Pemenang Sayembara Dalam Hal Apapun

Alina terbangun dari tidurnya sekitar pukul setengah 6 pagi. Ia terkejut saat mendapati dirinya yang ternyata tertidur di sofa depan TV sampai pagi.

"Aish...ceroboh banget sih gue," gumamnya beranjak menuju ke kamarnya.

"Si Ale liat gue nggak ya tadi malam?" gumamnya lagi.

"Ehemm!"

Deheman dari Alendra seketika membuat Alina terlonjak kaget. Lebih kaget lagi ketika melihat pakaian yang dikenakan Alendra pagi ini.

Alendra baru saja pulang dari lari pagi. Meski dia pulang dan tidur larut malam. Namun jika tidak dalam keadaan mabuk Alendra bisa bangun lebih awal untuk melakukan olahraga ringan seperti lari pagi di sekitar apartemen.

"Baru olahraga pak Al-"

Ucapan Alina terhenti saat Alendra melewatinya begitu saja. Alina terperangah dengan sikap Alendra yang semakin tidak tahu diri. Jika untuk melewatinya begitu saja tanpa basa-basi untuk apa tadi ia berdehem seolah-olah mengingatkan Alina jika ia juga berada di sana. Memang dasar aneh. Pikir Alina dalam hati.

"Sabar Al sabar... Tuh laki emang beda.." gumamnya mengelus dada agar emosinya tidak naik.

Masih pagi tidak baik untuk kesehatannya jika sudah marah-marah dan kesal. Apa lagi niatnya untuk merubah bentuk tubuhnya agar terlihat sedikit lebih berisi lagi bisa gagal nantinya.

Alina masuk ke dalam kamarnya, matanya semakin dibuat terkejut saat melihat beberapa paper bag yang sudah berada di dalam kamarnya.

"Oh my god," buru-buru ia masuk ke dalam dan mendapati paper bag yang isinya semua list keinginannya kemarin pagi. Termasuk sebuah ponsel baru yang seketika membuat Alina semakin membolakan matanya. Hanya satu keinginanya yang tidak terpenuhi. Permintaannya untuk mempunyai sepeda motor.

"Sumpah demi apa? Gue lagi nggak mimpi kan?" gumamnya tersenyum senang.

"Eh bentar... Kenapa setelah tinggal sama si Ale gue kek gembel ya? Dapet hp aja senengnya udah kayak diundang ke fashion show yang ada gigi hadid sama kendal nya?" Alina kembali menggelengkan kepalanya. Namun detik berikutnya ia kembali bersemangat untuk membuka kumpulan paper bag di depannya.

"Pak Ale," panggil Alina ketika mereka sudah berada di dalam mobil.

Karena sedang pada mode mood yang baik. Alina sengaja menunggu Alendra untuk ke sekolah bersama.

Merasa tidak dipedulikan oleh Alendra membuat bibir Alina mencebik. Niatnya tadi sudah baik ingin berterimakasih, tetapi bawaannya bersama dengan Alendra memang bikin emosi jiwa dan raganya.

"Makasih untuk semuanya," ujar Alina pada akhirnya.

Meski hatinya dongkol ingin sekali mengomel namun dia coba tahan. Apa lagi kini sudah setengah perjalanan menuju ke sekolah. Tidak akan lucu jika Alendra berubah pikiran dan menurunkannya di tengah perjalanan.

"Bisa nggak sih hargai dikit aja gitu orang yang lagi ngajak lo ngomong?" final Alina, ia sudah tidak sabar menghadapi sikap Alendra yang terlampau cuek.

Hidup bersama namun seperti musuh yang tinggal satu atap.

"Sok bicara mengharagai, kamunya sendiri aja nggak bisa menghargai suatu hubungan," decak Alendra membuat kening Alina berkerut.

Ini Alendra sedang membalas ucapannya barusan atau sedang curhat dengan masalah percintaannya di luar sana?

"Siapa?" tanya Alina hati-hati.

Tidak lucu kan kalau tiba-tiba Alendra menjawab lagi bicara dengan seseorang lewat sambungan telepon.

"Kamu lihatnya di sini siapa Alina? Masih kecil udah berani main belakang," ujar Alendra semakin membuat Alina ternganga.

Pikirannya tiba-tiba lemot. Alina benar-benar tidak tahu siapa dan apa yang Alendra maksudkan. Atau mungkin saja Alina yang dulu pernah menjalin sebuah hubungan dibelakang Alendra dan hubungan itu baru diketahui sekarang oleh Alendra. Kalau benar begitu, maka akan menambah daftar masalah baru lagi yang harus Alina selesaikan.

