BAB 13 | Aku Tidak Perlu Repot-Repot

Happy Reading

Pagi-pagi sekali Markisa sudah selesai membersihkan tubuhnya dari sisa-sisa pergumulan semalam, Zac masih tertidur pulas, Markisa ada agenda hari ini yaitu mendatangi kediaman Mourt karena dari berita yang dia dengar Dove sedang diperiksa pihak kepolisian atas tuduhan pornografi.

Terbayang dibenak Markisa, bagaimana perasaan Dove dan hancurnya mental Dove, tapi itu tidak sebanding dengan semua penderitaan yang dirasakan Markisa selama ini.

Setelah selesai membersihkan dirinya Markisa berjalan kembali masuk kedalam kamar, dilihatnya Zac masih tidur disana, membuat Markisa enggan membangunkannya, setelah berpakaian Markisa berjalan ke dapur membuat kopi dan roti bakar untuk sarapan Zac.

"Kalau aku bangunkan, itu sama saja bunuh diri, aku tidak mau bertengkar sepagi ini," batin Markisa mengaduk gelas kopi dengan sendok ditangannya.

Setelahnya Markisa berjalan kembali ke kamar dan menaruh kopi serta roti bakar tersebut di nakas, wajah damai Zac yang tertidur sekali lagi membuat Markisa berpikir jauh, kenapa dia bisa memiliki sikap seiblis ini.

"Satu langkah lagi, kau akan memohon cintaku, Tuan," monolog Markisa merapihkan selimut yang dipakai Zac.

Setelahnya Markisa mengambil tasnya, berjalan keluar rumah dan memakai kacamata hitam nya dengan rambut tergerai, dia kini bak seorang cupu menjadi ratu, pengkhianatan dalam satu malam membuat dia berubah drastis dalam satu malam.

"Bagaimana keadaan disana kak?" tanya Markisa naik keatas mobil dimana Milo sudah menunggu.

"Ada Mama, Papa, Tango, Dairy, dan beberapa media wartawan yang siap meliput berita ini, sekarang Dove dan Tango menjadi trending topik di sosial media," jawab Milo menjalankan mobilnya menuju kediaman Mourt.

"Bagaimana dengan Zac?" lanjut Milo bertanya pada Markisa.

"Dia baik, kami melakukannya semalam, cepat atau lambat dia akan paham betapa berharganya istrinya ini," jawab Markisa disambut senyum sinis dari Milo.

Markisa mengangguk cepat, saat Milo mempertanyakan tentang rencana mereka, selanjutnya Milo mempercepat laju kendaraannya menuju kediaman Mourt.

Zac membuka matanya perlahan, sekilas wajahnya menerawang seisi ruangan, Zac kemudian bangkit dari tidurnya dan mengadaptasikan pandangannya.

"Dimana, wanita sialan itu?" tanya Zac dalam hati.

Mata Zac terpaku pada secangkir kopi dan roti bakar di nakas, Zac berjalan ke arah sana dan kopinya masih panas, sama saat Markisa meninggalkannya, Zac berjalan keluar dari kamar mencari Markisa dan tidak menemukannya disana.

"Kenapa aku harus memikirkan gadis itu? Kalau dia pergi apa urusannya denganku," batin Zac.

Zac kemudian kembali kedalam kamar dan duduk diranjang, ia meraih cangkir kopi dan menyesap kopinya pelan, mengingat lagi kejadian semalam, sungguh kenikmatan yang tidak pernah didapatkan Zac sebelumnya.

"Aku suaminya! Jika dia mau pergi dia harus izin kepadaku," batin Zac kembali.

Zac kemudian berjalan ke kamar mandi membersihkan dirinya kemudian berpakaian untuk mencari Markisa, kini tujuan Zac adalah rumah mertuanya, entah kenapa Zac kesal saat Markisa pergi dan tidak bisa ia lihat tadi pagi, sehingga Zac menyusul Markisa.

Sementara itu Markisa dan Milo sudah sampai di kediaman Mourt, tampak banyak Wartawan diluar pagar rumah itu, Milo dan Markisa mendesak masuk kedalam sana dengan melalui pintu pagar samping, sebegitu hebohnya kah dunia persilatan atas video syur Tango dan Dove.

