"Komitmen. Adalah suatu hal penting yang perlu diterapkan dalam kehidupan. Setiap orang dapat melakukan sesuatu selama hidupnya. Namun tidak akan bisa padu tanpa komitmen. Bahkan tanpa komitmen hal tersebut menjadi tabu baginya dan sekitarnya. Maka tanamkanlah komitmen pada dirimu."
"Jangan terlalu berharap dengan orang lain......... karena kau akan kecewa......" Suara yang tiba-tiba datang di mimpi Hadad
"Hadapi semuanya jangan menghindar.... Ini semua adalah realita......."
"Kau tidak akan tahu kapan ini berakhir...... Maka persiapkanlah ......."
"Sebelum kau menyesal...... pada akhir hayat mu......." Suara misterius tersebut perlahan menghilang.
Seketika Hadad pun terbangun dari tidurnya. Napasnya lumayan berat, karena tekanan mimpi itu. Kebingungan dan kegelisahan masih tetap menghantuinya. Ia masih belum memahami arti dari perkataan dalam mimpinya. Semakin ditelaah pun tetap saja nihil hasilnya. Parahnya ia malah seakan merasakan sakit dikepalanya.Ia pun segera bangun dari tidurnya. Merapihkan kamarnya lalu beranjak ke kamar mandi untuk menenangkan pikirannya. Air yang dingin mulai mengguyurnya dari ujung kepala hingga ujung kaki. Tak lupa ia bersihkan semua tubuhnya dengan beberapa peralatan mandi yang ada. Ia sempat khawatir, karena peralatan mandi yang ia lihat berbeda dengan apa yang ada di dunianya. Tapi tak ingin berpikir lama Hadad langsung saja memakai semuanya. Dengan guyuran air terakhir Hadad kembali ke kamarnya dengan balutan handuk berwarna hitam. Handuk tersebut ia gunakan untuk menutupi daerah perut hingga lututnya.
Tak lama kemudian ia dikagetkan dengan kehadiran sosok aneh berwarna merah sedang mengambil sesuatu diujung lorong dekat dapur. Semakin lama dilihat sosok tersebut semakin jelas penampakannya. Hadad berinisiatif untuk menangkapnya, karena ia takut sosok tersebut adalah pencuri. Dengan sedikit ragu ia mencoba meraih sosok tersebut. Dan ternyata sosok tersebut menghilang begitu saja. Tanpa adanya jejak bagai ditiup angin. Dikala kebingungan melanda, Hadad semakin aneh dengan apa yang dilakukan sosok tersebut. Ternyata usut punya usut, sosok tersebut sedang mengambil suatu makanan disini. Hanya saja makanan tersebut masih tertutup rapat dalam kemasan. Hingga Hadad pun mencoba berinisiatif untuk menyimpan kembali makanan itu pada tempatnya. Disaat Hadad sedang merapihkan makanan tadi, tiba-tiba Layyin masuk kedalam dapur.
"Anuuu.... Hadad kamu sedang apa?" Tanya Layyin sambil agak menguap.
"Lllllllayyin kenapa kamu ada disini....?" Ujar Hadad dengan ekspresi kaget.
"Aku tadi baru bangun tidur dan mendapat perutku keroncongan. Sehingga aku putuskan untuk makan di dapur."
"Oh begitu ya... aku kira siapa..."
"Kamu sendiri sedang apa? Kok pergi ke dapur hanya menggunakan handuk?" Tanya Layyin sambil menatap wajah Hadad.
"Enggak kok....ini tadi ada kucing berkeliaran dan membuka pintu dapur sambil mengambil makanan. Lalu ia menjatuhkan sesuatu sehingga aku bersihkan bekasnya." Ujar Hadad sambil membersihkan tempat tersebut.
"Kucing.....? Perasaan disini aku gak melihara kucing deh..... Kok bisa ada kucing masuk kesini ya....?"
Tanya Layyin dengan penuh keraguan.
"Lah.... bebeberarti tadi apa ya...?" Tutur Hadad sembari kebingungan.
