Jackson sudah menghubungi bos nya, dan mengatakan mungkin Yara tertangkap orang lain. Tapi bos nya hanya acuh tak acuh, seakan nyawa Yara tidak ada harga nya sama sekali. Jackson pun tidak bisa berbuat apa apa lagi.
" Maaf Yara, bukan nya aku tidak mau mencari mu, tapi bos yang melarang. Semoga kau baik baik saja. " Ucap Jackson.
Jack melihat motor Yara yang terparkir di parkiran sebuah gedung, Jack juga menemukan bahwa Yara sepertinya sudah siap untuk melarikan diri setelah misi nya selesai. Yara melihat sebuah sertifikat pembelian motor.
" Dia sudah siap semua, tapi menghilang seperti di telan bumi. Aku tidak percaya tidak ada sedikit pun petunjuk. Bahkan cctv pun sepertinya sudah di sabotase seseorang. Apa jangan jangan Yara di tangkap oleh orang orang berkuasa itu.?" Jackson bingung sendiri.
Akhirnya Jack membawa pergi motor Yara pulang ke rumah Caleb.
Di tempat lain..
Yara sedang melakukan pelatihan menembak di kamp itu. Bagi Yara, memegang senjata itu sudah seperti mainan. Bahkan ia selalu tepat sasaran. Namun tiba tiba Rayson memberikan perintah yang menurutnya sangat keterlaluan.
" Noah.! Kau maju ke depan, berdiri di tempat papan sasaran itu." Teriak Rayson.
Semua orang tercengang dengan apa yang di katakan Rayson. Noah ini adalah orang yang juga belum lama masuk di tim itu.
" Kapten, aku tidak berani." Noah dengan sedikit ketakutan.
" Kau berani melawan!" Bentak Rayson.
Mendengar bentakan Rayson , Noah langsung maju ke depan. Rayson meletakan sebuah apel kecil di atas kepala Noah.
" Kau, tembak apel itu."
Ucap Rayson menyuruh Yara.
" Apa kau gila ? memang nya nyawa orang lain itu tidak ada artinya kah untukmu.?" Teriak Yara.
Semua orang tidak percaya apa yang baru mereka dengar. Untuk pertama kalinya ada yang melawan perintah ketua nya.
" Jika menurut mu nyawa anak itu berharga , maka selamatkan dia. Jika kau meleset, aku tidak akan pastikan dia juga selamat di tangan orang lain." Ucap Rayson memperingati Yara.
Mendengar itu Yara seperti naik darah. Tangan nya menggenggam kuat, mata nya juga semakin dingin. Yara mengangkat pistol nya, dan mengarah kan nya kearah Noah.
"Tolong jangan bunuh aku." Ucap Noah.
Yara tidak mendengar apa yang di katakan Noah, tapi ia melihat pergerakan mulut Noah. Yara sedikit takut, karena arah angin sedikit tidak mendukung, di tambah apel itu terlalu kecil dan jarak nya lumayan jauh.
Dor.!!
Yara membuka mata nya, dan terlihat Noah yang menangis gemetaran, Tanda bahwa Noah masih hidup. Apel yang tadi berada di kepala Noah sudah hancur. Yara menghapus air mata yang sempat jatuh dengan cepat lalu berbalik menghadap Rayson yang sedikit terkejut.
" Kau puas.!!" Tatapan Yara sinis kearah Rayson.
Yara melemparkan senapan nya dan pergi dari lapangan tembak. Sementara Ethan yang melihat dari jauh sedikit tersenyum, ternyata penilaian nya tidak salah.
" Kau masih gadis yang penuh amarah itu, tidak berubah sama sekali.." Ucap Ethan.
Kini Yara berada di sebuah ring latihan tinju. Ia meluapkan semua kemarahan nya dengan memukuli samsak tinju.
" Brengsek! " Ucap Yara sambil memukul.
Tiba tiba Sean datang menghampiri Yara.
" Hei bung, kau terlihat kesal, dia bukan teman mu atau saudara mu. Dia hanya.. "
" Dia manusia.!" Bentak Yara .
Sean kaget karena Yara berani membentak nya.
" Cih, untuk apa kau terlalu kesal. Itu wajar, disini aturan nya adalah siapa yang ingin bertahan hidup, maka kalahkan yang lain. Simpel kan..?" Ucap Sean remeh.
" Lalu apa kau juga mau di perlakukan seperti itu.?" Tanya Yara spontan.
Sean terdiam..
" Cih, Kalian hanya sekelompok orang kaya yang tidak pernah hidup susah, Hanya bisa duduk manis dan menyuruh. Kau pikir kami ini adalah anjing petarung kah.?" Tanya Yara sinis.
" Anggap saja begitu." Jawab Sean singkat.
