Alendra Jadi Kakek

Berita tentang Alina yang kembali mendapat perhatian oleh Alendra kini sudah tersebar luas sampai ke telinga siswa dan siswi. Bukan hanya ketika jadi model saja rupanya Alina menjadi bahan berita, namun kini pun ia dijadikan bahan berita. Bedanya ketika dulu di depan kamera kini langsung oleh mulut-mulut usil teman-teman sekolahnya.

"Alin, kamu diliatin terus," cicit Widya melihat kebeberapa siswi yang menatap Alina tidak suka.

Kebanyakan dari para siswi kaka kelas yang dengan terang-terangan melirik sinis Alina. Karena jika teman sekelasnya malah semakin suka ada yang diperhatikan langsung oleh Pak Endra meski dengan cara yang berbeda. Seperti Alina diberi hukuman atau semacamnya misalnya.

"Silau kali liatin kecantikan gue," balas Alina membuat Widya tersenyum simpul.

Alina yang sekarang sangat berani dan penuh dengan percaya diri. Widya jadi semakin suka dan tenang berada di dekat Alina. Bahkan sejak berubahnya penampilan Alina tidak ada lagi yang berani mencibir mereka. Tatapan kagum malah yang sekarang sering mereka dapatkan.

"Ngapain senyum-senyum?" tanya Alina yang langsung dijawab Widya dengan gelengan kepala.

Bruk

"Upss...sorry nggak sengaja." Evelyn nyengir penuh kemenangan saat melihat seragam Alina basah tertumpah minumannya.

Itu atas suruhan dari Aurel. Gadis itu tersenyum licik melihat keadaan Alina saat ini dari pojok kantin. Kepala Alina mengangguk, namun tangannya sembari mengangkat es jeruk di depannya. Detik berikutnya es jeruk yang berada digenggamannya sengaja ia siramkan ke kepala Evelyn.

Tindakan Alina barusan sukses mengundang banyak pasang mata yang berada di kantin. Begitu juga dengan Aurel yang beranjak dari duduknya tidak menyangka Alina akan seberani itu untuk membalas.

"Upss...sorry gue sengaja," ujar Alina tanpa rasa takut.

"Lo," tunjuk Evelyn yang dijawab Alina dengan senyum semanis mungkin. "Berani banget ya?" Evelyn ingin mencakar wajah cantik di depannya namun dia urungkan melihat tatapan tajam Alina.

"Apa? Gue apa?" tantang Alina tanpa rasa takut.

"Alin udah," cicit Widya berniat untuk mengajak Alin pergi dari kantin.

Namun sebelum kepergian keduanya. Aurel sudah lebih dulu datang dan bersiap untuk membuat Alina seolah-olah yang salah di depan teman-temannya.

"Alina, harusnya lo tahu Evelyn nggak sengaja. Kenapa lo balas?" ujar Aurel pura-pura bersikap netral.

Alina menghela napas dalam. Lalu kembali berbalik badan untuk menghadapi Aurel yang terkesan sengaja ingin memojokannya.

"Nggak sengaja ya? Oh..ya? Kalau begitu temen lo perlu pakai kaca mata besar biar nggak buta," balas Alina sukses membuat seisi kantin terperangah dengan keberanian Alina sekarang.

Termasuk Aurel yang diam dengan tangan terkepal. Niatnya untuk membuat Alina terpojokan sia-sia saja. Karena Alina sekarang memang sangat berbeda dengan yang dulu.

Awas lo Alina. Gumam Aurel dalam hati.

Kejadian tadi siang di kantin membuat Alina dan Evelyn berakhir dengan mendapat hukuman untuk membersihkan serta merapihkan perpustakaan. Jika hanya berdua saja Evelyn tidak berani untuk bertindak langsung merundung Alina. Ia hanya menatap sinis Alina yang terkesan santai meski sedang mendapat hukuman.

"Nggak nyangka gue ngerasain hukuman kayak gini," gumam Alina tersenyum.

Di sekolahan yang dulu Alina layaknya seseorang yang penuh dengan pujaan. Ia tidak pernah disalahkan apa lagi sampai ada yang berani mencari masalah dengannya. Namun meski begitu ia juga tidak menjadi seorang perundung seperti Aurel dan teman-temannya. Itu yang membuat Alina banyak disukai oleh teman-temannya dulu.

