9. Kamar Tamu

Bayu menikmati setiap guyuran air yang menerpa tubuhnya. Air khas pegunungan yang terasa begitu dingin namun menyegarkan. Mandi bisa menjadi sarana merelaksasi diri sendiri. Segala rasa penat seakan ikut hanyut mengalir bersama air.

Bayu teringat kembali sosok Zainul yang tadi menampakkan diri di lantai atas. Tubuh yang penuh perban, memakai kursi roda, juga suara seraknya yang terdengar asing. Bayu menjadi ragu, dia tidak yakin yang dilihatnya tadi adalah Zainul.

Zraakk Zraakk Zraakkk

Dalam lamunan, Bayu mendengar suara yang berasal entah darimana. Sebuah suara seperti seseorang sedang menggergaji sesuatu. Mungkinkah Pak Mardoyo sedang memotong kayu?

Bayu mematikan kran air. Menajamkan pendengarannya, memastikan suara apa yang baru saja terdengar. Namun ternyata suasana begitu senyap dan hening kali ini.

Bayu bergegas menyelesaikan mandinya. Dia keluar dari dalam kamar mandi masih bertelanjang dada, hanya mengenakan sebuah celana panjang.

Kamar mandi terletak di bagian paling belakang di sebelah kiri dari dapur. Bentuk kamar mandi sedikit kontras dengan bagian depan rumah yang tampak mewah. Kamar mandi hanya berukuran 3 x 3 meter dengan sebuah kran dan bak hitam sebagai wadah air. Ada sebuah lorong di depan kamar mandi dengan pintu besi di ujung lorong. Di balik pintu merupakan halaman belakang yang nampak rimbun oleh tananam perdu. Bayu berjalan perlahan ke arah pintu.

Suasana senja di tengah hutan nampak temaram. Suara gemericik air sungai terdengar begitu deras. Beberapa serangga juga berbunyi sahut sahutan. Ada kesan tenang, tenteram sekaligus horor dan menakutkan.

Kriieenggg

Bayu membuka pintu besi. Udara dingin menerpa tubuh bagian atas Bayu. Bayu mengedarkan pandangan dan sekilas dia seperti melihat bayangan seseorang yang tengah berlari.

Plaakkk

Sebuah tepukan cukup keras mengenai pundak Bayu. Refleks dia menoleh dan ternyata Iva yang berdiri di belakangnya.

"Ngagetin saja," Bayu sedikit jengkel.

"Lha ngapain kamu di situ?" Iva bertanya. Kini matanya tepat menghadap pada tubuh Bayu tanpa baju yang terlihat gagah dan kokoh. Otot perutnya tidak terlalu menonjol namun tetap terlihat cukup kekar.

"Pengen lihat lihat Va. Kamu nge ganggu saja," Bayu sewot.

"Lihat lihatnya sih boleh. Tapi aku kan juga mau mandi."

"Terus kenapa?" Bayu bertanya nggak ngerti.

"Lha itu gayungnya kamu bawa," Iva menunjuk gayung berwarna merah muda yang digenggam Bayu dengan tangan kirinya.

"Astagaaa," Bayu menepuk dahinya sendiri, kemudian menyerahkan gayung pada Iva.

Sehabis berpakaian lengkap Bayu segera kembali ke ruang tamu. Saat melewati dapur Bayu sempat melihat dan mengamati Mak Ijah yang begitu sibuk menyiapkan hidangan makan malam. Usianya yang sudah cukup tua nyatanya tidak mengurangi tingkat kecekatan dalam memasak dan menyajikan makanan di piring. Perempuan itu terlihat begitu lihai dalam mengerjakan tugasnya.

Sampai di ruang tamu ternyata Bayu tak menemukan siapapun disana. TV dibiarkan menyala tanpa ada yang menontonnya. Sesaat kemudian datang Galang yang berjalan dari arah pintu depan. Setelahnya Ellie dan Mella juga kembali ke ruang tamu.

"Darimana kalian?" Bayu bertanya penasaran.

"Kami dari halaman depan," jawab Mella dan Ellie kompak.

"Aku juga dari depan," ucap Galang singkat.

"Kami kok nggak melihatmu di halaman depan Lang?" Mella mengernyitkan dahi.

"Ya kan luas banget, wajarlah nggak ketemu," sergah Galang cepat.

"Sudah mandi kamu Bay?" Mella balik bertanya pada Bayu.

"Sudah. Airnya seger banget, sumpah."

"Kamar mandi ada yang kosong kah?" Galang menyambar jatah handuk miliknya yang tergeletak di sofa.

"Kayaknya yang satu tadi kosong," jawab Bayu.

Terdengar suara orang bersiul dari arah dapur. Denis ternyata datang dengan penampilan necis. Celana jeans penuh lubang di bagian dengkulnya, juga kaos hitam kedodoran yang semakin menambah kesan tubuhnya menjulang tinggi dan ceking.

