Happy Reading!
•
•
[Aku sudah sampai dicafenya]
Markisa kembali terhubung dengan Milo saat dia sudah sampai disebuah cafe tempatnya janjian dengan Milo kakaknya.
[Dimeja, Nomor 32]
Mendapat jawaban dari Milo membuat spontan mengangguk dan menjawab iya sebelum mematikan telepon sepihak kembali, karena dia segera berjalan masuk kedalam cafe.
Sebelumnya Markisa membayar biaya taksinya, sebelum melangkahkan kakinya masuk kedalam cafe, hajatnya Markisa ingin langsung menemui Milo sebelum sosok Dove menghadang langkahnya bersama dengan beberapa temannya.
Markisa ingat betul siapa teman-teman Dove, mereka adalah Sunslik, Rejoice dan Panthine. Markisa menghentikan langkahnya saat Dove menghentikannya yang membuat Markisa menatap malas sosok paling munafik dihadapan nya itu..
"Hai, pengantin penggantiku, bagaimana rumah tanggamu? Tersiksa?" tanya Dove yang membuat ketiga teman Dove tertawa.
Markisa terdiam tidak menjawab ia memilih waktu yang tepat saja untuk membalas semua kalimat kakaknya itu.
"Apakah kau tidak tahu malu? Kau bercinta dengan tunangan kakakmu sendiri?" Rejoice berdiri dan mendorong tubuh Markisa pelan.
"Harusnya kau malu! Kau sama sekali tidak punya harga diri!" Panthine berjalan ke arah Markisa membawa jus dan menumpahkannya ke badan Markisa.
Markisa yang mendapat perlakuan seperti itu, masih berusaha untuk tetap tenang dan diam berusaha untuk menunggu momentum yang pas untuk membungkam para sampai masyarakat itu dalam satu serangan.
"Kau pantas mendapatkan hal itu, dasarkan Wanita tidak tahu malu! Kau bahkan membuat aib yang besar untuk keluargamu!" Sunslik yang kali ini mendorong tubuh Markisa cukup keras membuat Markisa kehabisan kesabaran dan berdiri tegas dihadapan keempat orang sialan itu.
Markisa bangkit kemudian menghampiri Sunsilk dengan sekali tamparan keras, membuat Sunsilk terpental kebelakang dan membuat yang lainnya membulatkan mata sempurna, selanjutnya Markisa menarik tangan Rejoice dan memelintirnya sebelum melemparkannya ke meja sehingga meja tersebut berantakan karena tertimpa tubuh Rejoice.
"Dan kau!" Markisa menodong Panthine dan mengambil gelas bekas jus yang disiramkan kepada Markisa.
Prangg
Suara gelas yang pecah menghantam badan Panthine benar-benar membuat Dove membulatkan mata sempurna sekali lagi, kenapa bisa sosok Markisa yang kalem dan lembut berubah menjadi mengerikan seperti ini dalam satu malam.
Setelahnya, Markisa mengeluarkan ponselnya dan berjalan ke arah Sunslik yang masih meringis memegangi pipinya dengan menunjukkan sebuah foto membuat Sunslik membulatkan mata sempurna.
Sebuah foto yang memperlihatkan Sunsilk bersama dengan pengusaha terkenal di kota itu, seorang yang bisa disebut Crazy Rich, bila dilihat dari sananya, sudah jelas Sunsilk adalah simpanan dari si Crazy Rich yang merupakan suatu citra yang buruk bagi seorang Sunsilk.
"Kau mengatakan aku tidak tahu malu? Sedangkan kau menjadi simpanan para Om-Om parlente diluaran sana, jangan pikir aku tidak tahu, jadi kutanya sekarang? Apakah pantas harga dirimu dipertanyakan?" ujar Markisa pada Sunslik.
Selanjutnya Markisa berjalan kehadapan Rejoice dan dengan menunjukkan sebuah foto pada Rejoice yang membuat Rejoice berekspresi sama seperti Sunsilk.
"Hai Joice! Seorang mucikari gadis malam," Markisa menunjukkan beberapa foto Rejoice yang terlibat skandal dengan club malam dan sampai sekarang belum tercium ke pihak berwajib.
"Aku sudah menghubungi polisi tadi dan mengirimkan semua foto-foto ini sebagai bahan bukti, jadi selamat menikmati waktumu," lanjut Markisa dengan tatapan tajamnya yang membuat Rejoice membulatkan mata sempurna.
Dan selanjutnya Markisa menarik tangan Panthine dan mendudukkan dimeja, setelahnya Markisa memperlihatkan sebuah pesan chat diponselnya kepada Panthine.
"Kudengar ayahmu memiliki riwayat penyakit jantung, bagaimana kalau ku perlihatkan foto anaknya yang di gilir oleh dua pria dewasa ini apakah dia akan mati ditempat?" Panthine menggeleng.
Mata Panthine terbelalak kaget saat melihat isi Chat Markisa dengan ayahnya, entah darimana Markisa mendapatkan nomor ayahnya dan juga fotonya yang sedang digilir oleh dua pria dewasa.
"Ups! Aku sudah mengirimkannya," Seketika mata Panthine semakin terbelalak saat melihat centang biru dari foto yang dikirim Markisa ke ayahnya.
Selanjutnya Markisa berjalan ke arah Dove dan hanya menepuk bahu kakakna itu kemudian berbisik pelan. "Aku punya Videomu bersama Tango loh,"
"Aku bisa menghancurkanmu kapan saja," lanjut Markisa membuat Dove sedikit bergidik.
Dove membulatkan matanya sempurna setelahnya Markisa tersenyum miring kepada mereka berempat. "Aku satu langkah dihadapanmu!"
Selanjutnya Markisa berdiri dihadapan keempat orang itu dengan tangan dilipat, wajah pucat mereka seolah menjadi balas dendam terindah yang diberikan Markisa.
Markisa tertawa sejenak membuat keempatnya saling memandang dari apa maksud Markisa.
"Tenang, balas dendam dengan cara menghancurkan martabat kalian itu buruk sekali, jadi cukup kuhancurkan saja mental kalian, bagaimana senam mentalnya? Kalian suka? Aku tidak sepenuhnya melakukan hal tadi, tapi aku memiliki kartu As yang bisa menghancurkan kalian, jadi? Mau bermain-main denganku?"
Markisa kemudian melanjutkan langkahnya menemui Milo, tidak usah tahu darimana dia dapat semua foto itu, yang jelas ini sesuai firasat Milo saat Melihat Dove dan ketiga temannya sebelum kedatangan Markisa.
Markisa sangat beruntung Milo kakaknya adalah pewaris Mourt Corp yang mempunya banyak mata-mata dan narasumber yang bisa mendapatkan info dan privasi orang sekitar, melanggar hak dan privasi? Milo berpikir bahwa Uang bisa membeli Privasi, apa peduli Milo.
Maka dari itu Milo mengirimkan bahan yang bisa membungkam mereka untuk membalas jika saja Markisa mendapat perlakuan buruk, dan benar saja, semuanya sangat sesuai firasat Milo.
•
•
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments
Anisa Fitria
baru sasar klo nama dove adalah nama shampoo semenjak ada nama pantine
2024-12-16
0
Khairul Azam
ceritanya bagus tp nama pemain nya bukin gimana ya bacanya geli aja 🤭🤭
2025-01-15
0
Violita Sari
ceritanya seru...tapi baca namanya jadi ketawa...kenapa isi minimarket semua pindah kemari 😂😂
2024-07-12
0