Happy Reading
•
•
Pagi-pagi sekali Markisa sudah selesai membersihkan tubuhnya dari sisa-sisa pergumulan semalam, Zac masih tertidur pulas, Markisa ada agenda hari ini yaitu mendatangi kediaman Mourt karena dari berita yang dia dengar Dove sedang diperiksa pihak kepolisian atas tuduhan pornografi.
Terbayang dibenak Markisa, bagaimana perasaan Dove dan hancurnya mental Dove, tapi itu tidak sebanding dengan semua penderitaan yang dirasakan Markisa selama ini.
Setelah selesai membersihkan dirinya Markisa berjalan kembali masuk kedalam kamar, dilihatnya Zac masih tidur disana, membuat Markisa enggan membangunkannya, setelah berpakaian Markisa berjalan ke dapur membuat kopi dan roti bakar untuk sarapan Zac.
"Kalau aku bangunkan, itu sama saja bunuh diri, aku tidak mau bertengkar sepagi ini," batin Markisa mengaduk gelas kopi dengan sendok ditangannya.
Setelahnya Markisa berjalan kembali ke kamar dan menaruh kopi serta roti bakar tersebut di nakas, wajah damai Zac yang tertidur sekali lagi membuat Markisa berpikir jauh, kenapa dia bisa memiliki sikap seiblis ini.
"Satu langkah lagi, kau akan memohon cintaku, Tuan," monolog Markisa merapihkan selimut yang dipakai Zac.
Setelahnya Markisa mengambil tasnya, berjalan keluar rumah dan memakai kacamata hitam nya dengan rambut tergerai, dia kini bak seorang cupu menjadi ratu, pengkhianatan dalam satu malam membuat dia berubah drastis dalam satu malam.
"Bagaimana keadaan disana kak?" tanya Markisa naik keatas mobil dimana Milo sudah menunggu.
"Ada Mama, Papa, Tango, Dairy, dan beberapa media wartawan yang siap meliput berita ini, sekarang Dove dan Tango menjadi trending topik di sosial media," jawab Milo menjalankan mobilnya menuju kediaman Mourt.
"Bagaimana dengan Zac?" lanjut Milo bertanya pada Markisa.
"Dia baik, kami melakukannya semalam, cepat atau lambat dia akan paham betapa berharganya istrinya ini," jawab Markisa disambut senyum sinis dari Milo.
Markisa mengangguk cepat, saat Milo mempertanyakan tentang rencana mereka, selanjutnya Milo mempercepat laju kendaraannya menuju kediaman Mourt.
•
•
Zac membuka matanya perlahan, sekilas wajahnya menerawang seisi ruangan, Zac kemudian bangkit dari tidurnya dan mengadaptasikan pandangannya.
"Dimana, wanita sialan itu?" tanya Zac dalam hati.
Mata Zac terpaku pada secangkir kopi dan roti bakar di nakas, Zac berjalan ke arah sana dan kopinya masih panas, sama saat Markisa meninggalkannya, Zac berjalan keluar dari kamar mencari Markisa dan tidak menemukannya disana.
"Kenapa aku harus memikirkan gadis itu? Kalau dia pergi apa urusannya denganku," batin Zac.
Zac kemudian kembali kedalam kamar dan duduk diranjang, ia meraih cangkir kopi dan menyesap kopinya pelan, mengingat lagi kejadian semalam, sungguh kenikmatan yang tidak pernah didapatkan Zac sebelumnya.
"Aku suaminya! Jika dia mau pergi dia harus izin kepadaku," batin Zac kembali.
Zac kemudian berjalan ke kamar mandi membersihkan dirinya kemudian berpakaian untuk mencari Markisa, kini tujuan Zac adalah rumah mertuanya, entah kenapa Zac kesal saat Markisa pergi dan tidak bisa ia lihat tadi pagi, sehingga Zac menyusul Markisa.
Sementara itu Markisa dan Milo sudah sampai di kediaman Mourt, tampak banyak Wartawan diluar pagar rumah itu, Milo dan Markisa mendesak masuk kedalam sana dengan melalui pintu pagar samping, sebegitu hebohnya kah dunia persilatan atas video syur Tango dan Dove.
