Happy Reading!
•
•
"Jangan berharap, kau bisa sekamar denganku, istri hanyalah status bagimu!" teriak Zac pada Markisa.
Markisa kini tengah berada dikamar pengantinnya bersama Zac, setelah seharian full dengan rangkaian acara pernikahan, Zac menatap tajam Markisa yang terdiam dengan masih menggunakan gaun pengantin.
Setelah mengucapkan kalimatnya Zac berjala n ke ranjang, melepas tosronya dan kini bertelanjang dada merebahkan badannya di atas ranjang, Markisa yang melihat itu hanya terdiam.
Markisa kemudian berjalan ke kopernya yang sudah diantar Milo, kini ia resmi tinggal di rumah milik Zac sendiri, Markisa mengambil baju tidurnya dan berjalan membersihkan diri dikamar mandi yang ada didalam kamar itu.
Markisa menatap wajahnya dj cermin wastafel, menghapus beberapa sisa kotoran make-up. Menjadi penanda hidup barunya, menjalani hidup dalam pernikahan berataskan dendam membuat mental Markisa semakin kuat, setelah selesai membersihkan dirinya, Markisa mengganti bajunya kemudian berjalan ke arah ranjang.
Markisa memperhatikan wajah Zac yang memejamkan matanya, dengan kedua tangan sebagai bantalnya, walaupun Zac sudah memakai bantal sendiri tentunya, namun posisi itu membuat ketiak Zac terekspos sempurna beserta lekukan otot-ototnya.
Srtth!
Markisa menarik paksa bantal yang dipakai oleh Zac yang membuat Zac terbangun dan menatap tajam Markisa. "Apa yang kau lakukan, sialan?"
"Ini kamarku, istri hanyalah status bagiku, tapi ingat, kamar suami adalah kamar istrinya, jadi bisakah kau minggir sedikit, aku ingin mengistirahatkan diriku," jawab Markisa merebahkan dirinya diranjang.
Zac yang melihat itu sontak emosi, dan dengan sigap dia mengangkat tubuh Markisa dan menjauhkannya dari ranjang.
Zac kemudian mendorong tubuh Markisa ke tembok, dan menyudutkannya disana. "Dengarkan aku baik-baik Nona, tidak ada yang pernah menentang ku sebelumnya bahkan mantan istriku sendiri dulu."
Mendengar itu Markisa tertawa pelan dan menatap tajam Zac. "Kau sepertinya belum paham Tuan, ada dua hal yang tidak selamanya bisa kau inginkan, bisa kau dapatkan, pertama mengatur semua orang, dan yang kedua mempertahankan kediktatoranmu."
"Aku kan sudah bilang, aku bukan tipikal orang yang gampang diatur," lanjut Markisa mendorong tubuh Zac agar menjauh darinya.
Markisa kemudian berjalan ke arah Zac dan menatapnya dalam kembali. "Dengarkan aku Tuan, tidak semua orang bisa kau kekang dengan sifat ke diktatoranmu itu, jangan terlalu merasa hebat, kalau ku bilang kau sampah kau mau apa?"
Mendengar itu membuat Zac sontak naik pitam dan hendak melepaskan tamparan kepada Markisa namun ditangkis oleh Markisa dengan cara menahan tangan Zac.
"Terakhir kau menamparku, setelahnya aku kehilangan kehormatanku, dan dengan mudahnya kau melemparkan uang kepadaku atas bayaran kehormatan ku? Sudah ku pasti kan tangan kotormu tidak akan menyentuh wajahku lagi."
Setelahnya Markisa membuang tangan Zac darinya dan berjalan ke ranjang, diiringin dengan tatapan penuh amarah oleh Zac.
"Terkadang kau perlu belajar dulu, kau terlihat layaknya binatang kalau sedang begitu, kalau kau mau tidur silakan tidur, kalau kau tidak mau, ya sudah berdirilah disana, lagipula kalau kau mati karena berdiri hanya membuat statusku menjadi janda, dan tidak membuatku mati kan?" ujar Markisa mengambil bantal kemudian menyandarkan punggungnya dikepala ranjang.
Zac berjalan kasar ke arah ranjang, dan menerkam Markisa sehingga kini keduanya saling menindih, Zac kemudian dengan kejam mencekik leher Markisa, sehingga Markisa sedikit kesusahan dalam bernapas.
"Dengarkan aku, sialan, menjauh dari kamarku dan kehidupanku!" teriak Zac melepaskan cekikannya dan membuat Markisa menendang Zac.
Zac yang terpental membentur tembok membuat Markisa berjalan cepat mendatanginya, sesampainya didepan Zac, membuat Markisa menatapnya sejenak dan mengatur napasnya.
"Ardan Alzachric, perlu kutekankan, seberapa besarpun usahamu menyingkirkanku, aku tidak akan pergi jika memang aku tidak mau pergi, kau yang memulainya dan Selamat menikmati kehidupan pernikahan kita." ujar Markisa membalikkan tubuhnya dan berjalan ke arah ranjang.
"Kau benar-benar wanita sampah!" bentak Zac yang membuat Markisa menatap Zac dari posisinya yang kini duduk diranjang.
"Oh iya satu lagi, kau sepertinya harus belajar tata krama sebelum memulai berbicara dengan istrimu ini yang memiliki kecerdasan jauh diatasmu, jangan berbicara sampah denganku, disaat kau sendiri yang merebut kehormatan ku, jadi jika aku tanya padamu, diantara kita berdua siapa yang sampah?" tanya Markisa yang membuat Zac bungkam.
•
•
TBC
BAB SELANJUTNYA SIANG INI YAH KAK, Author ada kesibukan sejenak jadi gak sempet Up banyak! tapi bakal up banyak siang ini .... Luv❤️
Visual Zac
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments
Sanjaria Abubakar
😘😘😘😘😘😘😘marisa
2025-02-26
1
4N4Q$0L3h4😉
wajahny cocok sm wataknya 👍
2022-11-28
0
umi b4well (hiatus)
okelah
2022-11-17
0