20. Kayu Bakar dan Hujan

"Apa yang anda semua lakukan di depan kamar Tuan Zainul?" Mak Ijah bertanya, nampak kerutan kerutan di keningnya.

"Mak Ijah, aku mau bertemu dengan Zainul sekarang juga," ucap Bayu seraya menghempaskan cengkeraman tangan Hendra.

"Maaf, Tuan Zainul tidak bisa diganggu. Anda sebagai tamu seharusnya memiliki sopan santun pada Tuan rumah," jawab Mak Ijah dengan ketus. Biasanya perempuan itu selalu menunjukkan mimik muka yang datar, namun kali ini ada emosi di raut wajahnya.

"Dipta tewas di kamarnya. Bukankah seharusnya Zainul diberitahu? Yodi yang hilang pun belum jelas dimana rimbanya hingga saat ini. Bagaimana mungkin dalam keadaan seperti ini Tuan rumah berdiam diri di dalam kamarnya?" Bayu pun nampak meluapkan emosinya.

Mak Ijah tak menggubris. Dia meletakkan nampan berisi segelas air dan beberapa butir kapsul di meja kecil depan kamar Zainul.

Tok tok tok

Mak Ijah mengetuk pintu kamar dengan perlahan sambil membungkuk.

"Silahkan obatnya Tuan," Mak Ijah berbicara perlahan di depan pintu kamar Zainul.

"Apa Zainul nanti akan keluar dari kamarnya Mak?" Tanya Bayu. Mak Ijah menatap Bayu dengan begitu tajam. Matanya melotot, tangannya terkepal tertahan.

"Kematian dan hilangnya teman Anda tidak ada hubungannya dengan Tuan Zainul. Tuan Zainul selama ini sudah cukup menderita dalam hidupnya. Biarkan beliau istirahat dan jangan ganggu, atau kalian akan saya usir dari rumah ini," ancam Mak Ijah sambil mengedarkan pandangannya pada semua orang.

"Makan siang sudah siap. Silahkan segera turun menuju meja makan," ucap Mak Ijah lagi, kemudian dia berjalan menuruni anak tangga menuju ke lantai bawah.

"Sialan!" Bayu mengumpat seraya menggaruk garuk kepalanya sekali lagi.

"Gimana dengan mayat Dipta? Di luar hujan deras, nggak mungkin kan kita mengantarkan mayat Dipta ke rumahnya dalam cuaca seperti ini?" Norita terlihat panik.

"Menguburkan Dipta disinipun juga tak mungkin. Istrinya menunggu kepulangannya di rumah. Siapa sangka Dipta pulang tinggal nama," Norita mulai menangis. Dia teringat Dipta kemarin bercerita isterinya tengah hamil tua. Rasa iba menguasai hatinya. Norita terisak, Ellie segera merangkulnya, mencoba menenangkan.

"Biarkan mayat Dipta di kamarnya. Kita harus mencari Mella. Apa yang menjadi penyebab kematian Dipta, kupikir petugas medis bisa mengidentifikasinya dengan lebih tepat," ujar Bayu kemudian.

"Mungkinkah roti kukus yang dimakan Dipta diberi racun?" Ellie bertanya.

"Kurasa tidak. Dari mulutnya tidak tercium aroma racun. Lagipula roti kukus terlihat utuh di tenggorokan Dipta. Yang artinya kemungkinan besar roti itu dijejalkan pada mulut Dipta saat dia sudah tewas atau menjelang kematiannya. Aku baru pertama kali menemukan kasus kematian seperti ini," Bayu mengepalkan tangannya karena geram.

"Ngomong ngomong, Galang mana Bay?" Denis teringat sosok Galang yang tak terlihat batang hidungnya.

"Itu dia. Aku juga sangat mengkhawatirkannya. Dia belum kembali dari hutan hingga saat ini. Pak Mardoyo pun menghilang," Bayu bergumam sendiri.

