BAB 20 | Bedebah Sialan

Happy Reading

Jangan lupa like agar Author semakin semangat update!

"Syukurlah gampang sekali melumpuhkannya," ujar Dairy berjalan ke arah Markisa.

Soklin, Vanish dan Dairy menatap tubuh Markisa yang sudah tidak sadarkan diri, kini mereka hanya perlu membawa tubuh Markisa keluar dari rumah sakit, sebelum asisten atau suster yang bersama Markisa kembali.

"Kenapa kau begitu dendam pada kakakmu itu, Dairy?" tanya Vanish duduk di meja kerja Markisa.

"Dia bukan kakakku!" bentar Dairy menolak pertanyaan Vanish. "Dia hanya sampah dan semua sampah harus disingkirkan, dia membuat saudara kandungku Dove membenciku sendiri, atas tuduhan penyebaran video yang tidak aku lakukan."

"Bukannya itu wajar, kalian yang duluan menjebak Markisa, jadi jika dia balas dendam, kenapa kau harus marah," ujar Soklin yang disambut anggukan dari Vanish.

"Tidak usah ingin tahu! Sekarang kita harus memikirkan cara membawa wanita ini keluar dari sini!" jawab Dairy yang membuat Soklin dan Vanish mengangguk.

Dairy beruntung karena Markisa sendirian di ruangannya, tapi Dove lupa siapa Markisa, Markisa yang sebenarnya hanya pura-pura pingsan, mengambil kesempatan itu untuk mengirimkan pesan SOS kepada Milo melalui ponsel yang tidak jauh dari dirinya, dia bisa saja kabur namun permainan baru akan dimulai.

"Kita langsung bawa saja dia, lagipula kondisi ruang lobby sedang sepi," usul Soklin.

"Jangan terlalu terburu-buru, tapi kalau sudah begini aku juga bingung harus apa, bagaimana kalau aku mengambil mobil dan bersiap-siap sementara kalian langsung lari dengan membawa tubuh Markisa kedalam mobil, kalau rencana ini berhasil kita akan aman," jawab Dairy menatap tubuh Markisa.

Setelah berpikir sejenak, akhirnya Soklin dan Vanish setuju dengan rencana Dairy. Soklin dan Vanish kemudian bersiap memapah tubuh Markisa sementara itu Dairy menyiapkan mobilnya, dan benar saja rencana mereka kali ini berhasil, mereka berhasil membawa tubuh Markisa masuk ke mobil tanpa ketahuan siapapun.

"Mau kita bawah kemana dia?" tanya Soklin saat Dairy mulai menjalankan mobilnya meninggalkan area rumah sakit.

"Aku sudah punya rencana yang bagus," jawab Dairy dengan sorot mata tajamnya.

"Kalau nanti Kakak dan Suaminya mengetahui bahwa dia diculik, kita akan dalam bahaya, lebih baik hanya memberinya pelajaran jangan sampai membahayakan nyawanya," usul Vanish yang disambut anggukan kepala dari Soklin.

"Justru itu yang bagus, memancing dua tikus dengan tikus," Dairy menyeringai kecil.

Markisa yang hanya berpura-pura pingsan mendengar semua rencana mereka dan membuat Markisa lebih pintar mengatur rencana ketika bantuan sudah datang.

"Dasar, Kalian bedebah, sialan!" batin Markisa.

Sementara itu Milo yang tengah menyelesaikan pekerjaan kantornya yang tertunda beberapa hari karena membantu Markisa, tampak sibuk dengan layar monitor dihadapannya, sebelum pesan SOS dari Markisa masuk ke ponselnya.

Setelah menerima ponsel tersebut, Milo segera menutup laptopnya dan mengabari Zac bahwa Markisa dalam bahaya, Zac yang juga sibuk dengan urusan kantornya yang dia tinggalkan dan baru sempat dia kerjakan.

[Halo?]

Zac mengangkat telepon dari Milo sembari mengecek beberapa laporan keuangan dan income dari kantornya.

[Zac, Markisa dalam bahaya, kita bertemu di rumah sakit tempat dia bekerja, sekarang]

Zac yang mendengar kabar itu langsung menautkan alisnya dan menaruh semua berkas yang ada ditangannya.

[Serius?]

[Apakah aku terdengar berbohong! Cepat!]

Milo kemudian mematikan telepon tersebut sepihak yang membuat Zac segera membereskan berkas nya dan keluar dari ruangannya.

"Tuan Zac, anda mau kemana?" tanya asistennya Daniel.

"Asisten Dan? Aku ada keperluan mendadak dengan istriku, kamu tolong handle kantor sebentar," jawab Zac melepas jas dan melipat lengan panjang kemejanya.

"T-Tapi Tuan Zac, meeting untuk tender dua milyar hari ini sebentar lagi akan dimulai," ujar Asisten Daniel gugup.

