Happy Reading
Jangan lupa tinggalkan like agar Author semakin semangat update!
•
Setelah sampai diluar ruangan, Markisa langsung melepaskan tangan Zac dan berjalan mendahului Zac keluar dari kantor polisi itu, Zac berjalan menyusul Markisa dan masuk kedalam mobil disusul oleh Markisa.
Sepanjangan perjalanan pulang, tidak ada kalimat atau percakapan apapun diantara mereka bahkan sampai mereka tiba dirumah, Zac memarkirkan mobilnya saat Markisa masuk kedalam rumah terlebih dahulu.
Setelah selesai Zac segera menyusul Markisa untuk masuk kedalam rumah, sesampainya didalam rumah, Zac segers duduk di sofa sementara Markisa yang baru dari kamar menghampiri Zac.
"Barbeque atau Iga bakar kesukaanmu?" tanya Markisa pada Zac sembari membuka aplikasi makanan online di ponselnya.
Zac menyandarkan punggungnya di kepala sofa dan menatap Markisa dalam. "Aku ingin nasi goreng, pagi itu,"
Markisa menautkan alisnya dan menatap Zac lebih kebingungan. "Kenapa kau ingin memakan sampah? Bukankah itu makanan sampah?"
Markisa sengaja menekan dikata sampah sehingga membuat Zac sedikit tersindir, namun bukannya marah Zac malah tersenyum manis yang menurut Markisa itu menyeramkan.
"Kau yang bilang diantara kita berdua kita sama-sama sampah, jadi apakah sampah ini tidak boleh memakan sampah?" jawab Zac melipat kedua tangannya.
Markisa hanya menaruh ponselnya dan ikut melipat tangannya sebelum menganggukkan kepalanya dan berjalan ke arah dapur.
Markisa memasak nasi goreng yang sama persis dengan apa yang dia masak tempo hari, setelah selesai Markisa kemudian menyajikannya kepada Zac, Zac menatap nasi goreng itu dan mulai memakannya, membuat Markisa sedikit terkejut.
"Enak," ujar Zac menarik tangan Markisa sehingga Markisa terjatuh ke pangkuannya dan wajah mereka saling berpandangan.
Wajah mereka kini hanya terpaut beberapa senti meter, Zac kemudian memyuapi Markisa dengan nasi goreng itu yang membuat Markisa terpaksa membuka mulutnya dan mengunyah apa yang diberikan Zac.
Setelahnya Zac langsung mencium bibir Markisa dalam keadaan Markisa belum sepenuhnya siap, Zac menekan kepala Markisa lebih dalam lagi, setelahnya Zac melepas ciuman itu.
"Kau bilang kau tidak mau mencintaiku, tapi kau mau menjadi partner ranjang ku kan? Yasudah kalau itu mau mu, jadilah partner ranjang ku, mungkin kau bisa mulai mencintaiku lewat permainan ku," bisik Zac pada Markisa.
Zac kemudian segera menggendong Markisa masuk kedalam kamar dan menidurkannya di ranjang, setelahnya Zac melepas seluruh pakaiannya dan melepas semua pakaian Markisa.
"Walaupun kau melakukan ini dalam keadaan tidak mencintaiku. Tapi akan ku pastikan bahwa aku melakukan ini karena aku ingin mencintaimu," ujar Zac mencium kembali Markisa dari wajah sampai ke bagian dadanya.
Setelahnya Zac kembali turun kemudian mengelus bagian kenikmatan milik Markisa yang alhasil membuat Markisa mengadu dan melenguh tidak karuan, Zac mengambil ancang-ancang dengan permainan side To side.
Ah!
Markisa sedikit melenguh saat batangan milik Zac masuk kedalam miliknya, Zac memasukkannya keseluruhan sedikit demi sedikit sehingga kini masuk seutuhnya, Zac tidak langsung menggoyangkannya melainkan mencium kembali Markisa untuk memberikannya kesan rileks.
Setelah dirasa cukup Zac segera memaju mundurkan pinggulnya dalam tempo pelan, membuat Markisa harus memegang seprai ranjang untuk memanage erangannya.
Dari tempo yang pelan akhirnya Zac mulai memainkan tempo sedang dan sedikit mengeluh, Zac merasakan batangannya hangat disana yang menjadi pertanda bahwa Markisa sudah keluar.
"Aku baru mulai dan kau sudah keluar?" tanya Zac menatap Markisa tanpa berhenti menggoyangkan pinggulnya.
"Lakukan saja bagian mu!" jawab Markisa ketus.
Zac mengangguk kemudian kembali memaju mundurkan pinggulnya dalam tempo cepat, batangannya yang memang sedikit besar memenuhi milik Markisa, yang membuat Markisa harus menahan erangan disaat adegan pergesekan itu.
Zac kemudian menghentikan gerakannya dan menggendong Markisa berdiri, setelahnya ia menidurkan kembali Markisa dan memiringkan badan Markisa kesamping dan memeluknya dari belakang sebelum memasukkan batangannya kembali ke milik Markisa.
Zac kembali menggoyangkan pinggulnya tanpa ampun yang kali ini membuat Markisa sukses berteriak yang membuat Zac terpaksa membekap mulut Markisa dengan tangannya dan masih terus menggoyangkan pinggulnya.
Tak lama kemudian akhirnya Zac melepaskan cairannya yang Markisa rasa memenuhi miliknya karena terdapat beberapa kali tembakan.
Zac terengah-engah menikmati sisa kenikmatannya dan mengigit telinga Markisa kecil. "Ayo satu ronde lagi,"
Mendengar itu Markisa langsung bangkit dan menodong Zac. "Aku hanya partner ranjang mu! Bukan wanita yang kau sewa di club malam!"
Markisa kemudian berjalan ke toilet dan benar saja cairan benih milik Zac banyak dan sedikit mengalir keluar di sela pahanya, Markisa mempercepat langkahnya membersihkan diri di wc dan setelahnya Markisa menatap dirinya di cermin wastafel.
"Sekali langkah lagi dan semuanya akan selesai, Markisa!" batin Markisa merasa puas akan rencananya selama ini.
•
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments
umi b4well (hiatus)
tuh kan pamer otot lagi..
2022-11-17
0
Hikmah Araffah
aduh zac gagah bgt
2022-08-13
0
reza gaming 30
othor ada apa denganmu, visualnya hanya Zac aja
2022-07-30
0