Ethan mengingat ingat diantara orang orang yang menginginkan kehancuran nya, hanya ada satu orangyang bisa di katakan mampu mengalahkan Ethan, yaitu keluarga Maxwell.
Namun jika di lihat dari siapa saja orang yang maju menyerang sekarang ini, tampak nya bukan mereka. Karena mereka tidak terlihat sama sekali.
" Kau memikirkan apa lagi.?" Tanya Rayson.
" Hanya menebak siapa orang yang menyuruh Y melakukan ini." Jawab Ethan.
" Kalau kau ingin cepat menangkap ekor rubah itu, lebih baik kau ubah metode tipuan mu itu dengan kabar kematian mu." Ucap Rayson memberi saran.
" Kematian.? benar juga. Kalau kabar aku mati menyebar di luar sana, pasti orang yang menyuruh Y langsung bertindak." Yakin Ethan.
" Sekarang kekuatan tim kita juga sudah semakin kuat. Aku akan segera menghentikan pertarungan bertahan hidup itu. Lagi pula sudah tiga bulan, aku yakin mereka sudah kuat." Ucap Rayson.
Selama ini di kamp itu hanya mengadakan latihan, dengan pertarungan bertahan hidup. Orang orang yang di latih rayson , Jil, dan Sean berkembang dengan baik di bawah pelatihan itu. Karena takut mati karena lapar, jadi mereka berlatih giat.
" Baguslah.. mereka juga sudah terlalu menderita." Ucap Ethan.
" Istirahatlah.. Aku akan kembali melatih orang orang itu." Ucap Rayson.
" Hm.." Saut Ethan.
Rayson keluar menuju tempat pelatihan dan masih melihat orang orang nya berlatih.
"Semuanya dengar, malam ini kita akan berlatih pertahanan diri di dalam hutan. Siap siap dalam 15 menit, kumpul di lapangan. Beritahu grup lain." Perintah Rayson.
" Baik Kapten." Ucap semua orang di sana.
Dalam satu kamp, terdapat sedikitnya 300 pasukan penembak jitu yang di latih di bawah tangan Rayson. Sedangkan untuk pasukan bela diri dan mata mata sedikitnya ada 135 orang di bawah pelatihan Jil. Dan untuk pasukan pembunuh sedikitnya ada 170 orang di bawah pelatihan Sean.
Mengapa pasukan penembak jitu lebih banyak, karena mereka berjaga di titik titik tertentu menyebar di seluruh kota untuk melindungi Bos mereka, yaitu Ethan.
Di dalam kamar, Yara sedang mengobati semua luka lebam di wajah nya, ia sedikit kaget karena mendengar suara orang berlarian seperti tentara di luar kamar nya.
" Apa itu.. "
Ucap Yara penasaran.
Yara mengintip dari jendela dan melihat banyak sekali orang berbaris rapi di lapangan dengan pakaian lengkap hampir seperti tentara, Hanya warna nya saja yang berbeda.
" Malam malam begini mereka masih berlatih? Dasar ketua iblis. Seandainya aku tidak menang taruhan aku mungkin akan ikut seperti itu." Ucap Yara.
Yara kembali duduk dan mengobati luka nya. Ia tidak perduli dengan pelatihan yang menurut nya lebih seperti pembunuhan itu. Tapi tiba tiba Yara merasa sedikit penasaran dengan hutan itu, Ia terpikirkan rencana untuk kabur dari kamp itu.
" Heh, kesempatan hanya datang satu kali. Aku tidak percaya mereka akan menemukan aku." Ucap Yara penuh keyakinan.
Yara memakai pakaian kemeja nya,Tak lupa ia juga membawa pistol, belati dan senapan nya untuk berjaga lalu pergi menyelinap dari kamp.
" Bagus, ini sepi. Sepertinya tuhan berpihak padaku." Ucap Yara.
Yara langsung lari memasuki hutan yang gelap itu. Di dalam hutan, Yara tidak bisa melihat apa pun, karena tidak ada pencahayaan selain cahaya bulan yang juga samar karena habis di guyur hujan.
" Ini.. Seberapa luas hutan ini.? "
Ucap Yara sembari berjalan mengendap endap.
