Ethan langsung bangun dari tidur nya, dia mengabaikan rasa sakit nya dan langsung keluar menuju sungai. Rayson, Jil, dan Sean juga ikut turun mengejar Ethan.
" Than, biar aku saja yang bawa dia kembali, kau baru sadar." Teriak Rayson.
Ethan tidak mendengarkan perkataan teman nya itu. Ia sampai di tepi sungai yang sudah terlihat penuh. Mata nya mencari keberadaan Yara, entah mengapa di hatinya ia merasa bersalah.
" Keluar dari air apa kau bodoh.!!" Teriak Ethan.
Ethan belum menemukan keberadaan Yara, sampai ia melihat rambut yang ter lihat di tengah sungai. Ethan langsung terjun ke sungai, dan menarik Yara keluar dari air.
" Apa dia bodoh, di suruh berendam beneran berendam seharian." Gerutu Sean.
Jil membantu Ethan menarik Yara dari tengah sungai. Ethan tidak memperdulikan dadanya kembali berdarah.
" Biar aku bawa dia." Bujuk Rayson.
" Tidak , biar aku saja." Ethan menolak.
Ethan hanya tidak ingin teman nya mengetahui jika Yara sebenarnya perempuan.
" Than, luka mu terbuka. " Ucap Jil.
" Tidak masalah." Ucap Ethan mengabaikan luka nya.
Ethan menggendong Yara dan naik keatas. Semua orang yang sedang berlatih sampai berkerumun melihat ketua mereka menggendong Yara.
" Akhirnya Y selamat." Ucap Noah.
" Kenapa ketua sampai turun tangan sendiri, dia kan bisa minta kita untuk menjemput Y." Ucap Dawn bingung.
Semua orang juga kebingungan..
" Sepertinya latihan kalian terlalu ringan sampai bisa mengobrol.!" Ucap Rayson tiba tiba.
Melihat Rayson yang berada di sana pun semua orang langsung kembali melakukan pelatihan.
Sementara kini Ethan sedang berada di kamar nya. Ia membawa Yara kedalam kamar nya.
" Kalian semua keluar.." Perintah Ethan.
" Eh, kenapa ?" Tanya Jil.
" Tidak apa apa, biarkan dia istirahat.?" Jawab Ethan.
" Setidak nya dia harus ganti baju, biar aku gantikan. Kau bersihkan saja dirimu dulu." Pinta Jil.
" Biar aku saja, kalian boleh pergi." Ethan menghalangi Jil yang hendak menyentuh Yara.
" Kenapa lagi, lagi pula sebelum nya juga kami yang membantumu ganti baju." Gerutu Jil.
Ethan bingung harus memberikan penjelasan apa. Dia hanya tidak ingin teman nya tahu, jika Yara adalah perempuan.
" Tidak ada, aku bilang keluar.!!" Bentak Ethan.
" Cih, keluar ya keluar kenapa harus marah marah tidak jelas. Dasar, ayo Jil." Ucap Sean yang langsung menarik tangan Jilian.
Sean dan Jil pun keluar dari kamar Ethan. Dan kini Ethan semakin bingung apa yang harus dia lakukan, di kamp nya tidak ada dokter perempuan. semua nya laki laki.
" Bisa bisa nya si Rayson menyuruh nya berendam di sungai. Dia juga bodoh! bisa bisa nya nurut begitu saja di suruh masuk sungai. Apa dia jadi bodoh karena terlalu sering di pukul." Gerutu Ethan.
Ethan berjalan mondar mandir karena bingung apa yang harus dia lakukan.
"Masa aku gantikan pakaian nya.?" Ethan bimbang.
Ethan menimbang nimbang , Akhir nya ia memutuskan untuk menutup mata nya supaya tidak melihat sesuatu yang seharusnya ia lihat. Saat Ethan ingin memasang kain di matanya, tiba tiba Yara sadar dan membuka mata. Spontan Ethan langsung menarik topeng di meja sebelah ranjang nya dan memakai nya langsung.
" Ugh.. Dimana ini, aku masih hidup.?" Ucap Yara yang baru sadar.
"Uhuk!! Kau sudah sadar.?" Ethan berpura pura bersikap tenang
"Kau?, kenapa kau menyelamatkan aku.?":Tanya Yara bingung.
" Aku tidak mau di anggap seorang pecundang karena menghukum orang yang sudah mengalahkan aku." Jawab Ethan asal.
Yara melihat dada Ethan yang berdarah. Karena Ethan menggunakan kaos putih jadi darah itu terlihat sangat jelas.
" Kau terluka" Ucap Yara.
" Bukan urusanmu, segeralah bersihkan dirimu. Kamar mandi ada di sebelah sana. " Ucap Ethan ketus.
" Aku tidak punya baju ganti, apa kau boleh pinjam bajumu.?" Pinta Yara.
" Berani sekali kau bicara santai padaku.? Aku adalah ketua mu." Ethan kesal Yara seolah tidak takut sedikit pun pada dirinya.
