"Siapa?" tanya Arthur
"Tu," jawab Arsen lalu menunjuk Airin yang duduk di bangku dengan temannya.
Airin pagi ini memang ingin berjoging sekalian membawa jalan-jalan kucing kesayangannya.
Airin yang datang dengan Febri tidak mengetahui kalau A4 juga ada di taman yang sama.
Beberapa saat kemudian, tak tau kenapa kucing Airin tiba-tiba lepas dari pangkuannya, Airin mengejar kucing tersebut dan tanpa sengaja gara-gara kucing yang tiba-tiba muncul dari semak-semak membuat Arsen hampir terjatuh.
"Kucing brengsek! kau cari mati ya," maki Arsen dengan kesal.
Saat bersamaan datanglah Airin dan Febri, Arsen menatap Airin sesaat lalu menatap kucing Airin yang dibawa Aaron.
"Jadi ini kucingmu?" tanya Arsen
"Iya," jawab Airin.
"Kamu becus jaga kucing apa tidak! dia hampir saja mencelakai aku," maki Arsen
"Maaf aku sendiri tidak tau kenapa dia tiba-tiba berlari." Airin mencoba membela dirinya.
"Dasar idiot!" hina Arsen yang membuat Airin tersulut emosi.
"Memangnya kamu pintar hah! mending aku hanya seorang idiot sedangkan kamu malah nggak punya otak, nggak bisa mikir sama sekali!" omel Airin
"Beraninya dirimu mengatai diriku tidak punya otak!" sahut Arsen tak terima.
Arsen yang merasa terhina karena dikatai tidak punya otak mengambil botol minum di tangan Arcelo dan menyiramnya ke wajah Airin. Tentu hal itu membuat Airin marah.
"Dasar manusia tak punya otak, tak punya perasaan, beraninya dirimu menyiram wajahku," maki Airin lalu menarik rambut Arsen hingga dia memekik kesakitan.
Febri mencoba menarik tangan Airin, supaya melepaskan Arsen.
"Sudah Airin," kata Febri
"Tidak Febri, manusia Dajjal sepertinya harus dikasih pelajaran supaya tidak merugikan yang lain," sahut Airin
"Woy lepaskan tanganmu, kepalaku bisa botak karena ulahmu," timpal Arsen.
Febri jadi marah kenapa anggota A4 hanya diam saja malah mereka merekam temannya.
"Kenapa kalian hanya diam saja, bantu aku melerai mereka," teriak Febri
Aaron akhirnya turun tangan, dia meminta Airin untuk melepaskan Arsen.
Melihat Aaron memohon padanya membuat Airin melepaskannya.
"Sumpah kalau dirimu lelaki sudah aku habisi, sayang seorang wanita tapi wanita jadi-jadian," omel Arsen sambil memegangi kepalanya yang sakit karena tarikan Airin.
"Mau aku tarik sampai rambut aku botak?" teriak Airin dengan mengambil kuda-kuda untuk menyerang Arsen.
"Sudah-sudah ayo kita pergi." Arthur mencoba melerai pertengkaran sengit antara Arsen dan juga Airin dengan mengajak temannya pergi.
Arsen menatap Airin dengan tatapan mautnya Jika Arsen adalah malaikat maut dia ingin mencabut nyawa Airin saat itu juga.
Sepanjang perjalanan Arsen mengumpat merutuki Airin.
"Dasar wanita gila, wanita idiot, sumpah jika laki-laki sudah aku gebukin, dia beraninya menarik rambutku, untung rambutku kuat coba kalau enggak sudah dipastikan aku sudah botak dini," umpat Arsen
Aaron, Arcelo dan Arthur hanya tertawa mendengar umpatan temannya.
"Wanita idiot sepertinya pantas mendapat lelaki yang nggak punya otak," kata Arsen lagi
"Bearti pantas mendapatkan dirimu bro," sahut Arthur
"Kan kamu nggak punya otak seperti yang Airin bilang," timpal Arcelo.
Aaron hanya tertawa tanpa ikut komentar.
Arsen yang kesal melemparkan tatapan mautnya pada Arthur dan Arcelo"Mau aku DO," ancam Arsen yang membuat Arthur dan Celo seketika.
"DO saja nanti tinggal minta papa untuk protes pada om Sean," sahut Arthur yang semakin membuat Arsen kesal.
Arsen yang kesal lalu menuju mobilnya dan meninggalkan anggota A4 yang lain.
