Jackson membuka komputer milik Caleb dan meretas cctv, ia mencari lokasi target tadi.
" Seharusnya ada kesempatan jika dia belum pergi jauh dari sana. Tapi melihat keamanan yang sangat ketat, mustahil bisa menyelesaikan misi ini malam ini. " Jackson terlihat lesu.
" Lalu bagaimana.?" Tanya Yara.
" Kau harus cari waktu yang tepat. Kau ikuti saja kemana pun target pergi, kau sudah tau dia siapa kan.?" Ucap Jackson pasrah.
" Aku tidak tahu, tapi jika di lihat dari segi keamanan nya , pasti dia orang yang sangat terkenal. Aku akan bertanggung jawab atas misi ini. Nanti aku akan mencari tahu siapa dia."
Ucap Yara meyakinkan Jackson.
" Pastikan ini berhasil Yara, jika tidak kita akan di kirim sebagai makanan beruang." Ucap Jackson.
Yara mengangguk, namun ia bingung harus mulai dari mana.
" Aku kesini untuk mengambil sesuatu. Kau cari waktu yang tepat untuk menyelesaikan misi ini oke." Ucap Jackson lalu pergi.
" Baik.." Yara mengangguk.
Setelah Jackson pergi, Yara masuk kedalam kamar nya. Ia langsung masuk kedalam kamar mandi lalu mengguyur badan nya di bawah Shower.
Yara" : Apa yang harus aku lakukan. Dia penyelamat ku, tapi misi ini..." Ucap Yara dalam hati.
Setelah selesai mandi, Yara langsung membuka laptop nya, dan mencari tokoh tokoh terkenal di kota itu dari internet.
" Aku tidak percaya kalau aku tidak menemukan nya disini." Yara pusing karena tidak bisa menemukan foto orang yang mirip targetnya itu.
Yara membuka berita terhangat hari ini, yang menampilkan kejadian penembakan di sebuah gedung, yang melukai seorang Presdir muda.
Yara " : Nah... Akhir nya aku menemukan mu, Ethan Dominique.?"
Yara sudah mendapatkan alamat lengkap serta beberapa informasi penting dari internet. Semalaman Yara begadang sambil memikirkan cara ter aman agar tidak ketahuan oleh siapapun. Hingga akhir nya ia tertidur di meja komputer nya.
Di tempat lain..
Ethan sedang berada di ruang kerja nya, duduk dengan santai tangan nya memegang secangkir kopi , itu rutinitas pagi setiap harinya.
Mata nya memandangi gambar di laptop nya, memperlihatkan wajah seseorang yang melakukan penembakan padanya.
" Ku pikir kau memang sudah menjadi makanan ikan di lautan, ternyata kau mengubah penampilan mu. Yara Valerie, cucu angkat dari Kakek Davis."
Ethan meletakan kopinya, lalu tangan nya mulai sibuk mengurusi berkas berkas pekerjaan nya. Saat ia sedang fokus pada pekerjaan nya, sekeliling nya tak ia perhatikan, bahkan Bara datang pun dia tidak tahu.
" Than, Aku sudah mencari tahu tentang pria itu." Ucap Bara.
Pria yang di maksud oleh Bara adalah Yara.
" Sejak kapan kau masuk.?" Tanya Ethan.
" Makanya jangan terlalu fokus pada pekerjaan. Kau yang begitu kalau ada pembunuh di belakang mu pun kau tidak akan tahu." Sindir Bara.
"Lalu apa guna nya pengawal di sekitarku.?" Jawab Ethan sombong.
" Haihh.. baiklah, kau bos nya. Mengenai pria itu kau mau apakan dia.?" Tanya Bara.
" Siapa nama nya.?" Pura pura bertanya.
" Namanya Y, anggota pembunuh bayaran God's warning. Dari semua rekan nya, hanya dia yang terlihat paling lemah. Katanya dia kenalan lama mu, kenapa kau tidak tahu namanya.?" Tanya Bara.
" God's Warning.? bukan kah kelompok ini sudah di bantai tanpa sisa.?"
Ethan sengaja tidak menjawab pertanyaan Bara.
" Benar, seharusnya begitu. Aku juga tidak tahu masih ada anggota lain yang masih hidup." Jawab Bara.
" Selidiki siapa orang di belakang nya." Perintah Ethan.
" Oke, ngomong ngomong nanti malam adalah ulang tahun Rayson. Malam ini, di tempat biasa." Setelah mengatakan itu, Bara pergi.
