16. Analisa Bayu

Ellie terperanjat, cukup terkejut melihat salah satu koleksi tanaman sang tuan rumah. Tanaman yang ditempatkan terpisah, terdapat papan peringatan untuk tidak mendekat karena beracun.

"Ada apa Ell?" Mella bertanya penuh selidik.

"Tanaman ini, bagaimana bisa ada disini? Untuk apa Zainul merawat tanaman berbahaya seperti ini?" Ellie berdiri menatap tanaman mirip beringin dengan buah bulat berwarna hijau serupa dengan apel.

"Apa sih El? Lihat beringin aja kayak lihat hantu," Iva mencibir.

"Kalian nggak ngerti. Ini bukan beringin. Tanaman ini namanya Manchineel. Tumbuhan yang umumnya ditemukan di daerah Amerika Utara dan selatan. Fungsinya untuk mengurangi erosi di pantai," Ellie masih berdiri termangu.

"Terus kenapa?" Mella memegangi papan tulisan yang berisi larangan untuk mendekat.

"Beneran beracun nih?" Mella meminta penjelasan.

"Salah satu tanaman paling berbahaya di dunia. Berteduh di bawahnya saja dilarang. Buahnya pun beracun. Jika kayunya dibakar, asap pembakarannya bisa membuat peradangan dan infeksi kronis, bahkan bisa mengakibatkan kebutaan. Untuk apa Zainul meng impor dan mengoleksi tanaman menakutkan seperti ini coba," Ellie geleng geleng kepala.

"Ih, serem ya," Iva begidik ngeri.

"Selera orang yang uangnya tak memiliki nomor seri beda ya," Mella terkekeh, teman sebangku Ellie semasa SMA itu memang sulit untuk diajak serius.

"Eh, aku kok jadi ngeri ya. Misal nih tiba tiba saja kita dikunci di dalam rumah besar itu, terus diasapi pake pohon ini kita bakal mati dong," Iva mulai berpikir aneh aneh.

"Huuss, lambemu Vaa," Mella melotot.

Sementara itu di depan tv, Hendra, Galang dan Norita sedang menonton program infotainment. Hendra terlihat menguap lebar, merasa bosan dengan tontonan yang dipilih oleh Norita.

"Nggak ada acara tv lain apa gimana sih?" Hendra memprotes.

"Diam kamu. Lagi seru nih, berita artis favoritku mau nikah," Norita tak berkedip menatap layar televisi.

Galang menghela nafas, dia terlihat gusar. Sebagian hatinya meminta untuk segera pergi dari rumah ini. Namun dia juga enggan menyusuri belantara sendirian. 

"Ini lagi, pak kepala cabang kenapa galau seperti ini sih?" Hendra mengejek Galang.

"Sudahlah, tenang, nikmati saja rumah yang nyaman ini. Toh belum tentu kita bisa menikmatinya esok hari," ucap Hendra dengan santai.

"Hah? Apa maksudmu?" Galang memelototi Hendra.

"Canda cuyyy," Hendra berdiri dari duduknya.

"Mau kemana?" Norita yang bertanya kali ini.

"Mau cuci muka, daripada ngantuk dengerin berita artis nikahan," Hendra segera pergi berlalu meninggalkan Galang dan Norita.

Galang pun akhirnya juga beranjak dari ruang tv. Dia berjalan keluar rumah, menemukan Bayu dan Denis duduk menghadap rerumputan yang berwarna hijau segar di halaman.

"Wajah kalian tegang amat, ada apa?" Galang ikut duduk di sebelah Denis.

"Nggak ada yang penting kok," jawab Denis.

"Lang, gimana kalau kita pulang siang ini," ucap Denis tiba tiba.

"Aku sih oke. Perasaanku nggak enak terus menerus berdiam di rumah ini. Kamu gimana Bay? Aku yakin, kalau kamu memutuskan pulang hari ini, teman teman yang lain akan ikut," Galang menatap Bayu. Dia berharap Bayu mau untuk ikut pulang bersamanya.

"Kenapa begitu?" Bayu bertanya, wajahnya nampak bingung.

"Yah kupikir teman teman bertahan di rumah ini karena merasa tenang ada petugas kepolisian. Kalau kamu pulang, mereka pasti akan mengikutimu. Karena aku juga yakin semua orang merasa aneh dengan rumah ini. Zainul pun aneh, seperti bukan dirinya. Apalagi Yodi tiba tiba hilang," Galang sekali lagi mencoba meyakinkan Bayu untuk ikut dengannya.

"Terkait hilangnya Yodi, masalahnya kita nggak punya kontak keluarganya. Kita tidak tahu apakah Yodi pulang atau memang terjadi sesuatu padanya," Bayu menghela nafas.