"Sekarang apa yang harus kita lakukan?" Norita terlihat gusar.

Bayu terdiam memandangi nampan berisi kapsul dan air putih yang tergeletak di atas meja. Kamar Zainul terasa lengang dan sepi. Bayu sebenarnya hendak menunggu di depan kamar hingga Zainul keluar, namun saat ini prioritasnya adalah mencari Mella. Juga jika hujan telah reda, dia harus segera kembali ke hutan mencari Galang sebelum petang tiba.

"Kita turun dulu," ucap Bayu setelah terdiam beberapa saat.

Semua orang menurut, mereka membiarkan mayat Dipta di kamarnya. Tia juga tetap dibiarkan di dalam kamar untuk beristirahat. Entah Tia dengar atau tidak kehebohan yang terjadi atas kematian Dipta tadi. Juga sang Tuan rumah yang belum jua menampakkan batang hidungnya hingga kini, mereka tetap dibiarkan di kamarnya masing masing.

"Kita harus mencari Mella. Kondisi di luar sedang hujan lebat. Jadi kita cari Mella di sekitar rumah saja, jangan pergi terlalu jauh. Kemampuan Mella sangat dibutuhkan saat ini. Sebagai perawat atau tenaga medis, aku perlu mendiskusikan keadaan Dipta dengannya," Bayu memberi instruksi. Saat ini mereka berdiri melingkar di tengah ruang tamu.

"Kita berkeliling secara berpasangan. Tidak diperbolehkan seorang pun berpisah dari pasangannya. Jika ada sesuatu yang mencurigakan, jangan bertindak gegabah. Berteriaklah, atau segera kembali ke rumah, melapor padaku. Kalian mengerti?" 

Semua mengangguk. Nampak ketegangan dari raut wajah mereka.

"Baiklah, Denis berpasangan dengan Norita. Hendra berpasangan dengan Iva. Dan aku bersama dengan Ellie," Bayu menentukan pasangan secara acak. 

"Area rumah ini tidak terlalu luas jadi kuharap Mella segera ditemukan. Denis dan Norita, kalian cari ke area belakang rumah. Hendra dan Iva ke halaman depan. Sementara aku dan Ellie akan melihat di area sekitar sungai. Kita bisa pinjam payung atau jas hujan yang ada di ruangan sebelah kamar mandi. Kemarin aku melihatnya ada banyak disana."

Semua orang setuju, dan segera bergerak secara berpasangan seperti instruksi Bayu. Makan siang sebenarnya sudah tersaji di atas meja makan. Namun, tidak ada yang lapar saat ini. Yodi dan Mella yang menghilang secara ajaib, juga Dipta yang telah menjadi mayat di kamarnya membuat nafsu makan setiap orang menjadi hilang.

Hujan masih cukup deras, saat Bayu dan Ellie berjalan di bibir sungai. Air mulai tampak keruh yang disebabkan oleh pasir dan tanah di bagian sumber mata air tergerus oleh air hujan.

"Dimana terakhir kali kamu melihat Mella Ell?" Bayu bertanya setengah berteriak. Hujan deras membuat suara Bayu kurang terdengar.

"Di belakang rumah sana," Ellie menunjuk pintu besi yang terletak di bagian belakang rumah.

"Entahlah kenapa dia tadi tidak ikut aku dan Iva jalan jalan di sungai," Ellie bergumam.

Hujan semakin deras, suara gemuruh di langit semakin menjadi jadi. Denis dan Norita duduk di bagian belakang rumah. Tumpukan kayu yang telah kering terguyur air hujan menjadi pemandangan yang mereka saksikan.

"Mungkin hidup kita bagaikan kayu kering itu," ucap Norita tiba tiba.

"Hah? Maksudnya?" Denis menyalakan sebatang rokok di tangan kanannya.