"Gue nggak mudeng apa yang lo omongin," final Alina menyerah.

"Ck," decak Alendra melirik sekilas ke arah Alina.

Namun dia sendiri malas untuk membahas hal itu lagi.

Mobil Alendra terhenti. Bersamaan dengan lampu hijau yang baru saja berubah jadi warna merah. Lagi-lagi Alina kembali dibuat kesal.

"Ngebut dikit kek biar nggak kejebak lampu merah, takut telat gue," mode cerewet dan menyebalkannya kembali on.

Merasa tidak dipedulikan oleh Alendra. Alina lebih memilih melihat ke sekeliling mobil. Sampai tanpa sengaja matanya menangkap sosok laki-laki yang memang sangat dia cari dan sangat ingin dia balas perlakuannya.

"Diko," lirih Alina yang masih dapat didengar oleh Alendra.

Merasa pensaran dengan yang disebutkan oleh Alina. Alendra menoleh dan mendapati seorang cowok yang juga berseragam SMA dengan motor besarnya berhenti tepat di sebelah mobil mereka.

Alendra melirik Alina yang menatap cowok itu tanpa berkedip, bergantian menatap cowok yang dia anggap kecil dan tidak ada apa-apanya itu dibanding dengan dirinya.

"Ck, nggak ada apa-apanya," lirih Alendra melajukan mobilnya dengan kencang bersamaan dengan bergantinya lampu hijau.

Sementara Alina terdiam beku di sebelahnya. Ia memegangi dadanya yang terasa berdenyut sangat kencang. Melihat Diko rasanya seperti mimpi.

"Baru juga diomongin," gumam Alendra melirik Alina yang masih setengah sadar.

"Kenapa berhenti di sini?" protes Alina saat kembali diberhentikan di depan minimarket dekat sekolah.

"Kamu hanya perlu nurut Alina," balas Alendra tanpa menatap ke lawan bicaranya.

"Mentang-mentang udah beliin hp baru segala pakai ngatur-ngatur," ujar Alina tidak kalah kesalnya.

"Bisa nggak lebih sopan dikit?" tekan Alendra menatap tajam Alina.

Alendra sedang mencoba bersabar dan menahan. Namun Alina tetap tidak mau mengerti.

"Enggak, nggak bisa gue sopan sama cowok song*ng kayak lo, gue nggak suka diatur Alendra Atmajaya," balas Alina tidak mau kalah.

"Fine, nggak ada lagi perjanjian di antar kita, tapi aku bisa lakuin apapun sesukaku," ujar Alendra menatap marah Alina.

"Oke, lebih bagus malah, lagian gue malas kalau harus di atur dan nurutin apa mau lo-"

Mata Alina terbelalak dengan sempurna kala merasakan benda kenyal yang kini membakap bibirnya. Ia sadar sangat sadar jika sesuatu telah terjadi di antara mereka.

"Itu salah satu hak aku sebagai suami kamu kalau kamu lupa," ujar Alendra seraya membuka pintu mobil untuk Alina.

Masih dengan rasa terkejutnya Alina diam dan mengambil tas untuk keluar. Ia tidak bisa protes dan tidak juga membenarkan tindakan Alendra barusan. Dengan setatus mereka sebagai suami istri jelas tidak menjadi masalah hanya untuk sekadar ciuman bibir saja.

"Apa-apaan ini?" lirihnya meraba bibir mungil yang baru saja dinikmati oleh Alendra.

"Alin!" seru Widya menghampirinya.

Alina menoleh. Ia tersenyum melihat wajah cerah Widya yang tidak lagi gemetaran seperti kemarin.

"Udah sembuh sakitnya?" ledek Alina membuat tangan Widya reflek mencubit kecil lengan Alina.

"Alin...jangan gitu," cicitnya masih malu-malu.

"Oh iya Lin... Di grup rame banget lo pada ngomongin kamu," beritahu Widya.

"Oh ya kenapa?" tanya Alina ingin tahu.

"Kamu pemenang sayembara anak-anak," jelas Widya semangat.

"Sayembara? Gue nggak pernah ikutan sayembara tuh?" bingun Alina membuat Widya gemas rasanya untuk tidak kembali mencubit lengan Alina.