Sesampainya didalam rumah mereka disambut oleh Asisten Panadol dan Kepala Pembantu Rexona, yang mengantarkan Milo dan Markisa ke ruang keluarga, Milo dan Markisa berjalan ke ruang keluarga dimana terdengar suara menggelegar dari Tuan Mourt yang sudah pasti menghakimi Dove.

Markisa dan Milo pun masuk kedalam ruang keluarga, disana mereka melihat Tango sudah babak belur dihajar oleh Tuan Mourt dan Dove yang menunduk menerima beberapa tamparan.

"Kalian benar-benar menjijikkan, kalian melakukan itu dan kau Dove saat itu kau akan menikah! Aku beruntung tidak menikahkanmu dengan Zac," teriak Tuan Mourt.

"Ada apa Pah?" tanya Markisa dengan nada penuh kesinisan yang membuat Dairy, Tango dan Dove manatap ke arahnya dan Milo.

"Kukira adikku Markisa paling kotor, ternyata ada yang lebih kotor lagi, apakah kalian berdua tidak malu melakukan itu? Bahkan meludah diwajah kalian masih lebih menjijikkan kelakuan kalian." sinis Milo berjalan ke arah Tuan Mourt dan duduk disampingnya.

Sementara itu Markisa berjalan ke arah Nyonya Cimory dan berdiri dibelakang sofa yang di duduki, Tuan Mourt, Nyonya Cimory dan Milo.

"Aku tidak menyangka Kak, kau melakukan itu dengan Tango, untungnya aku melepas lelaki seperti dia dan menikah dengan Tuan Zac, betapa beruntungnya aku, tidak seperti seseorang yang aku kenal, melepas calon suaminya demi balas dendam yang bahkan melukai dirinya sendiri," ujar Markisa disambut tatapan sinis dari Dove.

"Diam! Pasti kau yang menyebarkan video itu kan?" tanya Dove membentak Markisa. "Kau wanita menjijikkan Markisa! Aku membencimu!"

Markisa tertawa pelan dan berjalan kearah Dove. "Atas dasar apa tuduhan mu itu?"

"Kau menuduhku tanpa bukti, jadi kenapa kau bisa berpikiran bahwa aku yang menyebarkannya, apakah kau wanita terhormat? Tidak kan," lanjut Markisa mendorong sedikit pundak Dove.

"KAU DENDAM PADAKU! KARENA AKU, DAN TANGO SENGAJA MELAKUKAN ADEGAN ITU AGAR MEMBUATMU HANCUR DAN DENGAN BANTUAN DAIRY, AKU MENJEBAKMU HINGGA KAU DITIDURI OLEH ZAC, DAN ENAKNYA KAU MEREBUT FILE VIDEO ITU DAN SUDAH PASTI KAU YANG MENYEBARKANNYA!" teriak Dove yang membuat Tuan Mourt dan Nyonya Cimory membulatkan mata sempurna

Tuan Mourt berdiri hendak menampar Dove namun dihentikan oleh Markisa, sementara itu Dairy hanya berdiri gugup karena Dove telah membocorkan semuanya.

"Aku senang kau mengakuinya tanpa aku bersusah payah, aku tidak perlu repot-repot mencari bukti kebusukanmu, tapi apakah kau yakin kalau aku yang menyebarkannya, kenapa tidak tanya pada dia," ujar Markisa melirik Dairy. "Jadi sekarang, siapa yang menjijikkan?"

Kini Milo dan Markisa sedang tersenyum puas berhasil mengungkap kebusukan Dove sendiri tanpa mengotori tangannya, sehingga tanpa mereka sadari sosok Zac sejak tadi berdiri diambang pintu mendengar semua percakapan itu.

"Jadi! Bukan Markisa yang menjebakku?" tanya Zac berjalan masuk disambut tatapan dari semua yang ada disana.

TBC

Terpopuler

Comments

Ernadina 86

Ernadina 86

nah nah Oo kamu ketauan

2023-08-30

0

Ernadina 86

Ernadina 86

sungguh membuatku tertarik dg penamaan tokoh2 di cerita ini😂😂

2023-08-30

1

umi b4well (hiatus)

umi b4well (hiatus)

baru aku tau...
oh..