"Kalaupun terjadi sesuatu pada Yodi, aku sudah memiliki beberapa tersangka," Bayu menerangkan.

"Hah? Siapa?" Denis bertanya penuh selidik.

"Setelah aku dan Galang mengantar Yodi tidur di kamar, ada beberapa orang yang tidak berada di ruang tamu. Mella yang katanya sedang ke toilet, Hendra yang waktu itu belum datang, juga kamu Denis. Kamu waktu itu beralasan merokok dan pergi entah kemana," Bayu menatap Denis, begitu tajam.

"Hah? Aku waktu itu merokok di sekitar sungai, sekalian mandi juga," Denis beralasan.

"Bisa saja kamu berbohong, padahal kamu ke kamar Yodi, memanggilnya dari jendela dan entah bagaimana kamu menculik kemudian membawanya keluar," Bayu kali ini mencecar Denis.

"Bay, untuk apa aku melakukan itu semua? Dan kenapa sekarang kamu tiba tiba menuduhku seperti ini?" 

"Aku tidak menuduh. Aku hanya menyampaikan analisisku. Kamu ada dalam catatanku. Jadi kuharap Galang tidak mencoba pulang hanya berdua bersamamu, Denis," Bayu menghela nafas. Denis terdiam kali ini.

"Bukankah ada dua orang lagi yang seharusnya kamu curigai Bay?" Galang menyahut.

"Siapa?" Tanya Bayu, sekali lagi dia menyesap kopi di cangkirnya.

"Zainul sang pemilik rumah, juga Pak Mardoyo. Dua orang itu sangat mencurigakan," tukas Galang setengah berbisik.

"Yah, bisa juga. Maka dari itu, aku tidak mungkin pergi dari sini sekarang. Aku perlu menyelidiki keanehan keanehan rumah ini beserta penghuninya. Karena itu adalah tugasku," ucap Bayu penuh penekanan.

Baik Denis dan Galang kali ini terdiam. Sibuk dengan pikirannya masing masing setelah mendengar analisis Bayu. Sebuah praduga yang masuk akal.

Saat mereka termenung, Pak Mardoyo terlihat berjalan memakai topi besar dan membawa sebilah arit di tangannya.

"Mau kemana Pak?" Teriak Bayu.

Pak Mardoyo terlihat sedikit kaget, kemudian menoleh. Dan seperti biasa, seulas senyum yang terkesan dipaksakan tersungging di bibirnya.

"Mau nyari tamu undangan yang katanya ilang kemarin Tuan. Saya mau menyisir hutan di sekitar area sini. Yang dekat dekat saja," ucap Pak Mardoyo sambil menunduk.

"Saya mau ikut Pak," Teriak Bayu tiba tiba. Denis dan Galang bertukar pandang keheranan.

"Ngapain Bay?" Galang melotot pada Bayu.

"Jangan biarkan salah satu dari orang yang dicurigai beraktivitas sendirian. Apalagi aktivitas di luar rumah ini," Bayu setengah berbisik.

Bayu berlari lari kecil menyusul Pak Mardoyo. Galang dan Denis masih diam di tempat duduknya.

"Tunggu, aku juga mau ikut," Galang tiba tiba saja berdiri dan berlari menyusul Bayu.

"Sialan. Aku nggak sudi ikut sama kalian," Denis bergumam sendirian.

Denis berdiri dari duduknya, memperhatikan dua temannya yang telah melewati pagar rumah. HP di tangannya masih memperlihatkan tangkapan layar artikel tentang kasus kriminal tahun 2013.

Dalam artikel tertulis, seorang laki laki berinisal M menyerang tetangganya dengan sebilah pisau. Menurut keterangan laki laki tersebut menganut sebuah sekte yang berbahaya. Namun hasil pemeriksaan dari medis menyebutkan laki laki tersebut mengalami gangguan kejiwaan. Sehingga tidak mendapatkan hukuman pidana, melainkan harus direhabilitasi dan diobati. Foto laki laki tersebut benar benar mirip dengan Pak Mardoyo, sang penjaga rumah yang saat ini pergi ke hutan bersama Bayu dan Galang.

Bersambung___

Terpopuler

Comments

Yuli a

Yuli a

Bayu KH...?

2025-01-16

0

Ðrµ

Ðrµ

mencurigakan kan si hendra...

