14. Dipta dan Galang

Tepat tengah malam, terdengar suara lolongan anjing yang panjang dan menakutkan. Hewan liar itu seakan tahu bahwa saat ini bukan waktunya untuk manusia beraktifitas. Setiap makhluk yang menempati dunia ini memiliki jatah waktu masing masing untuk melaksanakan kodrat hidupnya.

Dipta berdiam diri di dalam kamarnya. Sedari tadi dia membolak balik bantal. Dia tengah kesulitan untuk memejamkan mata. Ruang kamar yang terlalu sempit membuatnya merasa tidak nyaman.

Dipta dapat mendengar dengan jelas suara anjing yang menggonggong terus menerus. Juga suara serangga dan hewan nokturnal lainnya bersahut sahutan. Begitulah suara hutan di malam hari.

Tiba tiba saja HP Dipta bergetar pelan. Sebuah pesan WA masuk. Dipta membacanya sekilas. Kemudian dia beranjak membuka tas ranselnya. Dipta mengambil sebungkus rokok kretek favoritnya.

Beberapa detik berikutnya Dipta mendengar suara langkah kaki mendekati pintu kamarnya. Dengan sedikit terburu buru Dipta membuka pintu. Seseorang berdiri di depan pintu membawa sebungkus rokok di tangannya.

"Kamu kesulitan tidur juga rupanya," ucap Dipta.

"Masuklah, kita ngerokok bareng sampai pagi. Aku juga bawa sesuatu," Dipta tersenyum sekilas. Dia menunjukkan sebotol minuman keras oplosan dalam tas ranselnya. Sosok di depan Dipta tersenyum, kemudian masuk ke dalam kamar.

Satu lagi orang yang belum memejamkan matanya saat jam sudah beranjak ke pukul satu. Dia adalah Denis, sang musisi. Dia masih sibuk men scroll media sosialnya. Ada yang mengganggu pikirannya.

Saat teriakan Tia menghebohkan seluruh penghuni rumah tadi sore, Denis sedang live Instagram. Seperti yang lainnya, Denis berlari ke arah sumber suara. Waktu itu Denis belum sempat mematikan siaran langsungnya. Hingga tanpa sengaja, kamera HP nya mengarah pada sosok Pak Mardoyo.

Saat itulah para pengikut Instagram Denis mulai heboh berkomentar. Beberapa dari mereka ada yang mengenali Pak Mardoyo. Menurut mereka Pak Mardoyo mirip dengan orang yang pernah tersandung sebuah kasus kriminal di kota T.

Denis saat ini sedang berselancar di dunia maya. Dia mencari cari artikel tentang kasus kriminal yang dibahas pengikut IG nya tadi. Hingga akhirnya dia menemukan artikel berita yang sudah cukup lama, dari tahun 2013 yang lalu. Denis terbelalak kaget, memang benar foto pada artikel tersebut sama persis dengan Pak Mardoyo. Denis segera men screen shoot artikel tersebut.

"Bayu, aku harus ngomong sama Bayu besok," Denis bergumam sendiri, teringat temannya yang sekarang merupakan anggota kepolisian itu.

Dukk dukk duukkk

Ugghhhh

Sebuah suara mengagetkan Denis. Suara seperti seseorang memukul tembok dan sebuah rintihan. Denis mencoba mendengarkan darimana asal suara tersebut, namun suasana berubah hening dan sepi. Suara telah menghilang, tak terdengar apapun kali ini.

Denis mulai merinding, tengkuknya terasa dingin. Diliriknya jam pada layar HP nya, sudah lewat tengah malam. Denis segera memasukkan badannya dalam selimut. Dia lebih memilih tidur untuk mengindari hal hal menyeramkan yang mungkin bisa menghantuinya di sepertiga malam nanti.

* * *

Suara kokok bekisar yang unik membangunkan Bayu dari tidurnya. Matanya mengerjap ngerjap, memperhatikan ruang tidurnya yang sempit. Cat putih di langit langit kamar tidak pula mengurangi rasa sesak karena nuansa pengap yang terasa.

