Happy Reading
•
•
Semua yang masih kaget tidak dihiraukan oleh Markisa, bahkan Dove, Dairy dan Tango sendiri tsrkejut melihat Markisa sudah berpakaian lengksp khas gaun pengantin.
Markisa berjalan masuk dan mengkode Milo untuk memutar video Markisa bersama Zac, Milo yang mendapat kode segera menekan tombol nya yang membuat Adegan tidak senonoh Markisa dan Zac terpampang jelas.
Tuan Mourt dan Nyonya Cimory membulatkan mata sempurna melihat itu, mereka tidak menyangka orang, sosok Markisa yang mereka anggap polos melakukan adegan intim, dengan calon kakak iparnya sendiri.
Sementara pihak keluarga Zac tidak jauh beda terkejutnya, terutama Zac yang tidak habis pikir apa maksud dari Markisa, setelahnya Milo mematikan video tersebut yang membuat Markisa berjalan ketengah ruangan dan langsung menangis.
Markisa yang memang ber-akting menangis membuat semua yang ada disana pilu, Markisa menghampiri kakaknya Dove dan memeluknya sembari menangis.
"Kak Dove! Izinkan aku yang menikah dengan Kak Zac! Aku sudah ternoda, siapa yang akan mempertanggungjawabkan semua ini." ujar Markisa yang membuat Dove tidak habis pikir.
Drama apa yang sedang Markisa dan Milo mainkan saat ini, disela-sela akting menangis nya, Markisa mempererat pelukannya pada Dove yang berujung sakit yang dirasakan Dove sebelum Markisa berbisik penuh ancaman kepadanya.
"Ini kan yang kakak inginkan? Menjadi pengantin pengganti kakak, akan aku kabulkan." bisik Markisa.
Semua yang ada disana terdiam mencoba mencerna, beberapa jam lagi akad nikah, dan seorang gadis datang dengan tangisan dan meminta untuk menjadi pengantin pengganti.
"Benar! Zac sudah menodai adikku! Jadi yang pantas menikah dengannya adalah Markisa! Bukan Dove," bela Milo yang masih membuat semuanya terdiam.
Dairy, Tango dan Dove bingung seketika, kenapa Markisa sendiri yang memperlihatkan videonya bersama Zac dan apa tujuan dari Markisa sendiri padahal semalam dia sudah menghapus video itu dari ponsel dan laptop Diary.
Ayah Zac yang sedari tadi bungkam langsung berdiri dan mengangkat tubuh Zac berdiri kemudian menampar putranya. "Apa itu benar!"
Zac terdiam mendapat pertanyaan seperti itu, dia bungkam seketika, sementara Markisa masih dengan akting sedihnya.
Dairy, Tango dan Dove sendiri hanya diam, bukankah ini yang mereka inginkan, bahkan Markisa sendiri yang melanjutkan rencana mereka bertiga tanpa membuat mereka repot, namun mereka bertiga tidak tahu, ada sebuah tujuan besar yang akan mengacaukan hidup mereka bertiga dalam waktu dekat.
"Katakan Zac!" teriak ayah Zac sekali lagi.
Zac yang sudah terpojok dan mendapat banyak tamparan dari ayahnya hanya mengangguk membenarkan video itu, seketika ayah Zac lemas dsn terduduk disofa kembali.
Zac sendiri hanya berdiri tidak berani untuk duduk, Tuan Mourt, dan Nyonya Cimory ikut terdiam, tidak habis pikir atas apa yang terjadi.
"Yang akan menikah dengan Zac hari ini adalah Markisa." tukas ayah Zac final.
"Saya setuju." timpal Tuan Mourt.
Seketika kedua pihak keluarga hanya diam tanpa bisa menentang begitupun dengan Zac sendiri yang harus menikahi Markisa yang sudah dia nodai.
•
•
"Sah!"
Teriak gemuruh semua tamu undangan, saat akan nikah selesai diucapkan, keadaan begitu khusyu didalam gedung itu, walaupun semua tamu undangan kebingungan, karena nama yang tercatat dikartu undangan adalah Dove Mourt bukan Markisa Mourt.
Namun itu semua tidak mereka hiraukan dan akan menjadi obrolan yang panas dan aib kedua pihak keluarga, setelah ijab kabul diucapkan, Markisa segera mencium tangan Zac dan menyalami ayah nya yang berada satu meja dengannya sebagai Wali dalam pernikahannya.
Markisa dan Zac kemudian mendatangi keluarga mereka yang duduk tidak jauh dari sana, mereka memeluknya satu persatu, tak luput dari semua itu adalah Dairy, Dove dan Tango, disaat Markisa memeluk Dove, Markisa sengaja menahan waktu disana dan menggunakannya untuk berbisik.
"Jangan kira kalian bisa tenang, ini baru awal dari balas dendam, aku punya videomu bersama Tango dan aku bisa menyebarkannya sebagai jejak digital paling menyakitkan, Selamat menikmati waktumh, dan tunggu pembalasan dari orang sabar yang tersakiti." bisik Markisa.
Dove yang mendapat ancaman hanya diam dan menatap tajam Markisa, Markisa kemudian berjalan kembali didampingi Zac ke arah pelaminan untuk menyambut para tamu.
Zac dan Markisa kini berdiri di pelaminan tersebut, berusaha tersenyum ditengah konflik hati yang sedang terjadi.
"Kau yang menginginkan ini, jadi kau akan merasakan bagaimana menjadi istri seorang Zac." bisik Zac pada Markisa.
"Aku tahu itu, Tuan Diktator! Tapi kau harus ingat, kau hanya Diktator bagi orang yang bisa kau atur, dan itu bukan aku." balas Markisa tegas.
•
•
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments
Sanjaria Abubakar
👍👍👍👍👍 keren markisa
2025-02-26
0
Dyah Oktina
semangat u memberi pelajaran lagi kaum2 penindas markisa... dingin kan segar.. 🤭😂😂
2024-01-04
0
YNa Msa
Suka dgn peran Mu Markisa Kuat Ga Mudah d Tindas
2023-05-28
0