"Yasudah mending kamu pakai baju dulu biar gak canggung ngobrolnya."
"Oh iiiiya iya, maaf mengganggu...." Kata Hadad sambil meninggalkan dapur menuju kamarnya.
Layyin pun membantu pekerjaan Hadad membersihkan dapur dan Hadad segera menggunakan pakaiannya. Ia merasa malu, karena ia melakukan hal tersebut. Tanpa sadar untuk memakai pakaian terlebih dahulu. Sungguh pengalaman yang memalukan baginya.
......................
Beberapa menit kemudian Hadad kembali ke dapur untuk melihat Layyin yang sedang mengerjakan pekerjaannya. Tak disangka, ia dapat membereskan semuanya dengan cepat. Bahkan setiap detail pada dapur pun sudah bersih sekali. Tak ada debu, tak ada kotoran, dan tak ada kekhawatiran. Di Dapur juga sudah disiapkan makanan khusus untuk semua orang. Beberapa diantaranya terlihat asing dimata Hadad. Ia hanya melihat persamaan makanan disini dan dunianya dari minuman saja. Selainnya berbeda, entah dari bahan atau cara penyajiannya. Melihat makanan yang sudah siap Hadad bergegas duduk ditempat makan. Layyin pun segera membangunkan Mor agar mereka dapat makan bersama. Setelah Mor datang jamuan sarapan pun dapat terlaksana. Satu persatu makanan yang ada langsung Hadad cicipi. Tak tertinggal dengan saus dan tambahan topping lainnya.
"Hadad pelan-pelan makannya, gak akan kehabisan kok." Tutur Layyin mengingatkan.
"Iya nih.... Aku ajah baru makan satu menu. Itu juga belum habis." Ucap Mor sambil menyantap makanannya perlahan.
"Ennnnnnak baaaaangeeeet masakannnnnnya...... Aku kaaaaasih binnnnntaaaaang 5" Jawab Hadad dengan mulut yang hampir penuh.
"Ya deh iya... Harus habis semuanya ya...." Ucap Layyin.
"Kalau enggak habis kamu harus bayar semuanyaaaaa yaaaa... Hahahahaha..." Tutur Mor sambil tertawa
"Ooookkeeeeee...."
Mereka pun menyantap sarapan tersebut dengan penuh keceriaan.
...----------------...
Hari yang sangat cerah adalah hari yang baik. Itulah secercah harapan yang terbenak didalam pikirannya. Hadad meminta izin kepada Layyin dan Mor untuk berkeliling desa. Ia begitu penasaran dengan hal yang belum diketahuinya. Setelah izin, Hadad memulai perjalanan santainya. Hari yang cerah dengan pemandangan yang indah. Suasana desa begitu tenang. Suara kicauan burung yang bersenandung. Suara air mengalir dari sungai dan kegiatan perkebunan yang dilakukan para masyarakat desa. Hutan yang berada disebelah desa pun terlihat sangat jelas ketika pagi hari. Hadad mencoba berinteraksi dengan setiap hal yang ada. Dan ternyata semuanya bersahabat dengannya.
Disaat Hadad sedang berinteraksi, tiba-tiba datang seorang misterius dari balik hutan sedang menghampirinya. Sosok tersebut semakin mendekati Hadad dengan perlahan. Ia menggunakan jubah berwarna hitam dengan kepala sedang menunduk. Ketika ia sudah berada didekatnya, sosok tersebut seperti memperingatkan sesuatu. Ia mengatakan suatu hal yang tidak Hadad mengerti. Satu hal yang dapat ia tangkap adalah sosok tesebut seperti mencoba memberikan suatu barang kepadanya. Dan benar saja ia membawa suatu kotak kecil dari saku lengannya dan langsung memberikan kotak itu kepada Hadad. Hadad yang kebingungan pun menerima dengan begitu saja. Kecurigaan sudah muncul dipikirannya saat sosok tersebut memberikan kotak itu. Hanya saja disaat Hadad membuka kotak tersebut ia menemukan suatu cincin didalamnya. Cincin tersebut berwarna perak berkilau dengan hiasan kecil berbentuk monster. Disaat Hadad hendak memegangnya, sosok tersebut tiba-tiba memaksa Hadad untuk memakai cincin tersebut. Hadad yang tidak menyadari pergerakan sosok itu pun tidak bisa banyak bertindak. Dan pada akhirnya Hadad menggunakan cincin tersebut. Efek dari cincin itu perlahan terasa namun tidak terlalu banyak dampaknya.