Bayu melihat jam di layar HP nya. Jam setengah 6 pagi. Tidurnya benar benar nyenyak semalam. Mungkin rasa lelahnya yang menumpuk seharian kemarin membuatnya membutuhkan waktu tidur yang lebih lama.

Setelah beberapa saat lamanya, Bayu keluar kamar. Dia sempat memperhatikan kamar milik sang Tuan Rumah. Kali ini kamar terasa sepi, seakan tak ada penghuninya. Mungkin Zainul masih tidur, begitu yang ada di pikiran Bayu.

Bayu menuruni tangga menuju lantai 1. Masih cukup sepi, pintu depan juga masih tertutup rapat. Bayu berjalan menuju dapur dan melihat Mak Ijah tertidur di meja dapur. Sedikit berjingkat, Bayu melewatinya dan menuju ke kamar mandi.

Bayu hanya mencuci muka saja. Air pegunungan begitu dingin, membuatnya enggan untuk mandi. Lagipula saat ini masih terlalu pagi untuk membasuh badan, begitu pikir Bayu.

Kriiieeeenggggg

Terdengar pintu besi di ujung lorong kamar mandi terbuka. Bayu segera keluar kamar mandi, melihat siapa yang ada disana. Ternyata Pak Mardoyo, terlihat berjalan dari halaman belakang membawa sebilah kapak.

"Ah, selamat pagi Tuan," Pak Mardoyo menyapa. Senyumnya terlihat seperti dipaksakan.

"Selamat pagi Pak," Bayu memperhatikan penjaga rumah itu dari ujung rambut hingga ujung kaki.

Entah apa yang membuat Bayu merasa Pak Mardoyo adalah orang yang berbahaya. Tatapan matanya yang selalu terlihat tidak ramah, senyumnya yang terkesan dibuat buat, dan laki laki itu selalu membawa senjata tajam di beberapa kesempatan.

Sepeninggal Pak Mardoyo, Bayu berjalan menuju ke halaman belakang. Setumpuk kayu yang baru di potongi terlihat tertumpuk menggunung bersandar di tembok rumah. Rupanya kapak yang dibawa Pak Mardoyo tadi digunakan untuk memotongi kayu. 

Bayu berjalan jalan, melihat lihat sungai yang berkelok di samping rumah. Sungai dengan air yang begitu jernih, hingga bagian dasarnya yang berupa pasir berwarna cokelat terlihat jelas. Batu batuan besar berwarna abu abu hitam juga tersusun alami di bagian tengah sungai.

Seandainya saja Yodi tidak hilang, juga Zainul tidak memakai perban aneh di tubuhnya, mungkin Bayu bisa menikmati tinggal di rumah tepi sungai ini. Begitu sejuk, segar, damai dan menenangkan. Sayangnya pikiran Bayu kini terusik dengan misteri hilangnya Yodi dan keanehan keanehan penghuni rumah besar yang kini berada di hadapannya.

Bayu teringat sesuatu, dia membuka HP nya. Dan mencoba menghubungi sebuah nomor telepon. Kontak dengan nama Yodi. Saat mendapatkan pasword wifi kemarin malam dia terlupa tidak mencoba menghubungi Yodi. Namun sekarang nyatanya panggilan whatsapp yang dilakukan Bayu tidak tersambung. Begitupun saat Bayu mencoba mengirimkan pesan, ternyata centang satu.

Bayu menghela nafas pelan. Dia hendak kembali ke dalam rumah namun sudut matanya menemukan beberapa tanaman unik yang diletakkan pada pot tanah yang besar. Di depan pot tertancap papan peringatan bertuliskan 'Jangan mendekat, tanaman beracun'. 

