Matahari mulai menyingsing menyinari bumi, termasuk menyilaukan mata dari seseorang yang kini tengah tertidur di atas speed boat yaitu Yara. Yara menyerah melajukan speed boat nya, karena udara malam semakin dingin. Akhirnya ia menghentikan Speed boat nya di tengah lautan lepas dan meringkuk kedinginan.
" Sudah pagi.. Aku kira aku akan mati kedinginan di tengah laut." Ucap Yara yang masih lemah.
Yara bangun dari posisi tidur nya, dan melihat ke sekeliling nya. Tentu saja hanya lautan tanpa ujung yang terlihat.
" Aku tidak percaya, hampir semalaman aku melarikan diri tapi tidak mendekati daratan sedikit pun." Yara merasa frustasi dengan pemandangan yang dilihatnya.
Yara merasa haus, beruntung ada beberapa botol air mineral di dalam speed boat itu.
" Ini si namanya pelarian berujung mati di tengah lautan lepas. Huft.. " Yara mengeluh.
Yara menghidupkan kembali mesin Speed boat itu lalu kembali mencari keberadaan daratan di sana. Yara senang, saat melihat gedung gedung yang samar mulai terlihat. Tanda nya daratan tidak jauh dari sana. Ia pun langsung menambah kecepatan speed boat itu,
namun tiba tiba mesin nya mati.
" Sial! disaat sudah hampir sampai malah kehabisan bahan bakar." Yara memukul speed boat itu dan berdecak kesal.
Yara mencari sesuatu yang bisa ia gunakan untuk mendayung, namun tak menemukan apa pun.
" Bagus.. Disaat sudah hampir sampai malah seperti ini." Ucap Yara kesal.
Yara tak punya cara lain. Jika ia terjun berenang menuju daratan pun tidak mungkin, Itu terlalu jauh. Akhirnya ia duduk frustasi. Saat Yara sedang berpikir keras bagaimana cara untuk sampai ke darat, tiba tiba sebuah Speed boat yang lebih besar dari nya lewat .
" Apa mereka pasukan orang orang itu.? " Yara sedikit ketakutan.
Yara pasrah kalau akhirnya tertangkap, dia sudah kelaparan dan kehausan karena hampir seharian ia berada di tengah laut.
" Nona, apa kau butuh bantuan.?" Seorang pria berusia sekitar 30 tahun muncul dari speed boat besar itu.
Yara tidak tau dia siapa, yang jelas wajah nya bukan salah satu dari orang orang yang di kamp itu.
" Aku kehabisan bahan bakar." Ucap Yara.
" Naiklah ke speed boat ku, Akan ku antar nona ke tepi." Tawar pria asing itu sembari mengulurkan tangan nya.
Yara menimbang nimbang, jika ia menerima tawaran pria itu, takut nya dia juga salah satu orang orang di kamp. Tapi kalau dia menolak, takut nya tidak ada perahu lain yang lewat.
Akhirnya Yara menerima uluran tangan itu.
" Terimakasih" Ucap Yara.
" Tidak masalah.. Kenapa nona bisa berada di tengah laut seperti ini.? " Tanya pria itu sambil kini dirinya mengemudikan speed boat nya.
Yara tidak mungkin mengatakan bahwa dirinya kabur dari kamp di pulau terpencil itu.
" Aku main terlalu jauh, sampai kehabisan bahan bakar." Jawab Yara asal.
Pria tadi hanya tersenyum menanggapi perkataan Yara.
" Sepertinya nona terluka, aku punya kotak obat di sini." Tawar pria itu.
" Terimakasih, tidak perlu. " Jawab Yara.
Pria itu tidak lagi bertanya kepada Yara, Tak lama mereka sampai di sebuah dermaga. Yara terkejut, karena sekeliling nya itu tidak terlihat seperti kota tempat tinggal nya. Semua tampak asing.
" Kita sudah sampai." Ucap pria itu.
" Oh, Iya .. Terimakasih atas tumpangan nya Tuan, Kalau begitu saya permisi." Ucap Yara.
Yara langsung pergi meninggalkan pria asing tadi yang kini tersenyum.
Yara sudah berada di pinggir jalan, orang orang menatap nya aneh, karena pakaian Yara sangat kotor dengan lumpur. Di tambah kondisi kepala Yara juga masih menggunakan perban.
" Sebenar nya ini dimana, aku sama sekali tidak tahu tempat ini." Ucap Yara yang kini kebingungan di pinggir jalan.
Tiba tiba sebuah mobil berhenti di depan nya lalu muncul lah seorang pria yang sebelum nya menolong Yara di balik jendela kaca mobilnya.
" Nona, kamu butuh tumpangan.?" Tawar pria itu.