Zac menatap Asisten Daniel tajam. "Batalkan,"

"T-Tapi,"

Zac yang mendengar itu langsung meraih kerah kemeja asistennya itu dan menatapnya tajam. "Apa yang ku perintahkan harus dituruti, lebih baik aku kehilangan uang dua milyar itu daripada harus melihat istriku dalam bahaya!"

Setelahnya Zac melepaskan kerah kemeja Asistennya dan menatapnya tajam yang membuat Asisten Daniel mengangguk.

Zac kemudian berjalan menuju parkiran untuk masuk kedalam mobilnya. Zac mengendarai mobilnya menuju rumah sakit dimana Milo sudah menunggunya.

Tak butuh waktu lama, Zac kini sudah tiba dirumah sakit tersebut dan mendapati Milo sudah menunggunya di depan pintu masuk, Zac langsung keluar dari mobilnya dan menemui Milo.

"D-Dimana Markisa?" tanya Zac pada Milo.

Milo menatap Zac tajam dan membuang mukanya. "Aku sudah mengecek ruangannya dan dia sudah tidak ada, dari rekaman cctv, yang membawa Markisa berjumlah tiga orang, aku tidak tahu siapa Mereka, namun kita sudah telat."

Zac seketika lemas dan mengusap kepalanya. "Sekarang kita harus apa?"

"Markisa udah memasang alat pelacak di ponselnya dan itu terhubung dengan ponselku, selagi ponsel Markisa aktif, kita bisa mendapatkan lokasi terbarunya, maka dari itu kita harus bergerak cepat," ujar Milo berjalan masuk ke mobilnya

Mendengar itu Zac segera bangkit dan masuk ke mobilnya menyusul Milo yang menancap gas menuju lokasi Markisa sekarang disusul oleh Zac.

TBC

Terpopuler

Comments

Fi Fin

Fi Fin

iiih aku geli sama visualnya zak

2024-05-29

1

Mita Karolina

Mita Karolina

Ini keluarga Unilever atau Wings?

2023-01-07

1

umi b4well (hiatus)

umi b4well (hiatus)

otot lagi woiiiii..
bisa cari photo lain gk???

