Rayson menunjuk seorang pria yang penuh dengan tato di tubuh nya, tinggi badan nya hampir sama dengan Yara, hanya lebih tinggi pria itu sedikit.
" Kenapa.? Kau pria tapi tidak bisa melawan pria itu.? Cih, ternyata memang tidak bisa apa apa selain menembak mati orang." Sindir Rayson.
Mendengar itu, Yara terdiam sejenak. Tatapan nya berubah menjadi dingin.
" Kau anggap kami anjing kah.?" Ucap Yara dengan suara emosinya.
" Anjing atau bukan, itu bukan urusan mu. Jika kau tidak bisa mengalahkan nya, jangan harap dapat makan. Ini berlaku untuk nya juga." Ancam Rayson.
Yara memandang Rayson dengan tatapan tajam, lalu masuk kedalam ring. Yara memakai sarung tinju yang di sediakan di sana.
" Aku Y.. "
Yara memperkenal kan diri sebelum berduel.
" Dawn.." Ucap pria yang kini menjadi lawan nya.
Yara mengambil ancang ancang, dan Dawn menyerang terlebih dahulu. Serangan pertama berhasil di hindari oleh Yara, namun serangan kedua Yara terpukul hingga tersungkur.
" Ini pertarungan hidup dan mati. Jika aku tidak mengalahkan mu, aku tidak akan dapat makan." Ucap Dawn.
Yara hanya tersenyum sinis mendengar nya. Untuk pertama kalinya ia benar benar di perlakukan seperti anjing petarung.
" Sebelum nya aku di anggap anjing bodoh, sekarang aku di perlakukan seperti anjing petarung. Heh..! "
Yara mengusap darah yang keluar dari mulut dan hidung nya. Ia kembali bangun dan bersiap menyerang.
" Hidupku memang tidak pernah baik, Satu satu nya orang yang baik padaku sudah pergi. Sekarang aku bahkan harus bertarung seperti anjing hanya untuk mendapatkan sepiring makanan. Baiklah, biar ku perlihatkan seperti apa anjing yang sudah marah."
Ucap Yara dalam hati.
Saat Dawn ingin menyerang Yara, dengan pukulan memutar Yara berhasil membuat Dawn tumbang. Yara langsung menjepit leher Dawn dengan kedua kaki nya, hingga Dawn hampir pingsan.
" Cukup.!! Kau menang, kau ikut aku sekarang." Teriak Rayson menghentikan Yara.
Rayson sedikit kaget dengan cara Yara menyerang, gerakan nya sangat lincah. Orang yang tidak tahu akan mengira Yara adalah master bela diri.
Yara di bawa kesebuah ruangan yang nampak seperti ruang tamu. Rayson melemparkan kantong kertas besar berisi pakaian kepada Yara.
" Bersihkan dirimu, 15 menit lagi aku akan kembali. Di belakang sana adalah kamar mandi." Rayson menunjuk sebuah ruangan.
Yara langsung pergi tanpa bertanya apa apa, Baginya tidak ada gunanya ia bertanya atau mengeluarkan suara.
Yara menatap wajah nya di cermin kamar mandi, betapa menyedihkan nya dirinya. Wajah nya memar karena pukulan, dan darah mengalir dari hidung dan sudut bibir nya.
" Hahaha.. hidup yang kejam."
Yara menangis di bawah guyuran shower. Tanpa Yara tahu, seseorang mendengarnya menangis dari luar pintu kamar mandi.
" Dia menangis, kukira dia sungguhan kuat." Ucap Ethan.
Yara memakai pakaian yang di berikan oleh Rayson sebelumnya. Tak lupa ia mengikat kan kain di dadanya.
" Hei, kau sudah selesai apa belum? mandi mu lama sekali, seperti gadis saja. " Teriak Rayson.
Rayson kaget karena tiba tiba Yara keluar dari kamar mandi.
" Ikut aku.! " Bentak Rayson.
Yara mengikuti Rayson, sampai ia sampai di sebuah tempat yang terlihat seperti kantin.
" Disini kau boleh makan." Ucap Rayson singkat.
Setelah mengatakan itu Rayson pergi dari sana meninggalkan Yara yang di tatap oleh semua orang di kantin itu. Yara tidak menghiraukan tatapan orang orang itu, dan langsung mengambil piring.
Dalam satu piring terdapat lubang untuk masing masing lauk dan nasi. Yara yang melihat itu hanya tersenyum sinis. Ia menyerahkan piring nya dan di berikan kepada petugas kantin itu.