" Kalau tidak boleh tidak apa apa, aku akan pinjam punya teman lain." Yara mencoba bangun dari posisi tidur nya , dan akan pergi.
" Tunggu.!"
Cegah Ethan, Ethan langsung berjalan menuju lemari dan mengambilkan satu set kaos dan celana olah raga, dan juga sebuah jaket.
" Pakai ini.!" Melemparkan pakaian nya.
Yara tidak melihat CD di sana.
" Apa kau tidak punya CD.?" Tanya Yara spontan.
Ethan seketika ter gugup ketika mendengar Yara menyebutkan CD. Bagaimana bisa seorang gadis bertanya CD kepada seorang pria pikirnya.
" Se.. Sebentar." Ethan gugup sendiri.
Akhirnya Ethan membuka kembali lemarinya, dan mengambil satu CD nya. Lalu memberikan nya kepada Yara.
"Terimakasih, aku numpang mandi dulu." Ucap Yara.
Yara pun masuk kedalam kamar mandi, dan menguncinya dari dalam.
Ethan " : Bisa bisa nya dia meminjam CD dari seorang pria. Bahkan dia tidak merasa malu berkata begitu padaku. Apa dia masih seorang gadis.?"
Ucap Ethan dalam hati.
Ethan bergidik sendiri, ia pun mengambil satu set pakaian nya dan mandi di kamar mandi lain.
Sementara itu Yara di dalam kamar mandi sedang merutuki dirinya.
" Hancurlah masa depan ku sebagai seorang gadis. Aku bahkan meminjam CD pria. Memalukan sekali.."
Ucap nya dalam hati.
Yara pun membersihkan dirinya. Setelah selesai, ia bingung dengan apa dia bisa menutupi dada nya.
"Gawat! aku tidak memikirkan kain untuk melilit dadaku." Yara menepuk jidat nya.
Yara melihat ke sekeliling dan terlihat ada setumpuk kaos putih polos.
" Maaf ketua, aku terpaksa harus menggunting kaos mu. Ini juga salah mu, anggap saja ini kompensasi. Tapi aku tetap belum memaafkan mu." Ucap Yara.
Yara menggunting kaos milik Ethan, lalu melilit kan ke dadanya. hal seperti itu sudah seperti rutinitas wajib nya karena kini status nya adalah seorang pria di mata semua orang.
" Jaket ini sedikit kebesaran, tapi tidak apa apa lah." Ucap Yara.
Yara pun keluar dari kamar mandi, dan sudah ada Ethan di sana yang sedang kesulitan mengikat perban di dadanya.
" Biar ku bantu." Tawar Yara.
" Tidak perlu, kau keluar saja temui Rayson." Tolak Ethan.
Ethan langsung memalingkan wajah nya, karena kini ia tidak memakai topeng. Ethan lupa jika masih ada Yara di dalam kamar mandi.
" Tapi kau terlihat kesulitan biar aku.. "
" Keluar.!!" Bentak Ethan.
Yara kaget karena Ethan tiba tiba membentak nya.
" Cih, untuk apa begitu marah. Lagi pula kita sama sama pria untuk apa malu. Kalau tidak mau ku bantu ya sudah."
Yara langsung pergi keluar dari kamar Ethan.
" Sesama pria!?, bisa nya dia berkata begitu.Bisa bisa nya dia melupakan jati diri nya." Gerutu Ethan.
Tiba tiba Sean dan Jil masuk kedalam.
"Than, kau memberikan pakaian mu kepada si Y itu.?"
Tanya Jil.
"Hmm." Jawab Ethan singkat.
" Kau tidak sakit kan.? Apakah kau jadi gila setelah di tendang oleh nya.? Sejak kapan kau mengizinkan orang lain menggunakan barang mu?" Selidik Jil yang sedikit bingung dengan sikap teman nya itu.
" Dia tidak punya pakaian, aku hanya meminjamkan nya." Jawab Ethan singkat.
"Tapi itu.. "
" Berisik.. Cepat bantu aku pakai perban ini."
Ethan menghentikan ucapan Jil.
" Baiklah.." Jil pasrah.
" Sean, belikan beberapa set pakaian pria, dan juga.. CD untuk Y." Perintah Ethan.
" Woah.. dia perhatian dengan teman lama, tapi tidak mau menemui dia langsung. Sepertinya kalian adalah kenalan yang dekat yah.?."Sindir Sean.
" Berisik. Lakukan atau kau ku beri tugas lebih sulit." Ancam Ethan.
" Baik.. baik... kau bos nya. Aku tidak berani.. "
Sean langsung pergi dari sana.
TO BE CONTINUED..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 237 Episodes
Comments
Susilawati
benar kata Yara, Ethan dan teman2 nya itu hanya segerombolan pecundang, yg tdk bisa menepati janji, lelaki sejati dia akan memegang teguh janji/omongan nya. lagian yg menginginkan pertarungan kan si Ethan dan dia kalah, kenapa jadi Yara yg di hukum.
2024-09-10
1
Ciduwet Ciduwet
si Ethan ternyta kocak 🤣🤣
2023-03-10
1