"Darimana kamu Den?" Bayu kali ini bertanya pada Denis.

"Dari kamar mandi," jawab Denis.

"Mandi lagi? Bukannya kamu tadi sudah mandi?" Bayu kembali bertanya.

"Ganti baju pak Bayuuuu," Denis bersungut sungut.

"Kamu kenapa sih Bay, dari tadi setiap orang yang datang selalu kamu tanyai satu persatu. Kamu ada disini bukan sedang bertugas mengintrogasi kami kan?" Mella memprotes, bersedekap di hadapan Bayu.

"Oke. Sorry. My mistake," Bayu menghela nafas pelan.

"Ada apa sih Bay?" Ellie ikut bertanya.

"Yah, entah kenapa aku merasa nggak nyaman berada disini, di rumah ini. Naluriku, instingku mengatakan ada yang nggak beres," Bayu duduk di sofa.

"Itu mungkin bentuk proses adaptasi dari tubuhmu Bay yang awalnya hidup di tengah kota, hari ini kamu berada di tengah hutan. Rileks saja lah. Tarik nafas dan hembuskan perlahan," Ellie menepuk nepuk bahu Bayu. 

"Ngomong ngomong, Yodi apa tidak sebaiknya kita bangunin? Sudah hampir waktunya kita makan," ucap Galang.

Bayu tadi sempat benar benar lupa dengan keberadaan Yodi, kini dia ingat kembali dengan temannya yang sedang terluka itu. Bayu beranjak dari duduknya, bersama Galang mereka menuju ke kamar tamu tempat Yodi beristirahat.

Pintu kamar dalam kondisi tertutup. Seingat Bayu tadi pintu dibiarkan dalam keadaan terbuka. Galang mencoba membuka pintu namun tidak bisa, ternyata pintu terkunci rapat.

"Lho Kok? Siapa yang mengunci pintu?" Galang bertanya keheranan.

Tok tok tok

"Yod, Yodiii," Galang mengetuk ngetuk daun pintu. Berharap Yodi mendengar dan menyahut. Namun tak ada jawaban.

Bayu yang sedari tadi merasa ada yang tidak beres segera berlari ke arah dapur. Dia mencari Mak Ijah.

"Mak? Mak Ijah?" 

"Ah, iya Tuan?" Mak Ijah masih sibuk dengan piring piringnya.

"Kunci kamar tamu siapa yang bawa?" Tanya Bayu tergesa gesa.

"Ada di lemari tuan, kenapa Tuan?"

"Kamar tamu terkunci. Saya khawatir teman saya kenapa napa. Tunjukkan tempat kuncinya Mak!" Bayu memberi perintah.

Mak Ijah mengangguk. Dia segera mengantarkan Bayu ke tempat penyimpanan kunci. Dari dapur mereka berbelok ke lorong di sebelah kanan berlawanan arah saat Bayu pergi ke kamar mandi tadi. Ada sebuah ruangan yang sepertinya gudang, tempat meletakkan alat beberes dan bersih bersih rumah ini.

Mak Ijah menuju salah satu lemari besar yang tersandar pada dinding. Lemari yang berdebu, namun pada bagian pegangannya terlihat lebih bersih. Seolah lemari tersebut baru dibuka.

Mak Ijah membuka lemari, melihat dan memperhatikan dengan seksama isinya.

"Maaf Tuan, kunci kamar ruang tamu tidak ada," Ujar Mak Ijah, ekspresinya masih saja datar.

"Hah? Bagaimana bisa?" Bayu kali ini ikut melihat ke dalam lemari.

Ada sebuah papan dengan beberapa kayu yang di lem, tampak menonjol untuk menggantung kunci. Beberapa kunci tergantung disana, namun menurut Mak Ijah kunci kamar tamu tidak ada.

"Ini aneh. Kamar tamu tak pernah dikunci Tuan," ucap Mak Ijah.

Bayu semakin gusar dan khawatir. Dia segera berlari kembali ke kamar tamu. Di depan pintu kamar nampak Galang, Denis, Ellie dan Mella serta Iva dan Tia yang sudah selesai mandi. Mereka berkumpul sambil sesekali mengetuk pintu kamar.

"Mana kuncinya Bay?" Tanya Galang tak sabar.

"Nggak ada. Kita dobrak saja!" Perintah Bayu, yang langsung disetujui Galang. Sementara yang lainnya nampak kebingungan, tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.

Bayu dan Galang mengambil ancang ancang. Menggunakan pundak, mereka menghantam dan mendorong pintu yang terasa begitu kokoh. Beberapa kali mereka gagal dan terpental, hingga akhirnya. . .

BRAAKKKKK

Bersambung . . .