2022-11-17

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 01 | Kebusukan Yang Terencana
2 BAB 02 | Sang Pemilik Kehormatan
3 BAB 03 | Kau Pikir, Aku Pasrah?
4 BAB 04 | Rencana Markisa
5 BAB 05 | Sang Pengantin Pengganti
6 BAB 06 | Istri, Hanyalah Statusku
7 BAB 07 | Aku Istrimu, Bukan Budakmu
8 BAB 08 | Kau Ingin Mendua? Silakan
9 BAB 09 | Bukan Penggantimu
10 BAB 10 | Saatnya Balas Dendam
11 BAB 11 | Harga?
12 BAB 12 | Rudalmu Lebih Jujur
13 BAB 13 | Aku Tidak Perlu Repot-Repot
14 BAB 14 | Ini, Untuk Wanitaku
15 BAB 15 | Kau Yang Memanggilku Sialan
16 BAB 16 | Kau Butuh Psikiater, Tuan
17 BAB 17 | Sekarang Siapa Yang Bodoh!?
18 BAB 18 | Partner Ranjang Tuan Diktator
19 BAB 19 | Memutar Meja
20 BAB 20 | Bedebah Sialan
21 BAB 21 | Kau Bodoh!
22 BAB 22 | Kau Ingin Menghukumku, Hah?
23 BAB 23 | Bertahanlah, Tuan Diktator
24 BAB 24 | Sudahi Perjanjian Kita
25 BAB 25 | Kau Ingat Sekarang?
26 BAB 26 | Tidak Akan Melepasmu
27 BAB 27 | Memulai Kembali
28 BAB 28 | Surogasi?
29 BAB 29 | Mertuaku Berwatak Sampah
30 BAB 30 | Sekedar Membantah
31 BAB 31 | Novel Baru: Genius Bride Duda Depresi
32 BAB 32 | Kau Salah Ruangan Nona?
33 BAB 33 | Mertuamu Itu Iblis!
34 BAB 34 | Pria Itu Kekasihmu
35 BAB 35 | Bertemu Kembali
36 BAB 36 | Fakta Baru
37 BAB 37 | Apa Aku Lupa?
38 BAB 38 | Sekedar Membuktikan
39 BAB 39 | Tepat Sekali
40 BAB 40 | Menjauhi Fakta
41 BAB 41 | Sebuah Kebenaran
42 BAB 42 | Dokter Kandungan Menyebalkan
43 BAB 43 | Janji Dove
44 BAB 44 | Malaikat Yang Sesungguhnya
45 BAB 45 | Tuan Durex dan Nyonya Fiesta
46 BAB 46 | Pria Sialan Yang Kucintai
47 BAB 47 | Kau Marah, Hm?
48 BAB 48 | Lihatlah Yang Ada Dihadapanmu
49 BAB 49 | Bagaimana Bisa?
50 BAB 50 | Mantan Istri Kedua
51 BAB 51 | Permainan Baru Dimulai
52 BAB 52 | Hm? Aku Tahu!
53 BAB 53 | Bukti dan Bukti Lagi
54 BAB 54 | Penipu Yang Tertipu
55 BAB 55 | Tertarik Denganku?
56 BAB 56 | Aku Juga Bisa Menipumu
57 BAB 57 | Godaan Mas Suami
58 BAB 58 | Bangun Kak
59 BAB 59 | Dokter Tan, Terhormat
60 BAB 60 | Bagaimana Sekarang?
61 BAB 61 | Sangat Memalukan
62 BAB 62 | Bukan Salahku Merebut Istrimu
63 BAB 63 | Tingkah Mas Suami
64 BAB 64 | Keputusan Terburuk
65 BAB 65 | Belajarlah Menerima Keadilan Itu
66 BAB 66 | Sudah Hakku Mempertahankan Istriku
67 BAB 67 | Luka Sekerat Rasa
68 Pengantin Tuan Adam [Karya Anak Kost]
69 BAB 68 | Apakah Aku Terlambat?
70 BAB 69 | Tuhan Belum Membuatmu Menyerah
71 BAB 70 | Memilih Menikahi Tuan Zac
72 BAB 71 | Istrimu? Kusebut istri Kita
73 BAB 72 | Dia Lupa Dengan Siapa Dia Berurusan
74 BAB 73 | Memelukmu Untuk Menikammu Lebih Dalam
75 BAB 74 | Sisi Lain Dokter Tan
76 BAB 75 | Posesif, Mesum, Diktator, Tapi Dia Suamiku
77 BAB 76 | Dewa Penolongmu, Dairy
78 BAB 77 | Baby Z Terhormat
79 BAB 78 | Semua Wanita Berhak Menjadi Ratu
80 BAB 79 | Jadikan Aku Suamimu
81 BAB 80 | Bukan Sebatas Bias Pilu
82 BAB 81 | Treatman Perasaan
83 BAB 82 | Batalkan Pernikahan Ini
84 BAB 83 | Pasangan Pengganti
85 BAB 84 | Kakak Yang Dilangkahi
86 BAB 85 | Terhentak Keadaan
87 BAB 86 | Akhir Dari Segala Perjuangan
88 BAB 87 | Menemukan Penggantimu
89 BAB 88 | Haruskah Memilih?
90 BAB 89 | Pilihan Markisa
91 BAB 90 | Pertanyaan Satu Juta Dollar
92 BAB 91 | Kau Yang Memulainya
93 BAB 92 | Sebuah Keputusan
94 BAB 93 | Baby Z Itu Kuat
95 BAB 94 | Dua Bedebah
96 BAB 95 | Om Suka Aran?
97 BAB 96 | Perdebatan Batin
98 BAB 97 | Perjanjian Markisa
99 BAB 98 | Patah Hati Seorang Suami
100 BAB 99 | Menikah Saja Lagi
101 BAB 100 | Goyahnya Pertahanan
102 Gairah Cinta CEO Bastard By Kisss
103 BAB 101 | Tangisan Bernada Pilu
104 BAB 102 | Tak Bertepi Pandang
105 BAB 103 | Moureen Agatha Ryzam [END]
Episodes