Tepat ketika Alina selesai menyelesaikan hukumannya. Alendra datang dengan secangkir kopi di tangannya. Sepertinya guru tampan itu sengaja memilih tempat yang sepi untuk menikmati secangkir kopi dan juga buku di tangannya.

"Pak Endra," lirih Evelyn buru-buru merapihkan rambutnya.

Berbeda dengan Alina yang malah berdecak kesal dengan kedatangan Alendra.

"Eh...eh..stop," sergah Alina ketika Alendra akan masuk.

Satu alisnya naik ke atas. Alendra menatap Alina aneh. Merasa tidak beruntung dengan keadaan Alina kembali ke mode seorang murid dengan gurunya. Jangan lupakan masih ada Evelyn dan penjaga perpustakaan di sana. Tidak akan lucu kalau mereka sampai menaruh curiga. Mending kalau cuma itu kalau Alina dikira caper sama tuh guru kan tidak lucu.

"Sorry pak, maksud saya baru dipel tolong tunggu sebentar biar kering dulu," ujar Alina membuat Alendra menatap Alina lekat.

Wajahnya sengaja dia condongkan agar lebih dekat dengan wajah Alina. Yang otomatis membuat Alina reflek mundur ke belakang.

"Saya guru di sini kalau kamu lupa," bisik Alendra membuat Alina seketika terdiam.

Bod*h Alina mersa bodoh dengan apa yang baru saja dilakukannya. Sia-sia saja dia mencegah Alendra tadi dengan niatan untuk mengerjai, karena kedudukan Alendra sebagai seorang guru jelas tidak sebanding dengan dirinya.

"Halah... Mamp*s gue kalau gini," gumam Alina masih dapat didengar oleh Alendra.

Interaksi di antara keduanya itu masih diperhatikan oleh Evelyn yang berdiri tidak jauh dari mereka. Siap-sia saja apa yang baru dia lihat akan dia sampaikan kepada Aurel.

Blep

Alina terperangah kala tangan Alendra yang sedang memegang buku tadi sengaja menangkapnya agar tidak terjatuh. Posisinya saat ini sangat romantis sekali jika mereka berada di dalam sebuah film. Tatapan keduanya saling bertemu dengan diam. Sebelum ekor mata Alina melirik ke arah cangkir kopi yang dipegang oleh Alendra tepat di depannya dan beruntung tidak mengenai keduanya.

"Ma-ka-sih pak Ale," lirih Alina.

Jika saja Alendra tidak cepat menangkapnya mungkin saja Alina sudah terjatuh di hadapannya. Beruntung Alendra sigap tadi meski tangannya sedikit susah untuk menahan tubuh ramping Alina karena secangkir kopi yang juga sedang dibawanya.

"Kamu, terlalu enteng," bisik Alendra sebelum kepergiannya.

Moment yang tadi sempat bertaburan bunga-bunga begitu manis seketika berubah menjadi kelabu. Sikap Alendra terkadang manis tapi kata-katanya memang sudah mirip seperti presenter di acara gosip-gosip artis.

"Apa-apaan ini? Aurel harus tahu," gumam Evelyn.

Sore ini Alina sudah siap dengan baju olahraganya. Ia akan rajin untuk berolahraga demi bentuk tubuh yang diinginaknnya. Membuat Alendra menarik kata-katanya sangat ingin Alina lakukan. Namun setiap mengingat ucapan dari mulut pedas Alendra rasanya membuat Alina tidak peduli lagi. Niatnya bukan untuk Alendra tetapi untuk dirinya sendiri.

Sering sekali ia mengatakan hal itu untuk meyakinkan diri. Namun jauh di lubuk hatinya apa yang ingin dia dapatkan semata-mata untuk membuat Alendra menyesal. Paling tidak Alendra tidak lagi meremehkannya.

Drtt

Drtt

Drtt

Alina mengambil ponselnya yang tergeletak tidak jauh dari tempatnya. Nomor tidak dikenal yang sedang mencoba untuk menghubunginya.

"Siapa sih?" dengan pelan Alina mengangkat nomor yang baru saja masuk.

"Hallo," sapanya ramah.

"Alina kan?" tanya suara seorang cowok dari sebrang telepon.

"Iya, siapa ini?" tanya Alina lagi.

"Gevan Alin, gue dapat nomor lo dari Daniel," jawab Gevan yang diangguki oleh Alina.

Ternyata Danil mengambil nomornya lewat grup kelas. Tapi tidak masalah toh.. Gevan menurutnya cowok baik-baik.