2022-11-17

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 01 | Kebusukan Yang Terencana
2 BAB 02 | Sang Pemilik Kehormatan
3 BAB 03 | Kau Pikir, Aku Pasrah?
4 BAB 04 | Rencana Markisa
5 BAB 05 | Sang Pengantin Pengganti
6 BAB 06 | Istri, Hanyalah Statusku
7 BAB 07 | Aku Istrimu, Bukan Budakmu
8 BAB 08 | Kau Ingin Mendua? Silakan
9 BAB 09 | Bukan Penggantimu
10 BAB 10 | Saatnya Balas Dendam
11 BAB 11 | Harga?
12 BAB 12 | Rudalmu Lebih Jujur
13 BAB 13 | Aku Tidak Perlu Repot-Repot
14 BAB 14 | Ini, Untuk Wanitaku
15 BAB 15 | Kau Yang Memanggilku Sialan
16 BAB 16 | Kau Butuh Psikiater, Tuan
17 BAB 17 | Sekarang Siapa Yang Bodoh!?
18 BAB 18 | Partner Ranjang Tuan Diktator
19 BAB 19 | Memutar Meja
20 BAB 20 | Bedebah Sialan
21 BAB 21 | Kau Bodoh!
22 BAB 22 | Kau Ingin Menghukumku, Hah?
23 BAB 23 | Bertahanlah, Tuan Diktator
24 BAB 24 | Sudahi Perjanjian Kita
25 BAB 25 | Kau Ingat Sekarang?
26 BAB 26 | Tidak Akan Melepasmu
27 BAB 27 | Memulai Kembali
28 BAB 28 | Surogasi?
29 BAB 29 | Mertuaku Berwatak Sampah
30 BAB 30 | Sekedar Membantah
31 BAB 31 | Novel Baru: Genius Bride Duda Depresi
32 BAB 32 | Kau Salah Ruangan Nona?
33 BAB 33 | Mertuamu Itu Iblis!
34 BAB 34 | Pria Itu Kekasihmu
35 BAB 35 | Bertemu Kembali
36 BAB 36 | Fakta Baru
37 BAB 37 | Apa Aku Lupa?
38 BAB 38 | Sekedar Membuktikan
39 BAB 39 | Tepat Sekali
40 BAB 40 | Menjauhi Fakta
41 BAB 41 | Sebuah Kebenaran
42 BAB 42 | Dokter Kandungan Menyebalkan
43 BAB 43 | Janji Dove
44 BAB 44 | Malaikat Yang Sesungguhnya
45 BAB 45 | Tuan Durex dan Nyonya Fiesta
46 BAB 46 | Pria Sialan Yang Kucintai
47 BAB 47 | Kau Marah, Hm?
48 BAB 48 | Lihatlah Yang Ada Dihadapanmu
49 BAB 49 | Bagaimana Bisa?
50 BAB 50 | Mantan Istri Kedua
51 BAB 51 | Permainan Baru Dimulai
52 BAB 52 | Hm? Aku Tahu!
53 BAB 53 | Bukti dan Bukti Lagi
54 BAB 54 | Penipu Yang Tertipu
55 BAB 55 | Tertarik Denganku?
56 BAB 56 | Aku Juga Bisa Menipumu
57 BAB 57 | Godaan Mas Suami
58 BAB 58 | Bangun Kak
59 BAB 59 | Dokter Tan, Terhormat
60 BAB 60 | Bagaimana Sekarang?
61 BAB 61 | Sangat Memalukan
62 BAB 62 | Bukan Salahku Merebut Istrimu
63 BAB 63 | Tingkah Mas Suami
64 BAB 64 | Keputusan Terburuk
65 BAB 65 | Belajarlah Menerima Keadilan Itu
66 BAB 66 | Sudah Hakku Mempertahankan Istriku
67 BAB 67 | Luka Sekerat Rasa
68 Pengantin Tuan Adam [Karya Anak Kost]
69 BAB 68 | Apakah Aku Terlambat?
70 BAB 69 | Tuhan Belum Membuatmu Menyerah
71 BAB 70 | Memilih Menikahi Tuan Zac
72 BAB 71 | Istrimu? Kusebut istri Kita
73 BAB 72 | Dia Lupa Dengan Siapa Dia Berurusan
74 BAB 73 | Memelukmu Untuk Menikammu Lebih Dalam
75 BAB 74 | Sisi Lain Dokter Tan
76 BAB 75 | Posesif, Mesum, Diktator, Tapi Dia Suamiku
77 BAB 76 | Dewa Penolongmu, Dairy
78 BAB 77 | Baby Z Terhormat
79 BAB 78 | Semua Wanita Berhak Menjadi Ratu
80 BAB 79 | Jadikan Aku Suamimu
81 BAB 80 | Bukan Sebatas Bias Pilu
82 BAB 81 | Treatman Perasaan
83 BAB 82 | Batalkan Pernikahan Ini
84 BAB 83 | Pasangan Pengganti
85 BAB 84 | Kakak Yang Dilangkahi
86 BAB 85 | Terhentak Keadaan
87 BAB 86 | Akhir Dari Segala Perjuangan
88 BAB 87 | Menemukan Penggantimu
89 BAB 88 | Haruskah Memilih?
90 BAB 89 | Pilihan Markisa
91 BAB 90 | Pertanyaan Satu Juta Dollar
92 BAB 91 | Kau Yang Memulainya
93 BAB 92 | Sebuah Keputusan
94 BAB 93 | Baby Z Itu Kuat
95 BAB 94 | Dua Bedebah
96 BAB 95 | Om Suka Aran?
97 BAB 96 | Perdebatan Batin
98 BAB 97 | Perjanjian Markisa
99 BAB 98 | Patah Hati Seorang Suami
100 BAB 99 | Menikah Saja Lagi
101 BAB 100 | Goyahnya Pertahanan
102 Gairah Cinta CEO Bastard By Kisss
103 BAB 101 | Tangisan Bernada Pilu
104 BAB 102 | Tak Bertepi Pandang
105 BAB 103 | Moureen Agatha Ryzam [END]
Episodes

