Happy Reading
•
•
Zac berjalan masuk kedalam ruangan keluarga itu disambut semua tatapan dari orang yang ada disana, sebuah fakta mengejutkan membuat Zac terbuka bahwa Markisa hanya korban yang di kambing hitamkan.
"Suamiku sudah tahu, kalau aku mungkin tidak aja bertindak lebih, tapi bayangkan kalau seorang Tuan Zac yang bertindak," bisik Markisa pada Dove.
Dove berdiri gugup sementara Tango dan Dairy hanya menatap penuh ketakutan, fakta apalagi yang akan dijelaskan Dove karena kini Zac sudah tiba dihadapannya.
Siapa yang tidak mengenal Zac yang siap membantai siapapun jika berurusan dengannya, Zac menatap Dove penuh pertanyaan.
Sementara Markisa dan Milo saling melempar pandangan karena berhasil mengungkap kebusukan tanpa harus mengotori tangan mereka, betapa adilnya tuhan.
"Apakah hanya itu, yang ingin kau jelaskan?" tanya Zac menatap Dove tajam.
Dove berdiri gugup dihadapan Zac. "T-Tuan, bukan begitu maksudku,"
"APAKAH HANYA ITU, YANG INGIN KAU JELASKAN!" teriak Zac dengan nada lantang membuat Dove menelan ludahnya kasar.
Zac meraih kedua bahu Dove dan mencengkramnya kasar, mengguncang bahu Dove meminta sembuh penjelasan.
"M-Maaf Tuan, aku tidak bermaksud,"
"BUKAN ITU JAWABAN YANG AKU INGINKAN, JELASKAN SEMUANYA, NONA DOVE!" bentak Zac yang kali ini lebih menggelegar.
Dove yang terpancing dan tersulut emosi lantas berteriak keras pula. "IYA! AKU YANG MENYURUH DAIRY MEMBUATMU MABUK DAN MEMBAWAMU KESINI, BUKAN MARKISA, AKU DAN TANGO YANG MENCEKOKIMU PERANGSANG ITU! AGAR KAU MENIDURI MARKISA!"
Plak
Sebuah tamparan keras dari Zac melayang keras ke pipi Dove sesaat setelah dia menyelesaikan kalimatnya, semua yang ada disana menatap serius, Nyonya Cimory dan Tuan Mourt hanya diam menatap, ini adalah hak Zac jika dia ingin bertindak.
"Ini, Untuk Wanitaku!" kecam Zac mengacungkan tangannya dan melirik Markisa.
Markisa yang sadar kalimat itu ditujukan padanya, hanya terdiam memalingkan wajahnya, bukan kah itu kalimat romantis dari seorang Zac.
Selanjutnya Zac berjalan kearah Tango dan langsung mendaratkan bogem mentah disana, wajah Tango yang babat belur akibat Tuan Mourt kembali dibuat babat belur oleh Zac.
Tango tersungkur yang membuat Zac menarik kerah kemejanya dan memaksa berdiri kemudian mendaratkan kembali bogeman pada mantan kekasih istrinya itu.
"Kau mengkhianati Markisa dengan melakukan hubungan badan bersama kakaknya, aku ragu kalau kau adalah manusia, aku pikir aku adalah manusia paling buruk disini, nyatanya kalian tidak jauh beda menjijikkannya, kalau kau tidak bisa mencintai satu orang maka lepaskanlah dia," ujar Zac penuh penekanan.
Selanjutnya Zac berjalan ke arah Diary, Dairy terdiam kaku menunggu apa yang terjadi padanya sebelum Markisa menghentikan Zac.
"Sudah, Tuan, biarkan aku yang menyelesaikan sisanya," ujar Markisa berjalan ke arah Dairy.
Plak
Tamparan dari Markisa melayang kepada Dairy, Dairy memalingkan wajahnya memegang pipinya, karena tamparan yang cukup keras itu, Markisa menatap nanar Dove yang tertunduk dan Tango yang meringis, dia tidak perlu membalas keduanya.
"Tamparan ini untuk membuatmu sadar, Dairy yang kukenal adalah Dairy yang baik, kenapa kau berubah begitu jahat? Kau menjebakku ternyata, aku bersyukur pada Tuhan, karena Tuhan memberikan ku kekuatan untuk tetap bertahan." ujar Markisa.
Markisa kemudian berjalan kearah Nyonya Cimory dan Tuan Mourt, Markisa berdiri dihadapan kedua orang tuanya itu dengan mata penuh kelegaan, walaupun tugas balas dendamnya belum selesai setidaknya Dove sudah menerima balasannya dan sekarang hanya tinggal Tango dan Dairy, selanjutnya membuat Zac bertekuk lutut.
Markisa meraih tangan Tuan Mourt dan meletakkannya dipipinya. "Papa? Aku sudah bilang kan? Aku gak akan pernah mempermalukanmu, hari ini fakta itu terkuak dan semoga kau mengerti keadaanku."
Tuan Mourt mengangguk dan mengelus pipi Markisa kemudian melepaskannya, selanjutnya Markisa berjalan ketengah ruangan.
"Aku datang kesini untuk melihat skandal seorang Dove, namun fakta mengejutkan aku terima, mau bagaimana lagi, semoga kalian tenang melakukannya," ujar Markisa berbohong, karena jika ada tersangka dalam penyebaran video itu, Milo dan Markisa adalah pelakunya.
Namun Milo dan Markisa bukannya bodoh, mereka bermain terlalu ciamik sehingga bisa mendapatkan dua nyamuk dalam satu tepukan
Markisa berjalan pergi meninggalkan ruangan itu sementara Milo hanya mengangguk paham saat Markisa mengodenya, karena rencana lain akan dilakukan hari ini juga.
"Urusan kita belum selesai!" ancam Zac berjalan menyusul Markisa.
•
•
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments
Memyr 67
dove terlalu dipenuhi dendam, sehingga tidak mengenal saudaranya, markisa, dengan baik. sekarang kena boomerang.
2023-02-17
1
Pricila Bianca Aidelin
puaaaaaaaaas banget rasanya melihat Dave dan Tango dipermalukan
2022-11-02
0
Ilan Irliana
nm'y lucu2..tp aq g bs ngapal..aiihhh...lola..
2022-09-15
0