Bayu melihatnya dari kejauhan, sebuah tanaman yang asing. Baru pertama ini Bayu melihatnya. Daunnya seperti pohon beringin, ada beberapa butir buah berwarna hijau seperti apel.

Puas mengamati, Bayu kembali ke dalam rumah. Sampai di bagian dapur, Mak Ijah sudah bangun dari tidurnya. Wanita itu tengah sibuk dengan peralatan masaknya. Kelihatannya Mak Ijah hendak menyiapkan nasi goreng. Aroma gurih wangi semerbak di udara.

Bayu sampai di ruang tamu dan melihat Galang duduk menonton tv.

"Hei, jadi pulang hari ini?" Bayu bertanya pada Galang.

"Kelihatannya nggak jadi Bay," Galang menghela nafas.

"Kenapa?"

"Nih," Galang menyodorkan HP nya pada Bayu.

Di HP Galang nampak sebuah pesan WA dari Dipta jam 5 pagi tadi. Dipta membatalkan niatnya untuk pulang hari ini.

"Dasar labil," ucap Galang kesal.

"Sekarang dimana si Dipta itu?" Bayu kembali bertanya.

"Kelihatannya masih di kamarnya," ucap Galang.

"Yang lain?"

"Sama, masih menikmati tidurnya. Bukankah lebih baik kita segera pergi dari rumah ini Bay?" Galang menatap Bayu dengan serius.

"Kalau menurutku, lebih baik kita pulang besok. Mengingat ternyata banyak kawanan anjing liar di sekitar sini. Besok kita bisa pulang rame rame bareng warga yang mengantar uang kesini kan," Bayu memberi saran.

"Perasaanku nggak enak," ucap Galang sambil merebahkan punggungnya di sandaran sofa.

Sebenarnya Bayu pun memiliki firasat yang kurang baik. Namun semakin instingnya mengatakan ada bahaya di sekitarnya, semakin Bayu ingin tinggal dan menyelidiki. 

Bersambung___

Terpopuler

Comments

Yuli a

Yuli a

pakunya ya salah satu dari mereka. tu buktinya Dipta kenal. bahkan SMS an. minum oplosan bareng.

2025-01-16

1

Yuli a

Yuli a

siapa nih ya yang masuk kamar Dipta.