Updated 105 Episodes

1
BAB 01 | Kebusukan Yang Terencana
2
BAB 02 | Sang Pemilik Kehormatan
3
BAB 03 | Kau Pikir, Aku Pasrah?
4
BAB 04 | Rencana Markisa
5
BAB 05 | Sang Pengantin Pengganti
6
BAB 06 | Istri, Hanyalah Statusku
7
BAB 07 | Aku Istrimu, Bukan Budakmu
8
BAB 08 | Kau Ingin Mendua? Silakan
9
BAB 09 | Bukan Penggantimu
10
BAB 10 | Saatnya Balas Dendam
11
BAB 11 | Harga?
12
BAB 12 | Rudalmu Lebih Jujur
13
BAB 13 | Aku Tidak Perlu Repot-Repot
14
BAB 14 | Ini, Untuk Wanitaku
15
BAB 15 | Kau Yang Memanggilku Sialan
16
BAB 16 | Kau Butuh Psikiater, Tuan
17
BAB 17 | Sekarang Siapa Yang Bodoh!?
18
BAB 18 | Partner Ranjang Tuan Diktator
19
BAB 19 | Memutar Meja
20
BAB 20 | Bedebah Sialan
21
BAB 21 | Kau Bodoh!
22
BAB 22 | Kau Ingin Menghukumku, Hah?
23
BAB 23 | Bertahanlah, Tuan Diktator
24
BAB 24 | Sudahi Perjanjian Kita
25
BAB 25 | Kau Ingat Sekarang?
26
BAB 26 | Tidak Akan Melepasmu
27
BAB 27 | Memulai Kembali
28
BAB 28 | Surogasi?
29
BAB 29 | Mertuaku Berwatak Sampah
30
BAB 30 | Sekedar Membantah
31
BAB 31 | Novel Baru: Genius Bride Duda Depresi
32
BAB 32 | Kau Salah Ruangan Nona?
33
BAB 33 | Mertuamu Itu Iblis!
34
BAB 34 | Pria Itu Kekasihmu
35
BAB 35 | Bertemu Kembali
36
BAB 36 | Fakta Baru
37
BAB 37 | Apa Aku Lupa?
38
BAB 38 | Sekedar Membuktikan
39
BAB 39 | Tepat Sekali
40
BAB 40 | Menjauhi Fakta
41
BAB 41 | Sebuah Kebenaran
42
BAB 42 | Dokter Kandungan Menyebalkan
43
BAB 43 | Janji Dove
44
BAB 44 | Malaikat Yang Sesungguhnya
45
BAB 45 | Tuan Durex dan Nyonya Fiesta
46
BAB 46 | Pria Sialan Yang Kucintai
47
BAB 47 | Kau Marah, Hm?
48
BAB 48 | Lihatlah Yang Ada Dihadapanmu
49
BAB 49 | Bagaimana Bisa?
50
BAB 50 | Mantan Istri Kedua
51
BAB 51 | Permainan Baru Dimulai
52
BAB 52 | Hm? Aku Tahu!
53
BAB 53 | Bukti dan Bukti Lagi
54
BAB 54 | Penipu Yang Tertipu
55
BAB 55 | Tertarik Denganku?