Yara sedikit merasa aneh, mengapa orang ini muncul lagi di depan nya.
" Tidak , terimakasih tuan." Tolak Yara sopan.
" Hari sudah hampir malam, sebentar lagi juga hujan. " Bujuk pria tadi.
Yara penuh pertimbangan, namun saat ini posisi nya berada jauh dari kota tempat tinggal nya.
" Baiklah, maaf merepotkan tuan." Yara pun naik ke mobil pria asing tadi.
" Dimana rumah mu, biar ku antar." Tanya pria tadi.
" Sebenarnya, aku tersesat. Aku tidak tahu ini dimana." Ucap Yara sedikit takut.
" Aku sudah tebak. Kamu pasti bukan orang sini." Ucap Pria itu.
" Bagaimana anda bisa menebak seperti itu.?" Tanya Yara.
" Pertama, Kamu berada di tengah laut yang merupakan kawasan pribadiku. Kedua kamu tidak mengenalku." Ucap pria tadi.
" Jadi laut tadi itu kawasan pribadimu.? memang nya tuan siapa.?"
" Namaku Roger. Sisanya.. Rahasia." Ucap pria tadi sambil mengedipkan sebelah matanya.
" Aku.. Valerie." Ucap Yara.
Yara tidak menyebutkan nama panggilan aslinya. Karena takut orang itu mengenal nya.
" Baiklah, Valerie dimana rumah mu.?"
Tanya Roger.
" Di kota Jakarta Selatan." Jawab Yara.
" Jakarta Selatan? Bagaimana bisa kamu tersesat di Nusa Kambangan.? "
" Nusa Kambangan.?" Ucap Yara kaget.
" Sepertinya kamu benar benar tersesat. Kalau begitu bagaimana kalau sementara ikut saja ke rumahku.?" Tawar Roger.
Yara tidak punya pilihan lain, tidak ada tempat yang ia kenal di sana. Tapi ia juga tidak bisa ikut dengan orang asing begitu saja.
" Tidak, terimakasih tuan. Saya punya saudara disini, Anda turunkan saja saya di.. Oh, itu di depan." Ucap Yara asal.
" Baiklah.. Syukur kalau memang benar kamu punya kerabat disini." Ucap Roger.
Roger sudah berhenti di tempat yang di tunjuk Yara tadi. Namun Yara justru terdiam dan memandangi spion mobil dan spontan memegang pistol di pinggang nya.
" Cepat sekali mereka mencari sampai kesini. Kondisiku masih seperti ini." Ucap Yara dalam hati.
Roger menyadari Yara seperti mengenal orang orang yang sedang berdiri di belakang mobil nya.
" Kau mengenal mereka.?" Tanya Roger.
" Eh, tidak tuan. Em.. Sepertinya saya harus menerima tawaran anda untuk ikut pulang ke rumah tuan sementara." Ucap Yara.
" Baiklah. "
Ucap pria itu dan langsung menancap gas nya.
Yara tidak sadar bahwa Roger sudah melihat pistol yang berada di pinggang nya.
Sekitar 15 menit, mereka sampai di sebuah villa mewah.
" Kita sudah sampai. " Ucap Roger.
Yara sedikit terkejut, villa itu terlihat lebih besar dari villa milik keluarga Todd. Ia turun dari mobil nya dan terlihat banyak pelayan yang berlaku lalang di sekitaran Villa itu sembari menyapa Roger.
" Mari, silahkan masuk." Ajak Roger.
Yara hanya mengangguk dan mengikuti Roger dari belakang hingga sampai di depan sebuah ruangan.
" Ini adalah kamar tamu, kau boleh membersihkan badan mu dulu. Ada beberapa pakaian di lemari, kamu pakai saja. " Ucap Roger.
" Terimakasih tuan." Ucap Yara, Ia memasuki kamar itu dan langsung mengunci pintu kamar itu. Roger juga pergi dari sana.
TO BE CONTINUED..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 237 Episodes
Comments
Susilawati
nasib nya Yara nih kayak pepatah lepas dari mulut buaya masuk kandang harimau (eh benar nggak ya pepatah nya kayak gitu atau kebalik ya), lepas dari komplotan pembunuh bayaran malah jadi tawanan si Ethan, yg di perlakukan lebih tdk manusiawi. sekarang ketemu sama Roger yg belum tahu nih orang baik2 atau sama aja kayak kelompok nya si Ethan. tapi berharap nya Roger benar2 tulus bantuin Yara tanpa ada maksud lain.
2024-09-10
1
Ciduwet Ciduwet
sangat menegangkan 😬
2023-03-23
0
Meigha
astagaaaa......bukan kh nusa kambangan itu tempatx para penjara napi😁😁😤
2023-02-26
1