"Ih..Alin, sayembara siapa nama murid yang disebutkan pertama oleh pak Endra. Dan kemarin kamu kan yang disebutkan namanya sama beliau, anak-anak pada pengen jadi kamu lho Alin," jelas Widya seketika membuat Alina semakin terbengong.

Sayembara macam apa itu? Yang benar saja. Kalau mereka tahu Alina murid pertama yang juga merasakan bibir seksi dari guru itu juga pasti dia akan dinobatkan langsung sebagai miss univers untuk Pak Endra. Malah masih hangat lagi ciuman yang baru saja terjadi. Masih berasa sisa-sisanya di bibir Alina.

Terpopuler

Comments

Echa04

Echa04

ck. ternyata yg tukang selingkuh jg gk rela dikhianati yaaaaa

2023-07-28

0

ARA

ARA

What😮 sendirinya punya piaraan.. Baru tau rasanya diduakan ya pak Ale😂😂😂

2023-01-22

0

☠⏤͟͟͞R⚜🍾⃝ ὶʀαͩyᷞαͧyᷠυᷧͣ🏘⃝Aⁿᵘ

☠⏤͟͟͞R⚜🍾⃝ ὶʀαͩyᷞαͧyᷠυᷧͣ🏘⃝Aⁿᵘ

masih ada manis manisnya ya Lin🤣🤣🤪🤪

2023-01-17

0

lihat semua
Episodes
1 Kecelakaan
2 Wajah Asing
3 Mendadak Jadi Istri
4 Semakin Berani
5 Satu Ranjang
6 Tanda Kepemilikan
7 Guru Baru-Teman Baru
8 Mabuk Obat Jujur
9 Diam-Diam Musuh
10 Gara-Gara Mengigau
11 Pemenang Sayembara Dalam Hal Apapun
12 Aksi Alina Buat Alendra Tersiksa
13 Keras Kepala Itu Alendra
14 Diam-Diam Penasaran
15 Seribu Satu Cara
16 Alendra Jadi Kakek
17 Kakek Legend
18 Mulai Menunjukan
19 Cieee Traktir
20 Kalah Taruhan? (Perjanjian Dibatalkan)
21 Mati Lampu Pembawa Berkah
22 Dasar Konyol
23 Rencana Licik Alina
24 Ketemu Mantan
25 Satu Sama (Impas)
26 Ada Saja Cara Alendra
27 Ada Yang Tumbuh Cepat
28 Masa Depan Suram
29 Si Seksi Alina
30 Ancaman Maut Alendra
31 Bisikan Memalukan
32 OTW Satu Kamar
33 Proyek Besar Alendra
34 Ada Penguntit
35 Welcome Boy
36 Ternyata Wajah Mirip Dewa
37 Amarah Alendra
38 Sopir Misterius
39 Sopir Ganteng Bajakan
40 Sebuah Berita Berujung Malapetaka
41 Tindakan Alendra Diluar Nalar
42 Bertemu Boy Diam-Diam
43 Bertemu Si Penghianat
44 Ketahuan Ngelayap
45 Diam-Diam Memperhatikan
46 Ijin Bolos
47 Penuh Drama Di Sekolah
48 Tragedi Di Ruang Guru
49 Imajinasi Terbuyarkan
50 Cara Licik Alendra
51 Alina Yang Diancam Widya Yang Gemetaran
52 Bestie Forever
53 Burung Besar Alendra
54 Salahkan Saja Minuman Itu
55 Dia Cemburu Tapi Tidak Sadar
56 Terapi Khusus Untuk....
57 Antara Tidak Sadar Dan Bodoh
58 Kopi Hitam Penuh Cerita
59 Alina VS Aurel
60 Pacar Dadakan
61 Senjata Makan Tuan
62 Mode Perang Dingin
63 Ibu Hamil Banyak Maunya
64 Cemburu Bilang Bosss
65 Siapa Yang Datang?
66 Mabuk Untuk Balas Dendam
67 Bertemu Mommy Sheren
68 Diam-Diam Menunggu
69 Kesempatan Dalam Kesempitan
70 Dibuat Bingung
71 Gevan Minta Bantuan Alina
72 Lupa Waktu
73 Belum On Fire
74 Putuskanlah saja Dirinya
75 What Happened?
76 Detik-Detik Menuju...
77 Berlanjut Atau Tidak?
78 Setengah Kebenaran
79 Teman Tapi Aneh
80 Pengakuan (Diluar Dugaan)
81 Setengah Panas
82 Mendadak Aneh
83 Cemburu Tapi Gengsi
84 Datang Lagi
