Happy Reading!
•
•
Selepas menyelesaikan urusannya dengan Dove, dan ketiga bedebah sampah itu, Markisa segera menemui Milo di meja nomor dua puluh tiga, sesampainya disana, Markisa segera duduk dikursi, dimana kakaknya sudah menunggunya sedari tadi.
"Aku mendengar keributan disana? Apakah kau ada campur tangannya?" tanya Milo melepas kacamatanya saat Markisa datang.
"Seperti yang kakak duga," jawab Markisa tersenyum pada Milo. "Bagaimana rencana kita? Apakah siap untuk melakukannya hari ini?"
"Kau punya flashdisk video dari Tango dan Dove?" tanya Milo pada Markisa.
Markisa mengangguk kemudian mengeluarkan flashdisk dari dalam tasnya saat Milo menyodorkan tangannya.
Untungnya Markisa adalah sesosok wanita yang cerdas sesaat setelah kejadian mengenaskannya dengan Dove, Markisa sadar betul bahwa ketiga orang sialan itu merekam semua aksi Zac padanya, dan Dove yang merekam aksinya dengan Tango untuk tujuan diperlihatkan kepada Markisa, harus menerima pil pahit, saat Markisa merebut semua data video dari laptop milik Dairy dan menghapusnya.
Ibarat senjata makan tuan, kini semua amunisi untuk menghancurkan Markisa dibalas telak dan direbut oleh Markisa, tidak perlu menunggu waktu yang lama, besok Markisa dan Milo akan tersenyum rapih atas balas dendam itu.
"Dan, barang berharganya," ujar Markisa kemudian menyerahkan sebuah kotak yang membuat Milo tersenyum.
Markisa membalas senyumanan Milo licik, Markisa dan Milo bukannya orang yang jahat, tetapi mereka berdua adalah orang yang terlalu baik, jadi jangan salahkan kalau mereka bisa bertindak licik.
Milo mengeluarkan ponselnya dan membuka sebuah aplikasi yang terhubung dengan cctv kediaman Mourt, Milo kemudian memperlihatkan cctv tersebut kepada Markisa.
"Dirumah hanya ada Mama dan Papa, Dove dan Dairy sedang Keluar, sedangkan kekasihmu Tango sudah pulang ke apartemennya sejak pagi tadi, menurutmu apakah gampang melakukan rencana ini?" tanya Milo yang membuat Markisa memangku dagu nya dengan kedua tangan.
"Kakak lupa, aku anak kesayangan keluarga Mourt yang membuat iri kedua saudara tiri kita, mengalihkan perhatian adalah keahlianku, dan kakak tinggal membereskan sisanya," jawab Markisa pada Milo.
"Kau, gadis yang pintar," jawab Milo mengacak rambut adiknya itu.
"Kakak juga adalah pria yang licik, kita memang ditakdirkan bersaudara," timpal Markisa.
Setelahnya Milo dan Markisa beranjak dari duduknya dan bergegas keluar dari cafe itu untuk menyambangi kediaman Mourt, baik Milo dan Markisa, keduanya tidak tinggal di rumah orang tuanya.
Milo memiliki rumah pribadi sedangkan sebelum menikah dengan Zac, Markisa tinggal di apartemen. Mereka berdua adalah sepasang adik, kakak yang mandiri, berbeda dengan Dove dan Dairy yang masih menanggung hidupnya kepada kedua orang tuanya.
Saat Milo dan Markisa masuk kedalam mobil Milo, Dove yang belum pergi dari cafe itu melihat mereka, namun untungnya hal itu segera di sadari oleh Markisa.
Markisa dan Milo kemudian berpura-pura berpisah, Milo masuk ke mobilnya dan Markisa berjalan menjauh dari tempat itu.
Dove yang melihat itu hanya menatap bingung, apa yang sedang dilakukan kedua saudaranya dicafe yang sama, belum habis rasa penasaran Dove, tiba-tiba sebuah tangan membalikkan tubuh Dove yang ternyata adalah sosok Markisa.
"M-Markisa?"
"Semakin sedikit yang kau tahu, semakin bagus," ujar Markisa penuh penekanan.
Setelahnya Markisa melepaskan pundak Dove dan berjalan cukup jauh dari cafe tersebut menuju mobil Milo yang sudah menunggunya.
Sesampainya dipintu mobil, Markisa segera membuka pintu tersebut dan masuk kedalam mobil dimana ada Milo yang langsung menodongnya dengan pertanyaan.
"Bagaimana?" tanya Milo pada Markisa.
"Sudah kubereskan, dan sudah ku pasti kan mereka tidak tahu apa-apa," jawab Markisa mendudukkan tubuhnya di jok depan.
Milo mengangguk kemudian membuka dashboard mobilnya dan menyerahkan sebuah data kepada Markisa.
"Biodata Zac, dia adalah seorang Crazy Rich, dia memiliki sifat diktator, dia benci jatuh cinta dan benci komitmen, setelah balas dendam ini selesai, tugasmu adalah membuatnya jatuh cinta dan menghancurkannya perlahan," ujar Milo pada Markisa.
Markisa yang mendengar itu hanya mengangguk pelan kemudian membaca biodata milik suaminya itu.
"Ingat Markisa, jangan jatuh cinta padanya, bahkan ketika dia menangis agar kau tidak meninggalkannya jangan perdulikan dia," lanjut Milo yang membuat Markisa menerawang kedepan.
Sepertinya Markisa tidak akan jatuh cinta pada Zac, karena sifat kejam dan arogannya sudah membuat Markisa benci padanya bahkan sejak awal pertemuan mereka, jadi menahan perasaan untuk tidak mencintainya adalah sesuatu yang mudah.
•
•
TBC
Visual Karakter Nih Guys!
Milo Antonio Mourt:
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments
Fi Fin
nama2 tokoh nya unik ngambil dr toko kelontong 😂😂
2024-05-29
2
Nadine Nabila
keren..namanya ada Sunsilk rejoize Dove apa lagi
2024-05-06
0
Qina Zahra
tango n Milo
2023-04-11
0