Happy Reading!
•
"Turunkan aku, Tuan Zac!" pinta Markisa pada Zac yang tidak memperdulikan ucapannya.
Zac fokus menyetir tanpa memperdulikan Markisa, entah kemana tujuan mereka, Markisa sudah tampak tidak perduli lagi dan tidak meminta pada Zac lagi.
"Kau benar-benar pria yang selalu ingin menang sendiri, berhentilah berharap! Kau yang bilang kalau kita tak seharusnya saling mencintai, pernikahan ini hanya status," gumam Markisa yang membuat Zac mengerem mendadak.
Zac menatap Markisa tajam dan membuat Markisa balik menatapnya. "Singkirkan wajah burukmu itu,"
"Salah jika aku menatap istriku? Siapa bilang kau hanya status?" jawab Zac yang membuat Markis tersenyum pilu.
"Kita baru menikah dua hari dan kau ingin berubah karena mengetahui sebuah fakta? Kau benar-benar gila!" ujar Markisa. "Papaku pernah berkata ada tiga jenis pernikahan yang tidak baik, Pernikahan Karena Terpaksa, Pernikahan Karena Uang dan Pernikahan Karena Status sosial, dan kau berharap pernikahan kita baik-baik saja?"
"Dan perlu kau tahu bahwa hampir semua pernikahan itu berakhir dengan sempurna, kau tidak suka? Silakan, aku adalah suamimu dan kau yang bilang kau tidak akan melepaskanku, bagaimana kalau kubuat ucapanmu adalah senjata makan tuan?" Zac meraih pinggang Markisa dan mendekatkan wajahnya kepada Markisa. "Kau terlalu sombong, Nona, jadi istri seorang diktator yang baik,"
Zac kemudian melepaskan Markisa dan berjalan keluar dari mobil dan duduk dibagian depan kap mobilnya, Markisa yang kesal menunggu berjalan menyusul Zac.
"Kau tahu? Duda sebenarnya bukan Ikonik dalam kegagalan cinta sebelumnya, itu bisa saja adalah pertanda bahwa tuhan telah menyiapkan jodoh yang lebih baik," ujar Zac menatap lurus kedepan.
"Dan aku bukan jodohmu," jawab Markisa.
"Lantas kenapa kau tidak ingin melepaskanku? Membocorkan semua kejadian malam itu dan menjadi pengantin pengganti bagi Dove?" tanya Zac yang kini menatap Markisa.
"Sudah ku bilang Tuan, ada beberapa hal yang ingin kau ketahui namun tidak bisa kau pahami, jangan berusaha mencintaiku karena fakta yang kau dapatkan, karena aku juga tidak akan mencintaimu," jawab Markisa ikut duduk disamping Zac.
"Okey, jika itu maumu, bagaimana kalau kubuat kau jatuh cinta?" Zac menggenggam tangan Markisa erat dan enggan melepaskannya.
"Bagaimana mauku? Jalani pernikahan kita seperti biasa, oh iya Partner ranjang? Aku rasa kita hanya Friend With Benefit, bagaimana?" jawab Markisa melepaskan tangannya dari Zac.
Zac kesal dia berdiri dan enggan menatap Markisa. "Aku juga korban disini, kenapa kau begitu keras kepala?"
Markisa tersenyum dan menarik Zac kehadapannya. "Apakah kau mencintaiku?"
Zac terdiam sampai Markisa mengulang kembali pertanyaannya sampai beberapa kali, Markisa kemudian melepaskan Zac dan menatapnya tajam. "Bahkan kau tidak bisa menjawabnya."
"A-Aku akan berusaha, mulailah dari awal kumohon,"
"Tidak Tuan, kau bisa saja selingkuh kalau kau mau, tapi jangan mengharap cinta padaku, itu sama saja dengan menghabiskan waktumu," jawab Markisa membelakangi Zac.
"Kenapa Nona? Kenapa?"
"Karena aku membencimu," jawab Markisa datar. "Kau merebut kehormatanku, kau melemparkan aku uang sebagai harga dari diriku bahkan kau mengatakan aku adalah wanita rendahan, memaafkan semua itu memang mudah, tapi gores dihati yang susah,"
Zac terdiam atas kalimat Markisa, ia sadar selama ini memperlakukan Markisa seperti sampah, sementara Markisa hanya tersenyum dalam hati nya semakin membuat Zac penasaran namun disisi lain Markisa merasa tidak tega jika nanti cinta itu semakin dalam dan sampai pada Markisa harus menepati janjinya pada Milo untuk meninggalkan Zac, Zac akan sangat terluka.
Sementara mereka menikmati suasana setelah Ora dialog itu sebuah mobil polisi tiba-tiba terparkir dihadapan mereka.
Seorang polisi keluar dari mobil dan mendatangi Markisa serta Zac. "Maaf Bu Markisa, anda kami tahan atas tuduhan pencemaran nama baik, ini surat penangkapannya."
Markisa terdiam menerima surat tersebut.
"Oh rupanya mereka sudah terjebak dalam rencana selanjutnya, ayok bermain-main denganku," batin Markisa.
Markisa menatap Zac sementara dirinya dibawa olsh polisi tersebut menuju kantor polisi untuk meminta laporan dan kesaksian.
Zac yang melihat itu segera menyusul Markisa menggunakan mobilnya sendiri menuju kantor polisi.
•
TBC
Ardan Alzacrich Ryam
Betewe kalian suka Markisa bakal bucin ke Zac atau stay dengan sikap dinginnya?
Betewe yang dibawah ini gausah discroll author Gabut wkwkwwkwk
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments
Siti Nurhayati Yati
sama sama bucin
2023-10-15
1
Widya Lisa
semoga kduanya bucin thor lanjut..
2023-06-02
0
Handa Yani
jangan bucin...dingin aja.,yg bucin biar zac
2023-01-09
0