan semuanya diletakkan didalam satu lemari yang mirip dengan kulkas. Ia terkesan karena lemari tersebut dapat menghantarkan hawa dingin yang sama persis dengan kulkas itu sendiri. Bahan-bahan masakan pun terlihat segar dan siap untuk dimasak. Semua bahan didalamnya berharga 5-10 crest. Ada empat bahan yang Hadad ambil yang mana bentuknya mirip dengan bahan masakan didunia sebelumnya. Diantaranya adalah telur, saus, daun bawang, dan garam. Semua ia persiapkan untuk memasak telur omelet.

"Hadad kamar mandinya sudah kosong tuh, silahkan kamu isi." Ucap Sora.

"Iya sebentar, aku sedang memasak dulu untuk kita berdua." Jawab Hadad.

"Kamu mau masak apa?"

"Aku mau memasak resep omelet spesial."

"Omelet? Makanan seperti apa itu?"

"(Oh iya aku lupa, ini kan masakan yang tidak ada disini.) Ya…. Semacam telur yang didadar dengan toping yang renyah."

"Oh seperti itu ya, wah aku jadi penasaran dengan rasanya."

"Hehehe.…baiklah tunggu saja ya."

Setelah beberapa menit lamanya, Hadad dapat mempersiapkan masakan yang telah ia buat. Ia menyajikan masakan tersebut dengan sederhana. Warna kuning keemasan menjadi warna dasar masakan tersebut. Hadad mengambil dua piring untuknya dan Sora. Lalu mengisi piring tersebut dengan dua omelet berukuran sedang. Daun bawang dan saus menjadi toping diatasnya. Ia sempat ragu untuk menggunakan saus tersebut karena warnanya bukan seperti saus pada umumnya. Tetapi ia tidak punya pilihan lain untuk menggunakannya. Karena warna saus tersebut berwarna biru. Disaat dirinya sudah siap untuk menyajikannya, Hadad pun langsung menata masakan tersebut dimeja makan. Lalu mereka berdua segera menyantap masakan tersebut.

"Selamat makan.…." Ucap keduanya.

"Wah ternyata ada juga ya makanan seunik ini." Puji Sora.

"Hehe.…ini hanya masakan biasa kok." Ujar Hadad.

"Rasanya juga enak dan tidak terlalu berminyak. Padahal masakan ini digorengkan?"

"Iya kau benar, sebenarnya tadi aku sengaja meniriskan masakan ini terlebih dahulu agar omelet tersebut berasa lebih ringan."

"Wah boleh juga nih, nanti coba ajarin aku masak ini ya."

"Iya.… aku akan mengajarimu kok…."

Mereka berdua pun menyambung kembali santapannya dengan lahap hingga tak ada sisa dikedua piringnya. Tak lama kemudian Hadad pun segera memasuki kamar mandi untuk membersihkan badannya dan menyimpan bekas piring tadi untuk ia bersihkan, sementara Sora mempersiapkan tempat tidur agar dapat digunakan keduanya untuk beristirahat.

Hadad merasakan kenyamanan yang sangat ia inginkan setelah dirinya membersihkan badannya. Rasa lelahnya langsung hilang seketika setelah dirinya menyantap makanan yang enak dan mandi ditempat yang nyaman. Perlahan dirinya pun merasa bahwa penginapan ini adalah salah satu penginapan terbaik yang pernah ia dapatkan. Sejenak setelah mengeringkan badannya Hadad langsung berganti pakaiannya. Ia membuka lemari didekat ruang tamu dan terkejut melihat isi lemari itu. Didalamnya terdapat beberapa pakaian yang sudah disiapkan untuk para pengunjung. Dan hebatnya setiap pakaian hanya berupa pakaian tidur. Sehingga para pengunjung tidak perlu memakai pakaian yang sudah mereka gunakan sebelumnya. Hadad pun segera beranjak kekamar untuk beristirahat. Dan dirinya langsung menyusun kasur portable yang ia bawa. Beruntung kasur tersebut berukuran kecil dan efisien untuk dibawa kemana-mana. Kasur tersebut ia dapatkan dari petualangannya dikota sebelumnya. Kasur itu sengaja Hadad bawa, karena ia tahu bahwa dirinya akan menginap suatu saat dikota selanjutnya. Sesaat setelah menyiapkan kasur itu Hadad langsung berbaring dan menarik selimut hingga menutupi setengah badannya. Kenyamanan dan kelembutan kasur tersebut sangatlah membuat Hadad bahagia. Dirinya tidak merasa rugi untuk tidur disamping kasur besar yang mana kasur tersebut akan dipakai oleh Sora.

"Hadad kamu tidak akan tidur dikasur ini?" Tanya Sora.

"Tititidak.… aku memilih untuk tidur dikasur ini saja." Jawab Hadad.

"Baiklah, kalau begitu aku tidur disini ya."

"Iya silahkan."

"Selamat tidur."

"Selamat tidur juga."

Keduanya pun mengakhiri obrolannya dan mulai memejamkan mata mereka. Hadad yang notabenenya sudah lelah sekali langsung terlelap seketika. Ia berharap agar hari damainya ini dapat terus berlangsung untuk kedepannya.

Terpopuler

Comments

anggita

anggita

klo bs satu paragraf spasi/alinea jangan terlalu banyak, kelihatan penuh. bs ngurangi mod pembaca.

