Di dalam kamar tamu itu, Yar mengeluarkan belati dan pistol yang ia sembunyikan di balik pakaian nya. Lalu langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.
Di tempat lain..
Semua orang di kamp Ethan sedang kesusahan mencari keberadaan Y. Di tambah kasus semalam ada wanita yang mengaku terdampar di pulau itu, membuat Rayson dan yang lain curiga bahwa Y mungkin telah kabur di selamatkan wanita itu. Mereka tidak tahu bahwa Y adalah wanita itu.
Lain lagi dengan Ethan, dia tahu pasti yang semalam kabur adalah Yara sendiri. Dengan keamanan tinggi bagaimana ada orang terdampar secara tiba tiba pikir nya. Masalah nya hanya satu sekarang, dimana dia akan menemukan Yara, sekarang ia bukan berada di Jakarta.
" Sial! Kita kecolongan begitu saja. "
Ucap Rayson yang kini terlihat sangat kesal.
" Pantas saja dia meminta taruhan sebelum nya, dia pasti sudah merencanakan pelarian ini. Tapi tidak disangka, dia malah meminta bantuan dari seorang wanita. Menggelikan sekali." Ucap Rayson lagi.
" Nasi sudah jadi bubur, sekarang pikirkan saja kemana kita harus mencarinya. Sekarang dia sudah ada penyelamat, mungkin di belakang nya juga ada lagi."
Ucap Sean yang kini merasa lelah, karena sudah memutari semua area perbatasan pulau itu.
Sean, Jil, dan Bara kembali ke pulau dengan segera setelah mengetahui bahwa Y melarikan diri.
" Di daerah ini pemilik pulau yang lain adalah dia, takut nya Yara justru jatuh ke tangan nya."
Ucap Ethan dalam hati.
" Sudahlah, kita akan cari lagi nanti." Ucap Ethan.
" Masalah nya adalah kalau sampai Y memberi tahu rekan nya atau orang yang menyuruh nya bahwa kita ada kamp disini di tambah kau tidak koma, Itu akan membuat orang yang ingin melenyapkan mu jadi lebih berhati hati." Ucap Rayson.
" Aku jamin mereka masih ada daerah ini , Cari saja pelan pelan. " Ucap Ethan yakin.
" Aku akan menanyakan kepada dia, selain kau hanya dia pemilik pulau di sisi lain." Ucap Rayson.
Ethan seketika terlihat murung, saat Rayson menyebut kata dia , Ethan tahu siapa yang Rayson maksudkan.
Di tempat lain..
Yara baru selesai membersihkan dirinya, ia melihat beberapa pakaian wanita dan pakaian pria saat ia membuka lemari.
" Ini, kenapa aku merasa terlalu mulus, apa ini jebakan.?" Ucap Yara .
Yara melihat sekeliling ruangan itu, tapi tidak menemukan keberadaan cctv sama sekali.
" Tidak perduli apa , aku harus segera pergi dari sini."
Yara merobek kain putih yang berada di lemari itu, lalu melilitkan nya di dada. Setelah itu Yara memakai kaos hitam dan kemeja berwarna hitam serta masker yang kebetulan ada di sana.
Yara memasukan kembali pistol dan belatinya di balik baju nya, lalu ia melihat keluar dari jendela kamar itu. Tiba tiba Yara melihat semua pengawal dan pelayan yang berlalu lalang terlihat sedang bersiaga.
" Apa yang terjadi.?" Ucap Yara.
Tiba tiba sosok yang ia kenal memasuki villa Roger.
" Itu kan kapten, apa Roger juga salah satu dari mereka, Sial! aku harus cepat cepat pergi dari sini."
Yara melihat Rayson dan Sean turun dari mobi mereka. meskipun mereka hanya berdua, tapi pengawal dan pelayan di villa itu terlihat sangat tegang.
" Ada apa ini, kalau mereka satu tim kenapa pelayan dan pengawal Roger seperti siaga.?"
Ucap Yara.
Yara menyelinap keluar dari jendela kamar itu, ia menyusuri tepian dinding untuk mencari jalan keluar, tiba tiba beberapa pelayan wanita lewat dan terdengar sedang membicarakan kondisi di Villa itu.