2025-01-16

1

Rose_Ni

Rose_Ni

bukan Dipta yg ngirim pesan, pelaku sengaja biar korban gak pulang

2024-02-03

4

lihat semua
Episodes
1 1. Sepucuk surat
2 2. Guru BK
3 3. Perjalanan melewati hutan
4 4. Puncak bukit
5 5. Rumah yang tertutup rapat
6 6. Mumi
7 7. Sebelas orang
8 8. Sesuatu yang hanyut
9 9. Kamar Tamu
10 10. Hilang
11 11. Makan malam
12 12. Handuk Basah
13 13. Kamar atas
14 14. Dipta dan Galang
15 15. Kesalahan masa lalu
16 16. Analisa Bayu
17 17. Hujan di atas bukit
18 18. Dipta
19 19. Terisolasi
20 20. Kayu Bakar dan Hujan
21 21. Kue ulang tahun
22 22. Pondok Tua
23 23. Cokelat untukmu
24 24. Bunga dan Kumbang
25 Ruang Curhat
26 25. Perselisihan
27 26. Tia
28 27. Dugaan Denis
29 28. Lemari
30 29. Batu Nisan
31 30. Pertarungan
32 31. Luka di kaki
33 32. Pemeriksaan Kamar
34 33. Sebuah Kunci
35 34. Malam kedua
36 35. Putus Asa
37 36. Dalam Kegelapan
38 37. Hidup dan Mati
39 38. Amarah Ellie
40 39. Fadlan dan Wignyo
41 40. Suara apa gerangan?
42 41. Pesan Galang
43 42. Ruangan yang asing
44 43. Ekskul Drama
45 Ruang Curhat II
46 44. Tuan Zainul
47 45. Saran Bayu
48 46. Tabur Tuai
49 47. Perempuan tua misterius
50 48. Penonton pertunjukan
51 49. Keluar dari hutan
52 50. Kamar Sang Rich Man
53 51. Hak dan Kewajiban untuk bahagia
54 Ruang Curhat III
55 52. Kalian tidak akan mengerti!
56 53. Zainul
57 54. Kebakaran
58 55. Peran Bayu
59 56. Buku bersampul merah
60 57. Malam yang gaduh di desa nan jauh
61 58. Penebusan
62 59. Hilangkan jejak
63 60. Pembalasan dan Penebusan
64 I. Lembaran Baru
65 II. Senja Pertama
66 III. Makan Malam Keluarga
67 IV. Buku Merah Maroon
68 V. Pagi berkabut
69 VI. Miko
70 VII. Tamu
71 VIII. Mari berfoto
72 IX. Kepingan Surga
73 X. Perseteruan
74 XI. Buku di atas ranjang
75 XII. Lenyapnya isi kulkas
76 XIII. Sajian lezat
77 XIV. Kematian Erfan
78 XV. Praduga Ali
79 XVI. Selimut
80 XVII. Dalam selimut
81 XVIII. Jejak Kaki di dapur
82 XIX. Air terjun di tengah malam
83 XX. Uang dalam karung
84 XXI. Tamu jam satu malam
85 XXII. Interogasi
86 XXIII. Kesimpulan Awal
87 XXIV. Kamar Erwin
88 XXV. Masa Lalu
89 XXVI. Tarji alergi dingin
90 XXVII. Kemampuan Bayu
91 XXVIII. Cincin Ananta
92 XXIX. Sebuah tamparan
93 XXX. Perempuan pemilik uang
94 XXXI. Kecantikan Medusa
95 XXXII. Jumat Pahing
96 XXXIII. Bidan Desa
97 XXXIV. Bidan Nurma
98 XXXV. Buku seri ketiga
99 XXXVI. I Will Always Love You
100 XXXVII. Perempuan di depan cermin
101 XXXVIII. Penyesalan Erwin
102 XXXIX. Erwin pelakunya
103 XL. Keterangan Semua Orang
104 XLI. Miko Hilang
105 XLII. Menuntut Balas!
106 XLIII. Lari atau kembali?
107 XLIV. Kegilaan Erwin
108 XLV. Orang seperti apa Bayu Khairil?
109 XLVI. Kenyataan Damar
110 XLVII. Manusia bertopeng iblis
111 XLVIII. Hujan merah maroon
112 XLIX. Tangis Miko
113 L. Kembalinya Miko
114 LI. Aroma hutan di malam kelam
115 LII. Tanah milik Sang Rich Man
116 LIII. Tawa Anggun
117 LIV. Ibuk mertua ku sayang Ibuk mertua ku malang
118 LV. Janji dua anak manusia
119 LVI. Akhir adalah Awal
120 Karya Misteri Baru dari bung Kus
121 NOVEL CETAK RUMAH TENGAH SAWAH
122 Ijin Promo Judul Baru
123 Judul Horor Baru bung Kus
124 Novel Horor Baru
Episodes

