"Setelah melakukan tugas ini aku kan pergi jauh dari kota ini. Ternyata adik nya Caleb adalah mantan mata mata. Caleb pernah bilang padaku organisasi ini adalah organisasi baik baik tapi mengapa malah seperti ini."
Yara melihat pesan masuk dari handphone nya, itu adalah dari Jack yang mengirimkan sebuah foto seorang pria.
" Jadi dia adalah anak haram.? Sayang sekali umur mu hanya sampai disini. Anak haram yah? Apakah aku juga seorang anak haram yang tidak di inginkan kelahiran nya? Heh.!! Lucu sekali. Dari awal tidak ada anak yang ingin lahir sebagai anak haram. Kalian para orang tua brengsek, bersenang senang tanpa memikirkan konsekuensi untuk kami para anak anak mu. Memang nya kenapa kalau anak haram.. Sampai sekarang aku bisa hidup sendiri."
Melihat itu Yara malah tersenyum pahit, mengingat dirinya juga di buang di panti asuhan saat ia bayi. pakah dirinya juga adalah anak haram? bertahun tahun mencari jati dirinya juga tidak ada hasil.
Yara sudah mendapatkan uang dari Jack dan langsung pergi menyiapkan dirinya. Hari ini misi terakhirnya, ia juga akan langsung pergi jauh dari kota itu, jadi dia ingin membeli beberapa keperluan penting.
"Beli beberapa pakaian pria yang pas saja. Tidak di sangka ada hari seperti ini."
Yara kembali menjadi perhatian semua orang. Entah mengapa di mata para wanita muda itu, Yara adalah pria muda yang tampan. Karena hal itu, para pria jadi mencemburuinya.
" Apa aku menarik perhatian.? Mengapa dari aura para pria ini seperti ingin membunuhku.?"
Ucap Yara dalam hati.
Yara tidak menghiraukan mereka, akhir nya langsung membayar belanjaan nya dan pergi dari sana. Setelah ia membeli pakaian, ia melihat sebuah Showroom motor. Yara memikirkan jika ia harus kabur, maka jangan membawa barang apapun yang berkaitan dengan organisasi nya.
" Tuan, Aku ingin motor warna kuning ini." Ucap Yara.
Sales yang menjaga itu langsung datang melayani Yara. Bahkan ia memuji Yara adalah pria muda yang tampan. Yara tidak terlalu menggubris ocehan pria itu, ia tak punya banyak waktu lagi. Ia langsung membeli motor itu namun ia meminta agar menyimpan nya di sana, Malam baru ia ambil.
" Tidak di sangka harga nya lumayan mahal, aku memang sangat miskin." Ucap Yara..
Yara pergi dari sana dan langsung kembali ke rumah Caleb.
"Sebaiknya aku mulai menyiapkan peralatan ku, Malam ini setelah selesai, aku akan langsung pergi jauh." Ucap Yara.
Di tempat lain..
Darren dan seluruh kuarga Todd sedang berpura pura berduka atas kematian Yara. Hari ini tepat tiga hari kematian Yara, Jadi Carig Todd mengundang Bima datang ke kediaman Todd. Bima yakin jika foto yang beredar sebagai Yara adalah orang lain, karena ia sudah bertemu Yara sebelum nya.
" Bima kau aku tidak tahu hal ini akan terjadi, Sebelum nya kami mencoba mencari Yara. Tidak di sangka dia di bunuh karena ia menyinggung seseorang." Ucap Carig berbohong.
"Bagaimana pun, tuan besar berpesan kepada ku, Jika suatu hari Yara nona Yara meninggal dalam kecelakaan atau apapun itu, Harta yang seharusnya di berikan kepadanya harus di serahkan ke yayasan sosial. " Ucap Bima menegaskan.
" Apa.! Bagaimana bisa.! Aku adalah anak kandung ayahku, dan Darren adalah cucu kandung nya. Yara hanya cucu adopsi, bagaimana bisa seperti ini." Jawab Carig dengan emosi.
" Maaf Tuan, ini hanya wasiat dari tuan besar. Kecuali..."
" Kecuali apa.?" Tanya Carig penasaran.
" Kecuali anda memiliki surat tulisan tangan tuan besar, dan tanda tangan nona Yara untuk pemindahan nama itu." Jawab Bima.
" Ini.. "
Carig terlihat gugup, dia sama sekali tidak tahu bahwa ada tulisan tangan ayah nya sebagai surat wasiat.