Terpopuler

Comments

Pie Yana

Pie Yana

duh kesian tuh orang, kayaknya di mutilasi si zainal

2024-03-26

1

Laksmi Amik

Laksmi Amik

jangan" tangan yg di kali itu tangannya yodi

2024-01-15

3

Lusia Jian

Lusia Jian

horor

2023-08-24

1

lihat semua
Episodes
1 1. Sepucuk surat
2 2. Guru BK
3 3. Perjalanan melewati hutan
4 4. Puncak bukit
5 5. Rumah yang tertutup rapat
6 6. Mumi
7 7. Sebelas orang
8 8. Sesuatu yang hanyut
9 9. Kamar Tamu
10 10. Hilang
11 11. Makan malam
12 12. Handuk Basah
13 13. Kamar atas
14 14. Dipta dan Galang
15 15. Kesalahan masa lalu
16 16. Analisa Bayu
17 17. Hujan di atas bukit
18 18. Dipta
19 19. Terisolasi
20 20. Kayu Bakar dan Hujan
21 21. Kue ulang tahun
22 22. Pondok Tua
23 23. Cokelat untukmu
24 24. Bunga dan Kumbang
25 Ruang Curhat
26 25. Perselisihan
27 26. Tia
28 27. Dugaan Denis
29 28. Lemari
30 29. Batu Nisan
31 30. Pertarungan
32 31. Luka di kaki
33 32. Pemeriksaan Kamar
34 33. Sebuah Kunci
35 34. Malam kedua
36 35. Putus Asa
37 36. Dalam Kegelapan
38 37. Hidup dan Mati
39 38. Amarah Ellie
40 39. Fadlan dan Wignyo
41 40. Suara apa gerangan?
42 41. Pesan Galang
43 42. Ruangan yang asing
44 43. Ekskul Drama
45 Ruang Curhat II
46 44. Tuan Zainul
47 45. Saran Bayu
48 46. Tabur Tuai
49 47. Perempuan tua misterius
50 48. Penonton pertunjukan
51 49. Keluar dari hutan
52 50. Kamar Sang Rich Man
53 51. Hak dan Kewajiban untuk bahagia
54 Ruang Curhat III
55 52. Kalian tidak akan mengerti!
56 53. Zainul
57 54. Kebakaran
58 55. Peran Bayu
59 56. Buku bersampul merah
60 57. Malam yang gaduh di desa nan jauh
61 58. Penebusan
62 59. Hilangkan jejak
63 60. Pembalasan dan Penebusan
64 I. Lembaran Baru
65 II. Senja Pertama
66 III. Makan Malam Keluarga
67 IV. Buku Merah Maroon
68 V. Pagi berkabut
69 VI. Miko
70 VII. Tamu
71 VIII. Mari berfoto
72 IX. Kepingan Surga
73 X. Perseteruan
74 XI. Buku di atas ranjang
75 XII. Lenyapnya isi kulkas
76 XIII. Sajian lezat
77 XIV. Kematian Erfan
78 XV. Praduga Ali
79 XVI. Selimut
80 XVII. Dalam selimut
81 XVIII. Jejak Kaki di dapur
82 XIX. Air terjun di tengah malam
83 XX. Uang dalam karung
84 XXI. Tamu jam satu malam
85 XXII. Interogasi
86 XXIII. Kesimpulan Awal
87 XXIV. Kamar Erwin
88 XXV. Masa Lalu
89 XXVI. Tarji alergi dingin
90 XXVII. Kemampuan Bayu
91 XXVIII. Cincin Ananta
92 XXIX. Sebuah tamparan
93 XXX. Perempuan pemilik uang
94 XXXI. Kecantikan Medusa
95 XXXII. Jumat Pahing
96 XXXIII. Bidan Desa
97 XXXIV. Bidan Nurma
98 XXXV. Buku seri ketiga
99 XXXVI. I Will Always Love You
100 XXXVII. Perempuan di depan cermin
101 XXXVIII. Penyesalan Erwin
102 XXXIX. Erwin pelakunya
103 XL. Keterangan Semua Orang
104 XLI. Miko Hilang
105 XLII. Menuntut Balas!
106 XLIII. Lari atau kembali?
107 XLIV. Kegilaan Erwin
108 XLV. Orang seperti apa Bayu Khairil?
109 XLVI. Kenyataan Damar
110 XLVII. Manusia bertopeng iblis
111 XLVIII. Hujan merah maroon
112 XLIX. Tangis Miko
113 L. Kembalinya Miko
114 LI. Aroma hutan di malam kelam
115 LII. Tanah milik Sang Rich Man
116 LIII. Tawa Anggun
117 LIV. Ibuk mertua ku sayang Ibuk mertua ku malang
118 LV. Janji dua anak manusia
119 LVI. Akhir adalah Awal
120 Karya Misteri Baru dari bung Kus
121 NOVEL CETAK RUMAH TENGAH SAWAH
122 Ijin Promo Judul Baru
123 Judul Horor Baru bung Kus
124 Novel Horor Baru
Episodes

