Sore ini Alina sedang duduk di depan tv dengan satu kakinya sengaja ia pijit sendiri. Tadi setelah acara kepergok Alendra menggambar laki-laki yang sengaja kepalanya dia bikin panjang seperti alien. Nasibnya berakhir dengan berdiri di depan kelas sebagai bentuk hukuman.
Semua itu tidak akan terjadi jika saja Alina tidak menulis nama Alendra di samping gambarnya itu.
"Duh..pegel banget kaki gue," keluhnya meratapi nasib kakinya.
"Semua gara-gara si Ale, awas aja lo kalau berani pulang, segela pakai nyuruh gue berdiri lagi," dumel Alina dengan keinginan besar untuk membalas dendam perbuatan Alendra tadi.
"Oke baby, sebentar aku siap-siap dulu," suara dari arah pintu seketika mengalihkan atensi Alina.
Melihat Alendra yang sedang senyum-senyum tidak jelas dengan telepon yang masih menempel di telinganya membuat Alina geram sendiri rasanya.
"Dasar kaum bucin," cibir Alina menatap malas Alendra.
Merasa diperhatikan ekor mata Alendra melirik Alina yang sedang duduk di kursi. Namun hanya sekilas karena detik berikutnya ia tetap melanjutkan langkahnya menuju ke kamar.
Penampilan Alina sekarang ini sangat berani sekali. Gadis itu hanya memakai kaos berukuran besar dengan celana pendek yang bahkan sampai tenggelam tidak terlihat karena kaos besar yang dipakainya.
Tidak ingin berlama-lama Alendra memutuskan untuk langsung menuju ke kamarnya.
"Ale!" teriak Alina yang tidak dipedulikan oleh Alendra.
Mau tidak mau membuat Alina harus bangkit dan mengejar lelaki itu sebelum benar-benar masuk ke kamarnya.
"Pak Ale," teriaknya lagi. Kali ini langkah Alendra memelan bersamaan dengan tubuh tegapnya yang berbalik menghadap ke arahnya.
"Sopan sama aku Alina," tekan Alendra yang tidak dihiraukan olehnya.
Alina tetap berjalan sampai ia berhenti tepat di depan Alendra.
"Mau minta duit," ujar Alina dengan entengnya.
"Buat apa? Pagi tadi sudah bukan?" tanya Alendra membuat Alina memutar bola matanya jengah.
Benar dugaannya pasti akan ada alasan lain untuk Alendra tidak menuruti keinginannya.
"Udah baca surat cinta dari gue belum?" tanya Alina seketika membuat kening Alendra berkerut.
Ck, surat cinta yang benar saja Alina. Itu hanya daftar permintaan yang harus Alendra kabulkan sebagai suamimu.
"Itu yang di atas meja makan. Gue yakin sih udah, nggak ada lagi tuh di meja makan," kekeh Alina membuat Alendra mau tidak mau akhirnya menatap ke arah gadis itu.
Namun sebagai laki-laki yang normal dan bahkan sangat normal. Sesekali lirikan mata Alendra melirik ke arah paha mulus milik Alina, hanya berlangsung beberapa detik saja.
"Hp kamu nggak rusak Alina. Dan kamu bisa berangkat bareng aku," jelas Alendra yang diangguki oleh Alina.
"Oke nggak masalah, tapi gue mau baju-baju baru. Baju yang ada nggak cocok di gue, terlalu kecil untuk tubuh indah gue ini." Alina seakan memarkena bentuk indah tubuhnya yang seketika mendapat tawa dari Alendra.
"Nggak ada isinya gitu sok bergaya," ketus Alendra berniat untuk kembali melanjutkan jalannya.
Alina terperangah. Dia sendiri baru menyadari jika bentuk tubuh seksinya kini tidak ada lagi. Yang ada tubuh ramping yang memang bukan tipenya sekali.
"Nggak bisa dibiarin, gue harus olahraga kalau gini," gumamnya kembali mengejar Alendra sebelum masuk ke kamarnya.
"Pak Ale. Gue istri lo, hak gue minta duit sama lo, jangan pelit-pelit kek jadi suami, kekayaan lo nggak akan abis kan cuma buat ngasih ke istri? Malahan akan bertambah," seloroh Alina seketika membuat Alendra kembali terhenti.
Tatapan Alendra kini berubah datar. Ia merogoh dompet yang di sana dapat Alina lihat banyak sekali kartu atm yang bertengger juga 3 black card.
"Udah?" tanya Alendra yang diangguki oleh Alina.
"Kamu nggak ingat perjanjian kita?" tanya Alendra seketika membuat Alina menaikkan sebelah alisnya.
"Kamu bisa pegang black card aku. Kamu bisa minta apa aja asal kamu berperan selayaknya seorang istri," jelas Alendra seketika membuat Alina ternganga.
Ini perjanjian yang Alendra katakan sejak kapan terjadi? Rasanya Alina tidak percaya jika ada perjanjian semacam itu.
"Apa ortu kita tahu perjanjian ini?" tanya Alina membuat Alendra terkekeh.
