Kematian Lilith membuat Yara semakin merasa bersalah. Ia tak hanya tak mampu melindungi peninggalan kakek angkat nya, tapi juga tak bisa melindungi seseorang yang sangat berjasa bagi hidup nya.
" Kau terlihat buruk, apa sesuatu terjadi.?" Tanya Caleb.
" Caleb, apakah kita bisa memalsukan kematian seseorang.?"
" Itu hal gampang, tapi memalsukan kematian siapa.?" Tanya Caleb penuh selidik.
" Aku." Ucap Yara spontan.
" Kau ingin memalsukan kematian mu.?" Tanya Caleb bingung.
" Aku akan beri tahu kau sesuatu, Aku sebenarnya orang yang sedang di buru keluarga Todd. "
" Hah.? Keluarga Todd ? bukan nya yang sedang di cari adalah seorang gadis.?" Ucap Caleb kaget.
" : Benar, itu aku." Yara hanya mengangguk.
" Apa ! Jadi kau seorang gadis.?" Caleb tidak percaya..
" : Benar."
" Heh, kudengar upah nya besar jika siapapun yang menemukan mu. Kabar itu menyebar di dunia gelap." Ucap Caleb menyindir.
" Kau ingin menyerahkan ku.?" Yara menatap Caleb.
Caleb menghela nafas lalu berdiri dari duduk nya. Ia memandangi langit yang terlihat jingga, tanda malam akan segera tiba.
" Tentu saja.. Tidak. Jika aku menyerah kan mu, aku akan kehilangan seorang jenius. Tapi jika tidak, aku yang akan di buru."
" Maka dari itu aku ingin memalsukan kematian ku, Jika kau bisa membantuku.. Aku akan bekerja keras menjalan kan misi misi terberat mu. Sudah cukup orang tidak bersalah yang mati demi melindungi ku"
" Oke, akan aku pikir kan. Jadi.. Seharusnya nama mu Yara kan.?"
" Benar.. Yara.. Kau bisa panggil aku Y saja, sekarang Yara sudah mati." Ucap Yara sedih.
Caleb tersenyum , lalu menepuk pundak Yara.
" Oke, misi malam ini sedikit sulit, karena kita akan berada di keramaian. Disini sudah ada pistol kedap suara, dan foto target. Kau cari cara untuk menyelesaikan misi ini. Aku akan mengurus kematian mu. "
Caleb memberikan sebuah tas koper kecil kepada Yara.
" Terimakasih Caleb." Yara menatap Caleb.
Caleb pergi dari hadapan Yara.
Yara membuka koper kecil yang di berikan oleh Caleb, lalu melihat sebuah foto seorang pria yang masih tergolong muda.
" Siapapun kamu, kamu harus mati hari ini. "
Hari sudah malam, Yara sedang menunggu target nya datang. Menurut info dari Caleb, pria itu sering masuk kedalam klub malam. Tak lama terlihat target yang ternyata sahabat dari Robin.
" Heh, ternyata dunia memang sempit. Kau membunuh suster Lilith, aku akan membunuh temanmu." Ucap Yara penuh dendam.
Yara sudah mengamati sekeliling dan Sudan mencari waktu yang tepat untuk beraksi. Saat Robin sudah berpisah dari pria itu, Yara langsung berjalan kearah pria itu yang kini sedang mencari kunci mobil di saku nya.
Tanpa aba aba atau suara , Yara berhasil menembak pria itu tepat di jantung nya dengan pura pura tidak sengaja menabrak pria itu. Yara pun pergi tanpa di curigai orang orang.
Dari jauh, dua orang sedang mengawasi kinerja Yara.
" Bukan kah dia pria cantik yang terampil bos.?" Wajah nya memang seperti wanita, Tapi dia sadis dan cekatan. " Ucap Jackson kepada Dicky , bosnya.
" Bagus, bisa di katakan kita memungut berlian di jalanan. Caleb menyerah kan tugas ini padanya karena target nya adalah sepupunya sendiri."
Jackson dan ketua dari anggota itu kini pergi dari sana. Sedangkan Yara kini pulang ke rumah Caleb.
" Kau sudah pulang.? Bagaimana dengan misinya ?" Tanya Caleb khawatir.
" Kau tenang saja, Sukses. " Ucap Yara .
" Bagus, Ini adalah foto rekayasa pemalsuan kematian mu. Aku juga sudah menghubungi Carig Todd dan dia memberikan aku 1 miliar , sebagai bayaran nya. "
" 1 Miliar harga dari beberapa foto.?" Yara tidak percaya.
" Tentu saja aku juga mengorbankan seseorang untuk berpura pura jadi dirimu. Aku sudah bayar dia ."