" Sepertinya tidak ada, kalau begitu saya terpaksa harus..."
" Aku tahu, aku pernah melihat nya. Biar aku cari di kamar Yara. Yara selalu terbuka tentang hal apa pun padaku. Aku dan dia saling mencintai, hanya saja entah mengapa dia berubah menjadi wanita seperti itu." Ucap Darren.
Bima memandang penuh selidik kearah Darren. Jelas jelas surat wasiat itu ada pada nya dan Yara sendiri yang menyerahkan nya, Bagaimana mungkin ada pada Darren.
" Baik, biar saya lihat.." Tantang Bima.
Darren kebingungan, karena sebenarnya dia tidak pernah tahu seperti apa rupa surat tulisan kakek nya.
" Jangan terlalu terburu buru tuan Bima, lagi pula ini belum ada seminggu kematian Yara. Beri kami waktu untuk berduka , Kami akan menghubungi anda nanti." Ucap Tsania yang mencoba mengalihkan perhatian Bima.
" Bukan kah tuan Carig yang mengundang ku lebih dulu untuk membahas Maslah ini.? "
Semua orang terlihat kikuk karena memang benar Carig yang mengundang Bima untuk masalah pemindahan ahli waris. Tapi Carig tidak tahu bahwa ada surat tulisan tangan seperti yang di katakan oleh Bima.
" Itu salah paham, kami mengundang mu hanya untuk mengajakmu ke laut dimana Yara di buang. Bagaimana pun dia sudah seperti anak ku juga, jadi aku memutuskan untuk menabur bunga di sana." Ucap Tsania berbohong.
" I..Iya benar ." Jawab Carig gugup.
" Saya merasa sangat terhormat bisa ikut kalian mengunjungi tempat terakhir nona Yara, kalau begitu saya ikut kalian. " Ucap Bima.
Bima tahu mereka hanya beralasan,namun ia tetap ikut menemani sandiwara mereka. Di sisi lain, ia juga bisa mencari petunjuk lain tentang Yara. Ia yakin gadis yang di buang di laut itu bukan Yara.
" Sialan, aku pikir Yara sudah terbuka mengenai apapun padaku, ternyata dia masih punya rahasia. Tulisan tangan itu seperti apa, aku bahkan sudah mengobrak abrik kamar nya kemarin, dan tidak menemukan apa apa."
Ucap Darren dalam hati.
" Ibu, aku merasa tidak kuat untuk menghadapi ini, bagaimana pun aku sangat mencintai Yara.. Kalian saja yang pergi, aku akan pergi lain kali jika sudah siap."
Ucap Daren dengan wajah yang terlihat sedih.
" Anak ku yang malang.. baiklah, kau di rumah saja." Ucap Tsania.
Akhirnya Carig, Tsania dan Bima pergi dari rumah itu menuju sebuah dermaga. Sementara Darren kini kembali masuk kedalam kamar Yara untuk mencari ulang apa yang di maksud kan oleh Bima tadi.
" Gadis sialan itu, beraninya dia masih menyembunyikan sesuatu dariku. Bahkan mati pun kau masih membuatku susah. Cih! Aku tidak percaya perjuangan ku berpura pura tulus padanya masih membuat nya siaga denganku."
Daren membongkar semua yang ada di dalam kamar Yara, Tapi ia tak menemukan petunjuk apa pun. Tiba tiba seseorang masuk..
" Kak Darren, aku datang. Apa yang kakak lakukan di kamar gadis sialan itu.? " Ucap Danica di ambang pintu kamar Yara.
" Kakak sedang mencari sebuah surat wasiat lain dari kakek." Saut Darren.
" Mati pun dia selalu bikin susah yah.. Sudahlah kak, ada kak Megan di luar. " Ucap Danica.
" Megan.? "
Darren langsung lari keluar dari kamar Yara dan menemui Megan.
" Sayang... Aku datang." Megan lari dan menghamburkan dirinya ke pelukan Darren.
TO BE CONTINUED..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 237 Episodes
Comments
kutu kupret🐭🖤🐭
👍👍🖤
2023-05-01
1
Ciduwet Ciduwet
permainan dalam permusuhan
2023-03-10
1
𝓐𝔂⃝❥🍁●⑅⃝ᷟ◌ͩṠᷦụᷴfᷞi ⍣⃝కꫝ🎸❣️
Dasar gila harta 😤 tunggu aja azabmu tiba 😈
2022-10-31
3