" Yara, kau pulang sendiri. Malam ini aku ada hal yang harus ku urus. " Ucap Caleb.
" Baik."
Yara langsung pergi meninggalkan Jackson dan Caleb yang kini saling bertatapan.
" Apa ini Caleb? Apa kau berusaha membalas dendam adik mu? Kau seharusnya tahu itu tidak akan pernah berhasil kan? Kita ini terikat hidup dan mati disini." Ucap Jackson.
" Tak perlu kau ingatkan juga aku tahu. Tapi Yara itu spesial, Dia gadis muda yang sudah ahli dalam menembak." Jelas Caleb.
" Tidak kah kau sadar, Bos sudah menyadari nya.?" Tanya Jackson.
" Sekalipun dia menyadarinya, ia tidak akan membunuh orang yang berbakat, apa lagi Yara masih sangat muda, jika kemampuan nya itu di asah, siapa yang tidak menyukainya.? " Ucap Caleb.
Tanpa mereka sadari, Yara mendengarkan percakapan mereka, Baru pergi dari sana.
Yara mengendarai motor nya, pikiran nya berkecamuk antara dengan segala yang di katakan Jackson dan Caleb.
Yara" : Seharusnya aku tahu, tidak ada yang gratis di dunia ini. Bahkan keluarga angkat ku yang sudah bertahun tahun tinggal dengan ku pun tega melakukan hal keji, apa lagi mereka.
Heh.. Memang tidak bisa mengandalkan orang lain. Hidup mu, kau sendiri yang tanggung Yara." Ucap Yara dalam hati.
Meskipun begitu, Yara tidak meninggalkan anggota itu. Ia tetap bekerja dengan berpura pura tidak tahu.
Ke esokan harinya..
Yara berada di atas atap sebuah bangunan tua, Ia sedang memandangi matahari yang sebentar lagi akan menghilang dari pandangan nya. Caleb sudah pergi dengan bos nya. Kini ia bertugas menjalan kan misi lain, yaitu membunuh seorang pria yang sangat terkenal sebagai putra penguasa kota itu. Siapa pun pasti mengenal dia. Pewaris konglomerat no 1 di kota itu.
Yara " : Kenapa tidak ada foto nya.."
Yara bingung dengan isi tas yang ia terima kali ini, Di dalam nya terdapat senjata sangat lengkap dan canggih, namun tidak ada foto target nya dan hanya ada posisi target malam ini.
Yara merakit senjata nya, ia sedikit bingung mengapa untuk misi ini senjata yang di gunakan sangat canggih. Yara hanya meyakini pasti target nya orang yang di kawal ketat.
Setelah selesai merakit, Yara pun bangun dan turun dari bangunan itu menuju lokasi target nya.
" Menurut dari arah angin, dan semua tempat, Disini tempat paling tepat." Ucap Yara yakin.
Yara berada di atap sebuah gedung yang gelap gulita, Ia mengarahkan senapan nya, dan mencari target nya dari sana. Tiba tiba Handphone nya berdering.
" Ya Jack.? " Ucap Yara.
" Target mu, kau sudah menemukan.?" Tanya Jackson.
" Ini, tidak ada foto target nya, sementara di dalam ruangan itu terlihat banyak sekali orang. " Yara bingung.
" Kau akan melihat seorang pria berusia sekitar 27 tahun, tinggi kira kira 195 cm. Kulit putih bersih, menurut laporan, ia memakai stelan jas berwarna merah maroon." Jackson memberi ciri ciri target Yara.
Yara melihat dari teleskop senapan nya, dan mencari pria yang di katakan Jackson.
" Kau menemukan nya.?" Tanya Jackson.
Yara terdiam ketika mengetahui target nya.
" Yara.!" Teriak Jackson dari seberang sana.
" Oh, maaf.. Aku sudah menemukan target nya. aku akan matikan telepon ini."
Yara langsung mematikan telepon nya, dan kembali melihat target nya.
" Pria sekitar 27 tahun, kulit putih, tinggi sekitar 195 cm dan jas merah maroon.. Itu adalah pria yang menyelamatkan ku di hotel saat itu.? " Yara tidak percaya dengan apa yang dilihat nya.
Yara mengingat kejadian di hotel dan ia sedikit ragu saat ingin menembak kan senapan nya.
Tapi jika misi nya gagal, ia akan menanggung konsekuensi. Yara gelisah, namun akhir nya ia tetap mengarahkan senapan itu kearah target.
" Maaf, aku akan membuatmu cidera sedikit."
Ucap Yara hati hati.
DOR.!!
Yara memejamkan matanya dan meminta maaf dalam hati nya. Untuk kali ini ia ragu menembak target nya.