56
BAB 56 | Aku Juga Bisa Menipumu
57
BAB 57 | Godaan Mas Suami
58
BAB 58 | Bangun Kak
59
BAB 59 | Dokter Tan, Terhormat
60
BAB 60 | Bagaimana Sekarang?
61
BAB 61 | Sangat Memalukan
62
BAB 62 | Bukan Salahku Merebut Istrimu
63
BAB 63 | Tingkah Mas Suami
64
BAB 64 | Keputusan Terburuk
65
BAB 65 | Belajarlah Menerima Keadilan Itu
66
BAB 66 | Sudah Hakku Mempertahankan Istriku
67
BAB 67 | Luka Sekerat Rasa
68
Pengantin Tuan Adam [Karya Anak Kost]
69
BAB 68 | Apakah Aku Terlambat?
70
BAB 69 | Tuhan Belum Membuatmu Menyerah
71
BAB 70 | Memilih Menikahi Tuan Zac
72
BAB 71 | Istrimu? Kusebut istri Kita
73
BAB 72 | Dia Lupa Dengan Siapa Dia Berurusan
74
BAB 73 | Memelukmu Untuk Menikammu Lebih Dalam
75
BAB 74 | Sisi Lain Dokter Tan
76
BAB 75 | Posesif, Mesum, Diktator, Tapi Dia Suamiku
77
BAB 76 | Dewa Penolongmu, Dairy
78
BAB 77 | Baby Z Terhormat
79
BAB 78 | Semua Wanita Berhak Menjadi Ratu
80
BAB 79 | Jadikan Aku Suamimu
81
BAB 80 | Bukan Sebatas Bias Pilu
82
BAB 81 | Treatman Perasaan
83
BAB 82 | Batalkan Pernikahan Ini
84
BAB 83 | Pasangan Pengganti
85
BAB 84 | Kakak Yang Dilangkahi
86
BAB 85 | Terhentak Keadaan
87
BAB 86 | Akhir Dari Segala Perjuangan
88
BAB 87 | Menemukan Penggantimu
89
BAB 88 | Haruskah Memilih?
90
BAB 89 | Pilihan Markisa
91
BAB 90 | Pertanyaan Satu Juta Dollar
92
BAB 91 | Kau Yang Memulainya
93
BAB 92 | Sebuah Keputusan
94
BAB 93 | Baby Z Itu Kuat
95
BAB 94 | Dua Bedebah
96
BAB 95 | Om Suka Aran?
97
BAB 96 | Perdebatan Batin
98
BAB 97 | Perjanjian Markisa
99
BAB 98 | Patah Hati Seorang Suami
100
BAB 99 | Menikah Saja Lagi
101
BAB 100 | Goyahnya Pertahanan
102
Gairah Cinta CEO Bastard By Kisss
103
BAB 101 | Tangisan Bernada Pilu
104
BAB 102 | Tak Bertepi Pandang
105
BAB 103 | Moureen Agatha Ryzam [END]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!