Langkah Sofea terhenti didepan pintu Kediamannya yang tak terlalu megah tapi nyaman untuk ditinggali, ia selalu membersihkan Tempat kecil ini walaupun terkadang rasa lelah itu tak sanggup ia tahan.
Helaan nafasnya muncul untuk mendorong pintu Kediaman itu dengan pelan tanpa deritan, melihat jam tangan di pergelangan mulusnya Sofea masih yakin kalau Ayahnya tak ada di Rumah karna lebih asik dengan Dunia malamnya.
"Mama!"
Panggil Sofea seraya menutup pintu itu, lalu ia berbalik melangkah menuju kamar Mama Netty dengan senyum cerianya, cadar itu masih ada membalut separuh wajah Sofea yang sangat cantik membuat siapapun akan terpana.
"Hay, Sayang!"
"Kak!"
Sapa Sofea sopan memberi jarak pada seorang pria dengan tubuh agak kurus dengan raut wajah tak terduga itu sedang menunggunya didepan kamar Mama Netty, tentu Sofea tak terkejut lagi tapi ia berusaha tenang karna seperti biasa tatapan nyalang itu langsung menghunus tubuhnya.
"Dari mana Saja?"
"Kak! aku ingin menemui, Mama!"
"Temani aku dulu!"
Pria yang tak lain adalah Juand kakak laki-lakinya Sofea itu langsung menarik tangan Sofea kuat hingga hampir menubruk dadanya tapi Sofea mendorong dada Juand keras hingga mereka kembali berjarak.
Wajah Juand berubah mengeras kelam mencengkram lengan Sofea erat membuat wanita itu meringis, kulitnya berubah pucat dengan tatapan menajam Juand membuat Sofea benar-benar takut.
"L..Lepas!!"
"Sampai kapan kau menolakku, hm?"
"Kak, Lepas!!!"
Brugh..
Tubuh Sofea didorong keras kembali kelantai membuat suara berjatuhan dari Vas yang disenggol pun melengking nyaring, satu kancing atasan Sofea terlepas karna desakan dadanya yang terombang saat jatuh membuat Juand menegguk ludahnya berat melihat kulit putih bening mulus itu terlihat.
"Sempurna!" Ucap Juand berkabut membuat Sofea segera menutupi dadanya, kaki Sofea beringsut menjauh dari Juand yang melangkah mendekat dengan mata yang terus melahap tubuhnya.
"A..Aku..Aku Mohon, jangan!"
"Kau sangat-sangat luar biasa! tidak ada yang akan menerima wanita dengan Rumor petaka sepertimu, serahkan semuanya padaku!"
Sofea menggeleng keras seraya menggapai ujung meja disampingnya, namun sayang Juand mendekat cepat mengulur tangan menarik pinggang rampingnya agar mengeratkan tubuh.
Bughh..
"Wanita sialan!!!"
"M..Mama hiks!"
Isak Sofea setelah menendang bagian bawah Juand yang menonjol, ia berlari menuju kamar Mamanya dengan wajah yang benar-benar takut melihat Juand yang selalu ingin menggagahinya.
"Mama!!! Mama hiks, Tolong Maaa!!!"
"Tak ada yang bisa menghentikan-ku." Juand berucap sambil melangkah mendekati Sofea yang menggedor pintu kamar Mama Netty yang perlahan terbuka menampakan wajah panik wanita paruh baya itu.
"Ada ap..!"
"Mama hiks!"
Sofea bersembunyi dibalik kursi roda Mama Netty yang menatap Juand benar-benar murka, ia tak menyangka Putranya malah menyukai dan sangat berhasrat pada Sofea sejak kecil tapi selalu gagal karna penolakan keras Putrinya.
"Kau gila, ha?? kemana akal sehatmu, Juand???"
"Kenapa? apa aku salah ingin memilikinya?! aku pria normal yang akan bereaksi sama melihat itu semua!"
Pernyataan Juand yang gamblang semakin membuat Sofea gemetar, keringat dingin itu membanjiri keningnya dengan rasa takut yang teramat bahkan menggerogoti jiwanya.
"K..Kau..Kau tak bisa melakukan itu!"
"Aku bisa! karna aku..."
Juand menjeda ucapannya seraya terus melangkah mendekati Sofea yang berjaga-jaga, Mama Netty gelisah saat tatapan Juand tak bisa dikendalikan pada Sofea.
"Juand! dia adikmu, jangan kau..!"
"Kesini, kau!!"
"Mama!!!"
Teriak Sofea lalu berlari saat Juand kembali mengepungnya, Mama Netty berteriak kencang saat Juand malah mengejar Sofea yang sudah tak bisa berfikir hingga ia terus berlari menjahui Juand yang sudah menatapnya kelaparan.
"Kau tak akan bisa lari!!"
"Kau pria brengsek!!"