2023-07-12

1

lihat semua
Episodes
1 Awal yang membingungkan
2 Gelap Gulita
3 Misteri Pertama
4 Ketenangan Sementara
5 Hubungan Mendadak
6 Hal yang tak terduga
7 Misteri Kehancuran
8 Pelarian yang berbuah malapetaka
9 Momen Deja Vu
10 Darah dan Sihir
11 Rahasia Kerajaan
12 Petualang yang kebingungan
13 Perjalanan yang bermakna
14 Sosok yang dikagumi
15 Menggapai Kebangkitan
16 Saling Bahu-membahu
17 Diantara jalan yang mulus dan terjal
18 Beristirahat Sejenak
19 Kembali Sibuk
20 Pekerjaan Baru
21 Tamu Bencana
22 Kepribadian yang merepotkan
23 Jalannya Konflik Baru
24 Menyesal dan Bersalah
25 Di Balik Layar
26 Tragedi Baru
27 Meneruskan Misi Terdahulu
28 Reinkarnasi Kedua
29 Mencari Kebenaran
30 Mengadaptasikan Diri
31 Hal yang tak disangka
32 Segel Kegelapan
33 Sebuah Fakta
34 Duel yang sengit
35 Surga Duniawi
36 Pelarian Besar
37 Tersesat
38 Monster Mengerikan
39 Bertahan Hidup
40 Sang Penyihir Waktu
41 Artefak Kuno
42 Reuni Keluarga
43 Terpukul oleh Realita
44 Merenovasi Ulang
45 Gadis Dimasa Lalu
46 Sebuah Malapetaka
47 Perasaan Bimbang
48 Penyihir Bayangan
49 Momen Dejavu
50 Mitos Jadul
51 Penguasa Lautan
52 Kerajaan Air
53 Di Luar Ekspektasi
54 Seorang Pembelot
55 Terungkapnya Sebuah Rahasia
56 Jalan Pintas
57 Sosok yang Berharga
58 Menyusun Rencana
59 Konflik Batin
60 Tekad yang kuat
61 Membuat Kesepakatan
62 Berita Buruk
63 Kembali Terdampar
64 Jejak Ekspedisi
65 Tombol Petunjuk
66 Rute Berbahaya
67 Pelayan Anomali
68 Menentang Takdir
69 Misi Penyamaran
70 Pembajak Sistem
71 Sang Penghancur
72 Rekan Sementara
73 Pertarungan yang Sengit
74 Kepribadian Ganda
75 Pemeran Utama
76 Kilas Balik
77 Menjadi Pengkhianat
78 Perusak Perdamaian
79 Kejam dan Licik
80 Kembali Berkelana
81 Misi Berbahaya
82 Kampung Halaman
83 Ingatan yang Hilang
84 Bencana Buatan
85 Beradu Sihir
86 Laga Lanjutan
87 Bala Bantuan
88 Sang Dalang
89 Seorang Leluhur
90 Sebuah Kebinasaan
91 Momen Kebangkitan
92 Satu Kepercayaan
93 Serangan Final
94 Akhir yang Bahagia
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Awal yang membingungkan
2
Gelap Gulita
3
Misteri Pertama
4
Ketenangan Sementara
5
Hubungan Mendadak
6
Hal yang tak terduga
7
Misteri Kehancuran
8
Pelarian yang berbuah malapetaka
9
Momen Deja Vu
10
Darah dan Sihir
11
Rahasia Kerajaan
12
Petualang yang kebingungan
13
Perjalanan yang bermakna
14
Sosok yang dikagumi
15
Menggapai Kebangkitan
16
Saling Bahu-membahu
17
Diantara jalan yang mulus dan terjal
18
Beristirahat Sejenak
19
Kembali Sibuk
20
Pekerjaan Baru
21
Tamu Bencana
22
Kepribadian yang merepotkan
23
Jalannya Konflik Baru
24
Menyesal dan Bersalah
25
Di Balik Layar
26
Tragedi Baru
27
Meneruskan Misi Terdahulu
28
Reinkarnasi Kedua
29
Mencari Kebenaran
30
Mengadaptasikan Diri
31
Hal yang tak disangka
32
Segel Kegelapan
33
Sebuah Fakta
34
Duel yang sengit
35
Surga Duniawi
36
Pelarian Besar
37
Tersesat
38
Monster Mengerikan
39
Bertahan Hidup
40
Sang Penyihir Waktu
41
Artefak Kuno
42
Reuni Keluarga
43
Terpukul oleh Realita
44
Merenovasi Ulang
45
Gadis Dimasa Lalu
46
Sebuah Malapetaka
47
Perasaan Bimbang
48
Penyihir Bayangan
49
Momen Dejavu
50
Mitos Jadul
51
Penguasa Lautan
52
Kerajaan Air
53
Di Luar Ekspektasi
54
Seorang Pembelot
55
Terungkapnya Sebuah Rahasia
56
Jalan Pintas
57
Sosok yang Berharga
58
Menyusun Rencana
59
Konflik Batin
60
Tekad yang kuat
61
Membuat Kesepakatan
62
Berita Buruk
63
Kembali Terdampar
64
Jejak Ekspedisi
65
Tombol Petunjuk
66
Rute Berbahaya
67
Pelayan Anomali
68
Menentang Takdir
69
Misi Penyamaran
70
Pembajak Sistem
71
Sang Penghancur
72
Rekan Sementara
73
Pertarungan yang Sengit
74
Kepribadian Ganda
75
Pemeran Utama
76
Kilas Balik
77
Menjadi Pengkhianat
78
Perusak Perdamaian
79
Kejam dan Licik
80
Kembali Berkelana
81
Misi Berbahaya
82
Kampung Halaman
83
Ingatan yang Hilang
84
Bencana Buatan
85
Beradu Sihir
86
Laga Lanjutan
87
Bala Bantuan
88
Sang Dalang
89
Seorang Leluhur
90
Sebuah Kebinasaan
91
Momen Kebangkitan
92
Satu Kepercayaan
93
Serangan Final
94
Akhir yang Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!