2023-04-15

3

Tabila tata

Tabila tata

so kayaknya antara Bayu dan Hendra DECH pelakunya 😄🙏

2023-04-13

1

lihat semua
Episodes
1 1. Sepucuk surat
2 2. Guru BK
3 3. Perjalanan melewati hutan
4 4. Puncak bukit
5 5. Rumah yang tertutup rapat
6 6. Mumi
7 7. Sebelas orang
8 8. Sesuatu yang hanyut
9 9. Kamar Tamu
10 10. Hilang
11 11. Makan malam
12 12. Handuk Basah
13 13. Kamar atas
14 14. Dipta dan Galang
15 15. Kesalahan masa lalu
16 16. Analisa Bayu
17 17. Hujan di atas bukit
18 18. Dipta
19 19. Terisolasi
20 20. Kayu Bakar dan Hujan
21 21. Kue ulang tahun
22 22. Pondok Tua
23 23. Cokelat untukmu
24 24. Bunga dan Kumbang
25 Ruang Curhat
26 25. Perselisihan
27 26. Tia
28 27. Dugaan Denis
29 28. Lemari
30 29. Batu Nisan
31 30. Pertarungan
32 31. Luka di kaki
33 32. Pemeriksaan Kamar
34 33. Sebuah Kunci
35 34. Malam kedua
36 35. Putus Asa
37 36. Dalam Kegelapan
38 37. Hidup dan Mati
39 38. Amarah Ellie
40 39. Fadlan dan Wignyo
41 40. Suara apa gerangan?
42 41. Pesan Galang
43 42. Ruangan yang asing
44 43. Ekskul Drama
45 Ruang Curhat II
46 44. Tuan Zainul
47 45. Saran Bayu
48 46. Tabur Tuai
49 47. Perempuan tua misterius
50 48. Penonton pertunjukan
51 49. Keluar dari hutan
52 50. Kamar Sang Rich Man
53 51. Hak dan Kewajiban untuk bahagia
54 Ruang Curhat III
55 52. Kalian tidak akan mengerti!
56 53. Zainul
57 54. Kebakaran
58 55. Peran Bayu
59 56. Buku bersampul merah
60 57. Malam yang gaduh di desa nan jauh
61 58. Penebusan
62 59. Hilangkan jejak
63 60. Pembalasan dan Penebusan
64 I. Lembaran Baru
65 II. Senja Pertama
66 III. Makan Malam Keluarga
67 IV. Buku Merah Maroon
68 V. Pagi berkabut
69 VI. Miko
70 VII. Tamu
71 VIII. Mari berfoto
72 IX. Kepingan Surga
73 X. Perseteruan
74 XI. Buku di atas ranjang
75 XII. Lenyapnya isi kulkas
76 XIII. Sajian lezat
77 XIV. Kematian Erfan
78 XV. Praduga Ali
79 XVI. Selimut
80 XVII. Dalam selimut
81 XVIII. Jejak Kaki di dapur
82 XIX. Air terjun di tengah malam
83 XX. Uang dalam karung
84 XXI. Tamu jam satu malam
85 XXII. Interogasi
86 XXIII. Kesimpulan Awal
87 XXIV. Kamar Erwin
88 XXV. Masa Lalu
89 XXVI. Tarji alergi dingin
90 XXVII. Kemampuan Bayu
91 XXVIII. Cincin Ananta
92 XXIX. Sebuah tamparan
93 XXX. Perempuan pemilik uang
94 XXXI. Kecantikan Medusa
95 XXXII. Jumat Pahing
96 XXXIII. Bidan Desa
97 XXXIV. Bidan Nurma
98 XXXV. Buku seri ketiga
99 XXXVI. I Will Always Love You
100 XXXVII. Perempuan di depan cermin
101 XXXVIII. Penyesalan Erwin
102 XXXIX. Erwin pelakunya
103 XL. Keterangan Semua Orang
104 XLI. Miko Hilang
105 XLII. Menuntut Balas!
106 XLIII. Lari atau kembali?
107 XLIV. Kegilaan Erwin
108 XLV. Orang seperti apa Bayu Khairil?
109 XLVI. Kenyataan Damar
110 XLVII. Manusia bertopeng iblis
111 XLVIII. Hujan merah maroon
112 XLIX. Tangis Miko
113 L. Kembalinya Miko
114 LI. Aroma hutan di malam kelam
115 LII. Tanah milik Sang Rich Man
116 LIII. Tawa Anggun
117 LIV. Ibuk mertua ku sayang Ibuk mertua ku malang
118 LV. Janji dua anak manusia
119 LVI. Akhir adalah Awal
120 Karya Misteri Baru dari bung Kus
121 NOVEL CETAK RUMAH TENGAH SAWAH
122 Ijin Promo Judul Baru
123 Judul Horor Baru bung Kus
124 Novel Horor Baru
Episodes