"Woy Arsen kami pulang naik apa?" teriak Arcelo namun tidak digubris Arsen.
Aaron yang santai mengambil smartphonenya untuk memesan taxi online.
"Kita naik taxi online saja," kata Aaron.
"Baiklah Aaron," sahut Arcelo dan Arthur barengan.
Tak selang lama taxi online pesanan Aaron datang, lalu mereka naik taxi online tersebut dan pergi ke markas mereka.
Airin yang kesal juga mengeluarkan sumpah serapahnya untuk Arsen.
"Aku sumpahi kamu Arsen bucin ma wanita idiot biar pas gak ada otak bucin dengan wanita idiot," sumpah Airin.
Febri hanya tertawa, "Bukankah dirimu tadi disebut wanita idiot Rin," kata Febri yang membuat Airin menatap temannya tersebut.
"Please Febri jangan buat aku menyumpahi kamu juga," sahut Airin dengan kesal.
Lalu mereka berdua memutuskan untuk pulang tak lupa Airin mengajak Catty kucing kesayangannya pulang.
Sesampainya di rumah Arsen terkejut karena semua berkumpul di ruang tamu termasuk papanya.
"Ada apa ini pa?" tanya Arsen saat masuk rumah.
"Tadi mama habis pingsan," jawab papa Arsen.
Arsen yang cemas mendekat dan dia langsung saja memeluk mamanya.
"Mama sakit apa?" tanya Arsen
"Mama nggak sakit kok sayang," jawab Arini
"Lalu?" tanya Arsen lagi
"Mama sedang mengandung adik kamu," jawab Sean.
Arsen membolakan matanya, bagaimana bisa mamanya hamil di saat usianya yang tidak mudah lagi.
"Ini pasti gara-gara papa yang nggak mau puasa, tiap hari memanjat mama hingga adik bayi ada di sana." Arsen terlihat kesal dengan orang tuanya yang rajin sekali membuat adik.
Arsen sebenarnya bukan tidak suka dia punya adik tapi Arsen malu karena dia sudah besar kenapa baru punya adik.
"Kenapa kamu malah nyalahin papa Arsen?" tanya Sean heran
"La soalnya papa parah, setiap hari manjat mama tanpa ampun, dan lihat sekarang perbuatan papa, perut mama akan bengkak selama sembilan bulan," sahut Arsen.
"Letak masalah kamu tu dimana sih Arsen?" tanya Sean
"Arsen malu pa," jawab Arsen lalu dia mengambil kontak mobil yang tadi dia letakkan di meja.
Arsen pergi lagi, sebelumnya dia mengubungi Aaron dimana posisi mereka.
Arini nampak sedih karena Arsen tidak bisa menerima kehamilannya di usia senja.
"Sudahlah sayang jangan terlalu memikirkan Arsen, nanti biar aku yang bicara padanya," hibur Sean.
Sean menggendong Arini menuju kamar, meski sudah tidak muda lagi namun Sean masih cukup kuat jika hanya menggendong Arini, untuk panjat pinang saja Sean masih ahli seperti saat muda dulu.
Setibanya di markas A4, Arsen langsung saja meneguk minuman yang tersaji di meja.
"Kamu kenapa Arsen?" tanya Arthur
"Kesal aku, semenjak aku kenal dengan Airin si wanita idiot itu hidupku sepertinya selalu sial," jawab Arsen sewot lalu meneguk lagi minumannya.
Menurut Arsen kalau Airin lah pembawa sial di hidupnya, mamanya hamil juga karena efek sial yang diberikan oleh Airin.
"Jangan begitu Arsen, semua sudah ada garisnya jangan mengambinghitamkan seseorang," kata Aaron
"Kelihatannya kamu sering sekali membela Airin itu jangan-jangan kamu suka padanya ya Aaron," sahut Arsen
Aaron menggelengkan kepala, "Dia bukan tipe aku lagipula apa hebatnya dia sehingga aku menyukainya," timpal Aaron dengan senyum kecutnya.
Aaron mengambil minumannya yang di meja dan dia juga meneguknya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
choirunissa
astaga....hoby nya ga ilang2 panjat pinang mulu pdhl pnjt pinang kan cm adanya di 17 agustusan
2022-05-09
0
Pujiyanty
gc sbar lhat arsen bucin❤️😋
2022-03-03
0
Reeyantie
ku menatikanmu Bucin Sen 😀
2022-02-03
0