"Ya kejahatan kita pada Zainul di masa lalu, bagaikan kayu kering itu. Seberapa banyak pun air hujan yang membawa kebaikan dan kehidupan, kayu kering itu tidak akan pernah bersemi lagi. Seberapa pun kita berusaha melupakan, keburukan kita padanya akan tetap teringat kuat di hati masing masing."

"Jadi maksudmu kesalahan kita sudah tak termaafkan begitu? Hidup kita sudah tak berguna. Hah? Ha ha ha," Denis tergelak, tawanya pecah. Terdengar begitu nyaring di antara bunyi hujan yang jatuh menimpa atap seng di atas tempat duduknya.

"Jangan berlebihan Nori. Kesalahan kita di masa lalu tak lebih hanya sekedar kenakalan anak remaja. Hanya bercanda, iseng iseng saja kok. Melupakan masa lalu, terus bergerak dan berusaha maksimal di masa kini demi kehidupan masa depan agar lebih baik adalah kodrat kita sebagai manusia," Denis menyesap rokoknya dalam dalam.

Norita terdiam. Baik Denis maupun Norita enggan beranjak dari tempat duduknya. Mereka tak ada niat mencari Mella yang menghilang entah kemana. Sementara hujan semakin menjadi, disertai angin yang bertiup cukup kencang. 

Bersambung___

Terpopuler

Comments

Yuan Li

Yuan Li

Pernah ngalamin di bully pas masih SMP....tp gak ambil hati walau kadang pengen ngamuk. Namun pas kelulusan pada Minta maaf semua....aq cewek dan yg bully cowok sekelas. jadi teman sekelas q gak ada yg dekat sama aq. aq malah dekat dengan teman yg berbeda kelas....yg kelakuannya lebih baik dari teman sekelas q. makanya aq banyak lupa nama2 teman sekelas q. dibanding dengan teman2 yg beda kelas aq masih mengingat mereka. dan ada yg masih terhubung melalui media sosial.

2024-02-05

4

Rose_Ni

Rose_Ni

mental pembully ya seperti ini, cuma main-main cuma iseng, apakah ia tdk tahu dri perbuatan main-main dan isengnya tersebut ad mental dan fisik org yg tersakiti,. STOP BULLYING

