Happy Reading!
•
•
Markisa berjalan keluar dari ruangan itu, dia sudah cukup mendengar Dove membeberkan sendiri masalahnya dan Zac? Sepertinya rencana Markisa benar-benar berhasil Zac akan ada dalam genggamannya tanpa dia berusaha keras.
Zac yang menyusul Markisa segera menahan Markisa sehingga membuat Markisa menghentikan langkahnya dan menatap Zac.
"Ada apa, Tuan?" tanya Markisa yang membuat Zac terdiam.
"A-Aku, aku ingin meminta maaf padamu, aku tidak sadar kalau aku dijebak dalam semua kejadian ini,"
Markisa tersenyum kecut dan menatap Zac dalam. "Kenapa baru bilang sekarang? Setelah kau mengetahui faktanya."
Zac menatap ke arah lain, berusaha memikirkan kata-kata yang tepat untuk Markisa, Markisa yang masih berdiri dihadapan Zac mengangkat alisnya menanti ungkapan kata Zac.
"Aku menyesal mengetahui ini sekarang, bisakah kita memulai dari awal, aku akan merubah sikapku, percayalah," ujar Zac dengan tatapan penuh ketulusan.
Zac memang belum mencintai Markisa, namun melihat semua fakta yang sebenarnya membuat Zac sadar bahwa Markisa hanya korban yang tidak pantas untuk disakiti, Zac menggenggam tangan Markisa berusaha meyakinkan nya, karena cinta bisa datang karena terbiasa.
"Jangan membuang-buang waktumu Tuan, aku tidak mencintaimu, sekarang atau sampai kapan pun itu, catat itu di kepalamu," Markisa melepaskan tangan Zac.
Markisa berjalan kembali meninggalkan Zac yang terdiam akibat ucapan Markisa, yang membuat Zac berteriak kesal kepadanya. "Kalau kau tidak mencintaiku, kenapa kau masih mau bersamaku! Bahkan kau tidak memberiku kesempatan!"
Markisa menghentikan langkahnya kembali tanpa membalikkan badannya kepada Zac. "Ada beberapa hal yang tidak perlu kau ketahui, Tuan."
Zac kembali terdiam, sementara Markisa masih terus berjalan dan menghilang dari hadapan Zac, Markisa berjalan menuju pinggir jalan melalui pintu samping, masih banyak media diluar, Markisa berdiri mencari taksi.
Markisa tidak pulang bersama Milo, karena Milo ada tugas lain untuk membuat kubu bangsa percoklatan, Dove, Dairy dan Tango terpecah belah, ibarat sebuah kalimat, jika kau tidak bisa menghentikan orang yang jahat, maka mereka akan saling menghancurkan sendiri dengan komposisi yang tepat.
Markisa sedang menunggu taksi yang dia pesan, sebelum mobil Zac terparkir dihadapannya disusul oleh Zac yang turun dan langsung menggendong Markisa paksa.
"Apa yang kau lakukan?" protes Markisa berusaha melepaskan dirinya dari Zac.
"Kau lupa kalau suamimu diktator! Dan semua yang aku inginkan harus dituruti," Zac membuka pintu mobil dan memasukkan Markisa kedalam mobil.
"Kau-" Zac menahan kalimat Markisa dengan jari telunjuk yang diletakkan dibibir Markisa.
"Aku tahu, apa yang ingin kau katakan, Aku diktator hanya untuk orang yang bisa ku atur dan itu bukan kau!" jawab Zac masuk kedalam mobil melalui pintu pengemudi.
Markisa menatap Zac dengan tatapan tajam sementara Zac menjalankan mobilnya dan meninggalkan area kediaman Mourt.
"Turunkan aku, Tuan!" pinta Markisa tanpa di perdulikan oleh Zac.
"Kenapa kau begitu kekeuh dengan pendirianmu! Aku tidak akan pernah mencintaimu, Tuan, aku menikahimu karena untuk mengungkapkan kebusukan kakakku," lanjut Markisa tanpa mengungkapkan niat untuk membuat Zac jatuh cinta.
Menolak Zac dan membuatnya penasaran adakah rencana Markisa, tidak asik rasanya jika langsung menerimanya, Markisa akan membuat Zac mencintainya secara berproses sehingga ketika Zac mencintainya karena semua prosesnya, semuanya akan terasa sakit jika Markisa meninggalkannya.
"Aku tidak peduli apa tujuanmu, kau wanitaku, dan aku suamimu, mau atau tidak pun kau mencintaiku, akan ku buat kau lupa bagaimana mencintai pria lain, karena kau hanya akan mencintaiku." jawab Zac.
"Kalimatmu terdengar sombong, mungkin kalau kau tidak mengetahui faktanya kau masih memanggilku wanita sialan," ujar Markisa tertawa garing penuh kesinisan.
"Baiklah kalau kau tidak bisa mencintaiku, bagaimana kalau kau menjadi partner ranjangku?" Zac menghentikan mobilnya dan mendekatkan kepalanya pada Markisa.
"Kau pikir aku wanita murahan yang sering kau kencani dan kau lemparkan uang ketika kau sudah puas?" protes Markisa yang tanpa sadar Zac langsung mencium bibirnya.
Markisa membulatkan mata sempurna disaat Zac meraih kepala Markisa dan menekan kepala Markisa agar memperdalam pagutan mereka, setelahnya Zac melepaskan ciuman itu dan melanjutkan perjalanan.
"Makanya biarkan aku berusaha menjadi suamimu," Zac tersenyum dengan rahang tegasnya yang membuat wajahnya terlihat ramah. "Dan aku anggap itu sebagai pengenalan dari kisah cinta kita, bagaimana?"
"Teruslah berusaha Tuan," sinis Markisa menatap keluar jendela.
•
•
Milo kini berdiri di samping pintu ruangan kepolisian disaat Dove, Tango dan Dairy yang sebenarnya hanya wajib lapor karena kasus pornografi malah melaporkan Markisa atas tuduhan pencemaran nama baik.
Dengan bantuan Tango dan Dairy yang ingin menjadi saksi Dove bahwa Markisa yang merebut file tersebut dan menyebarkannya sebagai konten pornografi kemudian menyebarkannya melalui akunnya sendiri, membuat pihak polisi tersebut segera memproses laporan itu.
Milo yang mendengar itu tersenyum sinis penuh kelicikan. "Sepertinya ketiga bedebah ini ingin memainkan dua ular tangga, baiklah seberapa berakreditasi pihak hukum bisa menerima laporan kalian,"
•
•
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments
umi b4well (hiatus)
bucin
2022-11-17
0
Hikmah Araffah
Zac akunmelelh🤣
2022-08-12
0
Siti Zen
Ya Allah aku klo baca nama nya ngakak🤣🤣🤣
2022-07-21
0