"Kamu hutang penjelasan pada kami Arsen,"
Arcelo dan Arthur melemparkan tatapan tajamnya pada Arsen sedangkan Arsen hanya terkekeh dan memegangi tengkuknya.
"Kalian nggak melakukan apa-apa kan Arsen?" tanya Arcelo
"Pastilah apa-apa Arcelo apa kamu nggak lihat dia bertelanjang dada, bisa jadi tadi pas main buru-buru dicabut dan nggak sempat memakai baju," sahut Arthur.
Airin yang mendengarnya pun ikut menimpali
"Enggak kok kami nggak ngapa-ngapain," elaknya dengan gugup
"Yakin? tu leher kamu merah-merah gitu masih saja mengelak," kata Arcelo
Arini segera mengambil ponselnya dan mengecek lehernya dan benar saja banyak tanda merah-merah, seketika Airin berteriak
"Aarrrseeeeen!" teriak Airin.
Arsen, Arcelo dan Arthur menutup telinganya, tak di sangka teriakan Airin kencang sekali seperti sound sistem orang hajatan.
"Apa yang kamu lakukan pada leherku, kenapa ini merah-merah seperti kena bulu ulat," maki Airin.
"Woy Airin! itu mulut apa sound sistem sih," gerutu Arcelo
"Sound sistem, memangnya masalah," sahut Airin.
"Sudah! sudah," teriak Arsen. "Untuk kalian memangnya kenapa kalau aku ngapa-ngapain dengan Airin?" tanya Arsen sesudahnya.
"Nggak apa-apa sih cuma Airin kan di bawah standar," jawab Arthur dengan tertawa
Airin yang kesal meninju perut Arthur sehingga membuat Arthur kesakitan.
"Wanita Brengsek," umpatnya
"Salah sendiri bilang aku di bawah standar, gini-gini aku punya inner beauty yang memukau," sahut Airin lalu memilih untuk pergi, namun sebelumnya dia merapikan dulu bajunya.
Setelah keluar dari kamar Arsen dia menghela nafas sambil mengusap dadanya.
"Puas aku bisa meninju bibir bebek itu," gumamnya lalu pergi.
Di dalam nampak Arcelo dan Arthur menatap Arsen, "Tak kami sangka Arsen, diam-diam ternyata kamu cerdik juga," kata Arthur sambil memegangi perutnya yang masih ngilu.
"Apa yang telah kamu lakukan? gimana rasanya, dia masih virgin apa nggak," sahut Arcelo.
Arsen membolakan matanya, "Apa maksud kalian aku masih perjaka Ting-ting, mana mungkin aku melakukan hal itu apalagi pada si Airin jelek itu," timpal Arsen.
Arcelo dan Arthur nampak tertawa, Arsen sungguh gengsi sudah terciduk masih saja mengelak.
"Aku nggak kebayang kalau Tante Arini tahu," kata Arcelo yang membuat Arsen marah.
"Jangan macam-macam kamu Arcelo, jangan ngadu yang nggak-nggak," sahut Arsen kesal.
Arcelo dan Arthur hanya tertawa, mereka senang sekarang karena Arsen kalah taruhan namun yang menjengkelkan adalah dia masih saja mengelak padahal sudah jelas-jelas terciduk razia.
"Aaron harus tahu ini," ucap Arcelo saat mereka meninggalkan kamar Arsen.
"Memang begitu ya cinta, bisa-bisanya dia suka sama Airin yang kamu tahu sendiri kan dia itu jauh dari standar, kalo dinilai dia itu nilai E lah, gak ada bagus-bagusnya," sahut Arthur.
"Sudahlah Arthur, jangan menghina kalau kamu dapat wanita seperti Airin mampus kamu," timpal Arsen.
"OOO tidak bisa, tentu aku akan menyeleksi wanita mana bisa lelaki tampan di Antero jagat bisa suka dengan wanita jauh dari standar seperti Airin," kata Arthur yang membuat Arcelo geleng-geleng kepala.
Di sisi lain Aaron dan Keira jalan-jalan di pelabuhan, mereka menikmati keindahan pelabuhan, merasa lelah mereka memutuskan untuk istirahat sebentar di sebuah cafe.
"Aaron, mungkin setelah ini aku mau mengambil S2 aku di Inggris," kata Keira
"Kenapa nggak di B.A university saja," sahut Aaron.
"Aku ingin mencari pengalaman baru di sana," timpal Keira.
Mendengar keputusan Keira membuat Aaron kecewa, entah mengapa dia nggak rela jika Keira pergi ke luar negeri.