Ia berjalan menyusuri hutan sudah sekitar satu jam an, Yara mendengar suara langkah kaki, ia pun langsung sembunyi di balik pepohonan.
" Pria bernama Y ini kenapa selalu bikin marah ketua? Baru saja di beri keringanan oleh kapten, dia malah kabur." Ucap seorang pria yang kira kira berusia 24 tahunan.
" Haih, Sudah jangan mengomel terus.. Cepat cari dia. Kalau tidak ketemu, kita semua yang akan menerima hukuman nanti."
Ucap pria lain nya yang berusia sekitar 17 tahun.
Yara yang mendengar itu pun sedikit tidak percaya, baru satu jam ia langsung di ketahui telah kabur.
" Heh, ternyata sudah ketahuan."
Yara berjalan mengendap endap pergi dari sana. Tak lama ia berlari, akhirnya ia melihat sebuah pantai yang luas.
" Jadi selama ini aku berada di sebuah pulau? Mereka membawaku kemari sebenarnya untuk apa.?" Ucap Yara bingung.
Yara melihat ke sekeliling, dan melihat sebuah speed boat yang berada di dekat markas penjagaan.
" Bagaimana caranya aku bisa mengambil speed boat itu tanpa di ketahui penjaganya.."
Yara melihat dua pria tadi yang ia lihat di tengah hutan. Mereka nampak memberikan sebuah informasi, dan seketika beberapa orang mulai siaga.
" Sial.! Aku kalah cepat.! " Gerutu Yara.
Yara kini tambah bingung bagaimana cara ia bisa kabur dari pulau itu. Akhirnya ia terpikirkan sebuah ide.
" Tidak ada cara lain, mau tidak mau harus seperti ini."
Yara membuka baju nya, lalu melepaskan lilitan kain yang berada di dadanya. Setelah itu, Yara memakai kembali bajunya, namun meninggalkan beberapa kancing yang terbuka, untuk memperlihatkan belahan dadanya.
" Aku tidak percaya, aku mempermalukan diriku sendiri. Sudahlah.. yang penting aku bisa kabur." Yara memaki dirinya sendiri.
Yara juga memotong celana panjang nya dengan belatinya, dan membuat celana itu menjadi celana pendek. Baru lah terlihat bentuk badan Yara yang sempurna selayak nya seorang wanita. Yara pun langsung berjalan menghampiri para penjaga itu.
" Terpaksa aku harus meninggalkan senapan ini disini. Sudahlah, aku masih ada pistol dan belati untuk berjaga jaga. Tolong... tolong.. " Ucap Yara yang seolah lemah dan meminta tolong.
" Siapa di sana.!" Ucap salah seorang penjaga.
" Tuan, tolong aku.. Aku terdampar di pulau ini, perahu yang aku naiki tenggelam. Hiks.. hiks.. "
Yara berpura pura menangis di depan penjaga itu.
" Aduh, kenapa bisa ada seorang wanita terdampar di pulau ini. Kalau kapten sampai tahu, dia akan marah. Nona sebaik nya kau langsung pergi dari sini. Biar teman saya yang antar anda ke dermaga kota." Ucap penjaga itu.
" Terimakasih tuan ." Yara merasa lega karena rencana nya berhasil, Tapi ia masih harus berpura pura sedih.
" Mari nona, saya antar kan ke dermaga dekat kota." Ucap salah satu penjaga.
Yara pun langsung di tuntun menaiki speed boat yang ada satu satu nya di sana. Setelah speed boat itu menyala, Yara langsung mendorong penjaga itu hingga terjebur di air, sementara Yara pun kabur dengan lancar menggunakan speed boat nya.
" Hei !! Sial kita di tipu.!" Ucap penjaga yang kini membantu teman nya naik ke atas dermaga.
Sementara Yara kini sudah melesat jauh pergi dari pulau itu. Yara bingung, kemana arah menuju daratan ia hanya asal melajukan speed boat nya.
" Sebenarnya ini ada dimana? Aku tidak menemukan tanda tanda ada nya cahaya kota atau apapun." Ucap Yara frustasi.
TO BE CONTINUED..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 237 Episodes
Comments
Susilawati
semoga Yara bisa selamat
2024-09-10
1
Inaaja
up
2023-04-10
1
Ciduwet Ciduwet
seru euy 😆😆
2023-03-23
0