Sementara itu, didalam gedung itu kini semua orang sedang panik karena Presdir muda nya tertembak. Terdengar suara siren ambulan yang riuh di depan gedung itu.
" Ethan, berpura pura lah pingsan agar musuh yang menembak mu mengira kau sudah mati." Ucap Rayson yang berusaha menyelamatkan Ethan.
Benar, pria yang menjadi target Yara adalah Ethan. Ethan menuruti perkataan Rayson dan di gotong oleh Reason dan Bara agar pindah dari ruangan itu.
" Bisa bisa nya mata mata kita lalai dan menyebabkan mu tertembak.!" Rayson terlihat kesal.
" Sudahlah, Yang penting Ethan tidak apa apa. Untung dia memakai anti peluru di tubuh nya kalau tidak.."
Bara mencoba menenangkan keadaan. Bara adalah ahli peretas di perusahaan Ethan.
Ethan terlihat tenang tenang saja, kejadian seperti ini sudah sering di alami oleh nya. Bagaimana pun juga musuh bisnis nya sangat banyak.
" Cek semua Cctv di semua gedung sekitar. Aku tidak percaya kita tidak bisa menangkap tikus itu." Perintah Ethan.
Bara yang memang ahli peretas langsung meretas semua Cctv gedung gedung sekitar termasuk gedung tempat nya kini berada.
" Pembunuh ini bodoh, sepertinya ia tidak ahli menembak." Ucap Rayson.
Ethan merasa sedikit aneh, sebelum nya ia sudah merasa ada orang orang yang mencurigakan , di tambah gedung yang sekarang mereka injak adalah gedung milik musuh, dimana mereka sedang melakukan kesepakatan besar. Tapi mengapa justru penembak itu salah menembak.
" Aku menemukan nya, Di gedung seberang, dia seorang pria kurus memakai jaket hitam. Dia membawa sebuah tas gitar, itu pasti adalah tempat senapan." Ucap Bara.
Ethan langsung melihat tampilan cctv yang berhasil di retas sahabat nya itu. Dan ia begitu terkejut, melihat siapa yang ada di sana.
" Ternyata kamu.." Ethan tersenyum kecil.
" Kau kenal dia.? Aku akan sebar foto ini, agar tim kita menangkap nya. " Ucap Bara.
" Lakukan.." Ucap Ethan.
Bara langsung menyebarkan foto dari gambar cctv itu kepada semua tim nya.
Sementara kini, Yara sedang mengendarai motor nya pergi dari sana dan pulang ke rumah Caleb. Yara langsung mengunci semua pintu rumah itu.
" Kau kenapa.?"
Tiba tiba Jackson berada di belakang Yara.
" Hah.!!! Astaga... "
" Begitu saja kaget. Bagaimana misi mu.?" Tanya Jackson.
" Seharusnya berhasil." Ucap Yara tidak yakin.
" Seharusnya.? Yara kau tidak gagal kan.? Bos memberi tahu kita ini adalah misi khusus dan sangat penting. Kalau gagal, nyawa kita taruhan nya." Jackson mengingatkan Yara.
" Aku tahu .. " Yara hanya menunduk.
Tiba tiba Handphone Jackson berbunyi, dan langsung di angkat oleh Jackson.
" Dasar bodoh.!! sangat sulit membuat target berada di luar zona aman nya, dan kalian gagal.!" Teriak penuh amarah Bos nya dari seberang sana.
" Apa, Gagal.? "Jackson tidak percaya.
" Orang yang menyuruh kita menghubungi ku, dan mengatakan bahwa target masih hidup.! Aku tidak mau tahu, kalian cari waktu agar bisa menyelesaikan masalah ini, atau aku akan mengirim kalian ke orang itu." Ancam Dicky.
" Jangan Bos, baik aku akan mencari kesempatan lain." Jackson memohon kepada bos nya.
Dicky mematikan sambungan telepon nya.
" Apa kata bos.?" Yara bertanya kepada Jackson.
" Target masih hidup. Dan bos ingin kita mengulang rencana pembunuhan target ini lagi. Kita cari kesempatan untuk membunuhnya. " Jackson menjelaskan.
" Apa.!" Yara tidak percaya.
" Kalau tidak nyawa kita taruhan nya." Ucap Dicky.
Yara memijat kening nya yang tidak pusing itu. Bagaimana bisa dia membunuh orang yang pernah menyelamatkan nyawa nya itu.
TO BE CONTINUED...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 237 Episodes
Comments
Ciduwet Ciduwet
Kya Ferdi Sambo 😂😂😂
2023-03-09
0
putri peach
ya yara. bagus itu
2022-12-13
2
Dewi Kania
wah kacau nih...
2022-12-04
1