85 Alina Mulai Aktif
86 Hampir Terjadi
87 Gosip Di Sekolah
88 Intim Berdua
89 Sekali Lagi
90 Berakhir Atau Lanjut?
91 Alina Yang Bolos-Alendra Yang Gundah
92 Tikus Caper
93 Rencana Sang Martua
94 Bioskop VIP?
95 Alendra Keluar Kota
96 Mulai Terungkap
97 Sahabat Tapi VS
98 Masuk Atau Tidak?
99 Musuh Dalam Selimut
100 Alina Pingsan
101 Terbongkar Sudah
102 Go Publick
103 Fire On Fire
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Kecelakaan
2
Wajah Asing
3
Mendadak Jadi Istri
4
Semakin Berani
5
Satu Ranjang
6
Tanda Kepemilikan
7
Guru Baru-Teman Baru
8
Mabuk Obat Jujur
9
Diam-Diam Musuh
10
Gara-Gara Mengigau
11
Pemenang Sayembara Dalam Hal Apapun
12
Aksi Alina Buat Alendra Tersiksa
13
Keras Kepala Itu Alendra
14
Diam-Diam Penasaran
15
Seribu Satu Cara
16
Alendra Jadi Kakek
17
Kakek Legend
18
Mulai Menunjukan
19
Cieee Traktir
20
Kalah Taruhan? (Perjanjian Dibatalkan)
21
Mati Lampu Pembawa Berkah
22
Dasar Konyol
23
Rencana Licik Alina
24
Ketemu Mantan
25
Satu Sama (Impas)
26
Ada Saja Cara Alendra
27
Ada Yang Tumbuh Cepat
28
Masa Depan Suram
29
Si Seksi Alina
30
Ancaman Maut Alendra
31
Bisikan Memalukan
32
OTW Satu Kamar
33
Proyek Besar Alendra
34
Ada Penguntit
35
Welcome Boy
36
Ternyata Wajah Mirip Dewa
37
Amarah Alendra
38
Sopir Misterius
39
Sopir Ganteng Bajakan
40
Sebuah Berita Berujung Malapetaka
41
Tindakan Alendra Diluar Nalar
42
Bertemu Boy Diam-Diam
43
Bertemu Si Penghianat
44
Ketahuan Ngelayap
45
Diam-Diam Memperhatikan
46
Ijin Bolos
47
Penuh Drama Di Sekolah
48
Tragedi Di Ruang Guru
49
Imajinasi Terbuyarkan
50
Cara Licik Alendra
51
Alina Yang Diancam Widya Yang Gemetaran
52
Bestie Forever
53
Burung Besar Alendra
54
Salahkan Saja Minuman Itu
55
Dia Cemburu Tapi Tidak Sadar
56
Terapi Khusus Untuk....
57
Antara Tidak Sadar Dan Bodoh
58
Kopi Hitam Penuh Cerita
59
Alina VS Aurel
60
Pacar Dadakan
61
Senjata Makan Tuan
62
Mode Perang Dingin
63
Ibu Hamil Banyak Maunya
64
Cemburu Bilang Bosss
65
Siapa Yang Datang?
66
Mabuk Untuk Balas Dendam
67
Bertemu Mommy Sheren
68
Diam-Diam Menunggu
69
Kesempatan Dalam Kesempitan
70
Dibuat Bingung
71
Gevan Minta Bantuan Alina
72
Lupa Waktu
73
Belum On Fire
74
Putuskanlah saja Dirinya
75
What Happened?
76
Detik-Detik Menuju...
77
Berlanjut Atau Tidak?
78
Setengah Kebenaran
79
Teman Tapi Aneh
80
Pengakuan (Diluar Dugaan)
81
Setengah Panas
82
Mendadak Aneh
83
Cemburu Tapi Gengsi
84
Datang Lagi
85
Alina Mulai Aktif
86
Hampir Terjadi
87
Gosip Di Sekolah
88
Intim Berdua
89
Sekali Lagi
90
Berakhir Atau Lanjut?
91
Alina Yang Bolos-Alendra Yang Gundah
92
Tikus Caper
93
Rencana Sang Martua
94
Bioskop VIP?
95
Alendra Keluar Kota
96
Mulai Terungkap
97
Sahabat Tapi VS
98
Masuk Atau Tidak?
99
Musuh Dalam Selimut
100
Alina Pingsan
101
Terbongkar Sudah
102
Go Publick
103
Fire On Fire

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!