Hari yang ditunggu-tunggu telah datang, para Mahasiswa jurusan perhotelan dan kapal pesiar sudah berkumpul lebih dulu di kapal, praktek mereka dibagi dua jadi dua sesi, jam enam pagi sampai jam dua siang sedangkan sesi kedua jam dua sampai jam delapan malam.
Airin masuk dalam sesi pertama, ada beberapa profesi di kapal pesiar, dan Airin masuk dalam profesi akuntan di kapal pesiar. Sebuah profesi dengan gaji yang cukup fantastis namun semua tergantung dari perusahaan masing-masing.
Airin membantu para akuntan senior, dia juga harus membuat laporan keuangan, membaca neraka keseimbangan dan bertanggung jawab menganalisis pemasukan dan pengeluaran.
Setiap Mahasiswa yang praktek akan diawasi oleh beberapa dosen pembantu dan juga pegawai yang bertugas di kapal pesiar tersebut.
Jadi nilai yang meraka dapat murni tanpa ada rekayasa dari dosen jurusan perhotelan dan kapal pesiar.
Saat A4 naik kapal pesiar, mereka mendapatkan sorakan Mahasiswa satu universitas maupun para penumpang dari kapal itu sendiri, penumpang kapal yang kebanyakan dari anak muda yang melakukan liburan ikut terkesima dengan ketampanan A4.
Berbeda dengan Arthur dan Arcelo yang tebar tebar persona Arsen lebih memilih langsung masuk dan bola matanya yang terus mencari keberadaan seseorang, sedangkan Aaron lebih memilih menuju kamarnya untuk meletakkan tasnya lalu dia pergi ke geladak utama untuk melihat pemandangan laut.
Arsen nampak kesal karena tidak dapat menemukan Airin, "Dia praktek dimana sih!" gerutu Arsen.
Ingin rasanya Arsen tanya pada dosen, tapi dia cukup gengsi untuk melakukan itu.
Karena tidak menemukan Airin Arsen ke kamarnya untuk meletakkan tas dan barangnya yang lain.
Dia melempar tasnya di tempat tidur, sungguh tiba-tiba good mood nya menghilang.
"Kalau sampai sore hari kamu tidak muncul, aku lempar dirimu supaya jadi santapan ikan hiu," kata Arsen.
Kini A4 bersantai di sebuah bar dalam kapal, nampak Arcelo dan Arthur membawa turis asing untuk menemani mereka.
"Arsen, Aaron kenapa kalian nggak cari wanita, sumpah cantik-cantik banget wanitanya," kata Arcelo
Arsen hanya melirik kedua sahabatnya tersebut, "Ogah, aku nggak minat dengan mahkluk yang bernama wanita mereka hanya membuat pusing saja," sahut arsen.
"Halah, bilang saja kalau sudah ada Airin di hati kamu," timpal Arthur
Aaron memberikan dua jempolnya untuk Arthur, Aaron sendiri bingung bagaimana perasaannya pada Airin, di sisi lain dia kagum dengan karakter Airin yang pemberani namun di sisi lain Aaron sangat mengagumi Keira.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul Empat sore, tapi Airin belum juga mendatangi Arsen, terlihat Arsen sangat kesal karena Airin berani mengabaikannya.
Ketiga temannya tau kalau mood Arsen telah berubah, karena tidak ingin mendapat amukan dari sang penguasa hutan mereka pergi meninggalkan Arsen.
"Kalian mau kemana woy!" teriak Arsen
"Maaf Arsen kami ada jam praktek," sahut mereka berbohong, karena pikirannya sedang kacau Arsen pun mempercayai ucapan ketiga sahabatnya tersebut.
Merasa sendirian Arsen kembali ke kamarnya di lorong menuju kamarnya Arsen melihat Airin yang lewat.
Arsen segera menarik tangan Airin,
"Hey Airin!" katanya dengan nada yang sedikit tinggi
"Iya," sahut Airin.
Airin sengaja menjauhi Arsen karena dia kesal dengan peraturan yang Arsen buat dan untuk uang Arsen dia akan menggantinya dengan menabung atau kasbon di cafe tempatnya bekerja.
Arsen yang emosi menarik Airin masuk ke dalam kamarnya, dia sedikit melempar Airin hingga dia jatuh di tempat tidur Arsen.
"Kamu mau apa Arsen!" seru Airin
Arsen mendekat ke arahnya, dia ikut naik ke atas tempat tidur dan ini membuat Airin gugup dan takut.