Yara sudah mendapatkan makanan nya, saat ia ingin duduk ia tak menemukan satu tempat duduk pun. Namun ia menatap kearah pojok ruangan itu, terlihat Dawn yang terlihat menahan sakit, Yara pun menghampirinya.
" Ini untukmu, makanlah." Yara meletakan piring makanan nya di depan Dawn.
" Apa maksudmu, aku tidak butuh di kasihani oleh lawan ku. Kau hanya ingin mengina ku kan.?" Ucap Dawn angkuh.
" Terserah kau mau bilang apa , penyakit lambung jika di biarkan akan semakin kronis. Jika kau tidak makan makanan ini, kau mungkin akan mati besok."
Setelah mengatakan itu, Yara pergi dari sana. Sementara Dawn terbengong dengan sikap Yara, bukan nya menghina, Yara justru menyerahkan makanan yang ia dapatkan dengan susah payah itu.
Tanpa orang orang sadari, gerak gerik mereka tentu saja sedang di awasi oleh ketua mereka.
" Pria itu menyerahkan jatah makan siang nya begitu saja kepada orang lain.? Sungguh pria yang punya hati, tapi bodoh." Ucap Sean.
" Than, aku tidak mengerti mengapa kau menyuruh kita menempatkan nya disini. Kau bilang dia kenalan lama mu, tapi kau bahkan tidak menemui nya." Tanya Rayson.
" Mulai sekarang, siapkan makan siang untuk semua orang tanpa harus saling bertarung dulu." Ucap Ethan asal.
" Hah.!?" Rayson kaget.
Rayson tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Ethan. Selama ini cara mereka melatihh bawahan nya adalah seperti itu. Karena mereka ingin orang orang nya benar benar kuat.
" Tidak, tunggu sampai aku melihat sisi lain yang menarik dari dirinya " Ucap nya dengan senyum jahat nya.
" Sisi lain..? " Tanya Sean bingung.
" Aku tidak percaya dia akan tetap kuat saat di atas ring nanti. Aku akan melawan nya nanti malam ." Ucap Ethan.
" Oke. Apa !"
Sementara kini Yara sedang berdiri di ujung tebing. Entah apa yang ia lakukan, ia hanya berdiri dan memejamkan matanya menghadap langit.
" Kakek, Yara merindukan kakek.. Kini Yara tahu apa yang kakek maksudkan dulu. Tidak bisa mengandalkan orang lain, maka harus mengandalkan diri sendiri. Kakek, Yara sedang mengalami kesulitan."
Ucap Yara dalam hati.
" Tidak aku sangka, ada hari dimana aku akhirnya bisa menggunakan semua pelatihan bela diri ku, hanya demi sepiring makanan. Tapi siapa orang orang itu.. bukan dari keluarga Todd. Apakah ini adalah orang orang bos.? Tapi anggota God's warning hanya kami berempat. Lalu siapa mereka ?" Yara bingung.
Yara membalikkan badannya dan melihat Dawn yang berdiri tak jauh dari sana.
" Kau..? Yara kaget melihat Dawn di sana.
" Itu.. Terimakasih untuk makan an tadi. Dan aku minta maaf karena sebelum nya sudah mengatai mu. Aku bukan orang yang tidak tahu balas budi, jika kau butuh bantuan cari saja aku." Ucap Dawn dengan serius.
" Tidak perlu, terimakasih. Hanya saja, jika kau terus terlambat makan, aku rasa kau benar benar akan segera mati." Ucap Yara.
" Aku berjanji, aku akan jadi kuat.. Agar aku bisa membayar kembali dirimu suatu hari. " Ucap Dawn penuh keyakinan.
" Aku menantikan hari itu."
Setelah mengatakan itu Yara pergi dari hadapan Dawn. Dawn sedikit mengagumi keberanian Yara.
Di tempat lain..
Jackson sedang melacak semua jejak jejak Yara, ia tak menemukan sedikit pun petunjuk jika Yara masih hidup atau sudah mati. Yang ia temukan adalah peralatan senapan Yara yang masih tergeletak di atap sebuah gedung.
Saat Jackson sudah menyelesaikan misi nya, ia mencoba menghubungi Yara , tapi tidak ada jawaban. Jackson akhir nya memutuskan kembali secepatnya, dan benar saja.. Yara tidak ada di rumah.
" Yara.. dimana kau." Ucap Jackson dalam hati.
TO BE CONTINUED..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 237 Episodes
Comments
Ciduwet Ciduwet
seperti anak tiri ajh 😁 maju trus Yara pantang mundur
2023-03-10
1