" Terimakasih Caleb." Yara sekilas memeluk Caleb
" Ekhem! Aku harus pergi menemui ketua, kau mau ikut.?"
" : Boleh.. " Jawab Yara antusias.
" Sebaiknya kau jujur kan saja kepada ketua tentang identitas mu. Ketua tidak suka di bohongi."
" Apakah tidak apa apa.?" Ucap Yara takut.
" Sisa nya ketua yang putuskan."
" Baiklah. "
Yara dan Caleb pun pergi dari sana menuju markas nya.
Di tempat lain..
Seorang laki laki sedang menatap keluar jendela dari penthouse nya. Tangan nya memutar gelas berisi minuman berwarna biru safir. Tatapan nya yang dingin namun tenang itu membuat udara di sana terasa semakin dingin. Pria itu adalah Ethan Dominique.
" Sepertinya itu memang wanita yang kau cari. Ia di buang di lautan lepas, Takut nya jasad nya sudah di makan ikan hiu. " Ucap Rayson. Rayson adalah tangan kanan Ethan.
" Jika tidak ada jasad bagaimana aku percaya dia sudah mati.?" Tanya Ethan.
Ethan menatap teman baiknya, Rayson yang kini sedang duduk di sofa sambil memegangi beberapa foto seorang gadis yang di siksa dengan tragis.
" Hei, jangan katakan kau ingin aku mencarinya.?" Ucap Rayson.
" Benar, cari dia."
Gadis yang sedang di cari oleh Ethan tak lain adalah Yara. Sejak dari kejadian di malam itu, Ethan melihat berita di sepanjang jalan dan ternyata gadis yang di selamatkan nya itu adalah cucu angkat dari Davis Todd. Orang yang dulu pernah mengajarinya cara menembak secara tidak sengaja.
"Haih.. pria keras kepala ini. Memang nya dia siapa ? Kau terlihat peduli padanya.?" Tanya Rayson.
"Hanya kenalan lama." Jawab Ethan singkat.
Ethan kembali menatap luar jendela dan melihat pemandangan kota yang tiba tiba di guyur hujan. Ia meneguk minuman yang sedari tadi ia putar putar dalam sekali teguk. Sementara dua teman nya keluar dari ruangan itu.
Di tempat lain..
Yara sedang berada di markas yang di maksud oleh Caleb. Ternyata tempat itu adalah sebuah bangunan terbengkalai di tengah kota.
" Bos, aku membawa orang baru itu." Ucap Caleb kepada seorang pria berusia sekitar 50 tahunan .
" Bagus. Perkenalkan nama mu.. "
Dicky langsung memandang tajam kearah Yara.
" Yara, 18 tahun dari kota ini. Seharusnya hari ini adalah hari kematian ku." Ucap Yara singkat padat dan jelas.
"What The.!!! Ucap Jackson kaget.
" Kau seorang perempuan.!?" Tanya Dicky.
" Benar. Maaf karena aku tidak memberi tahu dari awal." Ucap Yara.
Tiba tiba Dicky tertawa dengan lantang, lalu memutari Yara membuat Yara sedikit merinding.
" Bagus! Kau perempuan tapi cekatan, tanpa ampun. Aku sudah melihat kinerja mu tadi, Kau di terima."
Semua orang bingung dengan Dicky yang tiba tiba menerima seorang perempuan.
" Tapi dia perempuan bos, bukan nya kita tidak menerima anggota perempuan.?" Ucap Jackson menghalangi.
" Bukan kah sudah ku katakan sebelum nya, dia itu berlian." Ucap Dicky singkat.
Yara tidak mengerti apa maksud dari bos nya, tapi ia senang karena sudah di terima. Berbeda dengan Caleb yang terlihat diam saja tanpa ekspresi.
" Besok aku harus keluar negeri , Caleb ikut dengan ku, sisa nya jalan kan misi disini."
Dicky pergi meninggalkan semua orang dengan tawa nya yang terdengar kian makin menjauh.
" Caleb, Apa kau tahu dia seorang perempuan.?"
Tanya Jackson.
" Hm.." Jawab Caleb singkat.
" Kau tahu bos orang seperti apa kan, Bukan nya kita sudah sepakat untuk.."
" Jack.!!" Bentak Caleb .
Caleb membentak Jackson, membuat Jackson dan Yara terlihat sama sama kaget.
TO BE CONTINUED..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 237 Episodes
Comments
Ciduwet Ciduwet
cerita yg menarik euy
2023-03-09
0
putri peach
kau tahu itu kan
2022-12-10
2
𝓐𝔂⃝❥🍁●⑅⃝ᷟ◌ͩṠᷦụᷴfᷞi ⍣⃝కꫝ🎸❣️
Sepakat apa ya? Hurmm
2022-10-31
1