"Oh...kenapa Gevan?" tanya Alina lagi.

"Emmm besok berangkat bareng gue ya? Lo tinggal kasih alamat rumah lo aja biar gue yang jemput," ujar Gevan sungguh-sungguh.

Alina terkejut, Gevan terlihat jelas sangat ingin mendekatinya, Alina sendiri bisa menebak itu, namun tidak mungkin dia memberi alamat apartemen yang juga ditinggali oleh Alendra. Tidak akan baik nantinya. Apa lagi Widya yang sepertinya juga naksir dengan Gevan.

"Emm...sekarang gue lagi di rumah kakek gue Gev, jadi gue langsung berangkat dari sini, lumayan jauh jadi lain kali aja ya?" ujar Alina buru-buru mematikan sambungan teleponnya.

"Siapa yang kamu sebut kakek Alina?" Suara tegas Alendra terdengar dari arah belakang.

Terpopuler

Comments

ARA

ARA

😂😂😂😂😂😂😂

2023-01-22

0

Pradiv

Pradiv

buakakakakakak ngakak brutallll eike 🤣🤣🤣

2022-11-22

0

Jasreena

Jasreena

elo lah kakek Ale Ale... 😁😁

2022-06-10

0

lihat semua
Episodes
1 Kecelakaan
2 Wajah Asing
3 Mendadak Jadi Istri
4 Semakin Berani
5 Satu Ranjang
6 Tanda Kepemilikan
7 Guru Baru-Teman Baru
8 Mabuk Obat Jujur
9 Diam-Diam Musuh
10 Gara-Gara Mengigau
11 Pemenang Sayembara Dalam Hal Apapun
12 Aksi Alina Buat Alendra Tersiksa
13 Keras Kepala Itu Alendra
14 Diam-Diam Penasaran
15 Seribu Satu Cara
16 Alendra Jadi Kakek
17 Kakek Legend
18 Mulai Menunjukan
19 Cieee Traktir
20 Kalah Taruhan? (Perjanjian Dibatalkan)
21 Mati Lampu Pembawa Berkah
22 Dasar Konyol
23 Rencana Licik Alina
24 Ketemu Mantan
25 Satu Sama (Impas)
26 Ada Saja Cara Alendra
27 Ada Yang Tumbuh Cepat
28 Masa Depan Suram
29 Si Seksi Alina
30 Ancaman Maut Alendra
31 Bisikan Memalukan
32 OTW Satu Kamar
33 Proyek Besar Alendra
34 Ada Penguntit
35 Welcome Boy
36 Ternyata Wajah Mirip Dewa
37 Amarah Alendra
38 Sopir Misterius
39 Sopir Ganteng Bajakan
40 Sebuah Berita Berujung Malapetaka
41 Tindakan Alendra Diluar Nalar
42 Bertemu Boy Diam-Diam
43 Bertemu Si Penghianat
44 Ketahuan Ngelayap
45 Diam-Diam Memperhatikan
46 Ijin Bolos
47 Penuh Drama Di Sekolah
48 Tragedi Di Ruang Guru
49 Imajinasi Terbuyarkan
50 Cara Licik Alendra
51 Alina Yang Diancam Widya Yang Gemetaran
52 Bestie Forever
53 Burung Besar Alendra
54 Salahkan Saja Minuman Itu
55 Dia Cemburu Tapi Tidak Sadar
56 Terapi Khusus Untuk....
57 Antara Tidak Sadar Dan Bodoh
58 Kopi Hitam Penuh Cerita
59 Alina VS Aurel
60 Pacar Dadakan
61 Senjata Makan Tuan
62 Mode Perang Dingin
63 Ibu Hamil Banyak Maunya
64 Cemburu Bilang Bosss
65 Siapa Yang Datang?
66 Mabuk Untuk Balas Dendam
67 Bertemu Mommy Sheren
68 Diam-Diam Menunggu
69 Kesempatan Dalam Kesempitan
70 Dibuat Bingung
71 Gevan Minta Bantuan Alina
72 Lupa Waktu
73 Belum On Fire
74 Putuskanlah saja Dirinya
75 What Happened?
76 Detik-Detik Menuju...
77 Berlanjut Atau Tidak?
78 Setengah Kebenaran
79 Teman Tapi Aneh
80 Pengakuan (Diluar Dugaan)
81 Setengah Panas
82 Mendadak Aneh
83 Cemburu Tapi Gengsi