" Kenapa tuan muda dari keluarga Silvester datang kemari, Bukan nya perjanjian itu.."
Ucap seorang pelayan yang langsung di hentikan teman nya.
" Hust.! Jangan asal bicara, jika seseorang dengar lidah mu akan di potong.!" Ucap rekan nya.
" Silvester, siapa itu? nama ini seperti tidak asing. Lalu perjanjian apa yang di maksud.?" Ucap Yara penasaran.
Yara masih bersembunyi di balik pot bunga besar, hingga tiba tiba beberapa pengawal terlihat panik berlarian.
" Cepat selamatkan tuan, Tuan muda Silvester itu menodong tuan dengan pistol. Ternyata Wanita yang tadi di selamatkan tuan adalah mata mata yang di cari oleh orang orang tuan muda Silvester." Teriak salah seorang pengawal.
" Jadi ini gara gara aku, tidak, aku tidak boleh melibatkan orang yang tidak bersalah. Aku harus menyelamatkan Roger. " Yara pergi ke sisi lain Villa itu mengandalkan insting nya.
Setelah mencari cari dimana keberadaan Roger, Yara menemukan mereka yang kini saling berdiri hadap hadapan dengan pakaian Yara yang sebelum nya ia pakai saat melarikan diri.
" Masih tidak mau mengaku kah? Tuan Roger.? Ini adalah bukti, kemeja ini, adalah kemeja anggota kami, yang di siapkan untuk Y. Kau mau menyangkal bagaimana.?" Ucap Roger dengan nada mengancam.
" Sial, aku lupa membawa pakaian itu. Haih, kalau begitu ini benar benar karena kesalahanku. Baiklah, aku akan bertanggung jawab." Ucap Yara dalam hati.
Tiba tiba pengawal Roger menembak kearah Rayson dan Sean yang kebetulan memberi kan Yara kesempatan untuk membawa Roger kabur.
" Cepat, ikut aku.!" Ucap Yara sambil menarik tangan Roger.
Roger sempat terkejut namun dia tidak berkata apa apa .
Baku tembak di akhiri setelah Rayson dan Sean berhasil keluar dari villa itu, Tentu saja dengan luka luka.
" Sial.! Apa dia orang di balik penembakan Ethan, kita harus bilang apa padanya. Dia pasti akan kembali terluka." Ucap Rayson.
" Bilang saja terus terang, toh juga kita tidak akan selamanya bisa menutupi nya dari Ethan." Ucap Sean.
Di tempat lain..
Yara sudah berhasil menyelamatkan Roger. Kini mereka masuk berada di tengah hutan.
" Huff.. Huff.. Sudah, sepertinya mereka tidak akan bisa mengejar.
Yara melepaskan tangan Roger dan terlihat Roger yang nampak kebingungan.
" Siapa kau.?"
Tanya Roger, yang membuat Yara kembali sadar.
" Siapa kau , mengapa kau menyelamatkan ku.?" Tanya Roger lagi.
" E... It.. itu Aku adalah orang suruhan teman mu, iya.. Kebetulan aku lewat jadi aku membantu tuan. "
Yara tergagap, tidak mungkin dia mengatakan bahwa dirinya adalah Valerie yang di selamat kan Roger sebelum nya.
Roger mengernyitkan dahi nya dan menatap Yara dari atas kebawah.
" Orang suruhan temanku? Siapa? Aku tidak mengenal mu, Siapa kau.?"
Ucap Roger.
Yara semakin merasa terpojok, Akhirnya dia lari dari hadapan Roger. Namun seulas senyuman terukir dari sudut bibir Roger.
" Ternyata begitu..? " Ucap Roger dalam hati.
Yara berlari ke sembarang arah, yang akhir nya ia keluar di jalan besar namun sepi.
" Huff.. Hampir saja. Untung aku sudah lari, sekarang harus pikirkan cara bagaimana cara aku kembali ke Jakarta." Ucap Yara setelah berhasil kabur.
TO BE CONTINUED..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 237 Episodes
Comments
Disya♡💕
hahh mau kemana lah kamu tu Yara🤦♀️
2023-06-23
1
Ciduwet Ciduwet
Kya cerita hidup q 😁
2023-03-23
0