"Aku sebenarnya tidak iklas jika kamu pergi ke luar negeri kak tapi jika kamu sudah memikirkannya matang-matang dan Tante Vani dan paman Nick mengijinkannya aku akan selalu mendukung kamu," ujar Aaron dengan tersenyum.
"Terima kasih Aaron," sahut Keira sambil memeluk Aaron.
Meskipun kini hatinya sedih namun Aaron dengan rapi bisa menyembunyikannya.
Sore itu Airin melihat Aaron bersama Keira di kolam renang begitu pula dengan anggota A4 lainnya.
Ada juga beberapa tuan muda lain di sana, yang tak lain para anak konglomerat.
Airin nampak tersenyum melihat mereka semua, "Nampak jelas perbedaan aku dengan mereka, jadi mulai sekarang lupakan Aaron dan Arsen, apa yang mereka lakukan padamu jangan mudah baper," Airin bermonolog dengan dirinya sendiri.
Arthur yang melihat Airin pun memanggilnya, namun Airin pura-pura tak mendengarnya hingga dia sendiri yang mendatangi Airin.
"Bergabunglah bersama kami," kata Arthur.
Arthur menarik tangan Airin, lalu dia memperkenalkan Airin pada mereka semua.
"Seharusnya kamu ikut bersenang-senang dengan kami Airin," sahut Arcelo.
Airin yang hendak pergi malah terpeleset dan tercebur ke dalam air sontak semua menertawakannya, untung kolam renangnya dangkal coba kalau dalam tentu Airin sudah tenggelam karena dia tidak bisa berenang.
Airin memandangi teman-temannya semua nampak mereka tertawa senang melihat Airin terjatuh.
Lalu Aaron mengulurkan tangannya untuk membantu Airin.
"Ayo naik," kata Aaron
Airin menerima uluran tangan Aaron dan naik.
"Terima kasih Aaron, permisi," sahut Airin.
Dia nampak melirik Arsen sekilas, sepanjang lorong menuju kamarnya dia menangis.
Sakit hatinya ditertawakan apalagi Arsen hanya diam tanpa menolongnya, malah dia ikut tertawa.
Lagi-lagi Aaron lah yang menolongnya.
Hingga malam hari Airin mengurung dirinya di kamar. Febri juga menemani Airin, mereka bercerita banyak hal hingga mereka memutuskan untuk tidur.
Di bar Arsen nampak kesal karena tadi Aaron menolong Airin ditambah lagi Airin tidak menemuinya malam ini.
"Kelihatannya ada yang resah dan gelisah," kata Arcelo
"Diam lah Arcelo," bentak Arsen
"Oh ya Aaron apa kamu tahu kalau dia dan Airin terciduk kami sedang melakukan hal yang tidak senonoh bersama di kamar," kata Arthur
Wajah Aaron seketika berubah, "Benarkah," sahutnya dengan menatap Arsen.
"Benarkah itu Arsen?" tanya Aaron
"Tidak, memang benar dia di kamarku tapi kami hanya...., Sudahlah nggak usah dibahas," jawab Arsen dengan marah.
"Kalau kamu ingin bermain-main mending cari wanita lain Arsen, kasian Airin jika kamu ingin merusaknya karena dendam," pesan Aaron
"Siapa juga yang ingin merusaknya," sahut Arsen yang membuat semua tersenyum.
"Kalau begitu kamu cinta sama Airin," timpal Arcelo
"Yes! kita menang taruhan, uang sakumu seminggu milik kami," ucap Arthur yang membuat Arsen semakin kesal.
"Mana boleh seperti itu, aku tidak mencintainya kemarin dia yang menggoda aku jadi ya aku khilaf," elaknya.
Arthur, Arcelo dan Arthur hanya tertawa melihat sikap Arsen yang terus saja gengsi padahal jelas-jelas bukti mengarah kalau dia memang ada rasa pada Airin.
Karena kesal Arsen pergi ke kamar terlebih dahulu namun dia berubah pikiran dan malah menuju kamar Airin, anggota A4 yang mengikutinya geleng-geleng kepala saat Arsen mengetuk pintu kamar kalas dua yang dipastikan itu kamar Airin.
"Ayo kita grebek dia, aku ingin lihat apa dia masih mengelak?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
Pujiyanty
kelakuany menurun ke anaky🤭
2022-03-03
1
Reeyantie
Sel nek meh grebek tak golek pasukan neh aku😂😂 pak rt pak rw 😅
2022-02-04
0
Fenty Izzi
suka... suka... suka... semangat terus kak💪💪💪💪❤❤❤❤❤❤
2022-02-01
0