Updated 105 Episodes

1
BAB 01 | Kebusukan Yang Terencana
2
BAB 02 | Sang Pemilik Kehormatan
3
BAB 03 | Kau Pikir, Aku Pasrah?
4
BAB 04 | Rencana Markisa
5
BAB 05 | Sang Pengantin Pengganti
6
BAB 06 | Istri, Hanyalah Statusku
7
BAB 07 | Aku Istrimu, Bukan Budakmu
8
BAB 08 | Kau Ingin Mendua? Silakan
9
BAB 09 | Bukan Penggantimu
10
BAB 10 | Saatnya Balas Dendam
11
BAB 11 | Harga?
12
BAB 12 | Rudalmu Lebih Jujur
13
BAB 13 | Aku Tidak Perlu Repot-Repot
14
BAB 14 | Ini, Untuk Wanitaku
15
BAB 15 | Kau Yang Memanggilku Sialan
16
BAB 16 | Kau Butuh Psikiater, Tuan
17
BAB 17 | Sekarang Siapa Yang Bodoh!?
18
BAB 18 | Partner Ranjang Tuan Diktator
19
BAB 19 | Memutar Meja
20
BAB 20 | Bedebah Sialan
21
BAB 21 | Kau Bodoh!
22
BAB 22 | Kau Ingin Menghukumku, Hah?
23
BAB 23 | Bertahanlah, Tuan Diktator
24
BAB 24 | Sudahi Perjanjian Kita
25
BAB 25 | Kau Ingat Sekarang?
26
BAB 26 | Tidak Akan Melepasmu
27
BAB 27 | Memulai Kembali
28
BAB 28 | Surogasi?
29
BAB 29 | Mertuaku Berwatak Sampah
30
BAB 30 | Sekedar Membantah
31
BAB 31 | Novel Baru: Genius Bride Duda Depresi
32
BAB 32 | Kau Salah Ruangan Nona?
33
BAB 33 | Mertuamu Itu Iblis!
34
BAB 34 | Pria Itu Kekasihmu
35
BAB 35 | Bertemu Kembali
36
BAB 36 | Fakta Baru
37
BAB 37 | Apa Aku Lupa?
38
BAB 38 | Sekedar Membuktikan
39
BAB 39 | Tepat Sekali
40
BAB 40 | Menjauhi Fakta
41
BAB 41 | Sebuah Kebenaran
42
BAB 42 | Dokter Kandungan Menyebalkan
43
BAB 43 | Janji Dove
44
BAB 44 | Malaikat Yang Sesungguhnya
45
BAB 45 | Tuan Durex dan Nyonya Fiesta
46
BAB 46 | Pria Sialan Yang Kucintai
47
BAB 47 | Kau Marah, Hm?
48
BAB 48 | Lihatlah Yang Ada Dihadapanmu
49
BAB 49 | Bagaimana Bisa?
50
BAB 50 | Mantan Istri Kedua
51
BAB 51 | Permainan Baru Dimulai
52
BAB 52 | Hm? Aku Tahu!
53
BAB 53 | Bukti dan Bukti Lagi
54
BAB 54 | Penipu Yang Tertipu
55
BAB 55 | Tertarik Denganku?
56
BAB 56 | Aku Juga Bisa Menipumu
57
BAB 57 | Godaan Mas Suami
58
BAB 58 | Bangun Kak
59
BAB 59 | Dokter Tan, Terhormat
60
BAB 60 | Bagaimana Sekarang?
61
BAB 61 | Sangat Memalukan
62
BAB 62 | Bukan Salahku Merebut Istrimu
63
BAB 63 | Tingkah Mas Suami
64
BAB 64 | Keputusan Terburuk
65
BAB 65 | Belajarlah Menerima Keadilan Itu
66
BAB 66 | Sudah Hakku Mempertahankan Istriku
67
BAB 67 | Luka Sekerat Rasa
68
Pengantin Tuan Adam [Karya Anak Kost]
69
BAB 68 | Apakah Aku Terlambat?
70
BAB 69 | Tuhan Belum Membuatmu Menyerah
71
BAB 70 | Memilih Menikahi Tuan Zac
72
BAB 71 | Istrimu? Kusebut istri Kita
73
BAB 72 | Dia Lupa Dengan Siapa Dia Berurusan
74
BAB 73 | Memelukmu Untuk Menikammu Lebih Dalam
75
BAB 74 | Sisi Lain Dokter Tan
76
BAB 75 | Posesif, Mesum, Diktator, Tapi Dia Suamiku
77
BAB 76 | Dewa Penolongmu, Dairy
78
BAB 77 | Baby Z Terhormat
79
BAB 78 | Semua Wanita Berhak Menjadi Ratu
80
BAB 79 | Jadikan Aku Suamimu
81
BAB 80 | Bukan Sebatas Bias Pilu
82
BAB 81 | Treatman Perasaan
83
BAB 82 | Batalkan Pernikahan Ini
84
BAB 83 | Pasangan Pengganti
85
BAB 84 | Kakak Yang Dilangkahi
86
BAB 85 | Terhentak Keadaan
87
BAB 86 | Akhir Dari Segala Perjuangan
88
BAB 87 | Menemukan Penggantimu
89
BAB 88 | Haruskah Memilih?
90
BAB 89 | Pilihan Markisa
91
BAB 90 | Pertanyaan Satu Juta Dollar
92
BAB 91 | Kau Yang Memulainya
93
BAB 92 | Sebuah Keputusan
94
BAB 93 | Baby Z Itu Kuat
95
BAB 94 | Dua Bedebah
96
BAB 95 | Om Suka Aran?
97
BAB 96 | Perdebatan Batin
98
BAB 97 | Perjanjian Markisa
99
BAB 98 | Patah Hati Seorang Suami
100
BAB 99 | Menikah Saja Lagi
101
BAB 100 | Goyahnya Pertahanan
102
Gairah Cinta CEO Bastard By Kisss
103
BAB 101 | Tangisan Bernada Pilu
104
BAB 102 | Tak Bertepi Pandang
105
BAB 103 | Moureen Agatha Ryzam [END]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!