2024-02-03

1

Laksmi Amik

Laksmi Amik

saling nencurigai

2024-01-15

1

lihat semua
Episodes
1 1. Sepucuk surat
2 2. Guru BK
3 3. Perjalanan melewati hutan
4 4. Puncak bukit
5 5. Rumah yang tertutup rapat
6 6. Mumi
7 7. Sebelas orang
8 8. Sesuatu yang hanyut
9 9. Kamar Tamu
10 10. Hilang
11 11. Makan malam
12 12. Handuk Basah
13 13. Kamar atas
14 14. Dipta dan Galang
15 15. Kesalahan masa lalu
16 16. Analisa Bayu
17 17. Hujan di atas bukit
18 18. Dipta
19 19. Terisolasi
20 20. Kayu Bakar dan Hujan
21 21. Kue ulang tahun
22 22. Pondok Tua
23 23. Cokelat untukmu
24 24. Bunga dan Kumbang
25 Ruang Curhat
26 25. Perselisihan
27 26. Tia
28 27. Dugaan Denis
29 28. Lemari
30 29. Batu Nisan
31 30. Pertarungan
32 31. Luka di kaki
33 32. Pemeriksaan Kamar
34 33. Sebuah Kunci
35 34. Malam kedua
36 35. Putus Asa
37 36. Dalam Kegelapan
38 37. Hidup dan Mati
39 38. Amarah Ellie
40 39. Fadlan dan Wignyo
41 40. Suara apa gerangan?
42 41. Pesan Galang
43 42. Ruangan yang asing
44 43. Ekskul Drama
45 Ruang Curhat II
46 44. Tuan Zainul
47 45. Saran Bayu
48 46. Tabur Tuai
49 47. Perempuan tua misterius
50 48. Penonton pertunjukan
51 49. Keluar dari hutan
52 50. Kamar Sang Rich Man
53 51. Hak dan Kewajiban untuk bahagia
54 Ruang Curhat III
55 52. Kalian tidak akan mengerti!
56 53. Zainul
57 54. Kebakaran
58 55. Peran Bayu
59 56. Buku bersampul merah
60 57. Malam yang gaduh di desa nan jauh
61 58. Penebusan
62 59. Hilangkan jejak
63 60. Pembalasan dan Penebusan
64 I. Lembaran Baru
65 II. Senja Pertama
66 III. Makan Malam Keluarga
67 IV. Buku Merah Maroon
68 V. Pagi berkabut
69 VI. Miko
70 VII. Tamu
71 VIII. Mari berfoto
72 IX. Kepingan Surga
73 X. Perseteruan
74 XI. Buku di atas ranjang
75 XII. Lenyapnya isi kulkas
76 XIII. Sajian lezat
77 XIV. Kematian Erfan
78 XV. Praduga Ali
79 XVI. Selimut
80 XVII. Dalam selimut
81 XVIII. Jejak Kaki di dapur
82 XIX. Air terjun di tengah malam
83 XX. Uang dalam karung
84 XXI. Tamu jam satu malam
85 XXII. Interogasi
86 XXIII. Kesimpulan Awal
87 XXIV. Kamar Erwin
88 XXV. Masa Lalu
89 XXVI. Tarji alergi dingin
90 XXVII. Kemampuan Bayu
91 XXVIII. Cincin Ananta
92 XXIX. Sebuah tamparan
93 XXX. Perempuan pemilik uang
94 XXXI. Kecantikan Medusa
95 XXXII. Jumat Pahing
96 XXXIII. Bidan Desa
97 XXXIV. Bidan Nurma
98 XXXV. Buku seri ketiga
99 XXXVI. I Will Always Love You
100 XXXVII. Perempuan di depan cermin
101 XXXVIII. Penyesalan Erwin
102 XXXIX. Erwin pelakunya
103 XL. Keterangan Semua Orang
104 XLI. Miko Hilang
105 XLII. Menuntut Balas!
106 XLIII. Lari atau kembali?
107 XLIV. Kegilaan Erwin
108 XLV. Orang seperti apa Bayu Khairil?
109 XLVI. Kenyataan Damar
110 XLVII. Manusia bertopeng iblis
111 XLVIII. Hujan merah maroon
112 XLIX. Tangis Miko
113 L. Kembalinya Miko
114 LI. Aroma hutan di malam kelam
115 LII. Tanah milik Sang Rich Man
116 LIII. Tawa Anggun
117 LIV. Ibuk mertua ku sayang Ibuk mertua ku malang
118 LV. Janji dua anak manusia
119 LVI. Akhir adalah Awal
120 Karya Misteri Baru dari bung Kus
121 NOVEL CETAK RUMAH TENGAH SAWAH
122 Ijin Promo Judul Baru
123 Judul Horor Baru bung Kus
124 Novel Horor Baru
Episodes