"Hmmmmmm....nampaknya kontrak ini telah berhasil dilakukan....." Ucap sosok tersebut dengan sedikit tertawa.
"Kontrak? Kontrak apa ini?" Tanya Hadad dengan agak ketakutan.
"Kontrak pernikahan diantara kamu dan diriku ini....." Jawabnya.
"Pernikahan? Apaaaaa....? Tutur Hadad dengan nada yang kaget.
"Hey....kamu jangan seenaknya memasangkan sesuatu kepada seseorang itu tidak sopan tahu...."
"Janganlah kamu begitu suamiku... Kita kan baru saja menikah...." Ucapnya dengan santai.
"HAH...... APA YANG SEDANG TERJADI DISINI......?"
"Apa maksudmu....? Kau pasti sedang bercanda kan...." Ucap Hadad dengan gemetaran.
"Aku serius kok..... Masa mencintai seseorang itu harus ragu sih....."
"Kalau aku bercanda, mana mungkin aku melakukan halsenekat ini...."
"Tttapi kan kita baru kenal plus aku tidak biasa mengobrol dengan lawan jenis."
"Nanti juga terbiasa kok kalau sama aku mah....."
"Ttttapi aku belum lama mengenal tempat ini.... Juga aku masih belum dapat apapun disini." Tutur Hadad yang semakin bingung mengatasi situasi ini.
"Perlahan tapi pasti nanti juga kita bakalan cocok, kan ada pepatah tak kenal maka tak sayang. Berarti kalau sudah kenal sudah pasti sayang juga."
"Ttttapi kan aku ini......."
"Udah deh kamu tenang saja yang terpenting kita sudah resmi menikah, sekarang aku bakal ajak kamu keliling tempat ini." Tuturnya sambil merangkul lengan kiri Hadad.
Hadad hanya bisa pasrah sambil menahan rasa malunya. Dia pun mengikuti arah jalan yang sosok tersebut pilih.
Tak disangka, ternyata dibalik sosoknya yang agak menyeramkan dia sebenarnya adalah gadis yang periang dan baik terhadap sekitarnya. Rasa bersalah mulai menghampiri Hadad. Bagaimana tidak ia sudah mengatakan hal yang tidak mengenakan kepadanya. Bahkan gadis tersebut sangatlah perhatian kepadanya. Saat berjalan-jalan pun gadis tersebut seringkali menanyakan hal yang disukai oleh Hadad. Keceriaannya pun mulai membuat Hadad merubah pandangan terhadapnya.
Akhirnya Hadad pun mencoba untuk lebih akrab dengan gadis tersebut. Kedua insan tersebut perlahan mulai saling mengobrol satu sama lain. Topik yang mereka bicarakan pun beragam.Meraka berjalan dengan gerakan yang seragam tidak mendahului satu sama lain. Mereka belum pernah bertemu sama sekali, namun takdir menemukan mereka. Pemandangan desa yang cerah dan damai pun semakin membuat suasana yang mendukung bagi mereka. Senyum dan gelak tawa adalah suatu hal yang mereka rasakan saat ini. Hingga waktu bersama pun mereka habiskan berdua hingga senja tiba. Sungguh pengalaman yang berharga bagi Hadad, karena pada akhirnya dia dapat mengobrol dengan lawan jenis tanpa ragu lagi. Ia pun berharap agar kedepannya hal baik dapat tetap terjadi kembali untuknya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
anggita
maaf saran thor, klo satu alinea paragraf jangan terlalu banyak/ penuh. cukup 15- 20 baris. yg baca bisa jenuh.
2023-07-12
1