Arsen memegangi tangan Airin dan dia langsung saja mencium bibir Airin, sekuat tenaga Airin mencoba menolak ciuman dari Arsen, dia terus meronta dan akhirnya dapat lepas juga.
Airin mencoba keluar namun Arsen mengunci kamarnya sehingga Airin bingung harus bagaimana sekarang.
Lalu Airin terduduk di lantai dengan memeluk kedua kakinya, dia menangis karena takut Arsen akan nekat.
Melihat Airin yang menangis membuat Arsen iba, dia segera mendekati Airin dan meminta maaf.
Seumur-umur inilah ucapan maaf Arsen yang pertama untuk orang lain.
"Lepaskan aku, biarkan aku pergi," kata Airin dengan terisak.
"Tenanglah maafkan aku," sahut Arsen yang takut saat melihat Airin terisak.
Arsen yang bingung mengambil minum dan memberikannya pada Airin,
"Minumlah dulu tenangkan diri kamu," kata Arsen lalu menyodorkan minuman kaleng pada Airin.
Airin yang haus mau nggak mau menerima minuman Arsen.
Dia langsung meneguk habis minuman kaleng dan memberikan kalengnya pada Arsen.
"Kenapa memberikannya padaku?" protes Arsen
"Buang," sahut Airin.
"Kamu ini semena-mena sekali," timpal Arsen kesal dengan Airin.
"Kenapa kamu tiba-tiba mencium aku?" tanya Airin
Arsen nampak bingung, dia sendiri juga nggak tau kenapa dia mencium Airin.
"Itu pelajaran buat kamu yang nggak nurut sama aku, kan kita sudah make a deal pada waktu tapi mengapa kamu ingin curang?"jawab Arsen
Airin menatap Arsen dengan lekat, "Aku nggak curang, kamu kan tau kalau aku ada praktek," kilah Airin
"Jangan bohong, praktek sampai pukul 2 siang, kemarin kan aku bilang kalau kamu harus nunggu aku tapi kamu langsung saja praktek, terus sehabis praktek hubungin aku tapi kamu nggak hubungin aku," omel Arsen.
"Iya iya," sahut Airin
"Minta maaf sekarang," titah Arsen
"Ogah, lagipula katamu kan minta maaf itu nggak guna," sahut Airin lalu dia berdiri dan duduk di sofa.
Arsen terdiam mendengar kata-kata Airin, ingin sekali mencium bibir Airin lagi.
Ini adalah pertama kalinya Arsen mencium wanita, karena sebelumnya dia tidak mau berhubungan dengan yang namanya wanita.
"Hey, Airin! kalau kamu melanggar peraturan yang aku buat, siap-siap mendapatkan hukuman dari aku," kata Arsen
"Kamu kok seenaknya sendiri sih Arsen, aku bukan budak kamu ya," sahut Airin bersungut
"Sudahlah jangan protes, supaya tidak ada hukum menghukum jadi patuhi saja peraturannya biar kita sama-sama enak," ucap Arsen dengan tersenyum licik
"Kamu bahagia aku merana" gumam Airin kesal
Airin menatap Arsen dengan kesal, dia tidak menyangka akan terjebak dalam permainan Arsen, bisa-bisanya dia menjadi asisten pria berdarah Jerman tersebut.
Tiba-tiba perut Airin berbunyi, Arsen yang mendengarnya tentu melemparkan tatapannya pada Airin.
"Kamu lapar?" tanya Arsen
Airin hanya mengangguk, dia malu pada Arsen. Bisa-bisanya perutnya menjatuhkan harga dirinya di hadapan Arsen.
Arsen pun memesan makanan, dia menyuruh pelayan untuk mengantarkan ke kamarnya.
Tak berselang lama pelayan datang mengantarkan pesanan makanan.
Arsen segera membuka pintu lalu mengambil makanan yang dibawa oleh pelayan, tak lupa tips untuk pelayannya.
Arsen memberikannya pada Airin, tak lupa dia mengambil tisu dan air putih miliknya.
Arsen menyiapkan makan Airin, dia memperlakukan Airin dengan berbeda saat ini hingga membuat Airin syok.
"Kenapa jadi dia yang melayani aku?" batin Airin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
Pujiyanty
kena buncin tau rasa❤️
2022-03-03
0
Reeyantie
Kan Arsen lagi memperdalam Rasa yg ada 🤣
2022-02-04
0
Eti Guslidar
karma arsen.. hhh
2022-02-03
0