Updated 124 Episodes

1
1. Sepucuk surat
2
2. Guru BK
3
3. Perjalanan melewati hutan
4
4. Puncak bukit
5
5. Rumah yang tertutup rapat
6
6. Mumi
7
7. Sebelas orang
8
8. Sesuatu yang hanyut
9
9. Kamar Tamu
10
10. Hilang
11
11. Makan malam
12
12. Handuk Basah
13
13. Kamar atas
14
14. Dipta dan Galang
15
15. Kesalahan masa lalu
16
16. Analisa Bayu
17
17. Hujan di atas bukit
18
18. Dipta
19
19. Terisolasi
20
20. Kayu Bakar dan Hujan
21
21. Kue ulang tahun
22
22. Pondok Tua
23
23. Cokelat untukmu
24
24. Bunga dan Kumbang
25
Ruang Curhat
26
25. Perselisihan
27
26. Tia
28
27. Dugaan Denis
29
28. Lemari
30
29. Batu Nisan
31
30. Pertarungan
32
31. Luka di kaki
33
32. Pemeriksaan Kamar
34
33. Sebuah Kunci
35
34. Malam kedua
36
35. Putus Asa
37
36. Dalam Kegelapan
38
37. Hidup dan Mati
39
38. Amarah Ellie
40
39. Fadlan dan Wignyo
41
40. Suara apa gerangan?
42
41. Pesan Galang
43
42. Ruangan yang asing
44
43. Ekskul Drama
45
Ruang Curhat II
46
44. Tuan Zainul
47
45. Saran Bayu
48
46. Tabur Tuai
49
47. Perempuan tua misterius
50
48. Penonton pertunjukan
51
49. Keluar dari hutan
52
50. Kamar Sang Rich Man
53
51. Hak dan Kewajiban untuk bahagia
54
Ruang Curhat III
55
52. Kalian tidak akan mengerti!
56
53. Zainul
57
54. Kebakaran
58
55. Peran Bayu
59
56. Buku bersampul merah
60
57. Malam yang gaduh di desa nan jauh
61
58. Penebusan
62
59. Hilangkan jejak
63
60. Pembalasan dan Penebusan
64
I. Lembaran Baru
65
II. Senja Pertama
66
III. Makan Malam Keluarga
67
IV. Buku Merah Maroon
68
V. Pagi berkabut
69
VI. Miko
70
VII. Tamu
71
VIII. Mari berfoto
72
IX. Kepingan Surga
73
X. Perseteruan
74
XI. Buku di atas ranjang
75
XII. Lenyapnya isi kulkas
76
XIII. Sajian lezat
77
XIV. Kematian Erfan
78
XV. Praduga Ali
79
XVI. Selimut
80
XVII. Dalam selimut
81
XVIII. Jejak Kaki di dapur
82
XIX. Air terjun di tengah malam
83
XX. Uang dalam karung
84
XXI. Tamu jam satu malam
85
XXII. Interogasi
86
XXIII. Kesimpulan Awal
87
XXIV. Kamar Erwin
88
XXV. Masa Lalu
89
XXVI. Tarji alergi dingin
90
XXVII. Kemampuan Bayu
91
XXVIII. Cincin Ananta
92
XXIX. Sebuah tamparan
93
XXX. Perempuan pemilik uang
94
XXXI. Kecantikan Medusa
95
XXXII. Jumat Pahing
96
XXXIII. Bidan Desa
97
XXXIV. Bidan Nurma
98
XXXV. Buku seri ketiga
99
XXXVI. I Will Always Love You
100
XXXVII. Perempuan di depan cermin
101
XXXVIII. Penyesalan Erwin
102
XXXIX. Erwin pelakunya
103
XL. Keterangan Semua Orang
104
XLI. Miko Hilang
105
XLII. Menuntut Balas!
106
XLIII. Lari atau kembali?
107
XLIV. Kegilaan Erwin
108
XLV. Orang seperti apa Bayu Khairil?
109
XLVI. Kenyataan Damar
110
XLVII. Manusia bertopeng iblis
111
XLVIII. Hujan merah maroon
112
XLIX. Tangis Miko
113
L. Kembalinya Miko
114
LI. Aroma hutan di malam kelam
115
LII. Tanah milik Sang Rich Man
116
LIII. Tawa Anggun
117
LIV. Ibuk mertua ku sayang Ibuk mertua ku malang
118
LV. Janji dua anak manusia
119
LVI. Akhir adalah Awal
120
Karya Misteri Baru dari bung Kus
121
NOVEL CETAK RUMAH TENGAH SAWAH
122
Ijin Promo Judul Baru
123
Judul Horor Baru bung Kus
124
Novel Horor Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!