" Oke. " Jawab Ethan.
Ethan kembali dengan segudang kesibukan nya. Baginya bekerja dari pagi sampai malam sudah biasa ia lakukan, terkadang ia tidak tidur, saat ada hal penting yang harus di kerjakan. Karena selain dia seorang Presdir, dia juga memiliki setatus lain.
Di tempat lain..
Yara baru bangun dari tidur nya setelah matahari sudah tinggi menyinari dunia. Ia menguap dan meregangkan otot otot nya, Saat ia membuka handphone nya ia terkejut, hari sudah sangat siang, dan ada panggilan tak terjawab berkali kali dari Jackson. Ia langsung menghubungi Jackson kembali.
" Halo Jack, maaf aku baru bangun." Yara dengan suara serak nya.
" Ku kira kau kemana, aku hanya ingin memberi tahu mu, hari ini aku ada misi di luar kota, tidak bisa membantumu menyelesaikan misi semalam." ucap Jackson.
Tidak apa apa, itu kelalaian ku, aku akan bertanggung jawab. Kau selesaikan saja misi mu, semoga sukses. " Ucap Yara masih dengan suara serak nya.
" Oke, bye. " Ucap Jackson.
" Bye." jawab Yara.
Yara melihat foto Ethan yang berada di atas meja, Ia berpikir sangat lama hingga akhir nya ia meyakinkan dirinya sendiri.
" Hei, anggap saja semalam aku sudah membayar hutang nyawa ku dengan membiarkan kau hidup, Kali ini aku akan menjalankan misi ku. Jika kau mau menyalahkan, salahkan takdirmu yang tidak baik." Ucap Yara pada selembar foto Ethan.
Yara bangun dari duduk nya, lalu masuk kedalam kamar mandi untuk melakukan ritual nya. Setiap hari Yara harus melilit kan kain di dadanya, guna menekan payudara nya agar tidak terlihat menonjol. Meskipun seluruh anggota nya tahu dia seorang perempuan, tapi di dunia luar, dia sudah bukan perempuan lagi, karena Yara yang feminim itu sudah mati.
" Pakaian Caleb ini sedikit kebesaran. Kapan aku bisa menerima gaji ku, aku ingin sekali membeli pakaian ku sendiri " Keluh Yara.
Yara menghembuskan nafas nya kasar. Ia memakai kaos oblong dan kemeja lengan panjang sebagai luaran nya. Ia juga memakai sedikit aksesoris di tangan nya berupa gelang rantai dan lain lain, agar dia terlihat semakin mirip laki laki. Meskipun nyata nya memang Yara bisa di bilang tampan meskipun dia seorang gadis.
" Beli makanan instan saja lah, Uang ku sudah tidak cukup untuk membeli makanan yang sehat. Miskin sekali aku..." Meratapi nasib sendiri.
Yara keluar dari rumah Caleb, lalu menaiki motor nya dan pergi dari sana. Ia berhenti di depan super market dan masuk untuk membeli mie instan. Saat keluar dari rumah, Yara lupa memakai masker nya, kini pelayan super market itu memandangi Yara dengan tatapan kagum. Yara sendiri tidak menyadari jika dirinya di kagumi orang orang di sana.
" Terimakasih" ucap Yara .
Yara duduk di tempat duduk yang di sediakan oleh super market itu. Saat ia akan memakan Mie nya, ia baru sadar tidak pakai masker.
" Gawat.. apa aku ketahuan tadi. Kasir super market tadi menatapku aneh. Sudahlah, makan lalu langsung pergi." Ucap Yara dalam hati.
Yara tidak tahu bahwa dirinya justru di kagumi karyawan super market itu. Di mata mereka, Yara adalah pria tampan yang manis dan menggemaskan mirip seperti idol.
" Memang mie instan yang paling enak saat kantong kering.. Sekali kali tidak mencintai diri sendiri." Ucap Yara.
Yara memakan mie nya dengan lahap, setelah habis, ia langsung pergi dari sana . Karena ia berpikir karyawan super market itu tahu jika dirinya adalah perempuan. Yara berhenti di pinggir jalan dan melihat keramaian, terlihat seorang pria sedang di kawal oleh pengawal berotot di sisi nya.
" Bagus, kau muncul di saat aku sedang mencarimu." Ucap Yara.
TO BE CONTINUED..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 237 Episodes
Comments
Ciduwet Ciduwet
keren uey
2023-03-09
0
Je Jr
seru juga
2023-02-11
1