Updated 124 Episodes

1
1. Sepucuk surat
2
2. Guru BK
3
3. Perjalanan melewati hutan
4
4. Puncak bukit
5
5. Rumah yang tertutup rapat
6
6. Mumi
7
7. Sebelas orang
8
8. Sesuatu yang hanyut
9
9. Kamar Tamu
10
10. Hilang
11
11. Makan malam
12
12. Handuk Basah
13
13. Kamar atas
14
14. Dipta dan Galang
15
15. Kesalahan masa lalu
16
16. Analisa Bayu
17
17. Hujan di atas bukit
18
18. Dipta
19
19. Terisolasi
20
20. Kayu Bakar dan Hujan
21
21. Kue ulang tahun
22
22. Pondok Tua
23
23. Cokelat untukmu
24
24. Bunga dan Kumbang
25
Ruang Curhat
26
25. Perselisihan
27
26. Tia
28
27. Dugaan Denis
29
28. Lemari
30
29. Batu Nisan
31
30. Pertarungan
32
31. Luka di kaki
33
32. Pemeriksaan Kamar
34
33. Sebuah Kunci
35
34. Malam kedua
36
35. Putus Asa
37
36. Dalam Kegelapan
38
37. Hidup dan Mati
39
38. Amarah Ellie
40
39. Fadlan dan Wignyo
41
40. Suara apa gerangan?
42
41. Pesan Galang
43
42. Ruangan yang asing
44
43. Ekskul Drama
45
Ruang Curhat II
46
44. Tuan Zainul
47
45. Saran Bayu
48
46. Tabur Tuai
49
47. Perempuan tua misterius
50
48. Penonton pertunjukan
51
49. Keluar dari hutan
52
50. Kamar Sang Rich Man
53
51. Hak dan Kewajiban untuk bahagia
54
Ruang Curhat III
55
52. Kalian tidak akan mengerti!
56
53. Zainul
57
54. Kebakaran
58
55. Peran Bayu
59
56. Buku bersampul merah
60
57. Malam yang gaduh di desa nan jauh
61
58. Penebusan
62
59. Hilangkan jejak
63
60. Pembalasan dan Penebusan
64
I. Lembaran Baru
65
II. Senja Pertama
66
III. Makan Malam Keluarga
67
IV. Buku Merah Maroon
68
V. Pagi berkabut
69
VI. Miko
70
VII. Tamu
71
VIII. Mari berfoto
72
IX. Kepingan Surga
73
X. Perseteruan
74
XI. Buku di atas ranjang
75
XII. Lenyapnya isi kulkas
76
XIII. Sajian lezat
77
XIV. Kematian Erfan
78
XV. Praduga Ali
79
XVI. Selimut
80
XVII. Dalam selimut
81
XVIII. Jejak Kaki di dapur
82
XIX. Air terjun di tengah malam
83
XX. Uang dalam karung
84
XXI. Tamu jam satu malam
85
XXII. Interogasi
86
XXIII. Kesimpulan Awal
87
XXIV. Kamar Erwin
88
XXV. Masa Lalu
89
XXVI. Tarji alergi dingin
90
XXVII. Kemampuan Bayu
91
XXVIII. Cincin Ananta
92
XXIX. Sebuah tamparan
93
XXX. Perempuan pemilik uang
94
XXXI. Kecantikan Medusa
95
XXXII. Jumat Pahing
96
XXXIII. Bidan Desa
97
XXXIV. Bidan Nurma
98
XXXV. Buku seri ketiga
99
XXXVI. I Will Always Love You
100
XXXVII. Perempuan di depan cermin
101
XXXVIII. Penyesalan Erwin
102
XXXIX. Erwin pelakunya
103
XL. Keterangan Semua Orang
104
XLI. Miko Hilang
105
XLII. Menuntut Balas!
106
XLIII. Lari atau kembali?
107
XLIV. Kegilaan Erwin
108
XLV. Orang seperti apa Bayu Khairil?
109
XLVI. Kenyataan Damar
110
XLVII. Manusia bertopeng iblis
111
XLVIII. Hujan merah maroon
112
XLIX. Tangis Miko
113
L. Kembalinya Miko
114
LI. Aroma hutan di malam kelam
115
LII. Tanah milik Sang Rich Man
116
LIII. Tawa Anggun
117
LIV. Ibuk mertua ku sayang Ibuk mertua ku malang
118
LV. Janji dua anak manusia
119
LVI. Akhir adalah Awal
120
Karya Misteri Baru dari bung Kus
121
NOVEL CETAK RUMAH TENGAH SAWAH
122
Ijin Promo Judul Baru
123
Judul Horor Baru bung Kus
124
Novel Horor Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!