Updated 124 Episodes

1
1. Sepucuk surat
2
2. Guru BK
3
3. Perjalanan melewati hutan
4
4. Puncak bukit
5
5. Rumah yang tertutup rapat
6
6. Mumi
7
7. Sebelas orang
8
8. Sesuatu yang hanyut
9
9. Kamar Tamu
10
10. Hilang
11
11. Makan malam
12
12. Handuk Basah
13
13. Kamar atas
14
14. Dipta dan Galang
15
15. Kesalahan masa lalu
16
16. Analisa Bayu
17
17. Hujan di atas bukit
18
18. Dipta
19
19. Terisolasi
20
20. Kayu Bakar dan Hujan
21
21. Kue ulang tahun
22
22. Pondok Tua
23
23. Cokelat untukmu
24
24. Bunga dan Kumbang
25
Ruang Curhat
26
25. Perselisihan
27
26. Tia
28
27. Dugaan Denis
29
28. Lemari
30
29. Batu Nisan
31
30. Pertarungan
32
31. Luka di kaki
33
32. Pemeriksaan Kamar
34
33. Sebuah Kunci
35
34. Malam kedua
36
35. Putus Asa
37
36. Dalam Kegelapan
38
37. Hidup dan Mati
39
38. Amarah Ellie
40
39. Fadlan dan Wignyo
41
40. Suara apa gerangan?
42
41. Pesan Galang
43
42. Ruangan yang asing
44
43. Ekskul Drama
45
Ruang Curhat II
46
44. Tuan Zainul
47
45. Saran Bayu
48
46. Tabur Tuai
49
47. Perempuan tua misterius
50
48. Penonton pertunjukan
51
49. Keluar dari hutan
52
50. Kamar Sang Rich Man
53
51. Hak dan Kewajiban untuk bahagia
54
Ruang Curhat III
55
52. Kalian tidak akan mengerti!
56
53. Zainul
57
54. Kebakaran
58
55. Peran Bayu
59
56. Buku bersampul merah
60
57. Malam yang gaduh di desa nan jauh
61
58. Penebusan
62
59. Hilangkan jejak
63
60. Pembalasan dan Penebusan
64
I. Lembaran Baru
65
II. Senja Pertama
66
III. Makan Malam Keluarga
67
IV. Buku Merah Maroon
68
V. Pagi berkabut
69
VI. Miko
70
VII. Tamu
71
VIII. Mari berfoto
72
IX. Kepingan Surga
73
X. Perseteruan
74
XI. Buku di atas ranjang
75
XII. Lenyapnya isi kulkas
76
XIII. Sajian lezat
77
XIV. Kematian Erfan
78
XV. Praduga Ali
79
XVI. Selimut
80
XVII. Dalam selimut
81
XVIII. Jejak Kaki di dapur
82
XIX. Air terjun di tengah malam
83
XX. Uang dalam karung
84
XXI. Tamu jam satu malam
85
XXII. Interogasi
86
XXIII. Kesimpulan Awal
87
XXIV. Kamar Erwin
88
XXV. Masa Lalu
89
XXVI. Tarji alergi dingin
90
XXVII. Kemampuan Bayu
91
XXVIII. Cincin Ananta
92
XXIX. Sebuah tamparan
93
XXX. Perempuan pemilik uang
94
XXXI. Kecantikan Medusa
95
XXXII. Jumat Pahing
96
XXXIII. Bidan Desa
97
XXXIV. Bidan Nurma
98
XXXV. Buku seri ketiga
99
XXXVI. I Will Always Love You
100
XXXVII. Perempuan di depan cermin
101
XXXVIII. Penyesalan Erwin
102
XXXIX. Erwin pelakunya
103
XL. Keterangan Semua Orang
104
XLI. Miko Hilang
105
XLII. Menuntut Balas!
106
XLIII. Lari atau kembali?
107
XLIV. Kegilaan Erwin
108
XLV. Orang seperti apa Bayu Khairil?
109
XLVI. Kenyataan Damar
110
XLVII. Manusia bertopeng iblis
111
XLVIII. Hujan merah maroon
112
XLIX. Tangis Miko
113
L. Kembalinya Miko
114
LI. Aroma hutan di malam kelam
115
LII. Tanah milik Sang Rich Man
116
LIII. Tawa Anggun
117
LIV. Ibuk mertua ku sayang Ibuk mertua ku malang
118
LV. Janji dua anak manusia
119
LVI. Akhir adalah Awal
120
Karya Misteri Baru dari bung Kus
121
NOVEL CETAK RUMAH TENGAH SAWAH
122
Ijin Promo Judul Baru
123
Judul Horor Baru bung Kus
124
Novel Horor Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!