Updated 124 Episodes

1
1. Sepucuk surat
2
2. Guru BK
3
3. Perjalanan melewati hutan
4
4. Puncak bukit
5
5. Rumah yang tertutup rapat
6
6. Mumi
7
7. Sebelas orang
8
8. Sesuatu yang hanyut
9
9. Kamar Tamu
10
10. Hilang
11
11. Makan malam
12
12. Handuk Basah
13
13. Kamar atas
14
14. Dipta dan Galang
15
15. Kesalahan masa lalu
16
16. Analisa Bayu
17
17. Hujan di atas bukit
18
18. Dipta
19
19. Terisolasi
20
20. Kayu Bakar dan Hujan
21
21. Kue ulang tahun
22
22. Pondok Tua
23
23. Cokelat untukmu
24
24. Bunga dan Kumbang
25
Ruang Curhat
26
25. Perselisihan
27
26. Tia
28
27. Dugaan Denis
29
28. Lemari
30
29. Batu Nisan
31
30. Pertarungan
32
31. Luka di kaki
33
32. Pemeriksaan Kamar
34
33. Sebuah Kunci
35
34. Malam kedua
36
35. Putus Asa
37
36. Dalam Kegelapan
38
37. Hidup dan Mati
39
38. Amarah Ellie
40
39. Fadlan dan Wignyo
41
40. Suara apa gerangan?
42
41. Pesan Galang
43
42. Ruangan yang asing
44
43. Ekskul Drama
45
Ruang Curhat II
46
44. Tuan Zainul
47
45. Saran Bayu
48
46. Tabur Tuai
49
47. Perempuan tua misterius
50
48. Penonton pertunjukan
51
49. Keluar dari hutan
52
50. Kamar Sang Rich Man
53
51. Hak dan Kewajiban untuk bahagia
54
Ruang Curhat III
55
52. Kalian tidak akan mengerti!
56
53. Zainul
57
54. Kebakaran
58
55. Peran Bayu
59
56. Buku bersampul merah
60
57. Malam yang gaduh di desa nan jauh
61
58. Penebusan
62
59. Hilangkan jejak
63
60. Pembalasan dan Penebusan
64
I. Lembaran Baru
65
II. Senja Pertama
66
III. Makan Malam Keluarga
67
IV. Buku Merah Maroon
68
V. Pagi berkabut
69
VI. Miko
70
VII. Tamu
71
VIII. Mari berfoto
72
IX. Kepingan Surga
73
X. Perseteruan
74
XI. Buku di atas ranjang
75
XII. Lenyapnya isi kulkas
76
XIII. Sajian lezat
77
XIV. Kematian Erfan
78
XV. Praduga Ali
79
XVI. Selimut
80
XVII. Dalam selimut
81
XVIII. Jejak Kaki di dapur
82
XIX. Air terjun di tengah malam
83
XX. Uang dalam karung
84
XXI. Tamu jam satu malam
85
XXII. Interogasi
86
XXIII. Kesimpulan Awal
87
XXIV. Kamar Erwin
88
XXV. Masa Lalu
89
XXVI. Tarji alergi dingin
90
XXVII. Kemampuan Bayu
91
XXVIII. Cincin Ananta
92
XXIX. Sebuah tamparan
93
XXX. Perempuan pemilik uang
94
XXXI. Kecantikan Medusa
95
XXXII. Jumat Pahing
96
XXXIII. Bidan Desa
97
XXXIV. Bidan Nurma
98
XXXV. Buku seri ketiga
99
XXXVI. I Will Always Love You
100
XXXVII. Perempuan di depan cermin
101
XXXVIII. Penyesalan Erwin
102
XXXIX. Erwin pelakunya
103
XL. Keterangan Semua Orang
104
XLI. Miko Hilang
105
XLII. Menuntut Balas!
106
XLIII. Lari atau kembali?
107
XLIV. Kegilaan Erwin
108
XLV. Orang seperti apa Bayu Khairil?
109
XLVI. Kenyataan Damar
110
XLVII. Manusia bertopeng iblis
111
XLVIII. Hujan merah maroon
112
XLIX. Tangis Miko
113
L. Kembalinya Miko
114
LI. Aroma hutan di malam kelam
115
LII. Tanah milik Sang Rich Man
116
LIII. Tawa Anggun
117
LIV. Ibuk mertua ku sayang Ibuk mertua ku malang
118
LV. Janji dua anak manusia
119
LVI. Akhir adalah Awal
120
Karya Misteri Baru dari bung Kus
121
NOVEL CETAK RUMAH TENGAH SAWAH
122
Ijin Promo Judul Baru
123
Judul Horor Baru bung Kus
124
Novel Horor Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!