Sesampainya didalam rumah mereka disambut oleh Asisten Panadol dan Kepala Pembantu Rexona, yang mengantarkan Milo dan Markisa ke ruang keluarga, Milo dan Markisa berjalan ke ruang keluarga dimana terdengar suara menggelegar dari Tuan Mourt yang sudah pasti menghakimi Dove.
Markisa dan Milo pun masuk kedalam ruang keluarga, disana mereka melihat Tango sudah babak belur dihajar oleh Tuan Mourt dan Dove yang menunduk menerima beberapa tamparan.
"Kalian benar-benar menjijikkan, kalian melakukan itu dan kau Dove saat itu kau akan menikah! Aku beruntung tidak menikahkanmu dengan Zac," teriak Tuan Mourt.
"Ada apa Pah?" tanya Markisa dengan nada penuh kesinisan yang membuat Dairy, Tango dan Dove manatap ke arahnya dan Milo.
"Kukira adikku Markisa paling kotor, ternyata ada yang lebih kotor lagi, apakah kalian berdua tidak malu melakukan itu? Bahkan meludah diwajah kalian masih lebih menjijikkan kelakuan kalian." sinis Milo berjalan ke arah Tuan Mourt dan duduk disampingnya.
Sementara itu Markisa berjalan ke arah Nyonya Cimory dan berdiri dibelakang sofa yang di duduki, Tuan Mourt, Nyonya Cimory dan Milo.
"Aku tidak menyangka Kak, kau melakukan itu dengan Tango, untungnya aku melepas lelaki seperti dia dan menikah dengan Tuan Zac, betapa beruntungnya aku, tidak seperti seseorang yang aku kenal, melepas calon suaminya demi balas dendam yang bahkan melukai dirinya sendiri," ujar Markisa disambut tatapan sinis dari Dove.
"Diam! Pasti kau yang menyebarkan video itu kan?" tanya Dove membentak Markisa. "Kau wanita menjijikkan Markisa! Aku membencimu!"
Markisa tertawa pelan dan berjalan kearah Dove. "Atas dasar apa tuduhan mu itu?"
"Kau menuduhku tanpa bukti, jadi kenapa kau bisa berpikiran bahwa aku yang menyebarkannya, apakah kau wanita terhormat? Tidak kan," lanjut Markisa mendorong sedikit pundak Dove.
"KAU DENDAM PADAKU! KARENA AKU, DAN TANGO SENGAJA MELAKUKAN ADEGAN ITU AGAR MEMBUATMU HANCUR DAN DENGAN BANTUAN DAIRY, AKU MENJEBAKMU HINGGA KAU DITIDURI OLEH ZAC, DAN ENAKNYA KAU MEREBUT FILE VIDEO ITU DAN SUDAH PASTI KAU YANG MENYEBARKANNYA!" teriak Dove yang membuat Tuan Mourt dan Nyonya Cimory membulatkan mata sempurna
Tuan Mourt berdiri hendak menampar Dove namun dihentikan oleh Markisa, sementara itu Dairy hanya berdiri gugup karena Dove telah membocorkan semuanya.
"Aku senang kau mengakuinya tanpa aku bersusah payah, aku tidak perlu repot-repot mencari bukti kebusukanmu, tapi apakah kau yakin kalau aku yang menyebarkannya, kenapa tidak tanya pada dia," ujar Markisa melirik Dairy. "Jadi sekarang, siapa yang menjijikkan?"
Kini Milo dan Markisa sedang tersenyum puas berhasil mengungkap kebusukan Dove sendiri tanpa mengotori tangannya, sehingga tanpa mereka sadari sosok Zac sejak tadi berdiri diambang pintu mendengar semua percakapan itu.
"Jadi! Bukan Markisa yang menjebakku?" tanya Zac berjalan masuk disambut tatapan dari semua yang ada disana.
•
•
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments
Ernadina 86
nah nah Oo kamu ketauan
2023-08-30
0
Ernadina 86
sungguh membuatku tertarik dg penamaan tokoh2 di cerita ini😂😂
2023-08-30
1
umi b4well (hiatus)
baru aku tau...
oh..
2022-11-17
0