Happy Reading!
•
•
Markisa keluar dari kamar sesaat setelah kepergian Zac, ia tidak mengambil semua uang yang dilemparkan begitu saja ke wajahnya, ia memunguti semua pakaiannya terlebih dahulu dan memakainya, ia merasakan ada sesuatu yang berbeda dari dirinya, dia sudah kehilangan semua kehormatannya dan kesuciannya.
Dan bahkan Zac sendiri tidak tahu kebenaran bahwa Dove adalah pelaku dari semuanya, Markisa serasa di kambing hitam kan padahal dia adalah korban disini.
Markisa yang merasakan nyeri di bagian sensitifnya, berjalan pelan menuju kamarnya sendiri, namun baru beberapa langkah ia berjalan, ia sudah dihadang oleh Dove, Tango dan Dairy.
"Bagaimana rasanya? Aku membantumu loh," ujar Dove dengan wajah tanpa dosa.
Markisa menatap tajam Dove dan Tango yang sedang berangkulan tangan, matanya menerawang tajam kedua sosok yang benar-benar membuatnya kehilangan akal sehat, entah siapa yang gila disini, yang pasti Markisa berusaha menempatkan dirinya pada posisi yang tepat.
Plak!
"Ah!"
Sebuah tamparan keras dari Markisa jatuh tepat di pipi Dove, yang membuat Tango dan Dairy membulatkan mata sempurna, Dove memalingkan wajahnya yang terkena tamparan kemudian berusaha membalas Markisa.
Belum sempat Dove menampar Markisa, Markisa sudah meraih baju Dove dan menatapnya tajam. "Kau yang memulai genderang perang ini, aku sudah kehilangan hal yang sangat berharga dari hidupku dan kau bahkan tidak bisa mengembalikannya."
Markisa kemudian merebut ponsel yang digenggam Dairy, namun ditahan oleh Dairy dan Tango yang membuat Markisa terpaksa menendang tulang kering Tango yang membuat Tango menjerit kesakitan.
Setelah berhasil merebut ponsel Dairy, Markisa mencari video persengamaan Dove dan Tango, beserta video dirinya dan Zac yang tentu sudah ada di ponsel Dairy.
"Sangat menyedihkan cara kalian, aku sampai malu mengingat apa yang kalian lakukan,"
Setelahnya Markisa mengirim kedua video itu ke ponselnya sendiri, dia sendiri yang akan mengungkapkan kejadian tidak senonoh tadi, jadi dia tidak perlu menunggu Dove, Tango dan Dairy berusaha keras memberitahu keluarga besar, bahwa Markisa dan Zac terlibat hubungan badan.
"Terima kasih," ujar Markisa membanting ponsel Dairy dan berjalan ke arah Dairy kemudian mendorongnya sehingga Dairy terbentur ditembok. "Kalian pikir? Aku pasrah? Tidak! Kalian akan tahu bagaimana marahnya orang yang sabar."
Markisa tersenyum miring kepada ketiga orang itu dan memegang kedua pundak Dove dan menekannya sehingga Dove sedikit kesakitan
"Welcome to the devil revenge, saudari-saudariku," lanjut Markisa kemudian menunjuk Tango. "Dan kau! Aku kasian padamu, kau mendapatkan lobang yang sudah tidak perawan lagi, padahal kau bisa mendapatkan milikku, dan sayangnya milikku sudah direbut oleh pria lain, dan kau tahu apa kabar baik nya? Kau semakin menjijikkan dimataku,"
Markisa kemudian berjalan ke arah Tango, dia kini berada dihadapan mantan kekasihnya itu, lima tahun berhubungan dan berakhir pengkhianatan, sungguh sakit, Markisa melepas cincin yang diberikan Tango dulu dan melemparkannya ke wajah Tango.
"Kau bebas, kita selesai sampai disini, Dokter Tan," bisik Markisa penuh penekanan.
Setelahnya Markisa kemudian kembali berjalan menuju kamarnya, sementara itu Dove, Dairy dan Tango hanya menatap Markisa, siapa sangka orang sepolos dia bisa berubah menjadi seperti ini dalam waktu singkat.
Dove tersenyum sinis. "Aku mendapatkan lawan yang seimbang, dan akan ku beres kan sisanya,"
Markisa tidak memperdulikan apapun lagi, seluruh anggota keluarga belum pulang, pasti Ayah dan Ibu serta keluarga lainnya sudah menunggunya di gedung, namun Markisa tidak peduli akan apa jawabannya nanti.
Markisa membuka kamarnya dan mendapati kasur masih berantakan, tersirat jelas bekas persengamaan yang membuatnya semakin dendam terhadap Kakak, Adik dan Kekasihnya.
Markisa segera mengunci pintu kamarnya dan menghamburkan seisi kasurnya, perlahan pertahanannya untuk terlihat tegar runtuh seketika, air matanya luruh, dia mengacak rambutnya pasrah dan berjalan ke arah cermin.
Markisa menatap dirinya dicermin dan menatap wajah polos itu yang dia miliki, dengan sekali pukulan Markisa membuat kaca cermin untuk retak dan menatap wajahnya sekali lagi.
Dia seperti mempunya personality diri yang baru, jika dia nanti akan menjadi istri Zac si diktator, dia akan menjadi istri yang bisa mengimbangi ke diktatoran itu.
•
•
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments
Dyah Oktina
lanjut... thor... makan seru nih ceritanya
2024-01-04
0
🇮🇩A Firdaus🇰🇷
makin seru bacanya
2023-10-13
0
Any any
huufff thor aku smpe smngt 45 bacax plus tegang sprti mngalamix saja... 😅😅😅😅😅👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪💪💪💪❤❤❤❤❤❤❤ sehat sll thor..😍😍😍😍😍😍
2023-05-11
0