Sesungguh nya melihat Yara yang terlihat sangat kesal itu , Sean merasa Yara sedikit manis.
" Sial.. Apa ini, masa aku juga tertarik dengan pria."
Ucap Sean dalam hati.
Yara melepas sarung tinju nya, lalu melangkah pergi dari sana.
" Hei, simpan tenaga mu, malam ini kau harus bertarung melawan orang yang lebih kuat." Teriak Sean.
Yara berhenti sebentar tanpa melirik, lalu langsung pergi dari sana.
" Apa itu.. sikap nya persis seperti seorang gadis. Pria pemarah.." Keluh Sean.
Yara duduk di bawah pohon, dan menyenderkan dirinya di sana. Ia merasa sangat sesak di dadanya.. Entahlah, ia ingin menangis pun tidak bisa. Akhir nya ia memejamkan mata nya dan tertidur.
Ethan , Sean , Jil dan Rayson kini sedang berada di sebuah ruangan pribadi. Disana terdapat meja billiard dan beberapa alat olah gym.
" Aku sedikit terkejut tadi, Dia bisa menembak tepat sasaran. Than, kau ketemu dia dimana sebenar nya.? Aku sangat penasaran." Ucap Rayson.
"Kalian tidak perlu tahu. Intinya dia adalah orang yang akan berguna suatu hari nanti." Jawab Ethan.
" Jangan bilang kau ingin menjadikan nya salah satu dari kita." Selidik Sean.
" Sebenarnya dia punya kualifikasi itu. Meski dia.. "
Ethan hampir mengatakan bahwa Yara adalah seorang gadis kepada teman teman nya.
" Meski dia apa.? Kau ngomong di potong potong." Ucap Sean penasaran.
"Tidak ada.. Kau sudah katakan dia akan bertarung malam ini kan.?" Tanya Ethan kepada Sean.
"Sudah.. Dia tidak bicara apa pun." Ucap Sean.
" Aku akan melawan dia malam ini." Ucap Ethan penuh percaya diri.
" Hah! Kau gila, luka mu saja belum sembuh. Di tambah lagi kalau dia mengenalimu memang nya dia mau bertarung.?" Sean mencoba mengingatkan Ethan.
"Jangan khawatir kan luka kecil ini, lagi pula aku akan menggunakan topeng." Jawab Ethan.
Ketiga teman nya itu hanya menatap Ethan bingung.
Hingga akhir nya tiba lah saat nya pertarungan itu harus di mulai. Ethan sudah memperhatikan Yara sedari tadi, sesekali Yara menghapus kasar air mata nya ketika melihat seseorang yang di hajar habis habisan di dalam ring.
" Y.. Kau naik keatas.! " Teriak Rayson.
Yara merasa nama nya di sebut, lalu ia pun langsung memakai sarung tinju nya dan memasuki ring itu.
" Simpan tatapan kebencian mu itu. Kalau kau tidak berhasil mengalahkan lawan mu, kau harus berendam semalaman di dalam air." Ancam Rayson.
Semua orang langsung berbisik tidak percaya dengan apa yang di katakan Rayson. Mereka jadi beranggapan bahwa kapten nya itu sangat tidak menyukai Yara.
" Aku ingin taruhan.! " Ucap Yara.
" Cih, Memangnya kau sebagus itu.?!" Remeh Rayson.
" Kau selalu menyulitkan ku, bukan kah kau memandang tinggi diriku.?" Jawab Yara.
" Cukup percaya diri juga rupanya. Baik.. Kau mau bertaruh apa.?" Ucap Rayson yang terpancing emosi.
" Jika aku bisa mengalahkan lawan ku malam ini, Pertarungan ini harus di akhiri.." Ucap Yara.
" Oke.. " Jawab Rayson.
" Selamanya.. " Ucap Yara menambahi.
" Apa !! Beraninya kau menentang peraturan disini.! Kau pikir siapa dirimu.?" Teriak Rayson marah.
" Aku tentu saja bukan siapa siapa, Kenapa ? kau takut aku menang.?" Ledek Yara.
" Jangan terlalu memandang tinggi dirimu , kau tak lebih dari se ekor anjing petarung. Aku hanya akan menyetujui mu bertaruh, jika kau menang malam ini, kau akan bebas dari pertarungan ini."
Ucap Rayson. Meskipun ia marah, tapi ia lebih penasaran dengan kemampuan Yara.
" Baik.. " Ucap Yara.
" Aku harap kau tidak menyesali perkataan mu. Lawan mu adalah ketua kami." Ucap Rayson.
" Apa..!! " Ucap Yara kaget.
TO BE CONTINUED...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 237 Episodes
Comments
Susilawati
ayo semangat Yara, kamu pasti bisa 💪
2024-09-10
0