Teriak Sofea terus melempar apapun kearah Juand tanpa melihat kebelakang, ia beberapa kali keseleo akibat Boots yang dipakai berlari tak seimbang, wajah Sofea benar-benar pucat saat Juand seakan ingin menghisapnya.
"Ja..Jangan mendekatiku!"
"Kau harus aku miliki malam ini!"
Brughh..
Saat Sofea berbalik ia membentur tubuh gagah seseorang membuatnya tersungkur ke lantai dengan pergelangan kaki yang membiru akibat terus keseleo, mata Sofea dibuat gemetar saat melihat siapa yang tengah berdiri didepan pintu utama.
"P..Papa!"
"Hey!!"
Logat bicara Tuan Edgar sangat tak jelas dengan pandangan yang buram, kesadarannya terbawa angin dengan sebotol Alkohol dan sesosok wanita berbadan seksi dengan Rok Span yang sangat menampakan pangkal pahanya itu ia belit mesra.
"Dia siapa, Sayang?"
Tuan Edgar menyeringai pada wanita murahan yang ia bawa lalu menatap Sofea dengan seringaian liciknya, Mama Netty diujung sana sudah menangis melihat nasib Sofea yang tak bisa dikatakan baik.
"Dia Lacur disini!"
"P..Pa hiks, Ma..Mama disini tapi kau malah membawa dia!"
" kau pikir aku mau memiliki wanita penyakitan seperti dia!!!!"
Hati Mama Netty sudah membatu mendengar ucapan yang tak asing lagi, namun ia memikirkan Sofea karna bisa saja Edgar dan Putranya Juand akan merusak masa depan Sofea.
Tapi, kesakitan itu dapat dirasakan Sofea yang tak lagi kuat jika Mamanya terus di Permainkan begini, sebagai seorang anak ada rasa benci, sakit bahkan sangat yang tak bisa dijabarkan.
"K..Kau pria brengsek!!"
Plakk..
Tampan itu keras terjadi dari Tuan Edgar yang sudah muak dengan kehadiran wanita ini, Sofea selalu menganggunya saat membawa para wanita ke rumah ini dengan alasan wanita sakit-sakitan itu.
"Jaga bicaramu!"
"Kalian memang manusia hina, bahkan lebih hina dari binatang!!!"
"Sofea!!!!"
Bentakan mereka menggelegar mereka semua membuat Sofea terkejut tapi ia semakin memberontak saat kakinya ditarik Tuan Edgar menuju kamar disamping sana.
"Kau memang ingin ini!"
"Lepass!!!"
Sofea memberontak sampai menendang kuat membuktikan perlawanan, Nyonya Netty terus berteriak agar Sofea pergi dan lari dari tempat ini. dengan nekat saat Tuan Edgar nyaris memasukan Sofea ke kamar Mama Netty melajukan Kursi rodanya cepat ingin menubruk tubuh mabuk pria itu dengan Juand yang juga sama.
"Kesini kau!!"
Brakk..
Tuan Edgar terhuyung sementara Juand juga tersungkur akibat terjangan kursi roda Nyonya Netty yang menghantam lututnya, sementara itu Sofea langsung berdiri menatap Mama Netty yang menutup pintu kamar agar bisa memberi waktu pada Sofea.
"Lari!!! , hiks! Fea lari, Naaaak!!"
"M..Mama hiks!"
"Mama mohon!"
Pinta Mama Netty mengiba membuat Sofea menggeleng, ia tak mungkin meninggalkan Mamanya ditengah para iblis itu tak mungkin.
"M..Mama Sofea..."
"Pergi!!! Mama mohon, Sayang. Pergi!!"
Teriak Mama Netty memohon karna dua pria didalam sana telah menggedor keras membuat Sofea terisak, apa yang harus ia pilih? pergi meninggalkan Mamanya atau disini tapi menjadi penghangat para pria itu.
"Pergilah hiks, Mama Mohon!"
"Ta..Tapi bagaimana dengan, Mama?"
"Tidak usah perdulikan, Mama! kau harus bahagia, kau punya keberuntungan, Sayang!"
Mama Netty menggenggam satu tangan Sofea yang tak lagi membendung tangis, ia ingin membawa wanita ini tapi bagaimana caranya ia pergi sedangkan Kursi roda ini susah dibawa dan Pengobatan Mamanya sangat mahal.
....
Vote and Like Sayang..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 122 Episodes
Comments
Luzi
mungkin Sofie cm anak angkat kali ya , sampai BPK dan kakanya segitu banget
2024-06-17
0
ˢ⍣⃟ₛ 𝐀⃝🥀💜⃞⃟𝓛 Jibril Adinda
dasar Bpk sama ank gk punya ahlak, padahal sofea anaknya sendiri
2023-10-10
2
Rohani Ani
cpat lari sofea
2023-07-04
0