84 Datang Lagi
85 Alina Mulai Aktif
86 Hampir Terjadi
87 Gosip Di Sekolah
88 Intim Berdua
89 Sekali Lagi
90 Berakhir Atau Lanjut?
91 Alina Yang Bolos-Alendra Yang Gundah
92 Tikus Caper
93 Rencana Sang Martua
94 Bioskop VIP?
95 Alendra Keluar Kota
96 Mulai Terungkap
97 Sahabat Tapi VS
98 Masuk Atau Tidak?
99 Musuh Dalam Selimut
100 Alina Pingsan
101 Terbongkar Sudah
102 Go Publick
103 Fire On Fire
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Kecelakaan
2
Wajah Asing
3
Mendadak Jadi Istri
4
Semakin Berani
5
Satu Ranjang
6
Tanda Kepemilikan
7
Guru Baru-Teman Baru
8
Mabuk Obat Jujur
9
Diam-Diam Musuh
10
Gara-Gara Mengigau
11
Pemenang Sayembara Dalam Hal Apapun
12
Aksi Alina Buat Alendra Tersiksa
13
Keras Kepala Itu Alendra
14
Diam-Diam Penasaran
15
Seribu Satu Cara
16
Alendra Jadi Kakek
17
Kakek Legend
18
Mulai Menunjukan
19
Cieee Traktir
20
Kalah Taruhan? (Perjanjian Dibatalkan)
21
Mati Lampu Pembawa Berkah
22
Dasar Konyol
23
Rencana Licik Alina
24
Ketemu Mantan
25
Satu Sama (Impas)
26
Ada Saja Cara Alendra
27
Ada Yang Tumbuh Cepat
28
Masa Depan Suram
29
Si Seksi Alina
30
Ancaman Maut Alendra
31
Bisikan Memalukan
32
OTW Satu Kamar
33
Proyek Besar Alendra
34
Ada Penguntit
35
Welcome Boy
36
Ternyata Wajah Mirip Dewa
37
Amarah Alendra
38
Sopir Misterius
39
Sopir Ganteng Bajakan
40
Sebuah Berita Berujung Malapetaka
41
Tindakan Alendra Diluar Nalar
42
Bertemu Boy Diam-Diam
43
Bertemu Si Penghianat
44
Ketahuan Ngelayap
45
Diam-Diam Memperhatikan
46
Ijin Bolos
47
Penuh Drama Di Sekolah
48
Tragedi Di Ruang Guru
49
Imajinasi Terbuyarkan
50
Cara Licik Alendra
51
Alina Yang Diancam Widya Yang Gemetaran
52
Bestie Forever
53
Burung Besar Alendra
54
Salahkan Saja Minuman Itu
55
Dia Cemburu Tapi Tidak Sadar
56
Terapi Khusus Untuk....
57
Antara Tidak Sadar Dan Bodoh
58
Kopi Hitam Penuh Cerita
59
Alina VS Aurel
60
Pacar Dadakan
61
Senjata Makan Tuan
62
Mode Perang Dingin
63
Ibu Hamil Banyak Maunya
64
Cemburu Bilang Bosss
65
Siapa Yang Datang?
66
Mabuk Untuk Balas Dendam
67
Bertemu Mommy Sheren
68
Diam-Diam Menunggu
69
Kesempatan Dalam Kesempitan
70
Dibuat Bingung
71
Gevan Minta Bantuan Alina
72
Lupa Waktu
73
Belum On Fire
74
Putuskanlah saja Dirinya
75
What Happened?
76
Detik-Detik Menuju...
77
Berlanjut Atau Tidak?
78
Setengah Kebenaran
79
Teman Tapi Aneh
80
Pengakuan (Diluar Dugaan)
81
Setengah Panas
82
Mendadak Aneh
83
Cemburu Tapi Gengsi
84
Datang Lagi
85
Alina Mulai Aktif
86
Hampir Terjadi
87
Gosip Di Sekolah
88
Intim Berdua
89
Sekali Lagi
90
Berakhir Atau Lanjut?
91
Alina Yang Bolos-Alendra Yang Gundah
92
Tikus Caper
93
Rencana Sang Martua
94
Bioskop VIP?
95
Alendra Keluar Kota
96
Mulai Terungkap
97
Sahabat Tapi VS
98
Masuk Atau Tidak?
99
Musuh Dalam Selimut
100
Alina Pingsan
101
Terbongkar Sudah
102
Go Publick
103
Fire On Fire

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!