Dengan segan Alendra menyentil kening gadis itu.
"Otak kamu sedikit berkurang sepertinya setelah bangkit dari maut," cela Alendra seketika membuat bibir Alina berkerut.
"Kalau kamu lupa biar aku ingatkan. Perjanjian ini hanya disepakati kita berdua. Kamu nurut sama aku dan aku yang-" ujar Alendra mengamati Alina dari atas hingga ke bawah. "Nggak nyentuh kamu dalam keadaan apapun," lanjut Alendra.
Ia
"Wait. Lo bilang nggak nyentuh gue dalam keadaan apapun?" selidik Alina yang diangguki oleh Alendra. "Iya, nyatanya sampai sekarang aku nggak ingkar janji, kamu bukan tipeku Alina," ujar Alendra seketika membuat Alina mengangguk.
"Oke, terus malam itu kalau lo lupa...kita tidur bareng dan lo-"
"Itu kesalahan kamu yang berani tidur di kamarku, sudahku bilang Alina jangan pernah lancang masuk ke kamarku," sela Alendra menatap penuh Alina.
Mendengar jawaban Alendra membuat Alina mengangguk puas. Semangatnya semakin tinggi untuk membuat lelaki di depannya ini tunduk akan dirinya. Tinggal menunggu waktunya saja dan Alina akan buktikan.
Bukan untuk dirinya, melainkan untuk tubuh Alina yang selalu dianggap remeh oleh suaminya sendiri. Setidaknya nanti Alendra akan menyesali kata-katanya itu.
Pukul 8 malam. Alina masih melakukan olahraga dengan berbagai macam gaya demi bentuk tubuh yang dia inginkan. Tekatnya kini semakin kuat untuk membuat Alendra tidak memandangnya sebelah mata. Lelaki memang tidak akan cukup hanya disuguhkan dengan wajah cantik saja. Terlebih lelaki seperti Alendra yang pastinya banyak disuguhi wanita cantik dengan tubuh aduhai di luar sana. Bentuk ramping seperti Alina jelas tidak akan dilirik oleh lelaki itu.
"Capek juga gila," gumamnya berbaring di sofa depan TV.
Kini jarum jam sudah menunjukan pukul 10 malam sekitar 2 jaman tadi Alina berolahraga. Namun karena rasa lelah yang dia rasa kini kantukpun mulai menyerangnya. Alina enggan untuk beranjak dan berpindak ke kamarnya. Tubuhnya terasa lemas setelah melakukan olahraga malamnya.
Hingga tanpa dia sadari mata indah itu kian tertutup bersamaan dengan gelap yang menyapa dan membuatnya terbawa ke alam mimpi.
Ceklek
Alendra pulang sekitar pukul 12 kurang. Sudah menjadi hal biasa bagi Alendra pulang larut dalam keadaan mabuk. Bedanya untuk malam ini Alendra tidak mabuk karena dia memang menemani Pinka berbelanja tadi bukan pergi ke klub bersama teman-temannya seperti biasanya.
Tepat ketika ia melewati depan tv. Langkahnya terhenti saat mendengar suara dengkuran yang cukup keras. Kepalanya menoleh dan pemandangan pertama yang Alendra lihat ialah gadis cantik yang sedang tertidur dengan telentang.
Merasa tidak baik untuk dirinya melihat posisi Alina saat ini membuat Alendra berniat untuk kembali melanjutkan langkahnya. Namun wajah gadis cantik itu sangat sayang untuk dilewatkan.
Dengan langkah pelan Alendra mulai mendekat, takut saja jika tiba-tiba gadis galak itu terbangun dan berubah menjadi zombie. Senyumnya terbit ketika melihat wajah cantik yang terlihat polos dengan bibir sedikit ternganga.
Cekrek
"Kena kamu gadis nakal," gumam Alendra merasa menang dengan apa yang baru saja dia dapatkan.
Sebenarnya Alendra sengaja mengambil foto Alina karena menurutnya sangat unik, gadis lugu yang kini berubah menjadi sangat pemberani dalam keadaan tidur seperti saat ini berada ditengah-tengah sifat anehnya itu.
Itu yang Alendra lihat saat ini, dan untuk mengambil foto Alina entah dorongan darimana.
"Diko. Kurang apa gue sama lo?"
Deg
Niat Alendra untuk meninggalkan Alina terhenti seketika. Suara dengkuran Alina kini berganti menjadi gumaman. Alina mengigau dan yang disebutkan nama cowok asing yang tidak Alendra ketahui.
Tangannya meremat ponsel yang masih berada digenggamannya. Detik berikutnya foto yang baru saja Alendra ambil langsung Alendra sendiri yang menghapus.
"Nggak berguna," decihnya meninggalkan Alina yang masih berada di sofa depan TV.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
It's me💓💓
udh mulai cemburu y Ale_ Ale🤣🤣🤣🤣
2022-09-10
0
Jasreena
sumpe Lo g akan nyentuh Alina... Let's see.. 😎
2022-06-10
1
ZaeV92
nah lo combokiur kan kan kan 😂
2022-04-24
0